Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Sistem Monitoring berbasis Desktop untuk Perangkat Mini Exhausting Pada Proses Pengalengan Ikan Syamsiar Kautsar; Wahyu Suryaningsih; Abi Bakri; Budi Hariono; Aulia Brilliantina; Rizza Wijaya
JTIM : Jurnal Teknologi Informasi dan Multimedia Vol 4 No 1 (2022): May
Publisher : Puslitbang Sekawan Institute Nusa Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35746/jtim.v4i1.200

Abstract

One of the potential marine resources that can develop the economy is fisheries. Fishery potential in Indonesia is estimated at 7.3 million tons per year. However, the community has only utilized the empowerment of fish potential so far, only 80%. Therefore we need a processing business that can extend the shelf life while increasing the added value of fishery products. One of the processing processes that can preserve longevity is the canning process. Canning can be interpreted as processing using a sterilization temperature that aims to save the food material from the spoilage process. In a previous study, mini exhausting equipment was developed to produce fish in cans with a capacity of 200 115mL cans. A temperature monitoring system is needed during the exhausting process to ensure quality. Therefore, in this study, a desktop application-based monitoring system was created to display and store temperature data during the exhausting process.
Pelatihan dan Pendampingan Kegiatan Produksi Sabun Organik Berbahan Limbah Kulit Kopi sebagai zat antimikroba di Desa Kemuning Lor, Kabupaten Jember Titik Budiati; Wahyu Suryaningsih; Agung Wahyono
J-Dinamika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 7 No 2 (2022): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-dinamika.v7i2.3277

Abstract

Kopi merupakan hasil perkebunan di desa Kemuning Lor. Jember. Ekstrak kulit kopi adalah limbah pembuatan kopi yang bersifat antimikroba dan antioksidan. Zat ini merupakan bahan alami yang dapat ditambahkan pada sabun organik. Produksi sabun organik dapat meningkatkan pendapatan daerah dan penduduk Kemuning Lor, Jember. Sektor industri pembuatan sabun organik dapat menjadi bagian dari program edu wisata di desa Kemuning Lor, Jember. Metode penyelenggaraan dilakukan melalui tiga tahap yaitu sosialisasi, praktek pembuatan sabun organic dan pendampingan. Kegiatan iniĀ  bertujuan untuk memperkenalkan proses pengolahan sabun organik dengan menggunakan ekstrak limbah kulit kopi sebagai zat aktif antimikroba.
Pengaruh Substitusi Tepung Talas Dan Sagu Terhadap Sifat Fisikokimia, Organoleptik Brownies Cookies Muhammad Ardiyansyah; Hazhyia Alifa Qoshdina; Yossi Wibisono; Wahyu Suryaningsih; Agung Wahyono
Journal of Food Industrial Technology Vol. 1 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Journal of Food Industrial Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jofit.v1i1.4598

Abstract

Pada umumnya brownies terbuat dari tepung terigu. Penggunaan tepung terigu semakin meningkat di Indonesia. Namun tidak semua masyarakat dapat mengkonsumsi gluten, seperti penyandang penyakit autis dan intolerant gluten. Untuk meminimalisir penggunaan tepung terigu, dapat menggantikan tepung terigu dengan tepung yang terbuat dari umbi yang tumbuh di Indonesia seperti tepung talas dan tepung sagu. Penelitian ini mempelajari tentang pengaruh perbandingan penggunaan tepung talas dan tepung sagu pada karakteristik fisik, kimia, dan sifat organoleptik paling disukai panelis agak terlatih dalam pembuatan brownies cookies. Hasil obsevasi analisis sidik ragam terhadap perbandingan tepung talas dan tepung sagu pada pembuatan brownies cookies memberikan pengaruh nyata terhadap sifat fisik dan kimia yaitu tekstur, kadar air, kadar abu, kadar karbohidrat, kadar protein dan kadar lemak. Perlakuan terbaik dari variasi penggunaan tepung talas dan sagu adalah 80:20 dari hasil tes hedonik atau penerimaan panelis agak terlatih. Sehingga dapat disimpulkan bahwa formulasi tepung sagu dan talas dengan variasi perbandingan 20:80 dapat memberikan prospektif baru dalam pembuatan brownies cookies yang bebas gluten
Kajian Substitusi Tepung Tapioka Dengan Labu Siam Terhadap Sifat Kimiawi Dan Kualitas Sensori Otak-Otak Ikan Tengiri Abi Bakri; Khoiriyah Azzahroh; Syaiful Bahri; Mokhamad Fathoni Kurnianto; Wahyu Suryaningsih
Journal of Food Industrial Technology Vol. 1 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Journal of Food Industrial Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jofit.v1i1.4611

