Tuti Widianti
Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang, Indonesia. FMIPA UNNES Gd D6 Lt 1 Jln. Raya Sekaran- Gunungpati- Semarang 50229 Telp./Fax. (024) 8508033

Published : 17 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Deteksi Daging Babi Pada Produk Bakso di Pusat Kota Salatiga Menggunakan Teknik Polymerase Chain Reaction Fibriana, Fidia; Widianti, Tuti; Retnoningsih, Amin; -, Susanti
Biosaintifika: Journal of Biology & Biology Education Vol 4, No 2 (2012): September 2012
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Sciences, Semarang State University . Ro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/biosaintifika.v4i2.3928

Abstract

Teknik PCR mempunyai kemampuan yang sensitif untuk deteksi keberadaan daging babi di dalam daging segar maupun produk olahan yang dicampur dengan bahan lain. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah produk bakso yang dijajakan di pusat kota Salatiga mengandung daging babi. Teknik stratified random sampling digunakan untuk mengambil sampel bakso yang dijajakan 13 warung bakso dari 25 warung bakso yang tersebar di pusat Kota Salatiga. Isolasi dan purifikasi DNA sampel bakso, daging sapi, dan daging babi menggunakan metode isolasi DNA jaringan hewan. DNA hasil isolasi dilanjutkan proses PCR menggunakan primer p14 untuk mengamplifikasi lokus PRE-1 pada genom babi. Proses amplifikasi DNA dengan program denaturasi awal pada suhu 93 C selama 2 menit, diikuti 45 siklus terdiri atas denaturasi 93 C selama 1 menit, annealing 62 C selama 30 detik, ekstensi 72 C selama 1 menit, kemudian diakhiri ekstensi 72 C selama 2 menit. Produk PCR yang diharapkan muncul berukuran 481bp. Hasil elektroforesis gel agarose 1,2% pada produk PCR menunjukkan adanya pita DNA spesifik berukuran 481 bp pada daging babi dan sampel bakso nomor tiga belas, sehingga disimpulkan warung bakso nomor tiga belas produk baksonya mengandung daging babi.PCR technique has the ability to be sensitive to the detection of the presence of pork in fresh meat and processed products are mixed with other materials. The aim of this research to determine whether the product meatballs are sold in downtown Salatiga containing pork. Stratified random sampling technique is used to take samples of meatballs stall which sold 13 of the 25 meatballs stalls in the Salatiga City centre. Isolation and purification of DNA samples of meatballs, beef, and pork using DNA isolation method of animal tissue. DNA isolation results continue the process of PCR using primers to amplify p14 locus PRE-1 in the pig genome. DNA amplification process with initial denaturation program at a temperature of 93 C for 2 min, followed by 45 cycles consisting of denaturation 93 C for 1 min, annealing 62 C for 30 seconds, extension 72 C for 1 minute, then topped extension 72 C for 2 minutes. PCR products were expected to appear sized 481bp. Results of a 1.2% agarose gel electrophoresis of PCR products indicate a specific DNA band sized 481 bp on pork and meatball sample number thirteen, so it concluded meatball stall number thirteen baksonya products containing pork.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN HERBARIUM DAN INSEKTARIUM PADA TEMA KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP SEBAGAI SUPLEMEN MEDIA PEMBELAJARAN IPA TERPADU KELAS VII MTs Afifah, Ni’matul; Sudarmin, Sudarmin; Widianti, Tuti
Unnes Science Education Journal Vol 3 No 2 (2014): July 2014
Publisher : Department of Integrated Science, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Semarang in Collaboration with Perkumpulan Pendidikan IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/usej.v3i2.3346

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pembelajaran IPA terpadu menggunakan herbarium dan insektarium sebagai suplemen media pembelajaran dibandingkan tanpa herbarium dan insektarium pada tema klasifikasi makhluk hidup di MTs Al-Islam Jepara. Penelitian dilaksanakan pada kelas 7 MTs Al-Islam Jepara tahun ajaran 2012/2013 dengan desain Pretest-Posttest Control Group Design. Sampel yang digunakan adalah kelas 7B dan 7C, diambil dengan teknik cluster random sampling. Hasil penelitian pembelajaran IPA terpadu tema klasifikasi makhluk hidup diperoleh nilai rata-rata hasil belajar siswa kelas eksperimen sebesar 83,08 dan kelas kontrol sebesar 72,23. Persentase aktivitas siswa kelas eksperimen sebesar 82,05% lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 75,95%. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa efektivitas pembelajaran IPA terpadu menggunakan herbarium dan insektarium sebagai suplemen media pembelajaran lebih tinggi dibandingkan tanpa herbarium dan insektarium pada tema klasifikasi makhluk hidup kelas 7 MTs. This research aims to know the effectiveness learning of integrated science using herbarium and insectarium as supplement instructional media compare to without herbarium and insectarium on living things classification theme in MTs Al Islam Jepara. This research was conducted on class 7 MTs Al-Islam Jepara in the academic year of 2012/2013 using pretest-posttest control group design. The samples were class 7B and 7C which was chosen with cluster random sampling technique. From the result of integrated science learning on living things classification on theme, it was achieved the average score of students’ learning outcome on experimental group was 83,08 and control group was 72,23. Percentage the students’ activity on experimental group was 82,05% higher than compare to on control group was 75,95%. Based on the result and the discussion, it can be concluded that the effectiveness of integrated science learning use herbarium and insectariums as supplement instructional media is higher than without herbarium and insectarium on living things classification theme on class 7 MTs. 
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK PADA MATERI ARTHROPODA Widyaningrum, Ikke; Priyono, Bambang; Widianti, Tuti
Journal of Biology Education Vol 1 No 3 (2012)
Publisher : FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jbe.v1i3.1502

