Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

EDUKASI 1000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN MELALUI KELAS IBU HAMIL BERBASIS PEMBELAJARAN ORANG DEWASADI KELURAHAN GIRIPURWO WONOGIRI Wahyuningsih; Bima Suryantara; Yunri Merida
Jurnal Medika Mengabdi Vol. 2 No. 2 (2026): Jurnal Medika Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Medika Suherman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59981/kfe33d79

Abstract

1000 (Seribu) hari pertama kehidupan yang selanjutnya disebut 1000 HPK merupakan suatu masa penting untuk seorang individu. Pada 1000 HPK, seorang individu bisa menentukan masa depan kehidupannya dalam bidang kesehatan. 1000 HPK dimulai dari masa kehamilan seorang wanita kemudian pemberian ASI eksklusif dalam 6 bulan pertama kehidupan dan dilanjutkan pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) sampai usia anak 2 tahun. Masa kehamilan terhitung sebanyak 270 hari, pemberian ASI ekeklusif 180 hari dan pemberian makanan tambahan sebanyak 550 hari. Kebutuhan zat gizi sangat tinggi untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan yang cepat selama kehidupan janin dan 2 tahun pertama kehidupan setelah lahir. Gizi kurang dan kesehatan yang buruk pada ibu dan anak selama periode tersebut memberikan dampak buruk bagi kehidupan bayi di masa dewasa yang bersifat permanen dan tidak dapat dikoreksi. Kelurahan Giripurwo merupakan salah satu kelurahan di kecamatan Wonogiri yang memerlukan edukasi 1000 HPK untuk menjadi bahan tambahan informasi dan pengetahuan khususnya pada ibu hamil. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil melalui pelaksanaan kelas ibu hamil berbasis Pembelajaran Orang Dewasa (POD). Metode yang digunakan meliputi ceramah, diskusi, demonstrasi, serta pemanfaatan media edukasi leaflet. Evaluasi dilakukan menggunakan pretest dan posttest untuk mengukur peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang 1000 HPK.
PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG TABLET TAMBAH DARAH DI POSYANDU ILP BANGKINANG Siswanto Pabidang; Yunri Merida; Fitri Rahayu
Jurnal Medika Mengabdi Vol. 2 No. 2 (2026): Jurnal Medika Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Medika Suherman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59981/sg2djk57

Abstract

Anemia pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang berdampak terhadap kesehatan ibu dan janin. Konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) merupakan salah satu upaya pencegahan anemia, namun tingkat pengetahuan ibu hamil tentang manfaat dan cara konsumsi TTD masih rendah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang konsumsi TTD di Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) Kelurahan Bangkinang. Metode pelaksanaan meliputi edukasi kesehatan melalui penyuluhan interaktif, diskusi, dan pembagian leaflet. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test pada 30 ibu hamil. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu hamil, di mana sebelum edukasi hanya 36,7% peserta memiliki tingkat pengetahuan baik, sedangkan setelah edukasi meningkat menjadi 80,0%. Edukasi kesehatan efektif meningkatkan pemahaman ibu hamil tentang pentingnya konsumsi TTD sebagai upaya pencegahan anemia. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat peran Posyandu ILP dalam peningkatan kesehatan ibu hamil secara berkelanjutan.
EDUKASI PERSIAPAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA IBU HAMIL DI DESA ABIANSEMAL, BADUNG, BALI NI PUTU DIANIKA SRI CAHYANI; Siswanto Pabidang; Yunri Merida
HIKMAYO: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AMAYO Vol. 5 No. 1 (2026): HIKMAYO : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM Akademi Manajemen Administrasi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56606/hikmayo.v5i1.390

Abstract

Cakupan pemberian ASI eksklusif di Kabupaten Badung, khususnya wilayah kerja Puskesmas Abiansemal, masih belum mencapai target yang ditetapkan. Rendahnya pengetahuan dan kesiapan ibu hamil merupakan salah satu faktor yang memengaruhi keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesiapan ibu hamil dalam persiapan pemberian ASI eksklusif. Kegiatan dilaksanakan di Desa Abiansemal, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Provinsi Bali dengan sasaran 25 ibu hamil. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan melalui ceramah interaktif, diskusi, demonstrasi teknik menyusui, serta pemanfaatan media edukasi berupa leaflet ASI eksklusif. Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu hamil, dengan rata-rata skor pre-test sebesar 68% meningkat menjadi 100% pada post-test. Selain itu, ibu hamil menunjukkan kesiapan dan sikap positif dalam mendukung pemberian ASI eksklusif setelah persalinan.
Hubungan Karakteristik Ibu Hamil Dengan Tingkat Pengetahuan Tentang Tanda Bahaya Pada Kehamilan Di Puskesmas Galur II Elina Diassafira; Yunri Merida; Riska Ismawati Hakim
Journal of Midwifery Science: Basic and Applied Research Vol. 8 No. 1 (2026): Mei 2026
Publisher : Prodi Kebidanan Blora Program Diploma Tiga Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jomisbar.v8i1.13685

Abstract

Pregnancy complications remain a leading cause of maternal mortality, yet many can be prevented if danger signs are recognized early. Maternal knowledge is a critical factor in prevention efforts. This study aimed to analyze the relationship between maternal characteristics and knowledge of pregnancy danger signs at Galur II Community Health Center, Kulon Progo. The population consisted of all pregnant women attending antenatal care from January to May 2025 (n = 70). A total of 41 respondents were selected using purposive sampling. A cross-sectional correlational design was applied, and data were collected using a structured questionnaire. Data analysis employed the Fisher Exact test. Results showed significant associations between maternal age (p = 0.005), parity (p < 0.001), educational attainment (p < 0.001), and sources of information (p = 0.008) with knowledge of pregnancy danger signs. In conclusion, maternal age, parity, education level, and access to information were key determinants of knowledge regarding pregnancy danger signs. Strengthening maternal health education and optimizing information sources are recommended to improve awareness and reduce preventable pregnancy complications.