Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

PENINGKATAN PENGETAHUAN KELUARGA SEBAGAI CAREGIVER UTAMA DALAM UPAYA PENCEGAHAN KOMPLIKASI PASIEN HIPERTENSI DAN DIABETES MELLITUS Achmad Fauzi; Elfira Sri Futriani; Asep Barkah; Cusmarih
JURNAL ANTARA ABDIMAS KEPERAWATAN Vol 5 No 1 (2022): Jurnal Antara Abdimas Keperawatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37063/abdimaskep.v5i1.762

Abstract

Pendahuluan: Jumlah estimasi penderita hipertensi dan diabetes mellitus sangat tinggi.. Hal ini akan berdampak pada timbulnya berbagai komplikasi baik hipertensi dan diabetes mellitus. Salah satu penyebab komplikasi pada pasien hipertensi adalah rendahnya pengetahuan, rendahnya tindakan pasien hipertensi dalam upaya pencegahan komplikasi, dan rendahnya peran keluarga dalam merawat pasien hipertensi dirumah. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Marga Jaya dengan tujuan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan keluarga dalam upaya pencegahan komplikasi pada pasien hipertensi dan diabetes mellitus tipe II.Metode: Sejumlah 42 keluarga pasien mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat berupa pemberian edukasi yang dilakukan dengan metode ceramah dan diskusi.Hasil: Terdapat peningkatan pengetahuan secara umum sebelum dan sesudah edukasi dilakukan. Sebelum dilakukan edukasi, ratarata pengetahuan keluarga pasien diabetes mellitus tipe II memiliki nilai 57.49, dan meningkat menjadi 76 setelah dilakukan edukasi. Sedangkan rata-rata nilai pengetahuan keluarga pasien hipertensi sebelum edukasi adalah 81.37 dan setelah edukasi berada pada angka 99.6. Secara umum, sebelum dilakukan edukasi, pengetahuan keluarga berada pada level kurang sebanyak 9.5%, cukup sebanyak 40.5% dan 50% pada level baik. Setelah dilakukan edukasi, tidak ditemukan lagi yang berlevel kurang, 16.7% keluarga pasien berpengetahuan cukup dan 83.3% berpengetahuan baik.Kesimpulan: Kesimpulan kegiatan ini adalah edukasi yang diberikan mampu meningkatkan pengetahuan keluarga pasien hipertensi dan diabetes mellitus tipe II, sehingga diharapkan keluarga mampu untuk membantu perawatan diri pasien.
PENYULUHAN DAN SIMULASI MANAGEMEN DISASTER DI PUSKESMAS MEDAN SATRIA Asep Barkah; Yulia Agustina; Arifah
JURNAL ANTARA ABDIMAS KEPERAWATAN Vol 5 No 2 (2022): Jurnal Antara Abdimas Keperawatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37063/abdimaskep.v5i2.798

