Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

ANALISIS KEBIJAKAN DOKUMEN RKK PENAWARAN PADA PT X DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM INTERNATIONAL SUSTAINABILITY RATING SYSTEMS (ISRS) SEBAGAI MENINGKATKAN KINERJA KESELAMATANKONSTRUKSI SUBCONTRACTOR Sandhy Cahyadi; Baiduri Widanarko; Rossy Armyn Machfudiyanto
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 6 No. 3 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v6i3.8540

Abstract

The root causes of most industrial accidents have been linked to process safety issues ranging from poor safety culture, lack of communication, asset integrity issues, lack of management leadership and human factors as well as inappropriate policies. This accident can be prevented with adequate application of process safety management (PSM). The process of selecting a Subcontractor, who will be appointed in a job, is the first step to run a company system as prevention, supervision, implementation and quality improvement in a job. In this research conducted by Delphi. This research was conducted from February 2022 to June 2022. Data collection techniques were through direct observation and review of company documents guided by RKK offers which will be analyzed according to the guidelines of the International Sustainable Rating System (ISRS). Another goal is that if this policy document is carried out in a more appropriate manner, then it is certain that it can improve the diving performance of subcontractor construction and from the government side so that the Ministry of Public Works and Public Housing can form an assessor team during the initial vendor selection inspection, and further develop the points which can cover to ensure that the subcontractor or vendor has carried out document policies in accordance with the rules of the applicable International Sustainability Rating System (ISRS). And for the company to be able to display an increase in construction safety performance.
EFEK KESEHATAN PSIKOLOGIS, FISIK, PEKERJAAN, DAN DEMOGRAFIS TERHADAP KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS PEKERJA: KAJIAN LITERATUR SISTEMATIS Nadya Karina; Baiduri Widanarko
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 7 No. 1 (2023): APRIL 2023
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v7i1.13457

Abstract

Kesejahteraan psikologis pekerja memiliki implikasi penting baik di tempat kerja maupun aspek lain dari kehidupan pekerja. Kesejahteraan psikologis pekerja akan berdampak pada hasil kerja, kesuksesan, kinerja dan produktivitas organisasi. Studi ini bertujuan untuk menganalisis faktor – faktor yang berperan penting dalam menentukan kesejahteraan psikologis pekerja profesional. Penelitian ini menggunakan  metode Systematic Literature Review (SLR) dengan mengakses online database dari Scopus, ScienceDirect, ProQuest, dan GooggelCendekia, dan menggunakan kata kunci yang berbeda, yaitu “factors affecting professional worker well being” “DAN”, “ATAU”  “professional worker well being”,  “DAN”, “ATAU”  “worker well being”. Selanjutnya, sebanyak  159 didapat dari Scopus, 19.577 dari ScienceDirect, 51.685 dari ProQuest dan 17.800 artikel diperoleh dari GoogleCendikia, dengan total 89.221. Kriteria inklusi pada makalah yang diterbitkan antara Tahun 2013 dan 2023, relevansi judul dan abstrak, menggunakan semua jenis penelitian, baik deskriptif kualitatif, maupun kuantitatif., serta ketersediaan teks lengkap. Artikel yang tidak lengkap dan tidak relevan dengan topik kemudian dikeluarkan, setelah itu total sepuluh jurnal dipilih untuk analisis dengan menggunakan Model PICO (Problem, Intervention, Comparison, Outcome). Kesejahteraan psikologis pekerja dipengaruhi oleh faktor kesehatan psikologis, yaitu mindfulness, perilaku kognitif, gangguan mood, stres, depresi, kecemasan, strategi koping, makna hidup, dan ketahanan untuk meningkatkan kualitas kehidupan kerja. Faktor kesehatan fisik meliputi obesitas, komorbiditas fisik, kelelahan, gejala muskuloskeletal, kesehatan kerja. Faktor pekerjaan adalah kondisi kerja fisik, keselamatan kerja dan kesehatan kerja, beban pekerjaan, otonomi pekerjaan, sumber daya pekerjaan, kelas pekerjaan, tuntutan pekerjaan (beban kerja dan tekanan waktu) dan sumber daya pekerjaan (otonomi dan dukungan sosial). Faktor demografis meliputi sosiodemografi seperti umur, tipe pekerjaan, status perkawinan, wilayah kerja, dan sosial ekonomi. Faktor utama yang mempengaruhi kesejahteraaan psikologis pekerja profesional meliputi dimensi kesehatan psikologis, kesehatan  fisik, dimensi pekerjaan, dan sosiodemografis.
Hubungan Antara Konteks Pekerjaan dengan Stres Kerja pada Pekerja Logistik Pangan PT.X di Karawang Tri Indra Adithia; Baiduri Widanarko
Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2019): Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan, Juli 2019
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.237 KB) | DOI: 10.35473/pro heallth.v1i2.243