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan metode pembelajaran berbasis proyek  terhadap  aktivitas dan hasil belajar siswa kelas X SMA 1 Parakan  pada materi arthropoda. Penelitian ini menggunakan desain one shot case study. Subyek dalam penelitian ini adalah seluruh kelas X SMA Negeri 1 Parakan, sampel yang digunakan adalah kelas X7 dan X8 pengambilan sampel ditentukan dengan tehnik purposive random sampling. Data dianalisis menggunakan deskriptif persentase. Data keaktifan siswa diperoleh dengan lembar observasi keaktifan (pembuatan awetan dan presentasi), data hasil belajar menggunakan tes tertulis berupa multiple choise pada akhir pembelajaran. Hasil penelitian bahwa keaktifan menunjukkan bahwa pada kategori aktif dan sangat aktif mencapai 95,16% di kelas X7 dan 96,67% di kelas X8. Hasil belajar siswa di kelas X7 secara klasikal 93,55% dan 100% di kelas X8. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasaan disimpulkan bahwa penerapan metode pembelajaran berbasis proyek pada materi arthropoda berpengaruh terhadap aktivitas dan hasil belajar siswa kelas X SMA N 1 Parakan. The objective of this study  was to determine the effect of the implementation of project-based learning methods on  the students’activities and  achievement of Grade X students who were learning arthropods at public senior highschool, SMA 1 Parakan. This study used one-shot case study design. The subjects in this study  were the X7 and X8 students, sampled by purposive random sampling techniques. Data were analyzed by the use of descriptive percentages. Data were obtained by the student activity sheet, activity observation (manufacturing preservation and presentation) sheets, and multiple choice tests at the end of lessib. The result showed that the students’ activity  were classified ‘active and very active’, at least 95,16% from class X7  and 96,67% from class X8. Learning achievements of students from class  X7 were 93,55% and 100%  from class X8   passed the minimum standard of achievement. It was concluded that the implementation of project-based learning methods on Arthropod  affected students’ activity and learning achievements.
ASESMEN DAN HASIL BELAJAR BIOLOGI DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 1 BOJA Kurniati, Eka; Widianti, Tuti; Prasetyo, Andreas Priyono Budi
Journal of Biology Education Vol 5 No 2 (2016)
Publisher : FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jbe.v5i2.14650