Abstract

Bencana merupakan suatu kejadian yang tidak diinginkan dan biasanya terjadi secara mendadak serta menimbulkan korban jiwa. Indonesia merupakan salah satu negara paling rawan bencana di dunia, seringkali dan tidak terduga, yaitu di antaranya gempa bumi, tsunami, tanah longsor, letusan gunung berapi, banjir, dan kekeringan. Secara geografis Jawa Barat berada di jalur patahan sesar Mentai sehingga menyebabkan provinsi Jawa Barat rentan bencana gempa dan tsunami. Hal ini yang paling memungkinkan Provinsi Jawa Barat mengalami damapak buruk terhadap bencana bila keadaan ini tidak diantisipasi dengan seksama oleh semua unsur pemerintah dan masyarakat. Tujuan penyuluhan dan simulasi yang dilakukan, diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kesigapan masyarakat medan satria tentang disaster management. Kegiatan yang dilakukan berupa penyuluhan dan simulasi menggunakan leaflet, alat peraga dan simulasi. Terdapat peningkatan pengetahuan pada masyarakat medan satria terhadap disaster management serta dan keterampilan dan kesigapan menghadapi bencana. Dengan demikian, pemberian penyuluhan dan simulasi pada masyarakat tentang disaster management sangat efektif untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang cara menyelamatkan diri saat terjadi bencana
EDUKASI TENTANG PEMENUHAN GIZI PADA IBU HAMIL Indah Yuliani; Elfira Sri Futriani; Asep Barkah
JURNAL ANTARA ABDIMAS KEPERAWATAN Vol 6 No 1 (2023): Jurnal Antara Abdimas Keperawatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: kebutuhan gizi selama hamil sangatlah penting agar tidak terjadi berbagai penyulit saat masa hamil dan proses persalianan. Masih banyak para ibu hamil yang belum memenuhi kebutuhan gizinya, sehingga berdampak pada ibu dan janin yang dikandung. Metode: menggunakan diskusi dan tanya jawab dan melihat antusias dari para ibu hamil ketika diberikan beberapa pertanyaan tentang gizi dalam masa kehamilan. Hasil: kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan agar ibu hamil dapat memahami dan memenuhi kebutuhan nutrisi atau gizi selama kehamilannya, serta mengetahui dampaknya jika hal tersebut tidak dan / atau kurang terpenuhi dengan baik. Kesimpulan: pengabdian masyarakat terlaksana dengan baik sesuai rencana, ibu hamil memahami kebutuhan nutrisi selama masa hamil.
Hubungan Pengetahuan Keluarga Pasien Dengan Kepatuhan Penerapan Perilaku Hidup Bersih 5 M Selama Menunggu Pasien di ICU RSUD Cilincing Hegar Laksana Putra; Asep Barkah
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 3 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i3.2916

Abstract

Pendahuluan : Adanya peningkatan kasus Covid-19, pemerintah membuat peraturan untuk penerapan 5 M. Hal ini membuat keluarga pasien harus tahu dan dapat melakukan kepatuhan penerapan 5 M selama berkunjung ke ICU RSUD Cilincing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan keluarga pasien dengan kepatuhan penerapan 5 M selama berkunjung ke ICU RSUD Cilincing. Tujuan umum : Mengetahui hubungan pengetahuan keluarga pasien dengan kepatuhan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat 5 M selama menunggu pasien di ICU RSUD Cilincing. Metode : Analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah keluarga pasien yang berkunjung di ICU RSUD Cilincing pada tanggal 01 Mei 2023 – 15 Juli 2023 pada saat penyebaran kuesioner sebanyak 88 orang. Teknik sampel yang digunakan adalah teknik total sampling. Data penelitian di uji menggunakan Chi- Square. Hasil : Sebagian besar tingkat pengetahuan keluarga pasien yaitu hampir seluruh responden berpengetahuan baik (95,3%) dan sebagian kecil responden berpengetahuan kurang (2,27%). Adanya hubungan antara pengetahuan keluarga pasien dengan kepatuhan penerapan 5 M, hasil uji statistik Chi-Square diperoleh nilai p-value 0,001 < α. Simpulan : Adanya hubungan antara antara pengetahuan keluarga pasien dengan kepatuhan penerapan 5 M, hasil uji statistik Chi-Square diperoleh nilai p-value 0,001 < α. Tenaga kesehatan diharapkan lebih aktif lagi dalam memberikan edukasi tentang kepatuhan penerapan 5 M kepada keluarga pasien supaya pengetahuan dan penerapan 5 M meningkat.
Hubungan Efikasi Diri Dengan Kepatuhan Minum Obat Pasien Tb Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Duren Jaya Tahun 2025 Asep Barkah; Ajeng Dias Sanusi Ratna
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.49613

