Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Microwave-assisted roasting time on Ilmenite Bangka Belitung extraction using hydrometallurgical method Mutakin, Ikbalul; Suryana, Risa; Septiani, Eka Lutfi; Arutanti, Osi; Widiyandari, Hendri
Journal of Physics: Theories and Applications Vol 8, No 1 (2024): Journal of Physics: Theories and Applications
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jphystheor-appl.v8i1.90259

Abstract

Titanium Dioxide (TiO2) was extracted from Bangka Ilmenite through a hydrometallurgical process employing the microwave-assisted method using a 20% HCl solution. The highest crystallinity percentage in XRD result, reaching 75%, was achieved after a roasting duration of 25 minutes, with a corresponding crystallite size of  35.57 nm at the TiO2-Anatase phase's peak intensity of 25.24°. Analysis of the extracted ilmenite revealed alterations in its compound composition, notably an increase in TiO2 content. The most substantial increase in TiO2 content, rising to 69.7% from 33.76%, was observed after 25 minutes of roasting. UV–Vis spectroscopy revealed an energy band gap of 2.329 eV.
Edukasi Pengelolaan Sampah Organik di Yayasan Pendidikan Mutiara Insan Menuju Sekolah Berwawasan Mandiri Energi Kusumandari, Kusumandari; Suryana, Risa; Iriani, Yofentina; Nurosyid, Fahru; Widiyandari, Hendri; Khairuddin, Khairuddin
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 12, No 2 (2023): November
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v12i2.77098

Abstract

Sampah selalu menjadi permasalahan yang tak kunjung usai dan menjadi perhatian serius pemerintah Indonesia. Kesadaran masyarakat Indonesia dalam pengelolaan sampah masih harus terus ditingkatkan. Secara umum sampah dapat dikategorikan sebagai sampah organik dan non organik. Kedua jenis sampah tersebut sejatinya dapat dimanfaatkan lagi. Sebagai contoh dengan mendaur ulang sampah plastik menjadi barang-barang yang bermanfaat seperti vas bunga, pot, tempat pensil dan lain sebagainya Sedangkan sampah organik dapat dimanfaatkan untuk membuat pupuk kompos atau bahkan untuk sampah organik dalam jumlah banyak dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi baru biogas. Oleh karenanya dalam usulan pengabdian ini, akan dilakukan edukasi pengelolaan sampah organik di Yayasan Pendidikan Mutiara Insan Sukoharjo. Yayasan Pendidikan Mutiara Insan membawahi beberapa institusi pendidikan yaitu SMPIT Mutiara Insan, SDIT Mutiara Insan dan TKIT/PAUD Mutiara Insan. Sebagai lembaga Pendidikan dengan kurikulum fullday, yayasan menerapkan kebijakan pemberian katering snack maupun makan siang setiap harinya. Selain berdampak positif, hal tersebut tentunya menimbulkan masalah karena banyaknya sampah organik yang berasal dari potongan sayuran maupun sisa makanan siswa. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka diperlukan edukasi untuk membangun kesadaran pengelolaan sampah organik tersebut. Edukasi dengan pemberian materi in class tentang pengelolaan sampah menjadi energi alternatif biogas. Kegiatan diikuti oleh pemangku kebijakan dari Yayasan Mutiara Insan dan juga perwakilan pemerintah setempat. Dari hasil pelatihan, peserta merasa mendapatkan pencerahan mengenai sampah organik sebagai sumber energi alternatif dan siap mendukung penerapannya di Yayasan Mutiara Insan sebagai usaha mewujudkan sekolah yang berwawasan mandiir energi. Dari pengabdian ini diharapkan masyarakat mendapatkan kemanfaatan edukasi dan teknologi tepat guna dalam usaha pengelolaan sampah khususnya sampah organik. 
Training of Electric Bike Assembly with Lithium Batteries at SMK Muhammadiyah 6 Karanganyar Paramitha, Tika; Dyartanti, Endah Retno; Widiyandari, Hendri; Jumari, Arif; Nur, Adrian; Inayati, Inayati; Budiman, Anatta Wahyu; Purwanto, Agus
Equilibrium Journal of Chemical Engineering Vol 5, No 1 (2021): Volume 5, No 1 July 2021
Publisher : Program studi Teknik Kimia UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/equilibrium.v5i1.53965

Abstract

With the increasing development of the battery and electric vehicle industry, student's and teacher's understanding of lithium batteries and skills in assembling electric bikes are very important in competing for jobs in these fields. Educational activities regarding batteries and training on assembling electric bike are carried out at SMK Muhammadiyah 6 Karanganyar, because there were no facilities that support the learning and teaching process about electric vehicles and batteries. The method used in this training is lecture, discussion and practice method. The material presented was about the technology of making lithium batteries and electric bike components. While practical activities include the stages of converting conventional bikes into electric bikes with energy from lithium batteries. This activity shows that participants can understand batteries and can apply batteries to electric vehicles, especially electric bikes.
Pengembangan Energi Alternatif Biogas dari Sampah Organik di Desa Wonorejo Polokarto Sukoharjo Kusumandari Kusumandari; Risa Suryana; Yofentina Iriani; Fahru Nurosyid; Hendri Widiyandari; Khairuddin Khairuddin; Mohtar Yunianto; Mokhamad Sahid Praptomo
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 14, No 1 (2025): Mei
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v14i1.94019

Abstract

Permasalahan sampah di Indonesia menjadi perhatian serius pemerintah. Berbagai usaha pengelolaan sampah dilakukan untuk mengurangi penumpukan sampah. Salah satunya dengan pengelolaan sampah jenis organik menjadi sumber energi alternatif yaitu biogas. Dalam rangka kegiatan pengabdian kepada masyarakat, dilakukan pengolahan sampah organik menjadi energi alternatif Biogas. Kegiatan pengabdian dilakukan di Desa Wonorejo Polokarto Sukoharjo. Desa Wonorejo terdiri atas beberapa dukuh dengan total penduduk berjumlah 5783 orang. Selain rumah penduduk, di desa Wonorejo juga terdapat beberapa institusi Pendidikan mulai dari SD sampai SMA dan juga pondok pesantren dibawah Muhammadiyah. Oleh karenanya wilayah desa Wonorejo termasuk wilayah yang padat penduduk dengan beban sampah yang dihasilkan per hari yang cukup banyak. Sampah tersebut terdiri atas sampah organik dan non organik. Untuk sampah non organik warga dapat mengumpulkannya dan menjual ke pengepul sampah non organik. Tetapi untuk sampah organik, penduduk masih menghadapi kendala karena belum dapat mengolahnya menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat. Oleh karenanya pengolahan limbah organik menjadi biogas menjadi salah satu alternatif untuk mengatasi masalah tersebut. Pengolahan dimulai dengan pembuatan biodigester sebagai reaktor tempat terbentuknya gas, kemudian pengisian dengan starter dan uji fungsional. Dari pengabdian ini diharapkan masyarakat mendapatkan kemanfaatan teknologi tepat guna untuk menunjang kehidupan dalam usaha pengelolaan sampah khususnya sampah organik.