Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN TERHADAP RASIONALITAS PENGGUNAAN SUPLEMEN KESEHATAN PADA MASA NEW NORMAL DI PUSKESMAS MAJASEM CIREBON: THE INFLUENCE OF EDUCATION LEVEL ON THE RATIONALITY OF USING HEALTH SUPPLEMENTS DURING THE NEW NORMAL PERIOD AT PUSKESMAS MAJASEM CIREBON Nur Aprillia Martalina; Ismanurrahman Hadi; Like Efriani
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 4 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/mh.v4i2.937

Abstract

Coronavirus adalah penyakit yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia. New normal adalah ketika memasuki kondisi baru, setelah lolos dari wabah dengan adaptasi kebiasaan baru. Peran suplemen kesehatan seperti vitamin C, vitamin D berpotensi mempengaruhi respon imun dan telah dihipotesiskan sebagai pencegahan virus covid-19. Tingkat pendidikan yang tinggi umumnya tidak mudah terpengaruh oleh iklan dan lebih banyak membaca label pada kemasan obat sebelum mengkonsumsi obat. Penelitian ini bertujuan mendapatkan informasi mengenai pengaruh tingkat pendidikan terhadap rasionalitas penggunaan suplemen kesehatan pada masa new normal covid-19. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain penelitian cross sectional. Tahap persiapan pengambilan data yaitu penyusunan dan pemberian surat permohonan izin penelitian berdasarkan standar operasional di Puskesmas Majasem, dan teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan metode Purposive Sampling yaitu menyaring sampel terlebih dahulu sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan dalam penelitian berdasarkan survei dan penyusunan kuesioner. Hasil penelitian dapat disimpulkan usia responden terbanyak adalah dewasa awal sebanyak (27,8%) dan jenis kelamin perempuan sebanyak (53,40%) serta Tingkat pendidikan sebanyak (53,4%). Kerasionalitasan suplemen kesehatan dengan 5 parameter, yaitu tepat diagnosis sebanyak (16,5%), tepat indikasi penyakit sebanyak (97,7%), tepat pemilihan obat sebanyak (19,5%), tepat informasi obat sebanyak (68,4%), tepat durasi, interval dan pemberian vit c sebanyak (16,5%), tepat durasi, interval dan pemberian vit c sebanyak (7,5%) dapat disimpulkan tingkat rasionalitas penggunaan suplemen berpengetahuan cukup sebanyak (61,70%). Hasil analisis statistika korelasi menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara dua variabel yaitu rasionalitas pengunaan suplemen terhadap tingkat pendidikan. Kata kunci : Coronavirus, Rasionalitas Obat, suplemen Kesehatan.
STUDI IN SILICO DAN IN VITRO: AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOLIK MANGROVE (Rhizophora stylosa) DENGAN TARGET PERUSAKAN DINDING SEL Escherichia coli: AN IN SILICO AND IN VITRO STUDY: ANTIBACTERIAL ACTIVITY OF MANGROVE ETHANOLIC EXTRACT (Rhizophora stylosa) TARGETTED ON CELL WALL DESTRUCTION OF Escherichia coli Ismanurrahman Hadi; Mariam Ulfah; Like Efriani; Teguh Adiyas Putra; Ade Irawan
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i2.617