Abstract

Latar Belakang: Infeksi menular TB paru disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini dapat menyebar melaluidroplet yang mengandung kuman dari penderita tuberkulosis aktifyang batuk atau bersin. Pasien yang memiliki efikasi diri tinggimemiliki peluang kesembuhan yang lebih tinggi karena mereka memiliki keyakinan yang kuat bahwa mereka dapat menjalani pengobatan meskipun menghadapi berbagai kesulitan, Tujuanpenelitian : untuk mengtetahui Hubungan Efikasi Diri DenganTingkat Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Tuberculosis Paru Di Puskesmas Duren Jaya. Metode Penelitian: metode peneliian crossectional, dengan Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil Penelitian: Berdasarkan hasil penelitian Efikasi Diri Pada Pasien Tuberculosis Paru Di Puskesmas Duren Jay menunjukan angkat terbanyak yang sama yaitu tinggi dan rendah sebanyak 15 responden (37,5%). Berdasarkan hasil penelitian Frekuensi Tingkat Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Tuberculosis Paru Di Puskesmas Duren Jaya menunjukan terbanyak yaitu pada pasien yang patuh sebanyak 21responden (52,5%), yang tidak patuh sebanyak 19 responden(47,5%). Kesimpulan: Ada Hubungan Efikasi Diri Dengan TingkatKepatuhan Minum Obat Pada Pasien Tuberculosis Paru DiPuskesmas Duren Jaya. dengan p-value 0,02
Hubungan Pengetahuan dan Sikap dengan Stunting pada Balita di Puskesmas Setu 1 Farida Mariani; Asep Barkah
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 3 (2024): Volume 6 Nomor 3 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i3.11110

Abstract

ABSTRACT Stunting or what is commonly referred to as stunting under five is one of the main nutritional problems suffered by infants in Indonesia. Around 150.8 million or 22.2% in 2017 toddlers suffer from stunting in the world. Information on the prevalence of stunting in children under five compiled by WHO (World Health Organization) shows that in the Southeast Asian region, Indonesia is ranked third with the highest prevalence. The prevalence of stunting among toddlers in 2005-2017 in Indonesia averaged 36.4%. Based on distribution points, almost all provinces except South Sumatra and Bali, have stunting percentages above the WHO limit. The provinces with the highest stunting were West Sulawesi (39.7) and East Nusa Tenggara (38.7). Based on West Java Profile data for 2021, the prevalence of short toddlers based on the height-for-age index (TB/U) in 2021 is 6.08%. Health Profile of Bekasi Regency for 2020, based on the Anthropometric Index, namely height for age (PB/U or TB/U), there are 4.2% of toddlers with stunting status. Factors that influence the incidence of stunting in toddlers are knowledge, attitude. Analyzing the relationship between knowledge and attitudes with stunting in toddlers at the Setu 1 Health Center. Analytical with cross sectional approach. The sample in this study were all mothers with toddlers aged 0-60 months who were treated at the Setu 1 Health Center on 01-30 May 2023 when the questionnaire was distributed to 51 people. The sampling technique uses accidental sampling. There are toddlers who experience stunting 