Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Analisis Pindah Panas Pada Pengeringan Tepung Singkong (Manihot utilissima) Menggunakan Pneumatic Flash Dryer Rizza Wijaya; Mokhamad Fatoni K; Anna Mardhiana Handayani
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 15, No 2 (2021): TEKNOTAN, Desember 2021
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol15n2.5

Abstract

Singkong merupakan tanaman yang dapat mudah kita jumpai di Indonesia, bahan pangan ini juga merupakan salah satu yang memiliki jumlah karbohidrat tinggi. Beberapa permasalahan pada pengolahan tepung singkong ini, antara lain: proses pengeringan parutan singkong, teknologi pembuatan tepung singkong, dan parameter kualitas tepung singkong. Metode pengeringan secara mekanis diharapkan dapat lebih baik dibandingkan dengan metode penjemuran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui performa dari alat pengering flash dryer paa pengeringan tepung singkong. Pengeringan dengan menggunakan langkah tradisional membutuhkan 3-5 jam, sehingga dapat menghambat untuk proses selanjutnya. Pada penelitian ini dilakukan pengeringan dengan memanfaatkan pengering tipe pneumatic (flash) dryer. Pengeringan pada debit udara bukaan 50% (14,63 m3/s) mampu menghasilkan suhu pengeringan yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan pengeringan pada debit udara bukaan 75% (20,57 m3/s). Kadar air akhir bahan setelah proses pengeringan sudah sesuai dengan SNI tepung singkong yaitu kurang dari 15 %. Efisiensi pengeringan berkisar antara 47 – 53 %.
Pengaruh Kadar Nutrisi dan Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Bayam Merah (Alternanthera amoena voss) Sistem Hidroponik Rizza Wijaya; Budi Hariono; Tri Wahyu Saputra
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 20 No 1 (2020): April
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v20i1.1929

Abstract

Budidaya bayam merah (Alternanthera amoena voss) masih banyak dijumpai dengan memanfaatkan tanah sebagai media pertumbuhannya. Hidroponik dengan penanaman memanfaatkan media cair bisa menggantikan cara budidaya bayam merah pada media tanah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh nutrisi dan media tanam terhadap pertumbuhan bayam merah dengan sistem hidroponik. Metode RAL (Rancangan Acak Lengkap) digunakan dengan dua faktor yaitu nutrisi dan media tanam. Kosentrasi nutrisi yang digunakan ialah 2, 4 dan 6 ml/liter sedangkan untuk media tanam menggunakan rockwool, serabut kelapa dan arang sekam. Hasil penelitian menunjukan adanya interaksi antara kadar nutrisi dan media tanam terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun dan berat segar. Perlakuan L2M3 (4ml/liter + arang sekam) dan L3M1 (6ml/liter + rockwool) menunjukan tinggi tanaman yang paling besar dibandingkan dengan lainnya, perlakuan L3M1 (6ml/liter + rockwool) dan L3M3 (6ml/liter + arang sekam), perlakuan L2M1 (4ml/liter + rockwool) dan L2M3 (4ml/liter + arang sekam) merupakan kombinasi yang paling tinggi terhadap parameter luas daun tanaman dan perlakuan L2M3 (4ml/liter + arang sekam) mempunyai nilai yang tinggi terhadap parameter berat segar.
Identifikasi Kebutuhan Alsintan Tanaman Pangan (Padi dan Jagung) di Kota Tarakan Dwi Santoso; Galih Yogi Rahajeng; Rizza Wijaya
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 20 No 3 (2020): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v20i3.2277

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketersediaan dan kebutuhan alat dan mesin pertanian dalam usahatani tanaman padi dan jagung untuk mendukung keberlanjutan pangan di Kota Tarakan. Penelitian menggunakan metode survey, data primer diperoleh langsung dari responden dan informan. Data sekunder diperoleh melalui data tertulis yang ada di lapangan dan instansi terkait. Responden dalam penelitian ini adalah petani dengan jumlah 80 responden. Hasil penelitian menujukkan bahwa bahwa penggunaan alsintan sangat mutlak dibutuhkan oleh para petani tanaman pangan di kota Tarakan. Jumlah petani padi dan jagung di kota Tarakan yang tidak memiliki alsintan lebih banyak (61%) daripada yang memiliki alsintan (39 Jenis alsintan yang paling banyak digunakan oleh para petani padi dan jagung di kota Tarakan yaitu cultivator (32%), traktor roda dua (10%), pompa irigasi (29%) dan hand sprayer (29%). Alsintan yang dibutuhkan oleh para petani padi dan jagung di kota Tarakan yaitu traktor roda dua, kultivator, pompa irigasi, alat penanam jagung dan mesin pemanen padi.
Analisis Nilai Tambah Edamame Melalui Penanganan Pasca Panen menggunakan Air Berozon Silvia Oktavia Nur Yudiastuti; Rizza Wijaya
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 21 No 1 (2021): April
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v21i1.2625

