Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI MAHASISWA TENTANG PROFESI KEPERAWATAN DENGAN MOTIVASI MELANJUTKAN PENDIDIKAN PROFESI NERS DI STIKES MAHARANI MALANG Mokhammad Farid Firmansya; Lilla Maria; Nining Loura Sari
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 5 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v5i2.762

Abstract

Pendidikan keperawatan merupakan bagian dari pendidikan nasional yang terdiri dari dua aspek pendidikan yaitu pendidikan akademik dan pendidikan profesi. Kedua tahap pendidikan keperawatan ini wajib diikuti jika ingin menjadi keperawatan profesional. Tidak semua mahasiswa keperawatan mengikuti program profesi keperawatan dikarenakan salah satunya faktor motivasi. Persepsi menjadi salah satu faktor yang dapat mempengaruhi motivasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara persepsi mahasiswa tentang profesi keperawatan dengan motivasi melanjutkan pendidikan profesi ners di Stikes Maharani Malang. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini yaitu seluruh mahasiswa semester 6 sampai 14. Teknik pengambilan sampel yaitu dengan cara total sampling. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan alat ukur kuesioner. Dalam menganalisa data digunakan uji spearman rho rank. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara persepsi mahasiswa tentang profesi keperawatan dengan motivasi melanjutkan pendidikan profesi ners di Stikes Maharani Malang dengan nilai p = 0,000 < 0,05 dan nilai r = 0,545 yang menyatakan hubungan mengarah pada hubungan positif dengan kekuatan sedang. Persepsi mahasiswa tentang profesi keperawatan memiliki hubungan terhadap motivasi melanjutkan pendidikan profesi ners di Stikes Maharani Malang. Semakin positif persepsi mahasiswa tentang profesi keperawatan akan meningkatkan motivasinya dalam melanjutkan pendidikan profesi ners. Kata kunci : Persepsi, Motivasi, Mahasiswa, Keperawatan, Pendidikan Profesi Ners
THE EFFECT OF NON-NUTRITIVE SUCKING (PACIFIER) ON THE BABY'S PAIN RESPONSE WHEN VENOUS BLOOD COLLECTION IS CARRIED OUT IN THE NEONATOLOGY ROOM OF LAVALETTE HOSPITAL Frety Rahmasari; Director Trigantara; Nining Loura Sari
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v7i2.819

Abstract

Pacifiers are a safe and effective method that can provide comfort to newborns, especially when feeling sick. Neonatal babies born in the first 28 days often experience pain when undergoing treatment and treatment procedures, one of which is blood sampling. The use of non-nutritive sucking is very effective in reducing neonatal pain during invasive procedures or heel piercing. The research design used is quasi-experimental design. The sample consisted of 2 groups, namely the control group without intervention totaling 30 infants and the NNS intervention group totaling 30 infants. Data analysis technique using Independent sample t test. The results showed that the value of equal variances assumed is known as the sig value. (2-tailed) of 0.000 < 0.05. It can be concluded that there is an influence of the baby's NIPS scale by giving pacifier intervention to the baby during venous blood collection at the hospital. Lavalette.
Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Dengan Kejadian Penyakit Skabies Pada Remaja Santri Di Pesantren Nurul Muttaqin Malang Ibrahim; Reny Tri Febriani; Nining Loura Sari
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 5 No. 1sp (2023): Special Issue Outcome PDP
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v5i1sp.645

Abstract

Skabies adalah infeksi kulit yang disebabkan Sarcoptes scabiei tungau (mite) berukuran kecil yang hidup didalam kulit penderita. Skabies menyebabkan rasa gatal pada kulit akibat terdapatnya tungau sarcoptes scabiei. Penyebaran penyakit skabies kontak langsung dan secara tidak langsung misalkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) yang kurang baik. Prevalensi skabies di puskesmas seluruh Indonesia menduduki urutan ketiga dari 12 penyakit kulit tersering. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan perilaku hidup bersih dan sehat dengan kejadian penyakit skabies pada remaja santri di Pesantren Nurul Muttaqin Malang. Metode penelitian menggunakan korelasi analitik dengan pendekatan cross secsional, responden sebanyak 83 remaja santri dengan tekhnik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden, yaitu 84.30% memiliki perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) yang baik dan sebagian besar responden yaitu 91.6% responden mengalami kejadian skabies. Hasil uji Spearman’s rho menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0.000<0.05 korelasi yang cukup kuat dengan nilai yang negatif dimana kedua variabel memiliki hubungan yang tidak searah jika PHBS baik maka kejadian Scabies juga menurun. Hasil penelitian menyimpulkan terdapat hubungan perilaku hidup bersih dan sehat dengan kejadian penyakit skabies dengan korelasi yang cukup kuat. PHBS menjadi kunci pemutusan penularan penyakit menular seperti skabies. Responden yang PHBS cukup dan terkena scabies, PHBS belum dilakukan secara benar contohnya jarang mengganti pakaian, melakukan pinjam meminjam alat pribadi seperti pakaian dan alat solat, dimungkinkan akan menjadi resiko terkena kulit santri yang terkena scabies sehingga cepatnya penularan scabies. Disiplin dalam melaksanakan perilaku bersih dan sehat menjadi salah satu tindakan yang harus dilakukan untuk menurunkan angka kejadian scabies
Hubungan Dukungan Keluarga Terhadap Kesehatan Jiwa Remaja Pertengahan di SMA Widyagama Malang Fevtikasari, Anggyta; Laksana, Kurnia; Nining Loura Sari
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 11 No 1 (2026): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jkm.v11i1.28609

Abstract

Background: Middle adolescence is an important period in human development, during this period adolescents experience significant physical, emotional, and social changes so that they are vulnerable to mental health problems. Good family support can help adolescents face challenges, which can prevent adolescent mental health problems. Objective: to identify The purpose of this study was to analyze the relationship between family support and mental health of middle adolescents at SMA Widyagama Malang Methods: This article This research method uses a correlational design with a cross-sectional design. The independent variable is family support and the dependent variable is mental health. The subjects of this study were students in grades X, XI, and XII. The sampling technique used proportionate random sampling. The research sample was 87 respondents. Results: The results of statistical tests using Spearmank Rank on the difficult aspect obtained p = 0.000 (p value ≤ 0.05 means there is a correlation) and r = 0.500 (the strength of the correlation category is sufficient) on the strength aspect obtained p = 0.000 (p value ≤ 0.05 means there is a correlation) and r = 0.417 (the strength of the correlation category is sufficient). This means that there is a relationship between family support and mental health of middle-aged adolescents at SMA Widyagama Malang Conclusion: These results indicate that families play a role in maintaining adolescent mental health. The higher the family support given, the better the adolescent mental health, conversely, the lower the family support given, the worse the adolescent mental health. The results of this study are expected to make adolescents more open to their families when experiencing mental health problems and for schools to provide guidance to adolescents or their families to support adolescent mental health.