3.9%. Respondents with good knowledge were 58.8% and respondents who had a positive attitude were 70.6%. There is a relationship between knowledge and the incidence of stunting in toddlers, the results of the Chi-Square statistical test obtained a value of p.value.0.004. And there is a relationship between attitude and stunting in toddlers, the results of the Chi-Square statistical test obtained a p.value of 0.25. There is a relationship between knowledge, attitudes and stunting in toddlers. Health workers are expected to be more active in providing education about stunting to the public so that the incidence of stunting in toddlers is reduced. Keywords: Knowledge, Attitude, Stunting, Toddlers  ABSTRAK Stunting atau yang biasa disebut dengan peristiwa balita pendek adalah salah satu permasalahan gizi utama yang diderita oleh bayi di Indonesia. Sekitar 150,8 juta atau sebesar 22,2% pada tahun 2017 balita menderita stunting di dunia. Informasi mengenai prevalensi pada balita yang mengalami stunting yang dihimpun WHO (World Health Organization) menampilkan bahwa di regional Asia Tenggara, Indonesia berada pada peringkat ketiga dengan prevalensi paling tinggi. Prevalensi pada balita stunting tahun 2005- 2017 di Indonesia rata-rata sebesar 36,4%. Berdasarkan titik sebaran, hampir seluruh provinsi kecuali Sumatera Selatan dan Bali, memiliki persentase stunting di atas batas WHO. Adapun provinsi dengan stunting tertinggi adalah Sulawesi Barat (39,7) dan Nusa Tenggara Timur (38,7). Berdasarkan data Profil Jawa Barat tahun 2021, Prevalensi balita pendek berdasarkan indeks tinggi badan per umur (TB/U) tahun 2021 sebesar 6,08 %. Profil Kesehatan Kabupaten Bekasi Tahun 2020, berdasarkan Indeks Antropometri yaitu tinggi badan menurut umur (PB/U atau TB/U), terdapat 4,2 % balita dengan status stunting. Faktor yang mempengaruhi kejadian Stunting pada balita adalah pengetahuan, sikap. Menganalisis hubungan.  Analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki Balita usia 0-60 bulan yang berobat di Puskesmas Setu 1 pada tanggal 01 – 30 Mei 2023 pada saat penyebaran kuesioner sebanyak 51 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Terdapat balita yang mengalami Stunting 3,9%. Responden berpengetahuan baik 58,8% dan responden yang memiliki sikap positif 70,6%. Adanya hubungan antara pengetahuan dengan kejadian Stunting pada balita, hasil uji statistic Chi-Square diperoleh nilai p.value.0,004. Dan adanya hubungan antara sikap dengan kejadian Stuntung pada balita, hasil uji statistic Chi-Square diperoleh nilai p.value 0,25. Adanya hubungan antara pengetahuan, sikap dengan kejadian Stunting pada balita. Tenaga kesehatan diharapkan lebih aktif lagi dalam memberikan edukasi tentang Stunting kepada masyarakat supaya kejadian Stunting pada balita berkurang. Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Stunting, Balita
Hubungan Aktivitas Fisik dengan Pengendalian Gula Darah pada Pasien Diabetes Melitus di Puskesmas Pangkalan Kabupaten Karawang Puji Werdaya; Asep Barkah
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 2 (2026): Volume 6 Nomor 2 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i2.20229

