Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pendampingan Belajar Konsep Bilangan Bagi Anak Berkebutuhan Khusus di SLB Bhakti Luhur Kota Madiun Ariyanti, Gregoria; Sari, Ana Easti Rahayu Maya; Wicaksono, David Ary
Journal Community Service Consortium Vol 1 No 2 (2020): Journal Community Service Consortium
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/consortium.v1i2.3298

Abstract

Pendidikan menjadi hak semua anak-anak Indonesia, termasuk juga anak berkebutuhan khusus. Perhatian yang diberikan kepada seluruh anak Indonesia sudah menjangkau semua kalangan demikian juga perhatian bagi anak berkebutuhan khusus. Hal itu tampak dengan adanya kurikulum dan sekolah yang mengkhususkan bagi anak-anak tersebut. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan ini untuk memberikan pendampingan pemahaman konsep Matematika khususnya konsep Bilangan. Metode kegiatan pengabdian yang dilakukan berupa pendampingan dan perhatian bagi anak berkebutuhan khusus di SDLB Bhakti Luhur Kota Madiun. Hasil kegiatan pengabdian ini adalah meningkatnya kemampuan pemahaman konsep Matematika yaitu Bilangan bagi anak berkebutuhan khusus.
Psikoedukasi Anti Bully Sebagai Upaya Preventif Tindak Perundungan Tingkat Sekolah Dasar Dani, Robik Anwar; Setyawan, yonathan; Aryono, Marcella Mariska; Wicaksono, David Ary; Cahyadi, Andi
DIKEMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 9 No 1 (2025)
Publisher : Politeknik Negeri Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32486/dikemas.v9i1.902

Abstract

Perilaku bullying atau perundungan adalah tindakan maladaptif yang dilakukan oleh anak-anak, sehingga perilaku tersebut tidak bisa dianggap normal, karena akan memberikan dampak negatif kepada korban. Para korban perundungan akan merasa tertekan, tidak percaya diri, takut, khawatir, dan stress ketika datang ke sekolah. Solusi yang ditawarkan untuk permasalahan yaitu dengan menawarkan kegiatan psikoedukasi anti bully di sekolah dasar yang berada di wilayah Kota Madiun dengan harapan bahwa mitra Abdimas ini memiliki pengetahuan tentang bullying dan dapat menghindari praktek bullying di sekolah. Abdimas ini akan dilaksanakan dengan metode ceramah, presentasi, modeling, role play, dan small group discussion atau diskusi kelompok. Metode ceramah dipilih karena metode ini akan membuka pemahaman para peserta kegiatan untuk lebih memahami makna bullying, jenis-jenis bullying, dampak bullying, serta bentuk-bentuk tindakan pencegahan bullying yang dapat dilakukan. Selanjutnya metode presentasi dan small group discussiong adalah motode kombinasi yang dipilih dengan pertimbangan kedua metode ini dapat merangsang keaktifan para peserta kegiatan dalam mendiskusikan beberapa permasalahn bullying yang terjadi di sekolah, serta mencari jalan keluar dalam memecahkan kasus-kasus tersebut.
Lansia Tangguh: Pendampingan Lansia Benteng Gading Mater Dei Madiun Aryono, Marcella Mariska; Cahyadi, Andi; Wicaksono, David Ary; Dani, Robik Anwar; Setyawan, Yonathan
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1: November 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v5i1.13789