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pelaksanaan asesmen yang dilakukan di SMP Negeri 1 Boja, mengidentifikasi hambatan dalam melaksanakan asesmen dan menganalisis hasil belajar siswa. Sumber data penelitian ini tiga guru IPA/Biologi, waka kurikulum dan sepuluh siswa kelas VII & VIII yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Data tentang pemahaman asesmen dan penerapannya, kemampuan guru menyusun dan menggunakan instrumen, kesesuaian asesmen, hambatan melaksanakan asesmen, kualitas soal dan ketuntasan hasil belajar diperoleh dengan wawancara, observasi dan dokumentasi; data respon siswa dan peran sekolah terhadap asesmen dengan wawancara. Data dianalisis menggunakan metode kualitatif Miles & Huberman. Hasil penelitian menunjukkan guru telah paham asesmen, menyusun instrumen dan menerapkan tes (pilihan ganda, menjodohkan, uraian), portofolio, dan unjuk kerja, tetapi belum sesuai kurikulum KTSP. Pelaksanaan asesmen terhambat oleh kurangnya waktu, banyak siswa dan tugas administrasi. Kualitas soal UTS dan UKK belum memenuhi syarat. Ketuntasan siswa rata-rata 60%. Respon siswa kurang baik, sistem penilaian guru tidak terbuka. Simpulan pelaksanaan asesmen di SMP Negeri 1 Boja belum memenuhi prinsip-prinsip penilaian, terkendala oleh banyaknya siswa dan kesibukan guru, hasil belajar rendah. This research was to deepen an understanding of biology learning assessment at Sekolah Menengah Negeri 1 Boja, to describe characteristics and problems faced by its biology teachers in the implementation of competency-based assessment and analyze students’ learning achievement. The prime resource persons of this research were three biology teachers, a vice school principal, and ten grade VII & VIII students selected by purposive sampling technique. Data an understating of assessment and its implementation, ability teachers’ in making and using instrument, uniformity of assessment, barriers impending assessment, quality test, and mastery learning outcomes were collected through observation, interview and documentation study; data of student responses and the role of schools in assessment were collected through interview. Data was analyzed by Miles & Huberman’s methode. The findings showed that teachers theoretically understood the nature of better assessment, making instrument, and applying test (multiple choice, matching, and essay), portfolio, and lab-work/demonstration but not yet fully implemented in accordance with the demands of school-based competency curriculum (KTSP). Iimplementation of classroom assessment impeding by time, students size, and load of teachers administration work. The quality UTS and UKK test not yet fully standart. The average of mastery learning result was 60%. Students respons were unfavorable, teachers didn’t transparant. In sum, implementation assessment at SMP Negeri 1 Boja not yet fully assessment principles, constrained students size and teachers’ activity, students’ learning achievement was low.
PENERAPAN STRATEGI STORY TELLING DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI MOLEKULER BERBASIS KOMPETENSI DAN KONSERVASI Mustikaningtyas, Dewi; Widianti, Tuti; Fibriana, Fidia
Journal of Biology Education Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jbe.v5i1.14667

Abstract

Telah dilakukan penelitian pembelajaran Biologi Molekular berbasis Kompetensi dan Konservasi menggunakan strategi Paired Story telling with picture untuk mendiskripsikan bentuk pembelajaran yang dapat menumbuhkembangkan nilai-nilai konservasi dalam diri mahasiswa serta mengetahui efektivitasnya. Subyek penelitian adalah mahasiswa program studi Pendidikan Biologi berjumlah 42 orang angkatan 2013 yang telah menggunakan kurikulum Unnes 2012. Pembelajaran Biologi molekular berbasis kompetensi dan konservasi didiskripsikan sebagai pembelajaran yang mengintegrasikan materi dengan nilai karakter konservasi menggunakan strategi paired storytelling with pictures dengan terlebih dahulu melakukan analisis Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) dan pemetaan materi ajar yang memiliki korelasi dengan tema karakter atau nilai-nilai moral dalam konservasi, yang selanjutnya dirumuskan indikator pencapaian SK, KD dengan menyertakan kualitas nilai-nilai konservasi. Pembelajaran yang dilakukan efektif dalam menumbuhkan nilai-nilai karakter dalam diri mahasiswa dengan indikator: (1) hasil penilaian diri (self assessment) 94,07% mahasiswa setuju dan sangat setuju dengan pernyataan tentang nilai karakter yang ada, (2) kemampuan komunikasi lisan mahasiswa dalam storytelling with picture70% mahasiswa memiliki performance sangat baik dan baik, dan (3) tanggapan mahasiswa terhadap pelaksanaan pembelajaran 97% mahasiswa berpendapat bahwa strategi pairedstory telling with pictures melatih kemampuan mahasiswa mengamati dan menganalisis gambar dan menceritakan kembali kepada teman secara tertulis maupun lisan. Molecular Biology and conservation competency-based described as learning that integrates the material with the character of the conservation value using paired strategy storytelling with pictures by analyzing the standard of competence and basic competence. Subjects in this study were 42 students of Biology Education year 2013 who have used the 2012 Unnes curriculum learning. Further, mapping of teaching materials that have a correlation with the theme of character or moral values in conservation was performed. Then, it indicators was formulated for achievement of standard of competence and basic competence to include the quality of conservation values. The results showed that lessons were effective in growing the value of conservation characters within the student by the indicator: (1) the results of self-assessment (self-assessment) was 94.07% of the students agreed and strongly agreed with the statement on the value of the existing character, (2) oral communication skills of students in storytelling by picture media was 70% of students have a performance very well and good, and (3) the response of students to the implementation of the study was 97% of the students found the strategy paired storytelling by picture media could train the students' ability to observe and analyze the image and retell to friends written or orally.
KEEFEKTIFAN MEDIA PEMBELAJARAN “SI IMUT” BERBASIS MASALAH MATERI SISTEM IMUN TERHADAP SIKAP PEKA DAN PEDULI KESELAMATAN DIRI DAN LINGKUNGAN SISWA Azka, Salma Hafiizhati Millatina; Indriyanti, Dyah Rini; Widianti, Tuti
Journal of Biology Education Vol 5 No 3 (2016)
Publisher : FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jbe.v5i3.14856