Abstract

ABSTRACT the incidence of diabetes mellitus has reached 800 million, namely around 830 million people. This figure has increased fourfold since 1990. Nationally, the incidence of diabetes mellitus has also increased. Several preventive steps can be taken to avoid diabetes mellitus, such as doing physical activity. Physical activity is one of the 5 pillars of diabetes mellitus management. Based on this, the researchers next wanted to know how the implementation of one of the pillars of diabetes mellitus management, namely physical activity, can affect the blood sugar levels of diabetes mellitus sufferers. To determine the relationship between physical activity and blood sugar control in diabetes mellitus patients at the Karawang Regency Base Health Center in 2025. This type of research is quantitative research with an analytical design. The approach in this research is cross-sectional. There are two variables in this study, namely physical activity and blood sugar in diabetes mellitus patients. To measure activity variables, the IPAQ instrument was used, while to measure patient blood sugar, a blood sugar meter was used in this study, 84 respondents were used using consecutive sampling technique. The research results showed that the majority of respondents with controlled GDP results were 43 (51.2%), with a light activity level of 39 (46.4%) respondents. The results of the analysis using the Chi-Square statistical test obtained a p value of 0.000 (p 0.05), which means that there is a relationship between activity and blood sugar control in the Pangkalan community health center, Karawang district. There is a relationship between physical activity and blood sugar levels in diabetes mellitus sufferers at the Pangkalan health center. For research respondents, it is very important to remember and get used to doing physical activity to maintain body health and regulate blood sugar levels. Keywords: Diabetes Mellitus, Physical Activity, Blood Sugar Levels.  ABSTRAK Angka kejadian diabetes melitus telah mengenai 800 juta yaitu sekitar 830 juta jiwa. Angka ini meningkat empat kali lipat sejak tahun 1990.Secara nasional, angka kejadian diabetes melitus juga meningkat. Beberapa langkah pencegahan dapat dilakukan agar terhindar dari penyakit diabetes melitus seperti melakukan aktivitas fisik.Aktivitas fisik merupakan salah satu pilar dari 5 pilar penatalaksanaan diabetes melitus. Berdasarkan hal ini, selanjutnya peneliti ingin mengetahui bagaimana pelaksanaan salah satu pilar penatalaksanaan diabetes melitus yaitu aktivitas fisik dapat mempengaruhi kadar gula darah penderita diabetes melitus. Mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan pengendalian gula darah pada pasien diabetes melitus di puskesmas pangkalan kabupaten karawang tahun 2025. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain analitik. Pendekatan dalam penelitian ini adalah crossectional. Terdapat dua variabel dalam penelitian ini yaitu aktivitas fisik dan gula darah pasien diabetes melitus. Untuk mengukur variabel aktivitas digunakan instrumen IPAQ sedangkan untuk mengukur gula darah pasien digunakan alat pengukur gula darah digunakan pada penelitian ini sebesar 84 responden dengan teknik pengambilan sampling consecutive sampling. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden dengan hasil GDP terkendali sebanyak 43 (51,2%), dengan tingkat aktivitas ringan sebanyak 39 (46,4%) responden. Hasil analisis menggunakan uji statistik Chi-Square diperoleh nilai p value sebesar 0,000 (p 0,05), yang berarti bahwa terdapat hubungan antara aktivitas dengan pengendalian gula darah di puskesmas Pangkalan kabupaten Karawang. Ada hubungan aktivitas fisik dengan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus di puskesmas Pangkalan. Bagi responden penelitian, sangat penting untuk diingat dan dibiasakan untuk melakukan aktivitas fisik untuk menjaga kesehatan tubuh dan mengatur kadar gula dalam darah.  Kata Kunci: Diabetes Melitus, Aktifitas Fisik, Kadar Gula Darah.
Hubungan Perilaku Merokok Keluarga dengan Kejadian ISPA Pada Balita di Ruang Rawat Anak RSUD Tugu Kota Jakarta Deby Al Qorana Damayanti; Asep Barkah
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 3 (2026): Volume 6 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i3.21195

