Dwindy Putri Cufara
Institut Seni Budaya Indonesia Aceh

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Optimalisasi Produksi Musik Iringan Digital melalui Pemanfaatan Teknologi Musik di Sanggar Seni Lakuni Banda Aceh Rico Gusmanto; Muhammad Tahir; Dwindy Putri Cufara
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 9 No. 01 (2025): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v9i01.3122

Abstract

Musik digital adalah suatu musik yang diproduksi dengan sistem computerization process. Musik ini merupakan perkembangan dunia musik dengan memanfaatkan teknologi. Penggunaan musik digital sebagai iringan tari tentu lebih efisien dan efektif jika dibandingkan dengan menggunakan musik yang dimainkan secara langsung melalui instrumen musik. Mahalnya biaya produksi musik digital menjadi salah satu kendala bagi Sanggar Seni Lakuni Banda Aceh dalam berkreativitas. Sebagai sanggar yang aktif menyediakan jasa tarian, pengguna jasa sering kali meminta agar penampilan diiringi menggunakan musik digital, namun Sanggar Seni Lakuni tidak dapat memenuhinya. Hal ini berdampak pada menurunnya produktivitas sanggar dalam berkreativitas dan menyediakan jasa seni. Dengan memproduksi musik digital sendiri, Sanggar Lakuni dapat jauh menghemat biaya produksi, memupuk kemandirian dan kreativitas, menciptakan profesionalitas kerja, sehingga menjadi salah satu sanggar unggulan di Aceh. Hal ini tentu akan berdampak pada profit dan perkembangan manajemen sanggar di masa mendatang. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah melatih anggota sanggar untuk terampil dalam memproduksi musik iringan digital. Pelatihan ini dilaksanakan di komplek Taman Seni dan Budaya Aceh selama empat kali tatap muka dan satu kali pembimbingan secara daring.
Pelatihan Penulisan Cerita Pendek Digital dalam Blog di SMK Swasta Grafika ISS Kota Jantho Muhammad Tahir; Rico Gusmanto; Dwindy Putri Cufara
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 9 No. 01 (2025): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v9i01.3123

Abstract

Dalam era digital yang terus berkembang, kemampuan literasi tidak lagi terbatas pada kemampuan membaca dan menulis secara konvensional. Media online, seperti blog, telah menjadi platform penting bagi individu untuk berbagi cerita, pengalaman, dan ide-ide mereka dengan khalayak yang lebih luas. Di sisi lain, cerita pendek tetap menjadi salah satu bentuk sastra yang diminati karena kemampuannya untuk menyampaikan pesan secara singkat namun kuat. Minimnya minat siswa-siswi dalam literasi dengan memanfaatkan teknologi menjadi perhatian tim pengabdian, terutama di lingkungan sekolah yang fasilitas didalamnya sangat mendukung. Salah satu sekolah berbasis teknologi adalah SMK Swasta Grafika ISS Kota Jantho. SMK Swasta Grafika ISS Kota Jantho merupakan naungan pondok pesantren teknologi, dimana pesantren ini mengedepankan penerapan teknologi dalam proses pembelajarannya. Minimnya tenaga pendidik dan kegiatan yang menunjang keterampilan literasi dalam bentuk digital menjadi salah satu permasalahan yang dihadapi SMK Swasta Grafika ISS Kota Jantho, terutama penulisan cerita pendek digital dalam blog. SMK Swasta Grafika ISS memahami pentingnya mengembangkan keterampilan literasi siswa di era digital ini. Melalui program pelatihan penulisan cerita pendek dalam blog ini, akan memberikan siswa-siswa berkesempatan untuk menggabungkan kecintaan mereka terhadap sastra dengan penggunaan teknologi yang relevan. Tujuan pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini adalah melatih peserta didik dalam menulis cerita pendek dalam blog. Pelatihan ini dilaksanakan dengan metode praktik langsung yaitu metode yang menggunakan bahasa secara intensif dalam komunikasi yang berlangsung selama 2 kali pertemuan. Pelatihan ini dilaksanakan di SMK Swasta Grafika ISS Kota Jantho yang beralamat di Jln. Transmigrasi, Gampong Buket Meusara, Kota Jantho-Aceh Besar pada tanggal 23-24 Agustus 2024 yang diikuti oleh 30 peserta.
Pelatihan Seni Kaligrafi Islam Menggunakan Teknik Mozaik Di Rumoh Agam Sos Children’s Village Banda Aceh Putri Dahlia; Dwindy Putri Cufara
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 9 No. 01 (2025): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v9i01.3128