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguji keefektifan media pembelajaran “Si Imut” berbasis masalah materi sistem imun sikap peka dan peduli keselamatan diri dan lingkungan siswa. Penelitian ini dilaksanakan di kelas XI semester genap SMA N 13 Semarang dengan desain posttest only control design. Sampel yang diperoleh adalah kelas XI MIA 2 dan XI MIA 3, melalui teknik random sampling. Keefektifan diukur berdasarkan kompetensi sikap dengan predikat minimal B, dan ketuntasan kompetensi ketrampilan kelompok eksperimen > kelompok kontrol. Hasil perhitungan uji t, nilai kompetensi pengetahuan kelompok eksperimen > kelompok kontrol. Tanggapan guru dan siswa terhadap “Si Imut” minimal baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 100% siswa memperoleh sikap dengan predikat minimal B, ketuntasan ketrampilan kelompok eksperimen 90,9%, sedangkan kelompok kontrol 84,8%. Nilai rata-rata pengetahuan kelompok eksperimen sebesar 67, sedangkan kelompok kontrol 61. Guru dan siswa memberikan tanggapan sangat baik. Simpulan yang dapat diambil media pembelajaran “Si Imut” berbasis masalah materi sistem imun efektif terhadap sikap peka dan peduli keselamatan diri dan lingkungan siswa. This study aims to find out the effectiveness of “Si Imut” problem-based instructional media of immune system to students' sensitive and personal safety and environmentally conscious attitudes. This study was conducted by post-test only control design at grade XI. The samples of this study were grade XI MIA 2 and XI MIA 3 through random technique sampling. The effectiveness was reached if minimal stance competence predicate is B, and completeness of skill competence of experimental group is greater than control group. The results of t-test showed that experimental group was greater than control group. Response of teacher and students to “Si Imut” was good. The result showed that affective minimal predicate of 100% of students was B, the skill completeness of experimental group was 90,9%, while the control group was 84,8%. Knowledge mean score of experimental group was 67, while control group was 61. Teacher and students gave good response. It could be concluded that “Si Imut” problem-based instructional media of immune system learning was effective to improve students' sensitive and personal safety and environmentally conscious attitudes.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN HERBARIUM DAN INSEKTARIUM PADA TEMA KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP SEBAGAI SUPLEMEN MEDIA PEMBELAJARAN IPA TERPADU KELAS VII MTs Afifah, Ni’matul; Sudarmin, Sudarmin; Widianti, Tuti
Unnes Science Education Journal Vol 3 No 2 (2014): July 2014
Publisher : Department of Integrated Science, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Semarang in Collaboration with Perkumpulan Pendidikan IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/usej.v3i2.3346

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pembelajaran IPA terpadu menggunakan herbarium dan insektarium sebagai suplemen media pembelajaran dibandingkan tanpa herbarium dan insektarium pada tema klasifikasi makhluk hidup di MTs Al-Islam Jepara. Penelitian dilaksanakan pada kelas 7 MTs Al-Islam Jepara tahun ajaran 2012/2013 dengan desain Pretest-Posttest Control Group Design. Sampel yang digunakan adalah kelas 7B dan 7C, diambil dengan teknik cluster random sampling. Hasil penelitian pembelajaran IPA terpadu tema klasifikasi makhluk hidup diperoleh nilai rata-rata hasil belajar siswa kelas eksperimen sebesar 83,08 dan kelas kontrol sebesar 72,23. Persentase aktivitas siswa kelas eksperimen sebesar 82,05% lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 75,95%. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa efektivitas pembelajaran IPA terpadu menggunakan herbarium dan insektarium sebagai suplemen media pembelajaran lebih tinggi dibandingkan tanpa herbarium dan insektarium pada tema klasifikasi makhluk hidup kelas 7 MTs. This research aims to know the effectiveness learning of integrated science using herbarium and insectarium as supplement instructional media compare to without herbarium and insectarium on living things classification theme in MTs Al Islam Jepara. This research was conducted on class 7 MTs Al-Islam Jepara in the academic year of 2012/2013 using pretest-posttest control group design. The samples were class 7B and 7C which was chosen with cluster random sampling technique. From the result of integrated science learning on living things classification on theme, it was achieved the average score of students’ learning outcome on experimental group was 83,08 and control group was 72,23. Percentage the students’ activity on experimental group was 82,05% higher than compare to on control group was 75,95%. Based on the result and the discussion, it can be concluded that the effectiveness of integrated science learning use herbarium and insectariums as supplement instructional media is higher than without herbarium and insectarium on living things classification theme on class 7 MTs.Â