Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal i tabaos

PENGENDALIAN KUALITAS ROLL KARUNG DENGAN METODE SPC DAN PDCA PADA PK ROSELLA BARU MOJOKERTO Ardana, Muhammad Yudha; Widiasih, Wiwin
i tabaos Vol 3 No 3 (2023)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/i-tabaos.2023.3.3.190-200

Abstract

PK Rosella Baru bergerak dalam industri pembuatan kemasan karung plastik. Kualitas merupakan suatu kunci utama perusahaan karena dengan kualitas yang baik dapat dikatakan suatu prestasi bagi perusahaan. Pada data produksi periode tahun 2022 ditemukan bahwa beberapa cacat yang terjadi pada proses penganyaman melebihi 2% dari ketentuan perusahaan. Hal tersebut dapat menghambat proses produksi selanjutnya dan perusahaan akan mengalami kerugian karena biaya produksi, dan juga pengeluaran untuk membeli/men-supply roll karung dari perusahaan lain. Penelitian dilakukan dengan tujuan agar dapat mengetahui tingkat pengendalian kualitas produk karung, penyebab cacat produk dan tindakan pencegahan atau usulan perbaikan untuk mengurangi tingkat kecacatan tersebut. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Statistical Process Control (SPC) dan PDCA yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dengan mengurangi tingkat kecacatan. Dari hasil perhitungan dan analisis Statistical Process Control (SPC) dari ketiga jenis cacat, cacat karung berlubang yang dominan terjadi sebesar 4.494 kg dengan persentase 48%. Kemudian pada perhitungan peta kendali ditemukan sampel data ke 1,5, 6, 7 dan 12 berada di luar batas kendali. Pada hasil diagram sebab akibat ditemukan faktor antara lain manusia, mesin, bahan baku, metode dan lingkungan yang dapat menyebabkan kecacatan. Lalu berdasarkan hasil PDCA didapatkan usulan perbaikan dengan membuat SOP tertulis dan juga checksheet untuk pengontrolan mesin.
PENGENDALIAN KUALITAS UNTUK MENGURANGI JUMLAH CACAT PRODUK DENGAN PENDEKATAN PETA KENDALI P SERTA USULAN PERBAIKAN ( STUDI KASUS DI PT. BARATA INDONESIA (PERSERO) ) Sumarsono, Dendy; Widiasih, Wiwin
i tabaos Vol 4 No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/i-tabaos.2024.4.1.1-16

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah penerapan sistem pengendalian kualitas produk pada PT Barata Indonesia (PERSERO) sudah terkendali atau belum terkendali, serta mencari tahu penyebab kerusakan produk pada PT Barata Indonesia (PERSERO) dan memberi usulan perbaikan. Pada penelitian kali ini, metode yang akan digunakan adalah membuat Histogram, peta kendali, Diagram Pareto dan diagram tulang ikan (Fishbone). Metode-metode tersebut digunakan untuk mengidentifikasi jenis kerusakan produk yang terjadi, serta mencari penyebab terjadinya kerusakan. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa pengendalian kualitas produk pada PT Barata Indonesia (PERSERO) masih ada yang belum terkendali, dengan rata-rata kerusakan produk sebesar 20% pada bulan Januari – April 2023 . Jenis kerusakan yang paling banyak terjadi adalah Srinkage dengan jumlah 460 dari total produk cacat pada bulan Januari – April 2023. Dari hasil observasi lapangan dan wawancara, faktor-faktor yang menjadi penyebab kerusakan ini adalah faktor manusia, peralatan, metode kerja bahan baku dan Lingkungan kerja.
ANALISIS PERAWATAN PAPER MACHINE UNTUK MENGURANGI KERTAS PUTUS PADA PT.X PAPER MILLS DI JAWA TIMUR Santosa, Praditya Dimas; Widiasih, Wiwin
i tabaos Vol 4 No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/i-tabaos.2024.4.1.17-26

Abstract

PT.X merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri kertas yang menggunakan limbah kertas daur ulang untuk dijadikan kertas baru. Dalam proses produksi sering mengalami downtime yang disebabkan kerusakan mesin dan mengalami cacat produksi berupa kertas putus, akibat PT.X menerapkan corrective maintenance, yaitu melakukan perbaikan ketika mesin mengalami kerusakan. Untuk mengatasi hal tersebut penelitian ini dilakukan untuk merubah perawatan pada PT.X menjadi preventive maintenance untuk memaksimalkan paper machine dan mengurangi downtime. Setelah menggunakan diagram pareto 80:20 dihasilkan komponen kritis boiler, screen, dan wire pada paper machine 1 sendangkan roll, vacuum, dan wire pada paper machine 2. Hasil perhitungan didapatkan interval preventive pada kompnen boiler 43 hari sekali, komponen screen 34 hari sekali, komponen wire paper machine (1) 49 hari sekali, komponen roll 78 hari sekali, komponen vacuum 42 hari sekali dan komponen wire paper machine (2) 19 hari sekali dengan nilai keandalan sebesar 50%. Sehingga didapatkan perkiraan pengeluaran pertahun untuk preventive maintenance sebanyak Rp.145.500.000,-
USULAN WAKTU DAN BIAYA PERAWATAN PREFENTIF MESIN LINE 1 HORIZONTAL GUNA MENURUNKAN WAKTU DOWNTIME (STUDI KASUS: PT XYZ) Syahputro, Wahyu Eko; Widiasih, Wiwin
i tabaos Vol 4 No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/i-tabaos.2024.4.1.27-39

Abstract

PT XYZ merupakan perusahaan yang memproduksi makanan dan minuman. Perusahaan tersebut sering mengalami downtime yang cukup tinggi. Dimana downtime menyebabkan rendahnya nilai OEE. Hal tersebut terjadi karena sering rusaknya sebuah mesin saat proses produksi sedang berlangsung. Masalah tersebut terjadi di area packing pada mesin line 1 horizontal. Pada penelitian kali ini peneliti ingin menerapkan perawatan prefentif dengan memperhitungkan nilai keandalan pada mesin line 1 horizontal dengan harapan dapat membantu menurunkan nilai downtime pada di line 1 horizontal. Analisis dilakukan dengan menentukan komponen kritis sesuai dengan uji kesesuaian distribusi pada mesin line 1 horizontal, melakukan perhitungan nilai reliability, dan MTTF. Selanjutnya menentukan jarak waktu perbaikan dan penjadwalan, biaya yang diperlukan untuk melakukan perawatan prefentif serta membandingkan dengan biaya corrective maintenance. Setelah dilakukannya perhitungan dapat diketahui untuk biaya yang harus dikeluarkan perusahaan untuk melakukan preventive maintenance sebesar Rp 436.200.000 dimana angka tersebut menunjukkan adanya penghematan biaya sebesar Rp 567.400.000 dari biaya perawatan secara korektif sebelumnya sebesar Rp 1.003.600.000.