Abstract

(Background) Job stress related to work is one of the main problems in occupational safety and health. Improving uncomfortable conditions can stress workers so as to increase worker welfare and increase complications and depression. Health problems are the cause of the absence of work to increase productivity in organizations or companies. Therefore the author agrees to do stress work, with the aim of knowing the working relationship with stressful work. (Method) This research was conducted by taking data directly through questionnaires and observations at the study site (Result) The results of the study show that from nine variables, namely working hours, workload, work design, job control and work environment, it can be seen that the control has a significant value compared to other variables with a sig value of 0.042. (Conclusion) From these results it can be concluded that the context of the work most related to stress on workers is job control.
Implementasi Online HSSE Passport di Perusahaan XYZ : Literature Review: Implementation of Online HSSE Passport at XYZ Company : Literature Review Bukit Hari Laksono; Baiduri Widanarko
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 6: JUNE 2023 - Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i6.3396

Abstract

Latar Belakang: Perusahaan XYZ mengalami illness fatality sampai empat kali dan beberapa kali insiden/kecelakaan kerja selama tahun 2018-2019. Investigasi kecelakaan kerja dalam rangka dilakukan dengan menggunakan metode SCAT (Systematic Causes Analysis Technique) untuk mencari pengebab langsung (direct causes) dan penyebab dasar (basic causes). Hasil investigasi menunjukkan bahwa dalam rentang tahun 2018-2019 penyebab dasar yang mendominasi adalah kurangnya pengetahuan (lack of knowledge). Tujuan: Penulisan ini bertujuan untuk berbagi metode / tool yang digunakan Perusahaan XYZ untuk memastikan semua pekerja yang akan bekerja telah mempunyai pengetahuan aspek HSSE yang memadai dan berbadan sehat (fit to work) sehingga dapat dinyatakan layak bekerja oleh Perusahaan. Dan ketika pekerja telah mempunyai 2 (dua) hal di atas, illness fatality dapat ditekan dan kecelakaan kerja dengan penyebab dasar akibat kekurangan pengetahuan dapat diminimalisir. Selain itu penulis akan menampilkan keunggulan daripada online HSSE Passport ini dibandingkan dengan buku Paspor HSSE (paper based) Metode: Online HSSE passport ini diinisiasi oleh beberapa pekerja fungsi terkait (fungsi HSSE, IT, HC-Medical). Dengan tool ini perusahaan XYZ mempunyai mekanisme online dan real time dalam memastikan semua pekerja yang akan bekerja telah mempunyai pengetahuan aspek HSSE yang memadai dan berbadan sehat (fit to work) sehingga dapat dinyatakan layak bekerja oleh Perusahaan. Online HSSE passport ini juga dibandingkan dengan metode sebelumnya yang masih menggunakan buku Paspor HSE (paper based). Selain itu penulis akan menampilkan keunggulan daripada online HSSE Passport ini dibandingkan dengan buku Paspor HSSE (paper based) pada paragraph sebelumnya. Hasil: Online HSSE passport ini diimplementasikan sejak quarter 4 tahun 2019 bertahap ke seluruh wilayah kerja Perusahaan XYZ dan juga dibandingkan utilisasinya dengan metode sebelumnya yang masih menggunakan buku Paspor HSE (paper based). Hasil perbandingan terlihat bahwa online HSSE passport mempunyai keunggulan di penghematan biaya (paperless), kemudahan akses oleh Fungsi Pengawas Kontraktor (online dan realtime), kecepatan validasi data oleh Fungsi HSSE dan Fungsi Pengawas Kontraktor serta juga tingginya tingkat kemanan informasi karena data digital disimpan dalam server perusahaan XYZ. Kesimpulan: Perusahaan XYZ tetap menggunakan online HSSE passport sebagai pengganti buku Paspor HSE (paper based) dengan pertimbangan bahwa online HSSE passport mempunyai keunggulan di penghematan biaya (paperless), kemudahan akses oleh Fungsi Pengawas Kontraktor (online dan realtime), kecepatan validasi data oleh Fungsi HSSE dan Fungsi Pengawas Kontraktor serta juga tingginya tingkat kemanan informasi karena data digital disimpan dalam server perusahaan XYZ. Hal ini diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif metode bagi perusahaan lain untuk mengendalikan illness fatality dan kecelakaan dengan penyebab dasar kekurangan pengetahuan.
Kajian dampak pajanan radiasi panas saat terjadi tumpahan minyak dan kebakaran tangki di pusat pengumpul produksi minyak PT. X Krisman J. Sihotang; Baiduri Widanarko
Jurnal Rekayasa Proses Vol 17, No 1 (2023)
Publisher : Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jrekpros.84097

