Sarmauli, Sarmauli
Institusi Agama Kristen Negeri Palangka Raya

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PERSAUDARAAN LINTAS IMAN: Relasi Legitimasi dan Identitas Elit Agama Kota Palangka Raya Sarmauli Sarmauli
Al-Qalam Vol 21, No 1 (2015)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.147 KB) | DOI: 10.31969/alq.v21i1.212

Abstract

Penelitian ini merupakan upaya memahami proses interaksionisme simbolik legitimasi elit enamagama dalam mengkonstruksi persaudaraan lintas iman di Kota Palangka Raya dan menemukanmodel interaksionisme simbolik relasi legitimasi dan identitas elit enam agama dalam mengkonstruksipersaudaraan lintas iman di kota Palangka Raya. Metode penelitian penelitian kualitatif. Penelitian inimenggunakan dua strategi penelitian yang didasarkan atas: (1) karakteristik pertanyaan penelitian, (2)ketegasan dan keakuratan dalam analisis, (3) perspektif yang khusus dan unik untuk menghasilkanrealitas yang menyeluruh. Hasil dari penelitian ini menggali pemaknaan kembali interaksi legitimasidan identitas dalam mewujudkan persaudaraan lintas iman. Hal tersebut dilakukan untuk membuktikanasumsi bahwa persaudaraan lintas iman merupakan strategi menciptakan perdamaian yang dijalankantanpa konfrontatif, kerukunan yang dibangun secara bijak serta nilai bersama yang bisa diteladani.
DOKTRIN ALLAH: PERSPEKTIF KRISTEN DAN IMPLIKASINYA DI ERA MODERN Sarmauli Sarmauli; Adi Hardani; Rengga Kaharapen; Helnita Helnita; Yemima Nathalia
Jurnal Salome : Multidisipliner Keilmuan Vol. 1 No. 5 (2023): November
Publisher : CV. ADIBA AISHA AMIRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The doctrine of God, as a core theological tenet in the Christian perspective, has undergone significant developments over time. This research aims to provide an in-depth analysis of the evolution of the doctrine of God and its implications in the context of the modern era. Utilizing both theological and social approaches, this study investigates how views on the character of God, salvation, and the relationship between humans and the divine have evolved over time. The doctrine of God not only serves as the foundation of Christian faith but also plays a crucial role in shaping ethical and moral perspectives within society. The implications of the doctrine of God in the social context illustrate how religious values influence human behavior in daily life. In an era filled with challenges and complexity, a profound understanding of the doctrine of God becomes essential in addressing existential questions and providing moral guidance. This study also highlights the dynamics of change in the understanding of the doctrine of God amidst contemporary Christian society. The central question of how theology adapts to social and technological changes is a focal point of this research. The results of this analysis offer new insights into the relevance of the doctrine of God in addressing contemporary issues such as advanced technology, religious pluralism, and pressing social concerns. This research is expected to contribute to a deeper understanding of how the doctrine of God in the Christian perspective not only endures in the modern era but also provides meaningful guidance for individuals and communities facing the challenges of the times.
Studi Gender Terhadap Ketidaksetaraan Gender d Indonesia Sarmauli Sarmauli; Handriani J. H; Selvia Veronika; Yuverdina Yuverdina
Indonesian Journal on Education (IJoEd) Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah (lppi) Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/ijoed.v1i2.17

Abstract

Studi gender melihat bahwa perempuan dan laki-laki diposisikan secara berbeda dalam masyarakat, dengan perempuan seringkali berada dalam posisi yang kurang beruntung. Perempuan di Indonesia masih sering menghadapi diskriminasi dalam dunia kerja, seperti gaji yang lebih rendah, kesempatan promosi yang terbatas, dan pekerjaan yang tidak aman. Perempuan juga lebih banyak memikul beban kerja domestik tanpa mendapatkan pengakuan dan penghargaan yang layak. Tujuan penulisan ini yaitu berupaya untuk mengetahui dan memahami secara mendalam akar permasalahan ketidaksetaraan gender di Indonesia serta upaya-upaya yang telah dilakukan untuk mengatasinya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan pendekatan kualitatif studi literatur, data penelitian diperoleh dari jurnal ilmiah, buku, dokumen terkait, dan laporan penelitian yang sesuai dengan topik ketidaksetaraan gender di Indonesia. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ketidaksetaraan gender di Indonesia masih menjadi isu kompleks yang dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti, budaya patriarki, diskriminasi ekonomi, kekerasan, kurangnya representasi perempuan dalam pengambilan keputusan, kurangnya akses kesehatan dan pendidikan. Dengan demikian solusi yang ditawarkan oleh studi gender untuk mengatasi permasalahan dalam berbagai faktor tersebut adalah, pentingnya mengikuti pendidikan gender dan mendorong penerapan kebijakan sensitif gender bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman dalam menanggapi isu-isu gender untuk membangun masyarakat yang adil dan setara. Penulis menyarankan artikel ini dapat dikembangkan dengan melihat dan mempertimbangkan kasus-kasus yang lebih luas tentang ketidaksetaraan gender di Indonesia.
Pandangan Studi Gender Terhadap Bullying Resa Agustina; Rosita Rosita; Salini Salini; Sarmauli Sarmauli
Indonesian Journal on Education (IJoEd) Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah (lppi) Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/ijoed.v1i2.18

