Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Nursing Care in Mr. S with Medical Diagnosis Gout Athtritis The Main Problem of Acute Pain at The Social Service Center of The Dewanata Cilacap Melinda Melinda; Wasis Eko Kurniawan
Healthy-Mu Journal Vol. 6 No. 1 (2022)
Publisher : MBUnivPress

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/hmj.v6i1.277

Abstract

The older a person is, they will experience a decline, especially in physical abilities. This of course causes the elderly to be susceptible to various disease disorders, one of which is a disease that often affects the elderly, namely gout. Nursing care is also important to overcome the disorder Arthritis Gout. One of the treatments for Arthritis Gout patients is to reduce pain in the joints by reducing the intake of foods rich in purines (eg crotch, mental stress (stress), due to infection or side effects of certain drugs). Preventing complications, reducing the risks and improving the patient's health comprehensively is the nurse's duty to provide nursing care. The aim of the research is to be able to provide nursing care to Mrs. r with a medical diagnosis of gout arthritis, the main problem is acute pain at the Dewanata Social Service Center, Cilacap. This research method uses a descriptive case study design. In this case study, the subject is Mr. S with acute pain problems. The results show that the author makes a nursing care plan for Mr. S which includes and is adapted to the patient's condition. Evaluation of the results of nursing care for Mr. S with acute pain has been resolved, marked by a relaxed facial expression and a pain scale of 1 out of 10, so the risks that may arise do not occur.
PENGARUH MOTIVASI KERJA DAN BURNOUT TERHADAP KINERJA PERAWAT DI RUMAH SAKIT UMUM ANANDA PURWOKERTO Hindri Saputri; Indri Heri Susanti; Wasis Eko Kurniawan
Journal of Nursing and Health Vol. 7 No. 3 (2022): Journal of Nursing and Health
Publisher : Yakpermas Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52488/jnh.v7i3.177

Abstract

Kinerja adalah hasil kerja kualitatif dan kuantitatif yang dilakukan oleh seorang pegawai untuk melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawabnya. Namun tidak jarang ditemukan keluhan berasal dari perawat yang berkaitan kualitas pelayanan kesehatan. Perawat mengalami rasa jenuh disebabkan oleh kelelahan kerja atau burnout karena melakukan hal monoton. Motivasi kerja adalah faktor lain yang mempengaruhi kinerja perawat dalam bentuk materi maupun non materi, karena banyaknya tugas perawat yang dilakukannya. Penelitian bertujuan untuk mengetahui ada pengaruh motivasi kerja dan burnout terhadap kinerja perawat di Rumah Sakit Umum Ananda Purwokerto. Metode penelitian menggunakan probability sampling dengan sampel sebanyak 60 perawat. Kuesioner menggunakan Motivasi Kerja, The Maslach Burnout Inventory Human Service Survey, dan Kinerja Perawat dengan analisis bivariat. Hasil penelitian didapatkan sebagian besar motivasi kerja tingkat cukup dengan jumlah 32 perawat (53,3%), burnout pada tingkat ringan sebanyak 36 perawat (60%), dan kinerja perawat pada tingkat baik dengan jumlah 35 perawat (58,3%). Hasil analisis didapatkan bahwa antara motivasi kerja terhadap kinerja perawat terdapat pengaruh positif (p-value 0,002) dan antara burnout terhadap kinerja perawat terdapat pengaruh negatif di Rumah Sakit Umum Ananda Purwokerto (p-value 0,002).
Pengaruh Rebusan Daun Sirih dan Daun Sirsak Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Lansia Hipertensi di Posyandu Lansia Kelurahan Sawangan Kecamatan Punggelan Kabupaten Banjarnegara Wahyu Dianto; Wasis Eko Kurniawan; Feti Kumala Dewi
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 20
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/snppkm.v3i1.1186