Abstract

Industri minyak memiliki risiko tinggi, kasus kejadian darurat seperti tumpahan minyak dan kebakaran di tangki pengumpul minyak sering terjadi dan digolongkan sebagai bahaya besar. Kejadian darurat ini dapat terjadi karena kegagalan safety protection layers (SPL) yang terpasang di tangki pengumpul minyak. Tangki yang terbakar akan mengakibatkan pajanan panas radiasi ke area sekitarnya termasuk area yang dihuni manusia. Tangki T-04 adalah salah satu tangki pengumpul minyak PT. X yang berpotensi mengalami kejadian darurat tersebut, untuk itu dilakukan kajian dampak pajanan panas radiasi kebakaran tangki T-04 terhadap fasilitas dan manusia di sekitarnya. Metode kajian yang dilakukan merupakan penelitian potong lintang dengan pendekatan kuantitatif untuk melakukan analisis dampak pajanan panas radiasi yang ditimbulkan kebakaran tangki T-04 terhadap fasilitas dan manusia sekitar. Penelitian ini dilakukan melalui pengumpulan data sekunder baik yang ada di PT. X dan studi literatur dengan tanpa melakukan intervensi pada objek penelitian. Data yang didapatkan tersebut dipergunakan untuk mengetahui dampak pajanan panas radiasi secara kuantitatif dengan menggunakan software ALOHA (Areal Location of Hazardous Atmosphere). Hasil penelitian menunjukkan kegagalan SPL terpasang di tangki T-04 berupa intervensi operator dan breather valve dapat mengakibatkan tumpahan minyak karena overfilled yang apabila ada sumber panas dapat menyebabkan tangki terbakar (tank fire engulfment). Hasil dari Layer of Protection Analysis (LOPA) diperoleh bahwa realisasi tank fire engulfment pada tangki T-04 dikategorikan sebagai kejadian dengan tingkat risiko yang tidak dapat diterima berdasarkan matriks risiko yang diacu PT. X. Simulasi kajian dampak pajanan panas radiasi kebakaran tangki T-04 terhadap fasilitas terdekat dan manusia sekitar dilakukan dengan menggunakan software ALOHA v.5.4.7. Diperoleh hasil pajanan panas radiasi di ruang operator pada jarak 45 m dari tangki T-04 sekitar 12,50 kW/ m2 yang berpotensi mengakibatkan kematian, ruang perkantoran yang berjarak 70 m dari tangki T-04 sekitar 6,44 kW/m2 yang berpotensi mengakibatkan luka bakar derajat dua, fasilitas umum jalan raya sekitar 2.5 kW/m2 berpotensi mengakibatkan sakit sementara, fasilitas tangki terdekat yaitu tangki T-03 berjarak 30 m sekitar 19.9 kW/ m2 akan mengalami domino effect ikut terbakar. Kajian ini memberikan rekomendasi untuk menambahkan Safety Protection Layers pada tangki penampung minyak PT. X untuk mengurangi risiko kebakaran menjadi risiko yang dapat diterima dengan memasang SPL yang sesuai yaitu PAH (Pressure Alarm High), LAH (Level Alarm High), SIS (Safety Instrumented System) seperti PAHH (Pressure Alarm High-High), dan LAHH (Level Alarm High-High).
Gambaran Kejadian Computer Vision Syndrome dan Faktor Risikonya pada Mahasiswa FKM UI di Masa Pandemi Covid-19 Tahun 2022 Rahadian Muhammad Shadik; Baiduri Widanarko
National Journal of Occupational Health and Safety Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59230/njohs.v4i1.7096

