Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Jurnal Arsitektur ARCADE

PENERAPAN VEGETASI PADA BANGUNAN Studi Kasus : Desain Model Asrama Eco-Pesantren Reiza, Ikhwan; Wibowo, Heru
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 1 No 2 (2017): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2017
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT : Most pesantren in Indonesia commonly still using a conventional design that separates the residentials with the enviroment surrounding it. That, in turns causing the users to ignore the linkage in between, this becomes the basic reasoning to the writer to come up with a design solution where the building and the enviroment can interact directly without barrier through the usage of vegetations that are placed accordingly in the building itself, such as vertical garden or hidroponics and the systems based on methods, data, and literatures that will be processed to become the basic concept of Eco-pesantren which will be turned into a digital model that can be analyzed about the thermal effects and the lightings on the building itself, this particular case takes a dorminaroty building as a building model. Based on the analysis and the model, it is clear that vegetation technique implemented on the building are able to stabilized temperature inside the room. Aside from being the aestethics element, some variety of vegetation can also become a food source for the users. Keyword : Vegetations, Eco-Pesantren, Functional ABSTRAK : Pada umumnya bangunan pesantren di Indonesia masih menggunakan desain-desain konvensional yang memisahkan antara fungsi hunian dengan lingkungan sekitarnya, sehingga pengguna kurang memperhatikan keterkaitan antara keduanya. Hal ini menjadi dasar pemikiran bagi penulis untuk memberikan solusi desain dimana bangunan pesantren dan lingkungannya dapat berinteraksi secara langsung melalui penerapan vegetasi-vegetasi pada bagian bangunan tertentu secara optimal seperti vertical garden atau instalasi hidroponik beserta sistemnya berdasarkan metoda-metoda, data, dan literatur yang akan diolah menjadi sebuah konsep Eco-pesantren yang akan dibuat pemodelan dan kemudian dianalisa efek thermal dan pencahayaannya menggunakan komputer. dalam kasus ini mengambil bangunan asrama sebagai pemodelan. Berdasarkan hasil analisa dan pemodelan, didapat bahwa teknik vegetasi yang diterapkan mampu menjaga kestabilan suhu dalam ruangan. Selain menjadi elemen estetika, penggunaan jenis tanaman tertentu dapat menjadi sumber konsumsi bagi pengguna. Kata kunci : Vegetasi, Eco-Pesantren, fungsional
PROSES DAN ALASAN TERJADINYA TRANSFORMASI MASJID RAYA BANDUNG Natalia, Tri Widianti; Wibowo, Heru
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 2 No 3 (2018): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2018
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract:. Masjid Raya Bandung is the oldest mosque in the city of Bandung which has a very important role in the city structure and the neighborhood of town square. The Masjid Raya Bandung and the square have undergone a transformation many times, until the original building is almost gone. Transformation of the form Masjid Raya Bandung will affect the structure and the face of downtown Bandung. Therefore the purpose of this study is to see how the transformation process that occurs in the building of Masjid Raya Bandung is seen from the reason for the transformation. And see how the impact on the structure of the downtown Bandung and its influence on the quality of its functions and architecture. The method used is qualitative analysis by examining several similar studies. The results of the study reveal that every process of change that occurs in the building of Masjid Raya Bandung is always influenced by agents of control, namely the government as the control holder and the actor namely the architect as the designer. Changes in the form of Masjid Raya Bandung have changed the live configuration of the structure and the face of downtown area of Bandung. Keyword: Transformation, Masjid Raya Bandung, live configuration, city structure Abstrak: Masjid Raya Bandung menjadi salah satu masjid tertua di kota Bandung yang memiliki peran yang sangat penting dalam tatanan kota dan lingkungan Alun-alun Badung. Masjid Raya Bandung dan alun-alun telah mengalami transformasi berkali kali, hingga bangunan asli hampir sudah tidak ada. Perubahan bentuk  Masjid Raya Bandung akan mempengaruhi struktur dan wajah pusat Kota Bandung. Sehingga tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana proses transformasi yang terjadi pada bangunan Masjid Raya Bandung dilihat dari alasan terjadinya transformasi.  Serta melihat bagaimana dampaknya terhadap struktur wajah pusat Kota Bandung dan pengaruhnya terhadap kualitas fungsi dan arsitekturnya. Metode yang digunakan yaitu analisis kualitatif adalah dengan mengkaji beberapa penelitian sejenis. Hasil dari penelitian mengungkapkan bahwa setiap proses perubahan yang terjadi pada bangunan Masjid Raya Bandung selalu dipengaruhi oleh agen konrtrol yakni pemerintah sebagai pemegang kontrol dan aktor yakni arsitek sebagai perancang. Perubahan bentuk Masjid Raya Bandung telah mengubah live configuration struktur dan wajah kawasan pusat kota Bandung.Kata Kunci: Transformasi, Masjid Raya Bandung, Struktur Wajah Kota
PEMANFAATAN URBAN FARMING MELALUI KONSEP ECO-VILLAGE DI KAMPUNG PARALON BOJONGSOANG KABUPATEN BANDUNG Wijaya, Karto; Permana, Asep Yudi; Hidayat, Syarip; Wibowo, Heru
