Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

PENYISIHAN AMONIAK DALAM UPAYA MENINGKATKAN KUALITAS AIR BAKU PDAM-IPA BOJONG RENGED DENGAN PROSES BIOFILTRASI MENGGUNAKAN MEDIA PLASTIK TIPE SARANG TAWON Widayat, Wahyu; suprihatin, Suprihatin; Herlambang, Arie
Jurnal Air Indonesia Vol. 6 No. 1 (2010): Jurnal Air Indonesia
Publisher : Center for Environmental Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jai.v6i1.2456

Abstract

In big cities, the water quality of rivers used as the main raw water sources is getting worse and worse. That is caused by a lot of improper wastewater management systems, especially in industrial and settlement areas. As an example, the raw water of PDAM TKR Bojong Renged which is taken from Cisadane  Rives contains Ammonia 3.8 mg/l and it means that the content is not allowed to be used as the raw water for drinking water purpose. To cope with the problem, a bofiltration process can be used as one alternative to reduce Ammonia till the required standard quality.  A honeycomb tube type made plastic was the media of biofilter reactor. Operational condition was varied with HRT (Hydrolysis Retention Time) between 1-4 hours and air supply between 0-30 l/minute. The best process condition was found at 2 hour-HRT and 20 l/minute air supply and the Ammonia removal efficiency was about 65%. The linear regression equation was  ya  = -91.19xa + 77.12, where Y is for removal efficiency and the axis X is for Ammonia loading.  Keywords:  raw  water quality, ammonia, biofiltration, honeycomb tube, removal efficiency,
Analisis Pelatihan Untuk Meningkatkan Dan Memelihara Keahlian Dan Keterampilan Petugas Pandu/Tunda PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) Bagaskoro; Fausil; Sitorus, Jonggung; Widayat, Wahyu
Meteor STIP Marunda Vol 12 No 1 (2019): Juni
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) STIP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36101/msm.v12i1.61

Abstract

Petugas pandu/tunda merupakan pusat interaksi antara laut dan pelabuhan. Mereka dituntut memiliki pengetahuan yang luas atas alur pelayaran setempat dan menuntun kapal yang akan berlabuh melalui wilayah yang tidak dipahami atau beresiko terhadap keamanan dan keselamatan pelayaran. Umumnya, petugas pandu/tunda memulai karirnya sebagai awak kapal non pandu/tunda. Walaupun demikian, bukan berarti mereka langsung memiliki keahlian dan keterampilan pemanduan/penundaan kapal. Mereka harus melalui tahapan pelatihan terlebih dahulu. Untuk tetap memelihara keahlian dan keterampilan, mengikuti pelatihan baik yang bersifat on the job training dan atau off the the job training sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa dan memberikan solusi pelatihan dan peran teknik simulasi dalam memelihara dan meningkatkan keahlian dan keterampilan petugas pandu/tunda pada PT Pelindo II (Persero). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan tergantung pada jadwal diklat yang diselenggarakan oleh Ditjen Perhubungan Laut, tidak ada assesmen yang diselenggarakan secara mandiri, adanya kebutuhan pelatihan yang bersifat refreshing, pelatihan dan familirisasi di wilayah tugas masih dilakukan berbasis lingkungan. preferensi pelatihan di simulator dengan materi pelatihan meliputi Standard Marine Communiction Phrases, Komunikasi dan Olah Gerak.
Antibacterial Activity and Phytochemical Screening of Methanol Extract of Rambai (Baccaurea motleyana Muell. Arg.) Leaves from the Tropical Rainforest of East Kalimantan Widayat, Wahyu; Indriyanti, Niken; Adestia, Talita Shofa; Wibowo, Ekasari Kartika Putri
Kimia Padjadjaran Vol 3, No 1 (2024)
Publisher : Kimia Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Antibiotic resistance is a problem in the health field. Potential sources of raw materials are needed to overcome this problem. Rambai (Baccaurea motleyana Muell. Arg.) is one of the Baccaurea genus which is widespread throughout Asia. Several species of Baccaurea are known for their antimicrobial properties. Extraction was performed using the maceration method with methanol as solvent. Phytochemical screening of the extract was analyzed using a standard method. The antibacterial activity was tested using the agar diffusion method (Kirby-Bauer) with extract concentrations of 2, 4, 6, 8, and 10 mg/disc. The test bacteria used were Bacillus subtilis, Escherichia coli, Pseudomonas aeruginosa, and Staphylococcus aureus. The results showed that the extract contained alkaloids, phenolics, and flavonoids. B. motleyana methanol extract showed antibacterial activity at a concentration of 10 mg/disc, with an inhibition zone of 11 mm. Based on these results, B. motleyana leaves have potential as an antibacterial agent.
Prediksi Epitop Sel T Sitotoksik dari Protein Selubung Virus Dengue melalui Pendekatan Imunoinformatika sebagai Kandidat Vaksin Dengue Berbasis Peptida Mony, Siti Rasnawati; Yusuf, Muhammad; Subroto, Toto; Widayat, Wahyu; Syani, Mamay
Chimica et Natura Acta Vol 12, No 1 (2024)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cna.v12.n1.45400

Abstract

Infeksi virus dengue (DENV) menjadi ancaman kesehatan global yang terus mengalami peningkatan kasus pada setiap tahun terutama pada musim penghujan, di daerah beriklim tropis maupun subtropis. Vaksin dengue yang tersedia saat ini berbahan dasar virus yang dilemahkan dinilai memiliki potensi antibody-dependent enhancement (ADE) yang memicu terbentuknya badai sitokin, berujung pada kondisi imunopatogenik. Melalui pendekatan imunoinformatika, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peptida sebagai epitop potensial dari protein selubung DENV serotipe 1-4 yang dapat berinteraksi dengan salah satu HLA dominan dan paling banyak dipelajari yaitu HLA-A*02:01, serta HLA-A*24:02 dan HLA-A*24:07, keduanya merupakan HLA kelas I yang paling dominan di populasi Indonesia. Sebanyak 43 protein selubung DENV disejajarkan dan diamati nilai entropi untuk memilih satu urutan residu dari setiap serotipe DENV yang lestari. Penyaringan imunoinformatika dilanjutkan sampai mendapatkan peptida yang memenuhi kriteria seleksi epitop sebagai kandidat epitop vaksin dengue yaitu bersifat antigenik, tidak homolog dengan protein manusia, bukan alergen, dan tidak toksik. Didapatkan 20 peptida memenuhi kriteria diantaranya 10/20 untuk HLA-A*02:01 serta 4/17 dan 6/17 yang mengikat HLA-A*24:02 dan HLA-A*24:07 secara berurutan. Penelitian ini merupakan awal dalam perancangan vaksin peptida dengue yang masih harus dilanjutkan dan dibuktikan secara in silico dengan melihat interaksi molekuler tiga dimensi antara kandidat epitop dengan masing – masing alel.