Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PENINGKATAN PENGETAHUAN KELUARGA SEBAGAI CAREGIVER UTAMA DALAM UPAYA PENCEGAHAN KOMPLIKASI PASIEN HIPERTENSI DAN DIABETES MELLITUS Achmad Fauzi; Elfira Sri Futriani; Asep Barkah; Cusmarih
JURNAL ANTARA ABDIMAS KEPERAWATAN Vol 5 No 1 (2022): Jurnal Antara Abdimas Keperawatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37063/abdimaskep.v5i1.762

Abstract

Pendahuluan: Jumlah estimasi penderita hipertensi dan diabetes mellitus sangat tinggi.. Hal ini akan berdampak pada timbulnya berbagai komplikasi baik hipertensi dan diabetes mellitus. Salah satu penyebab komplikasi pada pasien hipertensi adalah rendahnya pengetahuan, rendahnya tindakan pasien hipertensi dalam upaya pencegahan komplikasi, dan rendahnya peran keluarga dalam merawat pasien hipertensi dirumah. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Marga Jaya dengan tujuan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan keluarga dalam upaya pencegahan komplikasi pada pasien hipertensi dan diabetes mellitus tipe II.Metode: Sejumlah 42 keluarga pasien mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat berupa pemberian edukasi yang dilakukan dengan metode ceramah dan diskusi.Hasil: Terdapat peningkatan pengetahuan secara umum sebelum dan sesudah edukasi dilakukan. Sebelum dilakukan edukasi, ratarata pengetahuan keluarga pasien diabetes mellitus tipe II memiliki nilai 57.49, dan meningkat menjadi 76 setelah dilakukan edukasi. Sedangkan rata-rata nilai pengetahuan keluarga pasien hipertensi sebelum edukasi adalah 81.37 dan setelah edukasi berada pada angka 99.6. Secara umum, sebelum dilakukan edukasi, pengetahuan keluarga berada pada level kurang sebanyak 9.5%, cukup sebanyak 40.5% dan 50% pada level baik. Setelah dilakukan edukasi, tidak ditemukan lagi yang berlevel kurang, 16.7% keluarga pasien berpengetahuan cukup dan 83.3% berpengetahuan baik.Kesimpulan: Kesimpulan kegiatan ini adalah edukasi yang diberikan mampu meningkatkan pengetahuan keluarga pasien hipertensi dan diabetes mellitus tipe II, sehingga diharapkan keluarga mampu untuk membantu perawatan diri pasien.
PENYULUHAN DAN SIMULASI MANAGEMEN DISASTER DI PUSKESMAS MEDAN SATRIA Asep Barkah; Yulia Agustina; Arifah
JURNAL ANTARA ABDIMAS KEPERAWATAN Vol 5 No 2 (2022): Jurnal Antara Abdimas Keperawatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37063/abdimaskep.v5i2.798

Abstract

Bencana merupakan suatu kejadian yang tidak diinginkan dan biasanya terjadi secara mendadak serta menimbulkan korban jiwa. Indonesia merupakan salah satu negara paling rawan bencana di dunia, seringkali dan tidak terduga, yaitu di antaranya gempa bumi, tsunami, tanah longsor, letusan gunung berapi, banjir, dan kekeringan. Secara geografis Jawa Barat berada di jalur patahan sesar Mentai sehingga menyebabkan provinsi Jawa Barat rentan bencana gempa dan tsunami. Hal ini yang paling memungkinkan Provinsi Jawa Barat mengalami damapak buruk terhadap bencana bila keadaan ini tidak diantisipasi dengan seksama oleh semua unsur pemerintah dan masyarakat. Tujuan penyuluhan dan simulasi yang dilakukan, diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kesigapan masyarakat medan satria tentang disaster management. Kegiatan yang dilakukan berupa penyuluhan dan simulasi menggunakan leaflet, alat peraga dan simulasi. Terdapat peningkatan pengetahuan pada masyarakat medan satria terhadap disaster management serta dan keterampilan dan kesigapan menghadapi bencana. Dengan demikian, pemberian penyuluhan dan simulasi pada masyarakat tentang disaster management sangat efektif untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang cara menyelamatkan diri saat terjadi bencana
EDUKASI TENTANG PEMENUHAN GIZI PADA IBU HAMIL Indah Yuliani; Elfira Sri Futriani; Asep Barkah
JURNAL ANTARA ABDIMAS KEPERAWATAN Vol 6 No 1 (2023): Jurnal Antara Abdimas Keperawatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: kebutuhan gizi selama hamil sangatlah penting agar tidak terjadi berbagai penyulit saat masa hamil dan proses persalianan. Masih banyak para ibu hamil yang belum memenuhi kebutuhan gizinya, sehingga berdampak pada ibu dan janin yang dikandung. Metode: menggunakan diskusi dan tanya jawab dan melihat antusias dari para ibu hamil ketika diberikan beberapa pertanyaan tentang gizi dalam masa kehamilan. Hasil: kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan agar ibu hamil dapat memahami dan memenuhi kebutuhan nutrisi atau gizi selama kehamilannya, serta mengetahui dampaknya jika hal tersebut tidak dan / atau kurang terpenuhi dengan baik. Kesimpulan: pengabdian masyarakat terlaksana dengan baik sesuai rencana, ibu hamil memahami kebutuhan nutrisi selama masa hamil.
Hubungan Pengetahuan Keluarga Pasien Dengan Kepatuhan Penerapan Perilaku Hidup Bersih 5 M Selama Menunggu Pasien di ICU RSUD Cilincing Hegar Laksana Putra; Asep Barkah
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 3 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i3.2916

