Problems and challenges in increasing the knowledge of partners who are ready to compete in serving tourists can be done through the interpretation of cultural arts. The purpose of this study is to determine the potential of cultural arts as a tourist attraction so that it can support the interpretation of media design. The study was carried out for six months in Lamajang Village with Pokdarwis Suryaloka as its partner. The activity approach uses the extension method in the form of knowledge transfer to partners and assistance. Primary data was obtained through observation, focus group discussions and interviews, while secondary data was obtained through several previous research documents, websites and policy documents. Descriptive qualitative data analysis became the method of analysis in this study. The results of the study found that the existence of intangible cultural heritage in Lamajang was a source for the design of the village life system of Lamajang. The four stages in the life system of Lamajang Village include the stages of birth, children, youth and adults. Each stage has a unique and meaningful artistic and cultural meaning for the people of Lamajang Village. The interpretation of the life system of Lamajang Village through visual media has the opportunity to provide education in addition to visiting tourists and the people of Lamajang Village. Abstrak Permasalahan dan tantangan dalam meningkatkan pengetahuan mitra yang siap untuk bersaing dalam melayani wisatawan dapat dilakukan melalui interpretasi seni budaya. Tujuan kajian ini adalah untuk mengetahui potensi seni budaya sebagai daya tarik wisata sehingga dapat menunjang dalam perancangan media interpretasinya. Kajian dilakukan selama enam bulan di Desa Lamajang dengan Pokdarwis Suryaloka sebagai mitranya. Pendekatan kegiatan menggunakan metode penyuluhan berupa transfer ilmu pengetahuan kepada mitra dan pendampingan. Data primer didapatkan melalui observasi, focus group discussion, dan wawancara, sementara data sekunder didapatkan melalui beberapa dokumen penelitian terdahulu, situs web, dan dokumen kebijakan. Analisis data kualitatif deskriptif menjadi metode analisis pada kajian ini. Hasil kajian menemukan bahwa adanya warisan budaya takbenda di Lamajang menjadi sumber bagi rancangan tata kehidupan Desa Lamajang. Empat tahapan dalam tata kehidupan Desa Lamajang meliputi tahapan kelahiran, anak-anak, remaja, dan dewasa. Setiap tahapan memiliki makna seni dan budaya yang unik dan bermakna bagi masyarakat Desa Lamajang. Interpretasi tata kehidupan Desa Lamajang melalui media visual berpeluang memberikan edukasi selain bagi wisatawan yang berkunjung maupun bagi masyarakat Desa Lamajang. Kata Kunci: desa lamajang; desa wisata; interpretasi; wisata edukasi.