Abstract

Rhizopora stylosa merupakan sub-spesies dari tumbuhan bakau yang diketahui secara empiris digunakan sebagai obat tradisional. Habitat yang berada di perairan payau menyebabkan tumbuhan ini memiliki senyawa fitokimia yang berbeda dari tumbuhan lainnya. Penelitian ini dilakukan untuk mengeksplorasi aktivitas antibakteri dari R. stylosa pada bakteri Escherichia coli dengan menarget perusakan dinding bakteri. Penelitian ini menggunakan pendekatan komputasional disertai uji aktivitas antibakteri dan kadar kebocoran protein. Prediksi aktivitas antibakteri dilakukan dengan menggunakan molecular docking pada penicillin-binding protein (PDB ID: 3UY6), sedangkan uji aktivitas antibakteri dilakukan pada bakteri Escherichia coli menggunakan metode Mc konkey dilanjutkan dengan analisis kadar kebocoran protein (protein leakage) menggunakan uji Bradford. Uji identifikasi kandungan fitokimia juga dilakukan untuk memastikan kandungan fitokimia yang ada pada ekstrak etanol bakau. Hasil studi in silico menunjukkan adanya afinitas lebih tinggi dari semua senyawa uji dibandingkan amoxicillin pada penicillin-binding protein. Sementara itu, hasil studi in vitro menunjukkan nilai rata – rata diameter zona hambat (DZH) uji yaitu: 6,63 mm (40%); 6,67 (60%); 9,00 (80%) serta 13 mm (amoxicillin); serta uji protein leakage menunjukkan adanya kebocoran protein pada semua seri konsentrasi sampel dan standar amoxicillin. Analisis statistika menunjukkan ekstrak bakau kadar 80% memiliki aktivitas antibakteri dan protein leakage tertinggi, meskipun efeknya tidak sekuat amoxicillin. Berdasarkan hal tersebut, maka dapat disimpulkan ekstrak etanol bakau (R. stylosa) memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai agen antibakteri yang menargetkan kerusakan dinding sel. Kata Kunci: Rhizophora stylosa, antibakteri, molecular docking, in vitro
UJI AKTIVITAS INHIBISI ENZIM a-Glukosidase TERHADAP EKSTRAK ASETON, ETANOL, DAN METHANOL DAUN MANGROVE (Rhizopora Mucronata) SEBAGAI ANTIDIABETES: INHIBITION ACTIVITY OF a-Glucosidase ENZYME OF EXTRACTS ACETONE, ETHANOL, AND METANOL MANGROVE (Rhizopora mucronata) LEAF AS ANTIDIABETIC Like Efriani; Ismanurrahman Hadi; Ade Irawan; Mariam Ulfah; Teguh Adiyas Putra
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 4 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i4.651

Abstract

Diabetes mellitus tipe II merupakan kelainan metabolik yang disebabkan karena ketidakmampuan pankreas untuk memproduksi insulin sehingga menyebabkan hiperglikemia. Akarbose menjadi salah satu obat dalam pengobatan dari diabetes mellitus dengan cara menghambat inhibisi enzim a-glukosidase. Tanaman mangrove (Rhizopora mucronata) diketahui mempunyai senyawa fitokimia dengan berbagai aktivitas farmakologis. Tujuan dari peneltian ini adalah untuk mendapatkan informasi aktivitas penghambatan enzim a-glukosidase dari ekstrak metanol, etanol, dan aseton daun mangrove. Penelitian ini dilakukan dengan memaserasi simplisia daun mangrove pada pelarut metanol, etanol, dan aseton. Maserat yang didapatkan, diujikan secara kualitatif untuk mengidentifikasi kandungan golongan senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, dan terpenoid, lalu dilanjutkan dengan mengujikan inhibisi aktivitas dari enzim a-glukosidase dengan konsentrasi ekstrak 0,5; 1; 1,5; 2; dan 3 mg/mL menggunakan Microplate Elisa Reader dan dilanjutkan pengukuran absorbansi dengan spektrofotometer UV-Vis dengan panjang gelombang 405 nm. Hasil yang didapatkan menunjukkan maserat dari ketiga jenis pelarut tersebut terbukti memiliki kandungan senyawa golongan alkaloid, flavonoid, saponin, dan terpenoid. Uji aktivitas inhibisi menunjukkan aktivitas inhibisi dari ekstrak metanol (3,5 mg/mL), etanol (2,6 mg/mL), dan aseton (2,1 mg/mL). Ekstrak aseton memiliki aktivitas inhibisi paling baik karena semakin kecil nilai IC50 maka semakin baik aktivitas inhibisi pada enzim a-glukosidase. Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa ekstrak aseton mangrove memiliki aktivitas inhibisi paling baik dibandingkan kedua ekstrak lainnya.
PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN TERHADAP RASIONALITAS PENGGUNAAN SUPLEMEN KESEHATAN PADA MASA NEW NORMAL DI PUSKESMAS MAJASEM CIREBON: THE INFLUENCE OF EDUCATION LEVEL ON THE RATIONALITY OF USING HEALTH SUPPLEMENTS DURING THE NEW NORMAL PERIOD AT PUSKESMAS MAJASEM CIREBON Nur Aprillia Martalina; Ismanurrahman Hadi; Like Efriani
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 4 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/mh.v4i2.937