Abstract

Pendahuluan : Adanya peningkatan kasus Covid-19, pemerintah membuat peraturan untuk penerapan 5 M. Hal ini membuat keluarga pasien harus tahu dan dapat melakukan kepatuhan penerapan 5 M selama berkunjung ke ICU RSUD Cilincing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan keluarga pasien dengan kepatuhan penerapan 5 M selama berkunjung ke ICU RSUD Cilincing. Tujuan umum : Mengetahui hubungan pengetahuan keluarga pasien dengan kepatuhan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat 5 M selama menunggu pasien di ICU RSUD Cilincing. Metode : Analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah keluarga pasien yang berkunjung di ICU RSUD Cilincing pada tanggal 01 Mei 2023 – 15 Juli 2023 pada saat penyebaran kuesioner sebanyak 88 orang. Teknik sampel yang digunakan adalah teknik total sampling. Data penelitian di uji menggunakan Chi- Square. Hasil : Sebagian besar tingkat pengetahuan keluarga pasien yaitu hampir seluruh responden berpengetahuan baik (95,3%) dan sebagian kecil responden berpengetahuan kurang (2,27%). Adanya hubungan antara pengetahuan keluarga pasien dengan kepatuhan penerapan 5 M, hasil uji statistik Chi-Square diperoleh nilai p-value 0,001 < α. Simpulan : Adanya hubungan antara antara pengetahuan keluarga pasien dengan kepatuhan penerapan 5 M, hasil uji statistik Chi-Square diperoleh nilai p-value 0,001 < α. Tenaga kesehatan diharapkan lebih aktif lagi dalam memberikan edukasi tentang kepatuhan penerapan 5 M kepada keluarga pasien supaya pengetahuan dan penerapan 5 M meningkat.
Hubungan Efikasi Diri Dengan Kepatuhan Minum Obat Pasien Tb Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Duren Jaya Tahun 2025 Asep Barkah; Ajeng Dias Sanusi Ratna
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.49613

Abstract

Latar Belakang: Infeksi menular TB paru disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini dapat menyebar melaluidroplet yang mengandung kuman dari penderita tuberkulosis aktifyang batuk atau bersin. Pasien yang memiliki efikasi diri tinggimemiliki peluang kesembuhan yang lebih tinggi karena mereka memiliki keyakinan yang kuat bahwa mereka dapat menjalani pengobatan meskipun menghadapi berbagai kesulitan, Tujuanpenelitian : untuk mengtetahui Hubungan Efikasi Diri DenganTingkat Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Tuberculosis Paru Di Puskesmas Duren Jaya. Metode Penelitian: metode peneliian crossectional, dengan Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil Penelitian: Berdasarkan hasil penelitian Efikasi Diri Pada Pasien Tuberculosis Paru Di Puskesmas Duren Jay menunjukan angkat terbanyak yang sama yaitu tinggi dan rendah sebanyak 15 responden (37,5%). Berdasarkan hasil penelitian Frekuensi Tingkat Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Tuberculosis Paru Di Puskesmas Duren Jaya menunjukan terbanyak yaitu pada pasien yang patuh sebanyak 21responden (52,5%), yang tidak patuh sebanyak 19 responden(47,5%). Kesimpulan: Ada Hubungan Efikasi Diri Dengan TingkatKepatuhan Minum Obat Pada Pasien Tuberculosis Paru DiPuskesmas Duren Jaya. dengan p-value 0,02
Hubungan Pengetahuan dan Sikap dengan Stunting pada Balita di Puskesmas Setu 1 Farida Mariani; Asep Barkah
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 3 (2024): Volume 6 Nomor 3 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i3.11110