Abstract

Mozaik merupakan teknik menempelkan kepingan-kepingan bahan yang sengaja dibuat dengan cara digunting-gunting atau sudah berbentuk potongan, kemudian disusun dengan ditempelkan pada media yang datar dengan cara dilem. Karya kaligrafi dapat dibuat menggunakan teknik mozaik untuk mewujudkan bentuk tulisan yang indah menggunakan bahan eva foam. Kaligrafi dalam hal ini adalah tulisan arab berupa kalimat Asmaul Husna. Kerajinan Mozaik saat ini diminati oleh masyarakat luas. Mozaik kaligrafi Islam dengan bahan baku yang mudah diperoleh seperti eva foam dapat menjadi suatu kerajinan sederhana dengan nilai jual yang tinggi. Minimnya produksi kerajinan ini di tingkat remaja yang siap menghadapi revolusi industri menjadi perhatian tim pengabdi. Salah satu organisasi sosial yang berfokus pada penanganan anak-anak dan remaja adalah SOS Children’s Village Banda Aceh. Minimnya edukator dan kegiatan yang menunjang keterampilan industri seni menjadi salah satu permasalahan yang dihadapi SOS Children’s Village Banda Aceh, terutama dalam produksi kerajinan bernilai jual tinggi. Tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah melatih peserta untuk terampil dalam memproduksi kerajinan mozaik kaligrafi Islam dengan memanfaatkan bahan eva foam. Selain itu juga dapat melatih kesabaran karena teknik mozaik membutuhkan ketelitian dalam menempelkan potongan bahan yang berukuran kecil. Pelatihan ini telah dilaksanakan dengan pendekatan internalisasi penguatan karakter melalui proses pembimbingan langsung yang berlangsung selama tiga kali pertemuan.
Dialog Bunyi: Reinterpreting Uroh Rapai as a Manifestation of Social Piety in Musical Composition Angga Eka Karina; Dwindy Putri Cufara; Toza Darlija; Riqi Anugerah
Gondang: Jurnal Seni dan Budaya Vol. 9 No. 2 (2025): GONDANG: JURNAL SENI DAN BUDAYA, DECEMBER 2025
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gondang.v9i2.69251

Abstract

This research aims to investigate the uroh rapai tradition in North Aceh, focusing on rapai pase, a unique form of Acehnese membranophone that is performed in competitive settings. The study emphasizes the philosophical and social dimensions of uroh rapai by interpreting it as a manifestation of social piety. Employing a practice-led approach, where the creative process itself becomes the core of inquiry, the study integrates three fundamental principles of piety: habluminallah (human relationship with God), habluminannas (human relationship with others), and habluminalalam (human relationship with nature). Data were collected through literature review, direct observation of uroh performances, and in-depth interviews with syeh rapai and players. These insights were then transformed into an experimental musical composition entitled Dialog Bunyi. The result is in a form of composition, structured into three segments; first, natural soundscapes symbolizing ecological harmony, second, instrumental interaction as a metaphor of social solidarity; and third, rapai rhythms and devotional chanting as an expression of spiritual devotion. Its premiere performance demonstrated how traditional art can be recontextualized into contemporary works, rooted in Acehnese identity. The research contributes a new methodological and pedagogical model for tradition-based music studies, offering a way to preserve and creatively reinterpret cultural heritage.
Nada-Nada Persatuan: Manifestation of the Third Principle of Pancasila in the Meugang Through Experimental Music Rico Gusmanto; Dwindy Putri Cufara; Rika Wirandi
Gondang: Jurnal Seni dan Budaya Vol. 9 No. 2 (2025): GONDANG: JURNAL SENI DAN BUDAYA, DECEMBER 2025
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gondang.v9i2.69308

Abstract

Meugang is a tradition of the Acehnese people that is carried out before Ramadan, Eid al-Fitr, and Eid al-Adha, and is rich in values of togetherness and mutual cooperation. These values are in line with the third principle of Pancasila, namely “Indonesian Unity”. Previous studies have focused on meugang as a cultural and social tradition but have not explored its ideological dimension nor its potential as the conceptual basis for musical experimentation. This research fills that gap by applying a practice-led artistic research approach, integrating observation, and interviews with Meugang practitioners. This music inspired by Cage’s sound philosophy and Lachenmann’s concept of musique concrete instrumentale. the result is an experimental music titled  Nada-Nada Persatuan (Tones of Unity), structured around three core values of mutual cooperation namely unity, harmony, and balance. The study finds that music can function as both aesthetic construction and an ideological metaphor, enabling local cultural practices to articulate national identity through sound. This research contributes to the discourse on Indonesian experimental music by demonstrating how cultural-ideological concepts can be systematically translated into sonic structures.