Yusrain Yusrain
Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Al-Ghazali Adab Curriculum as a Life Guide for The Alpha Generation Rifqi Muhammad; Manja Manja; Patriana Patriana; Yusrain Yusrain
Dialogia Vol 20, No 1 (2022): DIALOGIA : JURNAL STUDI ISLAM DAN SOSIAL
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/dialogia.v20i1.3907

Abstract

This research focuses on what is the adab in al-Ghazali's curriculum, and how can Imam al-Ghazali's curriculum of adab be a way of life for the alpha generation. This study uses a descriptive qualitative approach with the type of literature research and justification. The primary data source of this research is the book of Bidayatul Hidayah by Imam al-Ghazali. The results of the study found that the adab curriculum consisted of outward and inner adab. Here's the description; the etiquette of waking up from sleep, the etiquette of entering the toilet, wudhu etiquette, bathing etiquette, the etiquette of going and entering the mosque, the etiquette of self-preparation for salat, the etiquette wants to sleep, the etiquette of prayer, the etiquette of makmum, friday etiquette, the etiquette of fasting, the etiquette of guarding the eyes, the etiquette of guarding the ears, the etiquette of guarding the tongue, the etiquette of keeping the stomach, the etiquette of guarding the genitals, the etiquette of keeping two hands and two feet, abandoning hasad, abandon riya's nature, abandoning the nature of ujub, the etiquette with Allah SWT, student etiquette, the etiquette towards parents, the etiquette towards unknown persons, the etiquette towards close friends, the etiquette towards known people. Imam al-Ghazali justifies that if he practices the outward and inner adab, his faith will increase, and become a civilized person. So that the alpha generation who practice this inner and outer adab in their daily lives will become civilized individuals.
ANALISIS NASEHAT PERNIKAHAN OLEH USTADZ ANAS FAUZI DI MEDIA SOSIAL Wahyu Dewi; Risa Risa; Yusrain Yusrain
Jurnal Ilmiah Al-Muttaqin Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Al-Muttaqin
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammaad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/al-muttaqin.v10i1.3502

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi yang jelas tentang: 1). Bagaimana Isi Pesan Nasehat pernikahan yang disampaikan oleh Ustadz anas Fauzi yang semapat Viral di Media sosial. 2). Bagaimana teknik penyampain Nasehat pernikahan yang dilakukan oleh ustadz anas fauzi sehingga membuat ia viral di media sosial. Jenis penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis conten. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan dokumentasi. Teknik analisis yang dilakukan dengan Data yang dihimpun selanjutnya diolah dan di analisis dengan menggunakan metode content analysis melalui pendekatan Kualitatif dan selanjutnya dianalisis secara deskriptif analitis.Ada pun yang dimaksud dengan content analysis yaitu suatu teknik sistematik untuk menganalisis isi pesan dan mengelolah pesan. Kemudian untuk memberi gambaran tentang pesan-pesan akidah yang terdapat dalam Video Khutbah Nikah Anaz Fauzi di media sosial untuk selanjutnya mendapatkan hasil akhir dari penelitian ini maka digunakan penafsiran data secara analitis dan kritis. Hasil penelitian dapat disimpulkan Analisi Nasehat Pernikahan oleh Penghulu Anas Fauzi di Media Sosial lebih menjabarkan tentang hak dan kewajiban suami isteri di dalam berumah tangga, seperti: a) Pesan kepada pengantin baru yaitu : diawali dengan berwudhu, berdoa sebelum berbuat, melaksanakan sholat hajat dan dilanjutkan membaca al-qur’an dan datangi istri dengan senyuman dan wangi-wangian; b)Tetap berbakti kepada orang tua meskipun setelah menikah. Setelah terpenuhi kewajiban nafkah terhadap istri, maka penuhilah keperluan orangtuamu, dikarenakan pintu rezeki keluargamu berada di tangan kedua orang tuamu teutama ibumu; c) Perilaku yang dapat menyenangkan hati suami adalah menjadi isteri solehah dengan mentaati suami dengan setulus hati. d) Tunaikan Kewajiban. Kewajiban kepada pasangan dengan saling memahami peran dalam rumah tangga, dan kewajiban kepada Allah SWT yaitu kewajiban melaksanakan sholat lima waktu. Teknik penyampaian Nasehat pernikahan yang dilakukan oleh bapak Anas Fauzi yaitu: a) menggunakan Teknik penyampaian dengan pendekatan Humoris, teknik ini digunakan agar tidak adanya ketegangan saat akad nikah berlangsung. b) Teknik Penyampaian dengan pendekatan Psikologis. dua teknik di atas inilah yang lebih diutamakan dan diterapkan sekaligus ditambah kepribadian beliau yang sangat familiar