Feni Sulistyawati
Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana

Published : 11 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Sunat Perempuan Di Indonesia: Potret terhadap Praktik Female Genital Mutilation (FGM) Feni Sulistyawati; Abdul Hakim
Jurnal Hawa : Studi Pengarus Utamaan Gender dan Anak Vol 4, No 1 (2022): Juni
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/hawapsga.v4i1.6753

Abstract

Kesehatan reproduksi merupakan hak setiap individu. Terdapat ketidaksetaraan terkait masalah kesehatan reproduksi salah satunya praktik sunat perempuan/ Female Genital Mutilation (FGM). Beberapa organisasi kesehatan mengecam adanya praktik FGM karena dinilai berbahaya. Praktik FGM masih terdapat di Indonesia hingga saat ini. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan kasus FGM di Indonesia. Metode menggunakan study literatur dari dua belas artikel yang sesuai dengan kriteria screening. Hasil yang diperoleh yakni praktik FGM di Indonesia berkembang hampir diseluruh wilayah di Indonesia yakni Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara, Kalimantan dan Sulawesi yang dipengaruhi oleh adat, budaya serta faktor religiositas dengan menggunakan berbagai macam prosedur. Praktik FGM tidak hanya dilakukan oleh dukun akan tetapi juga tenaga kesehatan. Praktik FGM berkembang pesat di Indonesia meskipun pemerintah telah melakukan berbagai upaya guna menghapus praktik tersebut. Perlu adanya pengawasan ketat dari pemerintah karena masih terdapat daerah yang melakukan praktik FGM secara sembunyi sembunyi. Hasil penelitian ini berkontribusi sebagai dasar untuk pengembangan peneliti selanjutnya dalam melaksanakan penelitian lapangan terkait dengan praktik FGM di Indonesia
Evaluasi Capaian Program Kesehatan Ibu Puskesmas X Kabupaten Badung Tahun 2020 Feni Sulistyawati
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol. 6 No. 1 (2022): JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKes Hafshawaty Pesantren Zainul Hasan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33006/ji-kes.v6i1.409

Abstract

Abstrak Kematian maternal seringkali disebabkan adanya komplikasi dari kehamilan dan persalinan. Millenium Development Goals (MDGs) menyatakan kematian maternal menjadi penghambat pencapaian sasaran dalam meningkatkan kesehatan ibu. Puskesmas sebagai layanan kesehatan primer memegang peranan penting dalam pencapaian tersebut. Pada tahun 2019 Puskesmas X memiliki rata-rata pencapaian cakupan indikator program kesehatan ibu sebanyak 106%. Pada tahun 2020 bertepatan dengan pandemi COVID-19 diperlukan evaluasi program kesehatan ibu. Tujuan penelitian ini untuk mempelajari pencapaian indikator program kesehatan ibu di Puskesmas X Kabupaten Badung Tahun 2020. Pengumpulan data menggunakan data sekunder dengan analisis deskriptif. Hasil menunjukkan capaian indikator program kesehatan ibu tahun 2019 (106%) dan 2020 (118,22%). Terjadi penurunan rata-rata sasaran/ jumlah pasien pada semua indikator capaian program kecuali deteksi resiko tinggi oleh tenaga kesehatan. Secara umum terjadi peningkatan rata-rata capaian indikator program akibat penurunan rata-rata sasaran/ jumlah pasien yang ditetapkan oleh Dinas Kesehatan setempat dampak dari pandemi. Meski demikian rata-rata sasaran/ jumlah pasien mengalami penurunan. Diharapkan upaya perbaikan dilakukan sesuai dengan plan, do, check dan action (PDCA) dan peningkatan pemantauan oleh tenaga kesehatan pada tiap layanan kesehatan sehingga program dapat berjalan dengan lancar.Kata kunci  : Evaluasi, Program, Kesehatan IbuAbstractComplications during pregnancy and childbirth are frequently to blame for maternal deaths. Maternal mortality is a barrier to attaining targets for improving maternal health, according to the Millennium Development Goals (MDGs). This accomplishment is significantly aided by Public Health Centers as primary healthcare providers. The average indicator coverage for maternal health programs at Public Health Center X in 2019 was 106%. Evaluation of maternal health initiatives is required in 2020, the year of the COVID-19 pandemic.The purpose of this study was to study the achievement of maternal health program indicators at Puskesmas X, Badung Regency in 2020. Data collection used secondary data with descriptive analysis. The results show the achievement of maternal health program indicators in 2019 (106%) and 2020 (118.22%). There was a decrease in the average target/number of patients in all program achievement indicators except for high risk detection by health workers. In general, there was an increase in the average achievement of program indicators due to a decrease in the average target/number of patients set by the local Health Office as a result of the pandemic. However, the average target/number of patients has decreased. It is hoped that improvement efforts will be carried out in accordance with the plan, do, check and action (PDCA) and increased monitoring by health workers in each health service so that the program can run smoothly.Keywords    : Evaluation, Program, Maternal Health
IMPLEMENTASI PROGRAM INDONESIA SEHAT DENGAN PENDEKATAN KELUARGA (PIS-PK) PADA MASA PANDEMI Ni Luh Purnama Yanti; Feni Sulistyawati
Jurnal Delima Harapan Vol 9 No 2 (2022): September
Publisher : AKADEMI KEBIDANAN HARAPAN MULYA PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31935/delima.v9i2.195