Abstract

Analisis nilai tambah merupakan salah satu instrumen investor yang paling penting dalam menentukan jenis dan tingkat teknologi yang akan digunakan dalam proses produksi. Analisis nilai tambah produk Pangan produk pangan menghitung nilai tambah produk akibat penambahan jenis dan atau kadar teknologi dalam proses pengolahan pangan. Metode analisis nilai tambah yang digunakan untuk menganalisis edamame segar dalam penelitian ini adalah metode Hayami dan Kawagoe. Proses pasca panen edamame merupakan titik kritis yang penting dalam produksi edamame segar. Kontaminasi abiotik, adanya residu pestisida, oksidasi vitamin C, bahan serat pangan, nilai sensoris, dan stabilitas warna pada penanganan pasca panen merupakan beberapa kriteria mutu yang penting untuk dipenuhi. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan penanganan produk edamame segar yang memiliki nilai tambah menggunakan teknologi air ozonated dengan desinfeksi klorin yang telah digunakan sebelumnya. Berdasarkan hasil penelitian, nilai tambah pengolahan minimal edamame dengan ozon lebih tinggi Rp 145/kg dibandingkan pengolahan klorin. Penambahan Rp 45/kg sebagai investasi upaya teknologi ozon dalam pengolahan minimal edamame telah meningkatkan rasio nilai tambah edamame sebesar 0,19%.
ANALISA KELAYAKAN USAHA YOGURT DIPETERNAK SAPI PERAH DESA KEMUNING LOR Wahyu Suryaningsih; Aulia Brilliantina; Irene Ratri Andia Sasmita; Budi Hariono; Rizza Wijaya
J-Dinamika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 7 No 1 (2022): April
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-dinamika.v7i1.2978

Abstract

Adanya pandemic covid 19, menyebabkan 30 % susu segar yang diproduksi peternak sapi perah desa Kemuning lor, kabupaten Jember tidak terjual, sehingga peternak mengalami kerugian sebesar Rp. 150.000, setiap hari.  Sedangkan peternak tidak mempunyai pengetahuan untuk memanfaatkan susu menjadi produk olahan susu yang mempunyai masa simpan lama. Disisi lain susu merupakan bahan pangan yang mudah rusak, sehingga susu tersebut hanya dikonsumsi keluarganya dan diberikan kepada anak sapi.   Kegiatan  pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan kepada peternak sapi perah  ini bertujuan untuk  meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan membuat  yogurt  dan menghitung analisa kelayakan usaha produksi yogurt.  Hal ini agar susu yang tidak terjual dapat menjadi produk olahan susu yang bernilai ekonomis dan tahan lama,  dapat dijadikan sebagai deversivikasi usaha sehingga  akan  meningkatkan pendapatnya.  Metodologi kegiatan  dilakukan  secara bertahap yaitu   Observasi, Sosialisasi, Pelatihan terdiri demontrasi pembuatan yogurt dan perhitungan  analisa kelayakan finasial usaha produksi yogurt.  Hasilnya menunjukkan bahwa   peternak sapi perah telah dapat membuat yogurt dengan baik. Berdasarkan perhitungan analisa kelayakan usahanya , jika memproduksi yogurt sebanyak 15 kali dalam sebulan  dengan kapasitas 10 L susu segar akan menghasilkan  keuntungan Rp 2.219.777,78 / bulan, laju keuntungan 62,4, B/C Ratio 1,62, nilai BEP produksi 3.564 kemasan berkapasitas 120 mL atau senilai  Rp. 130.254,66
Sistem Monitoring berbasis Desktop untuk Perangkat Mini Exhausting Pada Proses Pengalengan Ikan Syamsiar Kautsar; Wahyu Suryaningsih; Abi Bakri; Budi Hariono; Aulia Brilliantina; Rizza Wijaya
JTIM : Jurnal Teknologi Informasi dan Multimedia Vol 4 No 1 (2022): May
Publisher : Puslitbang Sekawan Institute Nusa Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35746/jtim.v4i1.200

Abstract

One of the potential marine resources that can develop the economy is fisheries. Fishery potential in Indonesia is estimated at 7.3 million tons per year. However, the community has only utilized the empowerment of fish potential so far, only 80%. Therefore we need a processing business that can extend the shelf life while increasing the added value of fishery products. One of the processing processes that can preserve longevity is the canning process. Canning can be interpreted as processing using a sterilization temperature that aims to save the food material from the spoilage process. In a previous study, mini exhausting equipment was developed to produce fish in cans with a capacity of 200 115mL cans. A temperature monitoring system is needed during the exhausting process to ensure quality. Therefore, in this study, a desktop application-based monitoring system was created to display and store temperature data during the exhausting process.
Penerapan Less Contact Economy Model Untuk Peningkatan Pendapatan Di Era Pandemi Covid Refa Firgiyanto; Syamsiar Kautsar; Rizza Wijaya; Aulia Brilliantina; Budi Hariono
DHARMA RAFLESIA Vol 19, No 1 (2021): JUNI (ACCREDITED SINTA 5)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/dr.v19i1.13760