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2020
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Bojongsoang Village as one of the areas in Bojongsoang District is a densely populated area, where there is a shift and transfer of green functions to built up land (such as: new housing, industry / factories and others). Land for the green lane has become built up land (built into a house), this makes what should be productive land become unproductive land. In addition, with the increasing pressure of green land into developed land, demanding the community to optimize the land they have as productive land.The understanding of space which is only understood as a horizontal plane as land that can be used as productive land must be changed. Space is not only implemented in the horizontal plane but can also utilize the vertical plane to have high flexibility as land that can be processed as productive land. The urban farming model as an urban agriculture program that has long been developing is a potential activity in supporting the sustainability and survival of a district.The purpose of this study is to determine the Eco Village model in the Paralon village area as an Eco-Architecture concept in supporting the development of Sustainable Cities, as one of the eco-architecture models in urban villages by utilizing their respective land and space.Keyword: Eco-Architecture, Eco Village, Green SettlementAbstrak: Desa Bojongsoang sebagai salah satu wilayah di Kecamatan Bojongsoang merupakan kawasan yang padat penduduk, di mana terdapat pergeseran dan pengalih fungsilahan hijau menjadi lahan terbangun (seperti: perumahan baru, industri/pabrik dan lain-lain). Lahan-lahan untuk jalur hijau menjadi lahan terbangun (dibangun menjadi rumah tinggal), hal inilah menjadikan yang seharusnya menjadi lahan produktif menjadi lahan yang tidak produktif. Di samping itu dengan semakin tertekannya lahan hijau menjadi lahan terbangun, menuntut masyarakat untuk mengoptimalkan lahan yang dimiliki sebagai lahan produktif. Pemahaman ruang yang hanya dipahami sebagai bidang horizontal sebagai lahan yang bisa dimanfaatkan sebagai lahan produktif harus sudah mulai dirubah. Ruang tidak hanya diimplementasikan ke dalam bidang horizontal akan tetapi juga bisa memanfaatkan bidang vertikal menpunyai fleksibilitas yang cukup tinggi sebagai lahan yang bisa diolah sebagai lahan produktif. Model urban farming sebagai salah satu program pertanian perkotaan yang sudah lama berkembang merupakan aktivitas yang cukup potensial dalam menunjang keberlanjutan (sustainable) dan kebertahanan (survival) dari sebuah kabupaten.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan model Eco Village di wilayah desa Paralon sebagai konsep Eco-Architecture dalam mendukung pengembangan Kota Berkelanjutan, sebagai salah satu model eco-architecture di desa-desa perkotaan dengan memanfaatkan lahan dan ruang masing-masing.Kata Kunci: Arsitektur Ramah Lingkungan, Desa Ramah Lingkungan, Permukiman hijau  
KOMPONEN PEMBENTUK RUANG KOTA ALUN-ALUN CIANJUR Wibowo, Heru; Marwoto, Marwoto; Putra, Wahyu Buana
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 6 No 3 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2022
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: One of the cities having a historically significant public square is Cianjur Regency. Since the royal era, colonial era, and up to the present, the square has served as the distinguishing feature of the center of the royal authority. The layout of the square space fluctuates depending on the prevailing political ideologies. This study employs an exploratory methodology and approaches for gathering data from field observations. Cianjur Square contains seven of the eight elements that make up urban space, including: (a) changes in land use; (b) The building mass configuration is fixed and the shape of the space is no longer symmetrical like the original form; (c) Parking and circulation areas are well-organized; (d) Open space zones are effectively used; (e) Active and comfortable pedestrian paths; (f) The marker serving as the identity of the space is very thick with Islamic religious values; (g) Supporting activities that take place simultaneously and in various ways are no longer centered on the east side of the mosque, but are spread out to the north side of the open space.Abstrak: Kabupaten Cianjur merupakan salah satu kota dengan alun-alun sebagai ruang terbuka publik yang memiliki sejarah panjang. Alun-alun merupakan ciri khas sebuah wilayah pusat pemerintahan kerajaan yang memiliki makna khusus sejak zaman kerajaan, zaman kolonial sampai dengan saat ini. Settingruang alun-alun berubah dari masa ke masa, sesuai dengan kebijakan penguasa pada masanya. Penelitian ini menggunakan metode eksploratif dengan teknik pengambilan data observasi lapangan. Terdapat tujuh dari delapan komponen pembentuk ruang kota yang ditemukan di Alun-alun Cianjur, diantaranya: (a) tata guna lahan yang mengalami perubahan; (b) Betuk ruang yang tidak lagi simetris seperti bentuk aslinya, dari terpusat menjadi linier dan konfigurasi masa bangunan yang tetap; (c) Sirkulasi dan ruang parkir yang tertata dengan baik; (d) zona ruang terbuka termanfaatkan dengan efektif; (e) Jalur pedestrian yang aktif dan nyaman; (f) Penanda sebagai identitas ruang sangat kental dengan nilai religius islami; (g) Kegiatan pendukung yang belangsung secara simultan dan beragam, tidak lagi terpusat di sisi timur masjid, namun tersebar ke sisi utara ruang terbuka.