Abstract

In achieving the highest degree of public health, the Public Health Center organizes public health efforts (UKM) and individual health efforts (UKP) by prioritizing promotive and preventive efforts. UKP and UKM are implemented through Public Health Center program. One of Public Health Center programs is the Healthy Indonesia Program with a Family Approach (PIS-PK). In its implementation, the function between UKP and UKM must be balanced in order to achieve an increase in the degree of public health. The current Covid-19 pandemic has also affected the implementation of the program at the Public Health Center. This study aims to determine the implementation of the Healthy Indonesia Program with a Family Approach (PIS-PK) during the Covid-19 pandemic at the Kediri III Health Center. This study uses a qualitative method with a case study approach. The sample selection used purposive sampling, namely an informant. Data collection based on primary and secondary data was carried out by means of interviews and document review. Data analysis using bottleneck analysis from Tanahashi. There are limited facilities and infrastructure due to the absence of internal health center policies related to PIS-PK, equipment and also the budget for PIS-PK implementation. In addition, the achievement of PIS-PK indicators is still low, especially on indicators of TB treatment, hypertension treatment and also family members who do not smoke. Another obstacle is related to the achievement of Healthy Family Index which is still classified as an unhealthy family. There are obstacles in terms of supply and demand. It is hoped that there will be good coordination and communication between the Health Office and the Public Health Center. The Public Health Center should develop internal policies related to the implementation of PIS-PK.
TREN MENOLAK VAKSIN Feni Sulistyawati; Ni Putu Widarini
Indonesian Journal for Health Sciences Vol 6, No 2 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ijhs.v6i2.4716

Abstract

Vaksinasi memberikan efek pada sistem kekebalan tubuh serta melindungi tubuh dari berbagai penyakit yang dapat dihentikan dengan vaksin. Meski demikian masih terdapat masyarakat yang menolak adanya vaksinasi. Gerakan penolakan vaksin tersebut sudah lama terjadi baik di dalam maupun luar negeri.  Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui penolakan vaksin yang terjadi di negera berkembang dan negara maju. Artikel ini ditulis dengan menggunakan studi literatur pencarian database Google Schoolar dan Pubmed dari tahun 2016-2020 dengan sintaks kata kunci database dan diperoleh 28 temuan yang sesuai dengan topik. Hasil studi pustaka menunjukkan bahwa penyebab penolakan di negara berkembang lebih mengacu pada kepercayaan agama yang melarang penggunaan vaksin sedangkan di negara maju disebabkan ketidakpercayaan masyarakat terhadap instansi pemerintahan, otoritas kesehatan, dan industri farmasi yang diyakini mengambil keuntungan dengan adanya program vaksin serta mitos yang berkembang terkait efek samping vaksinasi yang menyebabkan autisme. Diperlukan adanya edukasi kesehatan dengan mempertimbangkan keyakinan, sehingga mampu mengubah keputusan masyarakat dalam melakukan vaksinasi, kerja sama pemerintah dan multisektor lainnya dalam kampanye vaksin serta adanya kebijakan yang tegas dari pemerintah dalam membantu terlaksananya pencapaian program vaksinasi.
Upaya Pencegahan Stunting di Masa Pandemi Covid-19 Feni Sulistyawati; Ni Putu Widarini
Gorontalo Journal of Public Health VOLUME 5 NOMOR 1, APRIL 2022
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gjph.v5i1.1997