Abstract

Hipertensi adalah salah satu penyakit yang jarang terkontrol pada masyarakat, kejadian hipertensi yang sering terkendali dapat mengakibatkan stroke dan penyakit jantung. Metode terapi yang digunakan adalah rebusan daun sirih dan daun sirsak dalam penelitian ini untuk menurunkan tekanan darah. Jenis penelitian Quasi eksperimen dengan desain penelitian Non Equivalent Control Group. Ukuran sampel yang digunakan adalah 20 orang. Metode pendapatan sampel tersebut adalah Total Sampling. Lembar observasi responden sebagai metode untuk memeperoleh data, dengan cara jumlah sampel bagi menjadi 2 kelompok perlakuan yaitu kelompok rebusan daun sirih dan kelompok rebusan daun sirsak. Terdapat pengaruh pada kelompok terapi daun sirih untuk menurunkan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi, dari Uji Wilcoxon, yang menghasilkan analisis rebusan daun sirih nilai p-value sistol = 0,005 < 0,05 kemudian Uji Paired Samples nilai p-value diastole = 0,000 <i 0,05. Terdapat pengaruh pemberian daun sirsak untuk menurunkan tekanan darah pada lansia hipertensi, hasil Uji Wilcoxon untuk analisis rebusan daun sirsak yang menunjukkan nilai p-value sistol = 0,005 < 0,05, sedangkan Uji Paired Samples nilai p-value diastole = 0,000 < 0,05. Sehingga dapat disimpulkan antara rebusan daun sirih dan rebusan daun sirsak memiliki pengaruh yang sama dalam menurunkan tekanan darah pada lansia hipertensi di Posyandu Lansia Kelurahan Sawangan.
Pengaruh Relaksasi Genggam Jari Terhadap Penurunan Skala Nyeri Pada Pasien Post Operasi Open Reduction Internal Fixation (ORIF) Di Ruang Kepodang Bawah RSUD Ajibarang undip pujiyanto; Wasis Eko Kurniawan; Ita Apriliyani
Jurnal Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2023): Oktober : Health Journal "Love That Renews"
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Santo Borromeus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Open Reduction Internal Fixation (ORIF) ialah satu dari berbagai tindakan medis dengan pembedahan untuk mengembalikan posisi tulang yang patah. Tindakan pembedahan mengakibatkan adanya perubahan kontinuitas jaringan tubuh serta guna menjaga homeostasis, pada proses ini tubuh akan mengalami nyeri karena adanya reaksi kimia yang diakibatkan oleh hilangnya efek anestesi. Nyeri yang tidak dikendalikan bisa mengakibatkan hospitalisasi menjadi lama,rehabilitasi klien tertunda, klien memberikan fokus seluruh perhatiannya terhadap nyeri. Penatalaksanaan nyeri pada post operasi dapat dilakukan secara non farmakoligis, dengan metode bimbingan antisipasi, yakni terapi panas dan es ataupun kompres dingin dan panas, distraksi, TENS (Transcutaneous Elektrical Nerve Stimulation), guided imagery, relaksasi, akupuntur, hypnoterapi, massage, dan juga terapi musik. Teknik relaksasi menjadi satu dari berbagai terapi non farmakologis yang bermaksud guna memberikan rasa rileks, nyaman,memberikan pengurangan pada intensitas nyeri, serta memberikan peningkatan ventilasi paru dan juga memberikan peningkatan oksigen darah. Salah satu teknik relaksasi yang digunakan adalah teknik relaksasi genggam jari. Relaksasi genggam jari merupakan sebuah teknik relaksasi yang sangat sederhana dan mudah dilakukan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang bersifat quasy experiment dengan desain penelitian with control group design. Sampel pada penelitian ini adalah pasien post operasi ORIF di RSUD Ajibarang sebanyak 36 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah consecutive sampling. Variabel independenpenelitian ini adalah pemberian relaksasi genggam jari. Sedangkan Variabel dependennyaskala nyeri pasien post operasi ORIF. Instrumen penelitian menggunakan lembar penilaian nyeri dan SOP relaksasi genggam jari. Lembar penilaian nyeri dalam penelitian ini digunakan untuk menilai nyeri responden menggunakan kuesioner Numerical Rating Scale (NRS). Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat
GAMBARAN BROMAGE SCORE PADA PASIEN POST OPERASI DENGAN ANESTESI SPINAL DI RUMAH SAKIT KHUSUS BEDAH JATIWINANGUN PURWOKERTO Eni Fathatun Nisa Anwari; Made Suandika; Wasis Eko Kurniawan
Journal of Nursing and Health Vol. 9 No. 1 (2024): Journal of Nursing and Health
Publisher : Yakpermas Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52488/jnh.v9i1.300