KARAKTER ARSITEKTUR KOLONIAL KANTOR POS GARUT DALAM PERSPEKTIF PERKEMBANGAN ARSITEKTUR KOTA Juwono, Sudarmawan; Rukayah, Siti; Wibowo, Heru; Ali, Abdullah
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2024
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The Post Office building on Jalan Jenderal Ahmad Yani Garut has been recognized as a cultural heritage object which has become the architectural identity and landmark of the city. Architectural character that forms identity and contributes to regional values is an element that must be maintained in preserving urban areas. This research aims to explore the character of architecture as a basis for conservation and its meaning from a city architecture perspective. This research uses descriptive qualitative methods, especially field observations, previous research studies, history and interpretation of relevant map documents and images. The research results show that the architectural character of the post office is the result of a process of adapting the roof, building body and floor plan. Through studies of city development, it is known that the meaning of these characters provides information regarding the influence of tourism activities on the formation of identity and the physical development of urban architecture that has occurred.Keywords  : architectural character, meaning, development of urban architectureAbstrak: Bangunan Kantor Pos di jalan Jenderal Ahmad Yani Garut selama ini telah diakui sebagai obyek cagar budaya yang menjadi identitas arsitektur dan penanda kota. Karakter arsitektur yang membentuk identitas dan memberikan kontribusi nilai-nilai kawasan adalah unsur yang harus dipertahankan dalam pelestarian kawasan kota. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi karakter arsitektur sebagai dasar konservasi dan maknanya dari perspektif arsitektur kota. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif terutama pengamatan lapangan, studi penelitian terdahulu, sejarah dan interpretasi atas dokumen peta dan gambar yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter arsitektur kantor pos merupakan hasil suatu proses adaptasi atap, badan bangunan dan denah. Melalui studi terhadap perkembangan kota, diketahui bahwa makna karakter tersebut memberikan informasi mengenai pengaruh aktivitas pariwisata pada pembentukan identitas dan perkembangan kota yang telah terjadi.Kata Kunci: karakter arsitektur, makna, perkembangan arsitektur kota
SPASIAL KONFIGURASI KAWASAN PERMUKIMAN PASCA GEMPA DI GASOL, CIANJUR Wibowo, Heru; Dewi, Nitih Indra Komala; Putra, Wahyu Buana
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 8 No 4 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE Desember 2024
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Earthquakes have a significant impact on the spatial structure of urban networks, as observed in Kampung Nagrog, Desa Gasol, following the Sesar Cugenang earthquake. The impacts include fragmentation of the spatial network, reduced accessibility, and changes to the spatial configuration of residential areas. This study aims to analyze the spatial changes in the residential area before and after the earthquake using the Space Syntax method. This method was employed to identify changes in spatial parameters such as connectivity, integration, and Visibility, supporting more effective disaster risk mitigation strategies. The findings indicate a decline in connectivity, Point First Moment, and Point Second Moment, reflecting the fragmentation of the spatial network. However, the increase in Gate Counts suggests that certain routes have become primary pathways post-disaster. A spatial reconfiguration of the area is recommended to improve accessibility and Visibility, with priority given to evacuation routes in areas with high Gate Counts.Keyword: Space Syntax, mitigation, depthmapx, post-earthquake settlement.  Abstrak: Gempa bumi memberikan dampak signifikan terhadap struktur jaringan ruang, seperti yang terjadi di Kampung Nagrog, Desa Gasol, akibat gempa Sesar Cugenang. Dampaknya mencakup fragmentasi jaringan ruang, penurunan aksesibilitas, serta perubahan tata ruang permukiman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan spasial kawasan permukiman sebelum dan sesudah gempa dengan menggunakan metode Space Syntax. Metode ini digunakan untuk mengidentifikasi perubahan parameter spasial, seperti konektivitas, integrasi, dan visibilitas, serta mendukung strategi mitigasi risiko bencana yang lebih efektif. Hasil penelitian menunjukkan penurunan parameter connectivity, Point First Moment, dan Point Second Moment, yang mencerminkan fragmentasi jaringan ruang. Namun, peningkatan Gate Counts mengindikasikan beberapa jalur menjadi rute utama pasca bencana. Penataan ulang kawasan direkomendasikan untuk meningkatkan aksesibilitas dan visibilitas, dengan memprioritaskan jalur evakuasi pada area dengan Gate Counts tinggi.Kata Kunci: Space Syntax, mitigasi, depthmapx, permukiman paska gempa.