Abstract

ABSTRACT WHO in 2023 reported that acute respiratory infections (ARI) contributed to 20% of total child deaths. The 2024 Indonesian Health Survey revealed that there were 86,364 cases of ARI among toddlers throughout Indonesia. At the provincial level, Central Papua recorded the highest number of acute respiratory infections at 11.6%, followed by Papua Pegunungan with 10.7%, and East Java was in third place with 8.8%. Meanwhile, in Jakarta, cases of ARI in toddlers reached 6.0%. Smoking indoors is the main cause of indoor air pollution which can trigger respiratory problems, especially in children and cause ARI in toddlers. Knowing the relationship between family smoking behavior and the incidence of ARI in toddlers. Analytical with cross sectional design. The sample in this study was one of the family members of child patients who were in the children's care room as many as 60 people. The sampling technique used Random Sampling. Most toddlers experience acute respiratory infections (73.3%) and moderate family smoking behavior (61.7%). There is a relationship between family smoking behavior and the incidence of ARI in toddlers (p. value 0.001).There is a relationship between family smoking behavior and the incidence of ARI in toddlers. It is hoped that health workers will conduct socialization about preventing ARI in toddlers. Keywords: Smoking Behavior, ARI, Toddlers.  ABSTRAK WHO tahun 2023 melaporkan bahwa infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) menyumbang 20% dari total kematian anak-anak. Survei Kesehatan Indonesia tahun 2024 mengungkapkan bahwa sebanyak 86. 364 kasus ISPA di kalangan Balita di seluruh Indonesia. Untuk tingkatan provinsi, Papua Tengah mencatat angka infeksi saluran pernafasan akut tertinggi sebesar 11,6%, diikuti oleh Papua Pegunungan dengan 10,7%, dan posisi ketiga ditempati oleh Jawa Timur dengan angka 8,8%. Sementara itu, di Jakarta, kasus ISPA pada Balita mencapai 6,0%. Merokok di dalam rumah merupakan penyebab utama polusi udara di area dalam ruangan yang dapat memicu masalah pernapasan, terutama pada anak-anak dan menyebabkan terjadinya ISPA pada Balita. Mengetahui hubungan perilaku merokok keluarga dengan kejadian ISPA pada Balita. Analitik dengan rancangan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah salah satu anggota keluarga dari pasien anak yang berada di ruang perawatan anak sebanyak 60 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan Random Sampling. Sebagian besar balita mengalami infeksi saluran pernafasan akut (73,3%) dan perilaku merokok keluarga sedang (61,7%). Ada hubungan perilaku merokok keluarga dengan kejadian ISPA pada Balita(p. value 0,001).Ada hubungan perilaku merokok keluarga dengan kejadian ISPA pada Balita. Diharapkan tenaga kesehatan melakukan sosialisasi tentang pencegahan ISPA pada balita. Kata Kunci: Perilaku Merokok, ISPA, Balita.
Hubungan Mutu Pelayanan dengan Kepuasan Pasien di FDC Dental Klinik Rawamangun Asep Barkah; Alma Nurmalia
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 4 (2026): Volume 6 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i4.22468

Abstract

ABSTRACT The quality of healthcare services is a crucial factor influencing patient satisfaction. This study aims to analyze the relationship between the quality of nursing care services and patient satisfaction at FDC Dental Clinic Rawamangun in 2025. This research employed a quantitative method with a correlational design and a cross-sectional approach. A total of 50 respondents were selected using purposive sampling with inclusion criteria of patients aged over 17 years who had received nursing care services at FDC Dental Clinic. Data were collected using a Likert-scale questionnaire measuring service quality based on the five SERVQUAL dimensions (tangible, reliability, responsiveness, assurance, and empathy) and patient satisfaction levels. Data were analyzed univariately and bivariately using the Chi-Square test. The results showed that most patients assessed the quality of care as good (64%), while the majority expressed satisfaction with the services received (70%). The Chi-Square test yielded a p-value of 0.014 ( 0.05), indicating a significant relationship between service quality and patient satisfaction at FDC Dental Clinic Rawamangun. These findings suggest that the better the quality of care provided, the higher the level of patient satisfaction. Keywords: Service Quality, Patient Satisfaction, Nursing Care, FDC Dental Clinic. ABSTRAK Mutu pelayanan kesehatan merupakan faktor penting yang memengaruhi tingkat kepuasan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara mutu pelayanan perawatan dengan kepuasan pasien di FDC Dental Klinik Rawamangun tahun 2025. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional dan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 50 responden yang dipilih melalui teknik purposive samplingdengan kriteria inklusi pasien berusia di atas 17 tahun serta pernah mendapatkan pelayanan perawatan di FDC Dental Klinik. Instrumen penelitian berupa kuesioner dengan skala Likert yang mengukur mutu pelayanan berdasarkan lima dimensi SERVQUAL (tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy) serta tingkat kepuasan pasien. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien menilai mutu pelayanan dalam kategori baik (64%), sedangkan tingkat kepuasan pasien mayoritas berada pada kategori puas (70%). Hasil uji Chi-Square memperoleh nilai p = 0,014 ( 0,05), yang berarti terdapat hubungan signifikan antara mutu pelayanan perawatan dengan kepuasan pasien di FDC Dental Klinik Rawamangun. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin baik mutu pelayanan yang diberikan, semakin tinggi tingkat kepuasan pasien. Kata Kunci: Mutu Pelayanan, Kepuasan Pasien, Perawatan, FDC Dental Klinik.
Analisis Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan dan Kepatuhan Berobat Pasien TB Paru di Puskesmas Tirtamulya Kabupaten Karawang Desy Herlina; Asep Barkah
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 12 (2025): Volume 5 Nomor 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i12.19749