Abstract

PENGARUH REBUSAN DAUN SIRIH TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA HIPERTENSI wasis Eko Kurniawan; Wahyu Dianto
Journal of Nursing and Health Vol. 9 No. 2 (2024): Journal of Nursing and Health
Publisher : Yakpermas Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52488/jnh.v9i2.330

Abstract

In society, hypertension is an illness that is rarely under control. When it is, however, it can lead to heart attacks and strokes. In this study, a decoction of soursop and betel leaves was utilized as a therapeutic technique to reduce blood pressure. The purpose of this study is to ascertain how boiling betel leaves affects blood pressure. This kind of study uses a non-equivalent control group research design and is quasi-experimental. Twenty samples were utilized as the sample size. Total Sampling is the sample income approach. The results of the Wilcoxon Test, which produced an analysis of the betel leaf decoction with a systole p-value = 0.005, less than 0.05, and the Paired Samples Test, whose diastole p-value = 0.000 is less than 0.05, also had an impact on the betel leaf therapy group to lower blood pressure in elderly people with hypertension. The study's conclusion is that betel leaf infusion helps elderly hypertension patients' blood pressure go down.
Hubungan Kecemasan Pada Pre Anestesi Dengan Tekanan Darah Sebelum Tindakan Anestesi Di RS Marzoeki Mahdi Bogor Naufal Hafidh Bilhaq Nurjaman; Asmat Burhan; Wasis Eko Kurniawan
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v7i2.103

Abstract

Keperawatan perioperatif  proses keperawatan yang berkaitan dengan pembedahan pasien. Fase pra operasi, fase intra operasi dan fase post operasi merupakan ketiga fase yang terdapat dalam keperawatan perioperatif. Waktu keperawatan perioperatif dimulai dari persiapan, proses sampai dengan pemulihan dari tindakan pembedahan. Nyeri adalah pengalaman sensori dan emosi yang tidak menyenangkan berhubungan dengan kerusakan jaringan yang bersifat aktual dan potensial. Menurut American Association of Anestesiologist, anestesi merupakan pemberian obat yang menyebabkan hilangnya kesadaran dimana pasien tidak merespon meskipun diberikan stimulus yang menyakitkan. Tujuan Penelitian: Bagaimana hubungan kecemasan pre anestesi dengan tekanan darah sebelum tindakan anestesi pada pasien di RS Marzoeki Mahdi Bogor. Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan metode survei, studi korelasional desain penelitian deskriptif restrospectif. Peneliti juga melakukan studi retrospektif dengan tujuan untuk mengidentifikasi. Karakteristik pasien pre operasi paling banyak responden memiliki usia kategori dewasa awal (26-35 tahun) sebanyak 25 responden (50,0%), lebih dari separuh responden memiliki jenis kelamin laki-laki 26 responden (52,0%). Rata-rata skor kecemasan adalah 22.42 dengan skor kecemasan terendah 16 dan skor kecemasan tertinggi adalah 27. Rata-rata tekanan darah sistolik adalah 143,26 mmHg dan rat-rata tekanan darah diastolik adalah 89,24 mmHg). Hasil uji spearman-rank didapatkan nilai p-value sebesar 0.000 (p-value < α) yang berarti ada hubungan kecemasan dengan tekanan darah sistolik pada pasien pre operasi dengan GA dan RA anestesi.
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Tingkat Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Tuberkulosis Paru Di Klinik Utama Kesehatan Paru Masyarakat Purwokerto Amela Noormalita; Madyo Maryoto; Wasis Eko Kurniawan
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.178

Abstract

Dukungan keluarga merupakan suatu faktor yang dapat menunjang keberhasilan seseorang dalam masa pengobatan Tuberkulosis paru, karena dengan adanya dukungan keluarga, seseorang akan merasakan adanya dorongan dari lingkungan sekitar dan merasa termotivasi untuk sembuh dari penyakit TB. Tingkat keberhasilan sembuh seseorang dapat dilihat dari patuh atau tidaknya seseorang tersebut dalam menjalani masa pengobatan. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kepatuhan minum obat pada pasien Tuberkulosis paru di Klinik Utama Kesehatan Paru Masyarakat Purwokerto. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner dukungan keluarga dan kuesioner MMAS-8. Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan Cross sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 83 responden. Penelitian ini dilakukan di Klinik Utama Kesehatan Paru Masyarakat Purwokerto pada bulan Desember 2023 – Juni 2024. Dari hasil uji Chi square didapatkan nilai p=0,000 (<0,05) yang menunjukan ada hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat kepatuhan minum obat pada pasien TB paru di Klinik Utama Kesehatan Paru Masyarakat Purwokerto.
Edukasi Manajemen Laktasi Dan Pelatihan Mandiri Pijat Endorphin Sebagai Strategi Upaya Meningkatkan Produksi ASI Pada Asuhan Keperawatan Ny. R Dengan Post Partum Sectio Caessarea Di Rumah Sakit Umum Daerah dr. R. Goeteng Taroenadibrata Sitta Nurlaeli Ramadhani; Ema Wahyu Ningrum; Wasis Eko Kurniawan
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.271