Abstract

Studi gender terhadap bullying yaitu menjelaskan bahwa bullying merupakan perilaku atau tindakan yang tidak menyenangkan sehingga membuat orang tidak nyaman, sakit hati dan tertekan. Sehingga dengan cara tersebut, studi gender mendorong pendekatan yang lebih menyeluruh dan memiliki pandangan pada konteks sosial untuk mengatasi bullying. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana perspektif studi gender dapat diterapkan dalam memahami dan mengatasi bullying. Metode Penelitian yang digunakan studi literatur, di mana peneliti mengumpulkan dan menganalisis informasi dari berbagai sumber tertulis untuk mendapatkan pemahaman mendalam tentang topik penelitian, studi literatur merupakan metode penelitian kualitatif yang melibatkan pengumpulan dan analisis data dari berbagai sumber tertulis seperti buku, jurnal ilmiah, artikel, dan dokumen resmi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa studi gender memberikan kerangka kerja yang komprehensif untuk memahami bullying, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti stereotipe gender, ketidaksetaraan gender, kekerasan gender, peran gender, dan identitas gender. Studi gender juga menyoroti pentingnya mengakui perbedaan gender, mendukung pendekatan menyeluruh, menantang norma gender, memberdayakan korban, dan meningkatkan kesadaran serta sensitivitas terhadap bullying. Saran yang diberikan untuk mengintegrasikan perspektif studi gender dalam program pencegahan dan penanganan bullying, serta untuk mempromosikan pendidikan dan kesadaran gender di masyarakat. Kata Kunci: Studi Gender, Gender,
Perspektif Studi Gender Terhadap Transgender di Indonesia Sarmauli Sarmauli; Ria Yohana; Selvi Oktavia; Sri Anjini
Indonesian Journal on Education (IJoEd) Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah (lppi) Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/ijoed.v1i2.19

Abstract

Gender bukanlah konsep universal; sebaliknya, hal ini bersifat relatif dan bervariasi dalam berbagai konteks, dipengaruhi oleh faktor sosial, budaya, dan waktu. Penelitian ini menyoroti pentingnya memahami identitas transgender, yang menantang gagasan tradisional tentang gender dan seks, dan menekankan perlunya perspektif berbeda yang melampaui determinisme biologis. Penelitian tersebut menguraikan tantangan-tantangan yang dihadapi oleh individu transgender, termasuk stigma sosial, diskriminasi, dan masalah kesehatan mental, yang secara signifikan dapat berdampak pada kesejahteraan dan akses mereka terhadap hak-hak dasar. Hal ini juga mengatasi kebingungan yang dialami banyak individu transgender mengenai identitas mereka, saat mereka menavigasi ekspektasi masyarakat dan perasaan pribadi tentang gender mereka. Penelitian ini bertujuan untuk berkontribusi pada wacana akademis tentang gender dengan memberikan wawasan tentang pengalaman hidup individu transgender dan hambatan yang mereka temui dalam berbagai aspek kehidupan. Dengan melakukan hal ini, upaya ini bertujuan untuk menumbuhkan pemahaman dan penerimaan yang lebih besar terhadap komunitas transgender di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk memperkaya bidang studi gender dengan menawarkan analisis komprehensif mengenai perspektif transgender, sehingga mendorong inklusivitas dan kesadaran baik dalam konteks akademis maupun sosial. Temuan ini diharapkan dapat menjadi sumber berharga bagi para pendidik, pembuat kebijakan, dan advokat yang berupaya memperjuangkan hak dan pengakuan individu transgender.
Pandangan Studi Gender Terhadap Pelecehan Seksual Dhea Agustina Hawini; Sarmauli Sarmauli
Indonesian Journal on Education (IJoEd) Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah (lppi) Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/ijoed.v1i2.20

