Latar belakang: Stroke merupakan salah satu penyebab utama disabilitas jangka panjang yang menempatkan keluarga sebagai caregiver utama dalam perawatan di rumah. Keterbatasan pengetahuan dan keterampilan caregiver dapat meningkatkan beban perawatan, menurunkan kemampuan koping, dan berdampak pada kualitas hidup. Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas caregiver keluarga penyintas stroke melalui pelatihan berbasis komunitas serta mengevaluasi pengaruhnya terhadap burden, coping, dan kualitas hidup. Metode: Kegiatan menggunakan desain pre-experimental one-group pretest-posttest. Peserta berjumlah 32 caregiver keluarga penyintas stroke yang direkrut melalui jejaring Puskesmas Jatibening, Bekasi, dan kader kesehatan. Intervensi dilaksanakan selama empat minggu, meliputi pelatihan tatap muka selama dua hari, demonstrasi keterampilan perawatan, pemberian booklet dan video edukasi, serta pendampingan melalui grup WhatsApp dan kunjungan rumah terbatas. Evaluasi dilakukan sebelum intervensi dan pada minggu keempat menggunakan instrumen pengetahuan, keterampilan, burden, coping adaptif, dan kualitas hidup yang ditransformasikan ke skala 0–100. Hasil: Skor pengetahuan meningkat dari 58,4±12,7 menjadi 81,6±9,3; keterampilan meningkat dari 52,1±13,4 menjadi 84,7±8,6; coping adaptif meningkat dari 54,8±10,6 menjadi 72,9±9,7; dan kualitas hidup meningkat dari 56,2±9,5 menjadi 70,8±8,9. Skor burden caregiver menurun dari 67,3±11,8 menjadi 48,6±10,9. Seluruh perubahan bermakna secara statistik (p<0,001). Kesimpulan: Pelatihan keluarga berbasis komunitas efektif meningkatkan kesiapan caregiver dalam merawat penyintas stroke di rumah, meningkatkan coping adaptif dan kualitas hidup, serta menurunkan burden perawatan. Program ini layak direplikasi sebagai model penguatan perawatan keluarga berbasis komunitas.