Abstract

Persalinan sectio caesarea (SC) sering menimbulkan masalah fisiologis maupun psikologis pada ibu, termasuk keterlambatan pengeluaran ASI akibat nyeri, kecemasan, dan keterbatasan mobilisasi. Manajemen laktasi dan pijat endorphin menjadi intervensi penting untuk meningkatkan produksi ASI. Studi kasus ini bertujuan mendeskripsikan asuhan keperawatan pada ibu postpartum SC dengan penerapan manajemen laktasi dan pijat endorphin di RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus pada ibu post SC dengan menyusui tidak efektif. Metode yang digunakan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, dianalisis melalui reduksi, penyajian, dan kesimpulan. Hasil menunjukkan bahwa intervensi berupa edukasi menyusui, konseling laktasi, pijat endorphin, serta dukungan keluarga mampu memperbaiki kondisi pasien, ditandai dengan peningkatan keluarnya ASI, kekuatan hisapan bayi, serta penurunan kecemasan. Kesimpulannya, kombinasi edukasi manajemen laktasi dan pijat endorphin terbukti efektif mengatasi masalah menyusui tidak efektif pada ibu post sectio caesarea.
Penerapan Slow Deep Breathing Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Pasien Dengan Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Sumbang I Afifah Rohmanita; Wasis Eko Kurniawan; Madyo Maryoto
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.348

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan yang banyak dialami lansia dan berisiko menjadi faktor  utama  terjadinya  komplikasi  kardiovaskular, seperti  stroke, penyakit  jantung, dan  gagal  ginjal  apabila  tidak  ditangani  dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana asuhan keperawatan  gerontic  terapi  penerapan  Slow Deep Breathing terhadap penurunan tekanan darah pada Ny. R dengan hipertensi di wilayah kerja  Puskesmas  Sumbang  1. Metode  yang  digunakan  adalah  metode  kualitatif  melalui  pendekatan  studi  kasus  melalui  proses  pengkajian, penetapan diagnosa, perencanaan, implementasi, dan  evaluasi. Intervensi  utama  berupa latihan  Slow  Deep Breathing  yang  dilakukan  secara  rutin  selama  tiga  hari  dengan  pendampingan  keluarga. Hasil  penelitian  menunjukkan  adanya  penurunan  tekanan  darah  secara  bertahap  setelah  pasien  melakukan  latihan  tersebut. Pada hari pertama tekanan  darah  pasien  masih  relatif  tinggi, namun  setelah  dilakukan  Slow Deep  Breathing  tampak  adanya penurunan  meskipun  belum  signifikan. Pada  hari  kedua, terjadi  penurunan  yang lebih nyata baik pada tekanan  darah  sistolik  mapupun  diastolik, disertai  dengan  laporan  pasien merasa lebih rileks, nyaman, dan  berkurangnya keluhan  sakit  kepala. Pada  hari ketiga, tekanan darah pasien berada pada kisaran yang mendekati target normal yaitu 140/80  mmHg, yang  menunjukan bahwa latihan Slow Deep Breathing memberikan efek relaksasi dan membantu menurunkan  tekanan  darah  secara  konsisten. Kesimpulannya, Slow Deep Breathing efektif membantu menurunkan tekanan darah pada pasien  hipertensi  dan  dapat  dijadikan  terapi  nonfarmakologis  sederhana  dalam  praktik  keperawatan. Keterbatasan penelitian ini adalah jumlah subjek yang terbatas pada  sau  pasien, waktu pelaksanaan  yang  dingat, serta  adanya kemungkinan subjektivitas pasien dalam melakukan latihan, sehingga diperlukan penelitian  lanjutan  dengan  responden lebih banyak dan waktu intervensi yang lebih panjang.