Abstract

Studi gender terhadap pelecehan menjelaskan bahwa pelecehan seksual di Indonesia merupakan masalah yang meluas dan menimpa banyak individu, khususnya perempuan. Berbagai fenomena turut menyebabkan masalah ini, termasuk pelecehan di tempat kerja, pelecehan di jalanan, dan pelecehan daring. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui memeriksa dinamika kekuasaan, norma-norma masyarakat, dan faktor-faktor budaya yang berkontribusi terhadap terjadinya dan berlanjutnya pelecehan seksual. Metodologi penelitian ini dengan tinjauan pustaka yang melibatkan pencarian dan analisis sistematis artikel ilmiah, buku, dan laporan yang terkait dengan Studi Gender dan pelecehan seksual. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa persimpangan yang kompleks dapat mengungkap sifat sistemik pelecehan dan bekerja untuk menciptakan perubahan yang berarti dan mengembangkan strategi yang lebih efektif untuk pencegahan dan intervensi. Sebagai kesimpulan, mempelajari Perspektif Studi Gender tentang Pelecehan Seksual memberikan kerangka kerja penting untuk menganalisis dan menangani sifat multifaset dari masalah yang meluas ini. Saran hendeaknya studi gender terkhusus dikalangan anak muda agar menjadi edukasi yang lebih efektif untuk meminimalisasikan tingkat adanya kasus pelecehan seksual dan ketidak adilan gender diruang lingkup sekolah, pekerjaan dan lingkungan sosial.
Konstruksi Sosial Ras dan Etnis Terhadap Studi Gender Mesa Krismawati; Hestia Alika K.; Jessica Andryani; Sarmauli Sarmauli
Indonesian Journal on Education (IJoEd) Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah (lppi) Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/ijoed.v1i2.22

Abstract

Pandangan studi gender terhadap konstruksi sosial, ras dan etnis, dan relasi kuasa serta ketidaksetaraan yang dikonstruksi ini berdampak pada kehidupan individu dan kelompok. Tujuan dalam studi gender terkait ras dan etnis, implikasi dari pandangan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur untuk menganalisis konsep gender, ras, dan etnis serta dampaknya terhadap kehidupan individu dan kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa studi gender memandang ras dan etnis sebagai konstruksi sosial yang saling terkait dan memengaruhi pengalaman hidup individu. Gender dipengaruhi oleh norma dan budaya masyarakat, dan relasi kuasa yang tidak seimbang antara laki-laki dan perempuan merupakan akar dari berbagai bentuk penindasan terhadap perempuan. Saran pentingnya memahami konstruksi sosial dalam upaya membangun masyarakat yang lebih adil dan setara bagi semua orang.
Pandangan Studi Gender Tentang Pelecehan Seksual di Media Sosial Joanna Maria Priscila; Jane Ibrani Rumbekwan; Sarmauli Sarmauli
Indonesian Journal on Education (IJoEd) Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah (lppi) Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/ijoed.v1i2.24

Abstract

Pengunaan media sosial saat ini merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, penguna dari berbagai latar belakang, terutama bagi generasi muda saat ini, bahkan orang tua pun tidak luput dari itu. Platfrom media sosial, contohnya seperti  Facebook, TikTok, Instagram, X, YouTube dll. Tujuan penelitian ini melihat peran platform media sosial dalam pencegahan pelecehan dan menawarkan strategi komprehensif untuk mengatasi masalah ini dari perspektif gender serta dapat mengambil tindakan yang tepat dalam mengatasi masalah pelecehan seksual. Metode penelitian yang digunakan literatur dan analisis konten, dengan pengumpulan data dari berbagai sumber untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk yang terungkap seperti cyberbullying dan pelecehan online. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelecehan seksual di media sosial memiliki berbagai bentuk, termasuk cyberbullying seksual, pelecehan seksual online, sexting non-konsensual, sextortion, cyberstalking, dan penyalahgunaan kencan siber, dengan mayoritas korban adalah perempuan. Stereotip gender dan norma sosial yang patriarkal berkontribusi signifikan terhadap prevalensi pelecehan seksual di media sosial. Dampak pelecehan ini meliputi trauma psikologis, gangguan kesehatan mental dan fisik, isolasi sosial, dan kerugian karir bagi korban. Saran yang diberikan adalah perlunya edukasi tentang seks dan kesadaran masyarakat untuk mencegah tindakan terbuka serta penegakan hukum yang lebih ketat terhadap pelaku.