Abstract

Stunting merupakan gangguan terkait tumbuh kembang anak dengan tinggi badan kurang dari dua deviasi standar pertumbuhan anak WHO. Secara global terjadi penurunan kasus kejadian stunting akan tetapi pandemi Covid-19 memberikan pengaruh dalam peningkatan kasus stunting di Indonesia. Berbagai tantangan akibat adanya keterbatasan ruang gerak menjadi penghambat dalam melaksanakan program pencegahan stunting. Tujuan studi literatur ini untuk mengetahui upaya pencegahan yang tepat dalam penurunkan stunting saat pandemi Covid-19. Artikel ini ditulis dengan menggunakan studi literatur dan mencari database dari Google Scholar dari 2020 hingga 2021 dengan sintaks kata kunci untuk database. Sebanyak 7 artikel diulas dalam tulisan ini. Hasil studi pustaka menunjukkan bahwa pencegahan stunting dapat dilakukan secara langsung dengan pemberian kartu stunting, pendidikan keluarga dan media audiovisual sedangankan secara tidak langsung melalui telemedicine/ electronic health yakni aplikasi, grup whatsapp dan youtube. Upaya pencegahan tersebut dilakukan guna meningkatkan kesehatan khususnya pemenuhan gizi sehingga mencegah terjadinya stunting yang terhambat selama masa pandemi Covid-19
KEJADIAN STUNTING MASA PANDEMI COVID-19 Feni Sulistyawati; Ni Putu Widarini
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 17, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (604.772 KB) | DOI: 10.35842/mr.v17i1.587

Abstract

Stunting merupakan salah satu masalah kependudukan. Hampir seperempat balita di seluruh dunia mengalami kejadian stunting dan diprediksi akan mengalami peningkatan kasus pada masa pandemi covid-19. Dalam perkembangannya stunting seringkali terjadi pada negara berkembang salah satunya Indonesia. Tujuan studi literatur ini untuk mengetahui dampak pandemi covid-19 terhadap kejadian stunting. Hasil yang diperoleh yakni pandemi covid mempengaruhi peningkatan terhadap kejadian stunting sehingga menghambat pencapaian bonus demografi. Data statistik menunjukkan kejadian stunting mengalami penurunan kasus dari tahun 2000 sampai tahun 2019 dan sedikit terjadi peningkatan pada tahun 2020 serta diprediksi akan terus melonjak akibat dampak dari pandemi. Diperlukan upaya penanggulangan baik secara langsung maupun tidak langsung berbasis teknologi, penguatan kebijakan dan berbagai sektor pendukung yang sesuai dengan kondisi pandemi covid-19 sehingga bonus demografi bisa tecapai pada tahun 2035.
DEMOCRATIC LEADERSHIP STYLE IN ORGANIZATIONS PUBLIC HEALTH CARE SERVICES Feni Sulistyawati; Ambika Kurnia Mustikawati; Ni Luh Purnama Yanti
Jurnal Delima Harapan Vol 10 No 1 (2023): Maret
Publisher : AKADEMI KEBIDANAN HARAPAN MULYA PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31935/delima.v10i1.220

Abstract

Achieving good basic health status requires quality and affordable PHC health service organizations that are influenced by the abilities and skills of health workers. Leaders are figures who play a role in the formation of quality health workers. The majority of leaders in health care organizations apply a democratic leadership style in leading their members. This article aims to determine the effectiveness of implementing a democratic leadership style in the management of health center organizations. This study uses a literature review of nine articles that meet the initial screening criteria. The leadership styles that are often applied in PHC are laissez-faire, participative, delegative, instructional, and democratic. The democratic leadership style in decision making prioritizes deliberation but focuses less on the right decision and more on the preferred decision The application of democratic leadership style has an effect on increasing motivation, performance, employee satisfaction, optimal health service quality and providing service satisfaction to patients, but is less able to improve employee discipline and health service coverage.
The effect of maternal age on stunting incidence (Analysis of 2018 Riskesdas Secondary Data) Sulistyawati, Feni; Melinda, Ade; Ratnasari, Ririn
JNKI (Jurnal Ners dan Kebidanan Indonesia) (Indonesian Journal of Nursing and Midwifery) Vol 12, No 1 (2024)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/jnki.2024.12(1).1-10

Abstract

Background: Stunting is a nutritional problem in children which is characterized by the child's height not meeting the age standards set by WHO. Indonesia is the country with the highest prevalence of stunting. Stunting has the impact of delays in various sectors, especially health, in the short term, namely increasing morbidity and mortality rates. Stunting is caused by household factors, one of which is maternal factors. One of the reasons children are stunted is the mother's age, which is still in the adolescent range. Teenage moms who become pregnant often lack the knowledge necessary to ensure their unborn kid has a healthy diet, which can lead to stunting in the infant.Objectives: This study aims to determine the effect of maternal age on the incidence of stunting in children aged 0-59 months based on 2018 Riskesdas data.Methods: This research is a quantitative study with an analytical cross-sectional design using secondary data analysis based on survey results from Riskesdas in 2018. Data collection was carried out in March 2018 by the Central Statistics Agency (BPS) with locations in all provinces in Indonesia consisting of 34 provinces. The sample used was adjusted to the inclusion criteria, namely 69,155 mothers and toddlers aged 0-59 months. Research analysis was carried out using SPSS in stages based on a description of the research results and frequency distribution by presenting tables on the variables studied and using bivariate analysis simple binary logistic regression with Crude OR results with a confidence level of 95%.Results: The results obtained in this study were that there was a significant influence between maternal age and the incidence of stunting with a p value = 0.003. As many as 17.7% of stunting incidents in toddlers were experienced by teenage mothers.Conclusions: There is an influence of maternal age on the incidence of stunting in toddlers. It is hoped that health institutions can increase awareness regarding early marriage which can cause stunting.
Evaluasi Capaian Program Kesehatan Ibu Puskesmas X Kabupaten Badung Tahun 2020 Sulistyawati, Feni
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol. 6 No. 1 (2022): JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : LPPM Universitas Hafshawaty Zainul Hasan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33006/ji-kes.v6i1.409