Abstract

Pada usia Indonesia yang hampir mencapai 80 tahun saat ini, bangsa ini telah mencapai tahap di mana populasinya berangsur-angsur menua. Sesuai perkiraan Kementerian Kesehatan, pada tahun 2025 jumlah penduduk di Indonesia yang akan dicap lanjut usia adalah sekitar 1,2 milyar. Lansia merupakan kelompok usia yang memiliki ketergantungan terhadap kelompok usia produktif. Dengan presentase yang cukup besar, secara tak langsung, memiliki dampak sosial dan ekonomi, baik bagi individu, keluarga, maupun lingkungan sosial. Lansia merupakan kelompok penduduk yang rentan dan sedikitnya ada tiga faktor utama yang menyebabkan kelompok lansia rentan, yaitu tidak lagi produktif secara ekonomi, masalah kesehatan, dan membutuhkan pendamping sebagai pengasuh. Permasahan ini juga terjadi pada para lansia di Paguyuban Benteng Gading Mater Dei Madiun. Meskipun mereka memiliki cukup banyak kesibukan dalam kegiatan gereja, namun tidak sedikit yang juga masih mengeluhkan permasalahan-permasalahan yang terjadi pada masa lansia ini. Oleh karena itu, program pendampingan ini dilakukan sehingga dapat membuat para lansia ini menjadi Lansia yang Tangguh sehingga dapat mampu menghadapi permasalahan-permasalahan di masa lansia. Kegiatan pendampingan yang telah dilakukan tersebut mendapatkan respon yang positif dari para lansia yang ada di Paguyuban Lansia Benteng Gading Mater Dei Madiun. Pendampingan ini sangat mengedukasi dan sangat bermanfaat bagi para lansia agar mereka dapat menjadi lansia yang Tangguh sehingga tidak merasakan kesepian dan stress dikarenakan tinggal sendirian.
Pendampingan Asesmen Anak Berkebutuhan Khusus: Langkah Awal Menuju Terapi yang Tepat di Jafa Edu Center Ponorogo Dani, Robik Anwar; Setyawan, Yonathan; Aryono, Marcella Mariska; Wicaksono, David Ary; Cahyadi, Andi
Share: Journal of Service Learning Vol. 12 No. 1 (2026): FEBRUARY 2026
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/share.12.1.37-42

Abstract

Jafa Edu Center (JEC) Ponorogo merupakan rumah belajar yang melayani siswa reguler dan anak berkebutuhan khusus (ABK). Dalam praktiknya, JEC menghadapi kendala serius karena belum memiliki tenaga psikologi yang secara khusus menangani asesmen psikologis, padahal jumlah ABK yang terdaftar mencapai sekitar 30 anak dengan ragam hambatan seperti gangguan spektrum autisme, gangguan perkembangan intelektual, dan slow learner. Kondisi ini membuat banyak anak belum mendapatkan skrining dan asesmen yang memadai, sehingga terapi yang diberikan berpotensi kurang sesuai dengan kebutuhan perkembangan masing-masing anak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendampingi JEC dalam membangun sistem asesmen psikologis yang lebih terstruktur dan berbasis bukti, sekaligus meningkatkan kapasitas guru dan pendamping ABK dalam memahami hasil asesmen dan menggunakannya sebagai dasar perencanaan intervensi. Program dilaksanakan selama satu tahun melalui beberapa tahapan utama: asesmen kebutuhan dan koordinasi dengan mitra, pelaksanaan asesmen psikologis terhadap ABK menggunakan instrumen Vineland Adaptive Behavior Scale (VABS), Stanford-Binet/WISC, dan Childhood Autism Rating Scale (CARS), penyusunan modul dan Standar Operasional Prosedur (SOP) asesmen ABK, pelatihan bagi pendidik dan pendamping, serta pendampingan implementasi dan evaluasi bersama. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa JEC kini memiliki peta kebutuhan psikologis ABK yang lebih jelas beserta laporan asesmen individual yang dapat dijadikan dasar rujukan terapi. Modul asesmen dan SOP membantu menstandarkan alur skrining awal dan langkah rujukan ke tenaga profesional. Guru dan pendamping melaporkan pemahaman yang lebih baik tentang karakteristik anak dan cara membaca hasil asesmen, sehingga diskusi perencanaan terapi menjadi lebih terarah. Program ini mengindikasikan bahwa pendampingan asesmen berbasis kolaborasi kampus–lembaga mampu menjadi langkah awal yang penting untuk meningkatkan ketepatan layanan terapi bagi ABK.