Abstract

ABSTRACT Stunting or what is commonly referred to as stunting under five is one of the main nutritional problems suffered by infants in Indonesia. Around 150.8 million or 22.2% in 2017 toddlers suffer from stunting in the world. Information on the prevalence of stunting in children under five compiled by WHO (World Health Organization) shows that in the Southeast Asian region, Indonesia is ranked third with the highest prevalence. The prevalence of stunting among toddlers in 2005-2017 in Indonesia averaged 36.4%. Based on distribution points, almost all provinces except South Sumatra and Bali, have stunting percentages above the WHO limit. The provinces with the highest stunting were West Sulawesi (39.7) and East Nusa Tenggara (38.7). Based on West Java Profile data for 2021, the prevalence of short toddlers based on the height-for-age index (TB/U) in 2021 is 6.08%. Health Profile of Bekasi Regency for 2020, based on the Anthropometric Index, namely height for age (PB/U or TB/U), there are 4.2% of toddlers with stunting status. Factors that influence the incidence of stunting in toddlers are knowledge, attitude. Analyzing the relationship between knowledge and attitudes with stunting in toddlers at the Setu 1 Health Center. Analytical with cross sectional approach. The sample in this study were all mothers with toddlers aged 0-60 months who were treated at the Setu 1 Health Center on 01-30 May 2023 when the questionnaire was distributed to 51 people. The sampling technique uses accidental sampling. There are toddlers who experience stunting 3.9%. Respondents with good knowledge were 58.8% and respondents who had a positive attitude were 70.6%. There is a relationship between knowledge and the incidence of stunting in toddlers, the results of the Chi-Square statistical test obtained a value of p.value.0.004. And there is a relationship between attitude and stunting in toddlers, the results of the Chi-Square statistical test obtained a p.value of 0.25. There is a relationship between knowledge, attitudes and stunting in toddlers. Health workers are expected to be more active in providing education about stunting to the public so that the incidence of stunting in toddlers is reduced. Keywords: Knowledge, Attitude, Stunting, Toddlers  ABSTRAK Stunting atau yang biasa disebut dengan peristiwa balita pendek adalah salah satu permasalahan gizi utama yang diderita oleh bayi di Indonesia. Sekitar 150,8 juta atau sebesar 22,2% pada tahun 2017 balita menderita stunting di dunia. Informasi mengenai prevalensi pada balita yang mengalami stunting yang dihimpun WHO (World Health Organization) menampilkan bahwa di regional Asia Tenggara, Indonesia berada pada peringkat ketiga dengan prevalensi paling tinggi. Prevalensi pada balita stunting tahun 2005- 2017 di Indonesia rata-rata sebesar 36,4%. Berdasarkan titik sebaran, hampir seluruh provinsi kecuali Sumatera Selatan dan Bali, memiliki persentase stunting di atas batas WHO. Adapun provinsi dengan stunting tertinggi adalah Sulawesi Barat (39,7) dan Nusa Tenggara Timur (38,7). Berdasarkan data Profil Jawa Barat tahun 2021, Prevalensi balita pendek berdasarkan indeks tinggi badan per umur (TB/U) tahun 2021 sebesar 6,08 %. Profil Kesehatan Kabupaten Bekasi Tahun 2020, berdasarkan Indeks Antropometri yaitu tinggi badan menurut umur (PB/U atau TB/U), terdapat 4,2 % balita dengan status stunting. Faktor yang mempengaruhi kejadian Stunting pada balita adalah pengetahuan, sikap. Menganalisis hubungan.  Analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki Balita usia 0-60 bulan yang berobat di Puskesmas Setu 1 pada tanggal 01 – 30 Mei 2023 pada saat penyebaran kuesioner sebanyak 51 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Terdapat balita yang mengalami Stunting 3,9%. Responden berpengetahuan baik 58,8% dan responden yang memiliki sikap positif 70,6%. Adanya hubungan antara pengetahuan dengan kejadian Stunting pada balita, hasil uji statistic Chi-Square diperoleh nilai p.value.0,004. Dan adanya hubungan antara sikap dengan kejadian Stuntung pada balita, hasil uji statistic Chi-Square diperoleh nilai p.value 0,25. Adanya hubungan antara pengetahuan, sikap dengan kejadian Stunting pada balita. Tenaga kesehatan diharapkan lebih aktif lagi dalam memberikan edukasi tentang Stunting kepada masyarakat supaya kejadian Stunting pada balita berkurang. Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Stunting, Balita