Abstract

Abstrak Kematian maternal seringkali disebabkan adanya komplikasi dari kehamilan dan persalinan. Millenium Development Goals (MDGs) menyatakan kematian maternal menjadi penghambat pencapaian sasaran dalam meningkatkan kesehatan ibu. Puskesmas sebagai layanan kesehatan primer memegang peranan penting dalam pencapaian tersebut. Pada tahun 2019 Puskesmas X memiliki rata-rata pencapaian cakupan indikator program kesehatan ibu sebanyak 106%. Pada tahun 2020 bertepatan dengan pandemi COVID-19 diperlukan evaluasi program kesehatan ibu. Tujuan penelitian ini untuk mempelajari pencapaian indikator program kesehatan ibu di Puskesmas X Kabupaten Badung Tahun 2020. Pengumpulan data menggunakan data sekunder dengan analisis deskriptif. Hasil menunjukkan capaian indikator program kesehatan ibu tahun 2019 (106%) dan 2020 (118,22%). Terjadi penurunan rata-rata sasaran/ jumlah pasien pada semua indikator capaian program kecuali deteksi resiko tinggi oleh tenaga kesehatan. Secara umum terjadi peningkatan rata-rata capaian indikator program akibat penurunan rata-rata sasaran/ jumlah pasien yang ditetapkan oleh Dinas Kesehatan setempat dampak dari pandemi. Meski demikian rata-rata sasaran/ jumlah pasien mengalami penurunan. Diharapkan upaya perbaikan dilakukan sesuai dengan plan, do, check dan action (PDCA) dan peningkatan pemantauan oleh tenaga kesehatan pada tiap layanan kesehatan sehingga program dapat berjalan dengan lancar. Kata kunci: evaluasi, program, kesehatan ibu   Abstract Complications during pregnancy and childbirth are frequently to blame for maternal deaths. Maternal mortality is a barrier to attaining targets for improving maternal health, according to the Millennium Development Goals (MDGs). This accomplishment is significantly aided by Public Health Centers as primary healthcare providers. The average indicator coverage for maternal health programs at Public Health Center X in 2019 was 106%. Evaluation of maternal health initiatives is required in 2020, the year of the COVID-19 pandemic.The purpose of this study was to study the achievement of maternal health program indicators at Puskesmas X, Badung Regency in 2020. Data collection used secondary data with descriptive analysis. The results show the achievement of maternal health program indicators in 2019 (106%) and 2020 (118.22%). There was a decrease in the average target/number of patients in all program achievement indicators except for high risk detection by health workers. In general, there was an increase in the average achievement of program indicators due to a decrease in the average target/number of patients set by the local Health Office as a result of the pandemic. However, the average target/number of patients has decreased. It is hoped that improvement efforts will be carried out in accordance with the plan, do, check and action (PDCA) and increased monitoring by health workers in each health service so that the program can run smoothly. Keywords: evaluation, program, maternal health
Hiv Self Testing In Antenatal Care Services: A Systematic Literature Review Sulistyawati, Feni; Widarini, Ni Putu; Mashudi, Sugeng
Jambi Medical Journal : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol. 14 No. 1 (2026): JAMBI MEDICAL JOURNAL: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jmj.v14i1.21449

Abstract

Background: HIV continues to pose a serious threat to world health. Gestational age is one of the indicators used to evaluate the success of HIV status because pregnant HIV-positive women are more likely to experience maternal and perinatal morbidity and mortality. In order to reach pregnant women and their partners for HIV testing, the World Health Organization is beginning to explore the use of the most recent HIV test, known as HIV self-testing (HIVST). Determining the utilization of HIVST in ANC services is the aim of this literature review. Method: This article was written using a literature study based on Google Scholar and Pubmed databases from 2016-2023. A total of 17 articles are reviewed in this paper. Result: The results showed that the use of HIVST in pregnant women and their partners in ANC services was an early prevention related to status and further treatment efforts. Conclusion: It is hoped that the government will focus more on HIVST counseling and secondary HIVST distribution strategies in ANC services. In addition, further development is needed in the form of research related to HIVST in ANC services so that the target of HIV testing for pregnant women and partners can be achieved.