Abstract

Kabupaten Jember memiliki beberapa komunitas hidroponik, salah satunya dikelola oleh Rumahku Hidroponik Jember. Permintaan sayur hidroponik tergolong tinggi, namun Rumahku Hidroponik Jember sendiri hanya mampu mensuplai kurang lebih 30an persen dari total keseluruhan yang dapat disuplai komunitas. Adanya berbagai permasalahan ini, menuntut dibutuhkannya berbagai upaya agar kegiatan hidroponik yang telah dilakukan sebelumnya dapat berjalan lebih baik lagi dengan aplikasi teknologi yang berbasis Contactless technology. Metode dan tahapan dalam penerapan teknologi meliputi (1) Pemberdayaan SDM dan pengembangan keterampilan Teknologi Smart Greenhouse Berbasis IoT, (2)Pembuatan dan penerapan Teknologi Smart Greenhouse Berbasis IoT, (3) Pelatihan, pendampingan dan transfer teknologi dalam penggunaan sistem informasi terintegrasi berbasis aplikasi Android dan aplikasi e-commerce, (4) Pendampingan dan monitoring penerapan teknologi oleh mitra sebagai tindak lanjut keberlangsungan kegiatan. Hasil dari program ini diketahui dapat meningkatkan produktivitas tanaman sebesar 50%, menurunkan biaya produksi sebesar 40%, serta effisiensi kerja sebesar 80%. 
Pembuatan dan Uji Kinerja Mesin Pemipil Jagung Ban Agrisda Hasansyah Putra; Ramdan Darmawan; Supriyono Supriyono; Rizza Wijaya
JOFE : Journal of Food Engineering Vol. 1 No. 2 (2022): April
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.162 KB) | DOI: 10.25047/jofe.v1i2.3140

Abstract

A tire type corn sheller design is intended to assist in shelling corn for seed. The use of car tires instead of cylinders is intended to minimize damage to corn kernels. This sheller machine consists of main components: frame, sheller tire, concave, corn cob extraction, corn kernel extraction, and bearings. The engine is driven by a 6.5 HP petrol motor which is connected via belts and pulleys which transmit torque from the motor to the tire sheller shaft. The prototype of this machine has been tested for its performance and obtained shelling efficiency of 83.39% with a capacity of 87.92 kg/hour of shelled corn. Machines are easy to make with easily available materials that are relatively cheap and affordable, portable so that they are suitable for farmers in rural areas.
Mathematical Model of Drying Edamame (Glycine max (L.) Merill) Using Food Dehydrator Technology Based on Multiple Linear Regression (MLR) and Artificial Neural Network (ANN) Rizza Wijaya; Silvia Oktavianur Yudiastuti; Anna Mardhiana Handayani; Elok Kurnia Novita Sari; Tri Wahyu Saputra; Febryan Kusuma Wisnu; Aulia Brilliantina
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol 11, No 4 (2022): Desember 2022
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtep-l.v11i4.589-600

Abstract

Edamame is included in perishable products or products that have a fairly short shelf life if post-harvest processing is not carried out. One of the post-harvest processing methods commonly used by the community is drying. The purpose of this study was to analyze the drying process of edamame related to the MLRL and ANN models. This study used a completely randomized design (CRD) with three variations of air velocity, namely 1 m/s, 3 m/s, and 5 m/s. Data collection was repeated three times every 30 minutes until 330 minutes.  Multiple linear regression (MLR) model training and validation produce accuracy values of 88.03 and 82.23, and the value of R2 of 0.93 and 0.90. While the training and validation of the artificial neural network (ANN) model resulted in accuracy values of 88.34 and 82.15, and R2 values of 0.93 and 0.90. Keywords:    ANN, Drying, Edamame, Food  dehydrator
Analisis Neraca Massa dan Energi Pembuatan Keripik Kentang (Solanum tuberosum L) Adhima Adhamatika; Aulia Brilliantina; Elok Kurnia Novita Sari; Rizza Wijaya; Dimas Triardianto; Adi Sucipto
JUSTER : Jurnal Sains dan Terapan Vol. 2 No. 1 (2023): JUSTER: Jurnal Sains dan Terapan
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keripik kentang merupakan produk yang paling banyak digemari dengan tekstur kering renyah dan dibuat melalui pengupasan, pengirisan, perendaman dan penggorengan. Setiap proses pengolahan perlu diketahui kapasitas serta efisiensi energi yang digunakan, sehingga perlu dilakukan perhitungan neraca massa dan energi serta rendemen dan susut bobot pada pembuatan keripik kentang. Perhitungan neraca massa yang ada menghasilkan nilai rendemen dan susut bobot pada setiap prosesnya. Perhitungan neraca energi bertujuan untuk menentukan efisiensi energi pada suatu proses. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis neraca massa dan energi pada pembuatan kerupik kentang (Solanum tuberosum L.). Penelitian dilakukan dengan menghitung massa dan energi dari setiap proses pembuatan keripik kentang untuk diketahui kesetimbangannya. Hasil pengamatan didapatkan jika keripik kentang yang dihasilkan dari 2.106 gram kentang segar yaitu sebesar 1.527 gram. Rendemen penggorengan keripik kentang didapatkan sebesar 31,46%. Susut bobot tertinggi terjadi pada proses penggorengan dengan nilai sebesar 68,54%.