Abstract

Coronavirus adalah penyakit yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia. New normal adalah ketika memasuki kondisi baru, setelah lolos dari wabah dengan adaptasi kebiasaan baru. Peran suplemen kesehatan seperti vitamin C, vitamin D berpotensi mempengaruhi respon imun dan telah dihipotesiskan sebagai pencegahan virus covid-19. Tingkat pendidikan yang tinggi umumnya tidak mudah terpengaruh oleh iklan dan lebih banyak membaca label pada kemasan obat sebelum mengkonsumsi obat. Penelitian ini bertujuan mendapatkan informasi mengenai pengaruh tingkat pendidikan terhadap rasionalitas penggunaan suplemen kesehatan pada masa new normal covid-19. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain penelitian cross sectional. Tahap persiapan pengambilan data yaitu penyusunan dan pemberian surat permohonan izin penelitian berdasarkan standar operasional di Puskesmas Majasem, dan teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan metode Purposive Sampling yaitu menyaring sampel terlebih dahulu sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan dalam penelitian berdasarkan survei dan penyusunan kuesioner. Hasil penelitian dapat disimpulkan usia responden terbanyak adalah dewasa awal sebanyak (27,8%) dan jenis kelamin perempuan sebanyak (53,40%) serta Tingkat pendidikan sebanyak (53,4%). Kerasionalitasan suplemen kesehatan dengan 5 parameter, yaitu tepat diagnosis sebanyak (16,5%), tepat indikasi penyakit sebanyak (97,7%), tepat pemilihan obat sebanyak (19,5%), tepat informasi obat sebanyak (68,4%), tepat durasi, interval dan pemberian vit c sebanyak (16,5%), tepat durasi, interval dan pemberian vit c sebanyak (7,5%) dapat disimpulkan tingkat rasionalitas penggunaan suplemen berpengetahuan cukup sebanyak (61,70%). Hasil analisis statistika korelasi menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara dua variabel yaitu rasionalitas pengunaan suplemen terhadap tingkat pendidikan. Kata kunci : Coronavirus, Rasionalitas Obat, suplemen Kesehatan.
Evaluation Of The Rationality Of The Use Of Anemia Drugs In Anemia Patients In Rsd Gunung Jati Cirebon City For The Period January-December 2022 Miftahul Janah; Like Efriani; Teguh Adiyas Putra
Jurnal EduHealth Vol. 14 No. 04 (2023): Jurnal eduHealt, 2023, December
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia is a condition where the hemoglobin (Hb) level in the blood is less than normal levels. The aim of this research is to determine the characteristics of anemia patients in the inpatient installation at RSD Gunung Jati, Cirebon City, to find out the prescribing of anemia at RSD Gunung Jati, Cirebon City for the period January- December 2022 and to determine the rationality evaluation of the use of anemia medication at RSD Gunung Jati, Cirebon City on an appropriate basis. indication, correct diagnosis, right drug and right dose. This study used a retrospective research design. The rationality analysis was carried out using a purposive sampling method. The data taken is medical record data and patient prescriptions to see the rationality of treatment. The number of samples in this study was 73 samples which met the inclusion criteria. The statistical analysis used in this research is chi-square and Mann-Whitney. The parameters used in the research are the correct indication, correct diagnosis, correct drug and correct dose. The results of the study showed that anemia was mostly experienced by women as many as 37 patients (51%) and elderly people (46-65 years) as many as 40 patients (55%) with elementary school education levels as many as 35 patients (48%). The anemia drugs most commonly used by anemia patients in patient installations at RSD Gunung Jati, Cirebon City for the period January-December 2022 are multivitamins, haemostatics, neurotropic vitamins and iron preparations, respectively. The evaluation results showed that the indication was 100% correct, the diagnosis was 100% correct, the drug was 100% correct and the dose was 95% correct. The statistical test results showed that the use of anemia drugs in anemia patients met the rational requirements and had a significant rationality value.