Abstract

Otak-otak adalah makanan yang terbuat dari ikan yang dicampur dengan tepung dan rempah-rempah, dibungkus dengan daun pisang dan disajikan dengan bumbu kacang yang gurih dan pedas. Salah satu ikan yang bisa dijadikan otak-otak adalah ikan tenggiri. Penggunaan labu siam pada otak-otak adalah sebagai pengisi serta sebagai penambah nutrisi pada otak-otak ikan tenggiri. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh substitusi labu siam sebagai bahan pengisi otak-otak terhadap kandungan kimia yang meliputi kadar air, kadar protein, dan kadar serat, serta analisis sensori yang meliputi warna, aroma, rasa dan tekstur pada otak-otak ikan tenggiri. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktorial dengan 3 kali pengulangan yaitu substitusi tepung tapioka dengan labu siam yang terdiri dari 6 taraf, yaitu Tapioka 100 g dan labu siam 0 g; Tapioka 90 g dan labu siam 10 g; Tapioka 80 g dan labu siam 20 g; Tapioka 70 g dan labu siam 30 g; Tapioka 60 g dan labu siam 40 g; dan Tapioka 50 g dan labu siam 50 g. Pengamatan meliputi kandungan kimiawi; kadar air, protein, kadar serat dan uji sensori terdiri hedonik dan mutu hedonik meliputi atribut warna, aroma, rasa dan tekstur. Kesimpulan perlakuan terbaik untuk menghasilkan kualitas sensorik otak-otak ikan tenggiri yang paling disukai baik uji hedonik ataupun mutu hedonik atribut warna, aroma, rasa dan tekstur serta kandungan kimiawi protein dan kadar serat adalah perlakuan P1 (formulasi 90 gram tepung tapioka dan 10 gram labu siam) dan P2 (formulasi 80 gram tepung tapioka dan 20 gram labu siam).
Effect Of Variations in Pineapple (Ananas Comosus (L) Merr.) Extract On Physiochemistry and Sensory Characteristic Of Mozzarella Cheese Muhammad Ardiyansyah; Kumala N.F.; Aulia M.; A.M. Handayani; Wahyu Suryaningsih; M. Mardiyanto; M.W. Apriliyanti
Journal of Food Industrial Technology Vol. 1 No. 2 (2024): Mei
Publisher : Journal of Food Industrial Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jofit.v1i2.4948

Abstract

Cheese is food processing from livestock with a white to yellowish color that was made from milk, enzyme rennet was used to coagulants. rennet enzyme more expensive than affordable other source coagulants like pineapple extracts that was contained bromelain enzyme to hydrolysis casein for made curd on processing mozzarella cheese. The aim of this research was effect of pineapple extract variations on the physicochemical properties such as hardness, water contents, and sensory properties of mozzarella cheese using a Completely Randomized Design (CRD) with 6 treatments and 3 replications. The results of the analysis of variance (ANOVA) of variations in pineapple extracts on hedonic and hedonic qualities properties such as texture, taste, and hardness have significantly. While, hedonic and hedonic qualities properties of color, aroma, and water contents have no significant influence. Thus, Better treatment was added by 30% pineapple extracts for mozzarella cheese which has hardness value of 22.883 mm/gr/sec, water contents of 41.74%, hedonic value of color=3.37 (like slightly), aroma=3.68 (like slightly), taste=3.96 (like) and texture 3.96(Like), hedonic quality value of color=3.32 (bone white slightly), aroma=3.84 (milk-flavour), taste=3 .92(savory) and texture 4.00 (elastic).