Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

SOSIALISASI DAN PELATIHAN TEKNIK PEMBIDAIAN KASUS PATAH TULANG PADA MASYARAKAT JATIBENING Achmad Fauzi; Tri Mochartini; Chusnul Chotimah
JURNAL ANTARA ABDIMAS KEPERAWATAN Vol 5 No 2 (2022): Jurnal Antara Abdimas Keperawatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37063/abdimaskep.v5i2.799

Abstract

Salah satu insiden kecelakaan yang memiliki angka kejadian yang cukup tinggi yakni insiden fraktur ekstremitas bawah yakni sekitar 46,2% dari insiden kecelakaan yang terjadi. Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Depkes RI tahun 2015 di Indonesia terjadi kasus fraktur yang disebabkan oleh cedera antara lain karena jatuh, kecelakaan lalu lintas dan trauma benda tajam/tumpul. Dari 45.987 peristiwa terjatuh yang mengalami fraktur sebanyak 1.775 orang (3,8%), dari 20.829 kasus kecelakaan lalu lintas, yang mengalami fraktur sebanyak 1.770 orang (8,5%), dari 14.127 trauma benda tajam/tumpul, yang mengalami fraktur sebanyak 236 orang (1,7%). Tujuan setelah pelatihan, diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan tentang teknik pembidaian pada kasus patah tulang 2020. Adapun kegiatan yang dilakukan berupa pelatihan dengan metode simulasi kemudian peserta memperagakan kembali.
Pelatihan Keluarga Berbasis Komunitas bagi Caregiver Penyintas Stroke: Dampak terhadap Beban Perawatan, Strategi Koping, dan Kualitas Hidup Chusnul Chotimah; Bambang Sugiharto; Kusnanto; Udur Diana Tumanggor
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5843

Abstract

Latar belakang: Stroke merupakan salah satu penyebab utama disabilitas jangka panjang yang menempatkan keluarga sebagai caregiver utama dalam perawatan di rumah. Keterbatasan pengetahuan dan keterampilan caregiver dapat meningkatkan beban perawatan, menurunkan kemampuan koping, dan berdampak pada kualitas hidup. Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas caregiver keluarga penyintas stroke melalui pelatihan berbasis komunitas serta mengevaluasi pengaruhnya terhadap burden, coping, dan kualitas hidup. Metode: Kegiatan menggunakan desain pre-experimental one-group pretest-posttest. Peserta berjumlah 32 caregiver keluarga penyintas stroke yang direkrut melalui jejaring Puskesmas Jatibening, Bekasi, dan kader kesehatan. Intervensi dilaksanakan selama empat minggu, meliputi pelatihan tatap muka selama dua hari, demonstrasi keterampilan perawatan, pemberian booklet dan video edukasi, serta pendampingan melalui grup WhatsApp dan kunjungan rumah terbatas. Evaluasi dilakukan sebelum intervensi dan pada minggu keempat menggunakan instrumen pengetahuan, keterampilan, burden, coping adaptif, dan kualitas hidup yang ditransformasikan ke skala 0–100. Hasil: Skor pengetahuan meningkat dari 58,4±12,7 menjadi 81,6±9,3; keterampilan meningkat dari 52,1±13,4 menjadi 84,7±8,6; coping adaptif meningkat dari 54,8±10,6 menjadi 72,9±9,7; dan kualitas hidup meningkat dari 56,2±9,5 menjadi 70,8±8,9. Skor burden caregiver menurun dari 67,3±11,8 menjadi 48,6±10,9. Seluruh perubahan bermakna secara statistik (p<0,001). Kesimpulan: Pelatihan keluarga berbasis komunitas efektif meningkatkan kesiapan caregiver dalam merawat penyintas stroke di rumah, meningkatkan coping adaptif dan kualitas hidup, serta menurunkan burden perawatan. Program ini layak direplikasi sebagai model penguatan perawatan keluarga berbasis komunitas.