Abstract

ABSTRACT Pulmonary TB is a deadly lung disease with an incidence rate that is still high in the world. Indonesia is one of the contributors to the highest incidence of pulmonary TB in the world. Indonesia is said to be the second country with the highest incidence of pulmonary TB after India. The treatment success rate for pulmonary TB patients is expected to increase every year. Because this is one of the main efforts to realize a roadmap for eliminating pulmonary TB. Compliance with taking medication is one of the things that must be emphasized to patients undergoing pulmonary TB treatment so that treatment success can be achieved. Lack of knowledge is a barrier to change. Barriers like this need to be overcome when starting the process of change by increasing awareness to evaluate oneself. To determine the relationship between the level of knowledge and compliance with treatment for pulmonary TB patients at the Tirtamulya health center, Karawang district in 2025. This research is experimental research with the research design being one group pre test-post test design. Data analysis used the T paired test and the Wilcoxon statistical test. The research design used in this research is descriptive correlation with a cross-sectional approach. Data were collected using a knowledge questionnaire and the Morisky Medication Adherence Scale (MMAS). The research respondents were 58 respondents with a sampling technique using the Purposive Sampling method. There is a relationship between the knowledge of respondents suffering from pulmonary TB and compliance with pulmonary TB treatment at the Tirtamulya health center, Karawang district. It is hoped that tuberculosis sufferers will remain compliant in carrying out pulmonary TB treatment until completion. Keywords: Knowledge, Compliance, Tuberculosis  ABSTRAK TB paru adalah merupakan suatu penyakit paru yang mematikan dengan angka kejadian yang masih tinggi di dunia. Indonesia merupakan salah satu penyumbang angka tertinggi kejadian TB paru di dunia. Indonesia disebutkan menjadi urutan kedua negara dengan kejadian TB paru terbanyak setelah negara India. Keberhasilan pengobatan (treatment success rate) pada pasien TB paru diharapkan meningkat setiap tahunnya. Karena hal ini merupakan salah satu upaya utama untuk mewujudkan peta jalan eliminasi TB paru. Kepatuhan minum obat menjadi salah satu hal yang harus ditekankan kepada pasien yang melakukan pengobatan TB paru agar keberhasilan pengobatan bisa tercapai. Kurangnya pengetahuan merupakan hambatan untuk berubah. Hambatan seperti ini perlu diatasi saat memulai proses berubah dengan meningkatkan kesadaran untuk mengevaluasi diri sendiri. Mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dan kepatuhan berobat pasien TB paru di puskesmas Tirtamulya kabupaten Karawang tahun 2025. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif korelasi dengan metode pendekatan cross-sectional. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pengetahuan dan Morisky Medication Adherence Scale (MMAS). Responden peneilitian sebanyak 58 responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan metode Purposive Sampling. Hasil penelitian menunjukkan ari 58 responden sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik sebanyak 49 (84,5%) responden dan memiliki kepatuhan sedang terhadap pengobatan TB paru sebanyak 38 (65,5%). Hasil analisis analisis menggunakan uji statistik Chi-Square diperoleh nilai p value sebesar 0,000 (p 0,05), yang berarti bahwa ada hubungan pengetahuan responden penderita TB paru dengan kepatuhan pengobatan TB paru di puskesmas Tirtamulya kabupaten Karawang. Ada hubungan pengetahuan responden penderita TB paru dengan kepatuhan pengobatan TB paru di puskesmas Tirtamulya kabupaten Karawang Diharapkan penderita tuberkulosis tetap patuh dalam melakukan pengobatan TB paru sampai dengan selesai.  Kata Kunci: Pengetahuan, Kepatuhan, Tuberkulosis