Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS PEMAHAMAN KONSEP OPERASI HITUNG BILANGAN BULAT MAHASISWA PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR Rince Sefriana Margarita Benu; Konradus Silvester Jenahut; Adam Bol Nifu Benu
Alpen: Jurnal Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 1 (2022): Januari-Juni 2022
Publisher : FKIP Universitas Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/alpen.v6i1.117

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman konsep operasi bilangan bulat mahasiswa PGSD dan kendala yang dihadapi mahasiswa dalam menyelesaikan masalah matematika. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa PGSD Universitas San Pednro tahun Ajaran 2021/2022 sebanyak 21 orang. Instrumen dalam penelitian ini adalah tes pemahaman konsep, pedoman wawancara, dan dokumentasi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes tertulis, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data tes pemahaman konsep berdasarkan indikator pemahaman konsep yang ditentukan dan deskripsi hasil wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman konsep operasi bilangan bulat mahasiswa PGSD berada pada rentangan kategori cukup. Beberapa kendala yang dihadapi mahasiswa dalam menyelesaikan masalah matematika adalah 1) Mahasiswa memiliki pemikiran bahwa matematika itu sulit sehingga mereka tidak ter9motivasi dalam belajar 2) Mahasiswa masih beranggapan bahwa matematika terlalu banyak rumus, 3) Mahasiswa mahasiswa tidak memahami soal dengan benar sehingga sulit merepresentasikan masalah dalam model matematika, 4) Mahasiswa tidak memahami konsep secara lengkap sehingga tidak bisa mengaplikasikan dalam memecahkan masalah dan 5). Mahasiswa belum memahami pentingnya matematika dalam kehidupan sehari-hari. Saran yang dapat disampaikan terkait dengan hasil penelitian ini adalah perlu dilakukan upaya lanjutan untuk meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematis mahasiswa PGSD pada materi operasi bilangan bulat secara kreatif dan inovatif menggunakan media pembelajaran secara kontekstual dan media pembelajaran berbasis teknologi.
Analysis of Science Learning Local Context (SeLoC) with Entrepreneurship Orientation for Life-Long Learning of Junior High School Students Lipikuni, Hilary Fridolin; Henukh, Anderias; Benu, Rince Sefriana Margarita
Journal of Natural Science and Integration Vol 7, No 2 (2024): Journal of Natural Science and Integration
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jnsi.v7i2.33144

Abstract

This study aims to explore how the implementation of Science Learning Local Context (SeLoC) with an entrepreneurial orientation can support the development of lifelong learning (LLL) skills in junior high school students. The study used a descriptive method with a mixed methods approach. This study involved 10 schools in Kupang as well as 20 science teachers and 200 students/ Instruments used included questionnaires, in-depth interviews, and observations. Data were collected through interviews with teachers and students, observations of the implementation of SeLoC in class, and questionnaires to measure student and teacher perceptions. Qualitative data analysis was carried out thematically to identify patterns of student engagement and entrepreneurship integration, while quantitative data were analyzed using descriptive statistics. The results of interviews with teachers showed that SeLoC integration was viewed positively because it was able to improve practical skills and student engagement in science learning. However, the implementation of SeLoC is still limited to extracurricular projects. From the results of student interviews, they felt more interested in science learning that was relevant to everyday life. Observations revealed that SeLoC had not been fully integrated into the formal curriculum. The results of the questionnaire showed the majority of respondents (50%) agreed that SeLoC encourages innovation in learning, 45% agreed that science results can be used for new products, and 50% agreed that SeLoC develops an entrepreneurial and ethical mindset. In lifelong learning skills, 45% of respondents agreed that science learning supports learning continuity and increases adaptation and motivation, and 40% agreed that it supports independent learning. This study recommends further development of the SeLoC curriculum and specific training for teachers.Keywords:science learning, local context, entrepreneurship, life-long learning
Simulasi Media Pembelajaran Matematika untuk Meningkatkan Kemampuan Numerasi Siswa pada Taman Baca Oesapa Kelurahan Kelapa Lima Kota Kupang Rince Sefriana Margarita Benu; Osniman Paulina Maure; Konradus Silvester Jenahut
ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/abdiunisap.v2i1.224

Abstract

Taman Baca Oesapa memiliki peranan strategis sebagai pusat kegiatan pendidikan informal di tengah masyarakat Kelurahan Kelapa Lima. Namun demikian terdapat keterbatasan media pembelajaran matematika di Taman Baca Oesapa ini. Selain itu, kemampuan numerasi siswa Taman Baca Oesapa masih tergolong rendah. Kemampuan numerasi merupakan hal yang sangat penting bagi siswa karena berdampak pada peningkatan kemampuan akademis sekaligus kemampuan adaptasi siswa di era informasi. Oleh sebab itu, kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan akademis, terkhususnya dalam peningkatan kemampuan numerasi (bilangan bulat) siswa melalui implementasi media Pembelajaran Matematika. Keberhasilan kegiatan PKM ini dapat menjadi modal untuk pengembangan program pembelajaran yang lebih luas dan berkelanjutan di berbagai tingkatan pendidikan. Dengan adanya pemahaman mendalam terhadap latar belakang pembelajaran matematika di Taman Baca Oesapa, kegiatan PKM ini dapat dirancang dan diimplementasikan secara kontekstual sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik siswa di wilayah tersebut. Metode pelaksanaan yang digunakan dalam PKM ini dilakukan dalam 3 tahapan, yaitu tahap persiapan, pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan PKM, disimpulkan bahwa penggunaan media pembelajaran dalam proses pembelajaran sangat membantu siswa untuk memahami materi bilangan bulat. Hal ini terlihat dari hasil pretest dan posttest yaitu 51.764 dan 76.823 yang menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terkait operasi bilangan bulat.
Pemberdayaan Komunitas Belajar 'Setitik Cahaya Genz' Melalui Penggunaan Media Kartu Bilangan untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Matematika Rince Sefriana Margarita Benu; Osniman Paulina Maure; Timoteus Ajito; Konradus Silvester Jenahut; Oded Liunokas
ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/abdiunisap.v3i1.393

Abstract

Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pemahaman konsep matematika melalui media kartu bilangan bagi anak-anak SD pada komunitas belajar “Setitik Cahaya Genz”. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat ini akan diterapkan serangkaian proses kegiatan yang sudah terstruktur dan ditata secara sistematis, yakni 1). Perencanaan, 2). Pelaksanaan dan 3). Evaluasi. Sasaran dari kegiatan PKM ini adalah anak-anak SD yang berada pada jenjang kelas I-III dengan jumlah 15 orang. Melalui pendekatan partisipatif, tim peneliti dan relawan mengembangkan dan menerapkan media kartu bilangan dalam proses pembelajaran. Kegiatan PKM ini dilakukan selama 4 kali pertemuan. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman konsep matematika, khususnya dalam operasi bilangan cacah seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Hal ini terlihat dari nilai rata-rata pretest meningkat setelah dilaksakan posttest yaitu 51,9 meningkat menjadi 86,6. Selama proses pelaksanaan PKM siswa terlihat sangat berantusias dan termotivasi untuk mempelajari materi operasi bilangan cacah karena adanya media kartu bilangan yang menarik dengan beragam warna dan bentuk. Para pendidik dapat memanfaatkan berbagai media kartu bilangan dalam pembelajaran untuk mengajarkan konsep-konsep matematika.