Abstract

Akibat adanya pandemi Covid-19, banyak kegiatan yang tadi nya dilakukan secara offline, berubah menjadi daring, termasuk dalam sektor pendidikan. Hal ini mengakibatkan durasi penggunaan alat elektronik dengan layar digital/VDT meningkat, khususnya di kalangan mahasiswa. Durasi penggunaan layar digital/VDT ini merupakan salah satu faktor risiko dari Computer Vision Syndrome (CVS). Selain dari durasi, diduga ada beberapa faktor risiko lain yang juga berhubungan dengan CVS. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk melihat gambaran kejadian CVS dan faktor risikonya, serta menganalisis hubungan antara kejadian  CVS dan faktor risikonya pada mahasiswa (S1 Reguler dan pascasarjana S2)   FKM UI di masa pandemi Covid-19 tahun 2022. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret-Juni 2022 dengan menggunakan kuesioner CVS-Q dan beberapa pertanyaan singkat terkait faktor risiko yang disebar secara online. Desain studi yang digunakan pada penelitian ini adalah cross-sectional dan melibatkan 250 responden yang berasal dari mahasiswa S1 reguler dan pascasarjana S2 FKM UI. Hasil dari penelitian ini menunjukkan terdapat 6 variabel yang mempunyai hubungan yang signifikan, yaitu usia (P= 0,000), durasi penggunaan layar digital/VDT(P= 0,006), pola istirahat (P= 0,007), kelainan refraksi mata(P= 0,014), penggunaan antiglare (P= 0,011), dan screen brightness (P= 0,030 ). Oleh karena itu, dibutuhkan pengendalian dan intervensi lebih lanjut agar masalah tersebut dapat diatasi.
THE ASSOCIATION BETWEEN INDIVIDUAL, PHYSICAL, AND PSYCHOSOCIAL RISK FACTORS AND OCCUPATIONAL FATIGUE AMONG COMMUTER LINE TRAIN WORKERS Ulfha Aulia Nasution; Baiduri Widanarko
The Indonesian Journal of Public Health Vol. 18 No. 3 (2023): THE INDONESIAN JOURNAL OF PUBLIC HEALTH
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/ijph.v18i3.2023.518-529

Abstract

Introduction: Occupational fatigue affects workers in various industries including transportation. Commuter train drivers and office workers are subjected to high levels of physical and psychosocial stress, which can lead to occupational fatigue. Aims: to examine the relationship between individual, physical, and psychosocial risk factors and occupational fatigue in commuter train workers in Jakarta, Bogor, Tangerang, and Bekasi. Methods: Individual (i.e., age, gender, marital status, type of work, duration of work, and smoking status), psychosocial (i.e., effort, reward, overcommitment, monotonous work, social support, job satisfaction, and work stress) factors, and occupational fatigue were investigated in 78 commuter line train workers (both drivers and officers). Observing workers' activities yielded physical factors (awkward posture, repetitive work, prolonged work, and material manual handling activities). The association between each risk factor and occupational fatigue was investigated using a logistic regression model. Results: Commuter line officers (OR 4.96, 95% CI 1.77 – 13.85), those with high overcommitment (OR 3.16, 95% CI 1.25 – 8.00), and those with high work stress (OR 1.54, 95% CI 1.19 – 2.00) were more likely to report occupational fatigue than train drivers, who reported low overcommitment and low work stress, respectively. When compared to those who reported low job satisfaction, those who reported high job satisfaction were less likely to report occupational fatigue (OR 0.19, 95% CI 0.07 – 0.52). Conclusion: Job position, overcommitment, and work stress were associated with occupational fatigue.
Faktor Risiko Gangguan Otot dan Rangka (Gotrak) pada Tenaga Kesehatan : Sebuah Tinjauan Pustaka: Risk Factor for Musculoskeletal Disorder in Healthcare Worker: A Literature Review Shof Watunnida; Baiduri Widanarko
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 11: NOVEMBER 2023 - Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i11.4279

Abstract

Latar Belakang: Prevalens gangguan otot dan rangka pada tenaga kesehatan sangat memprihatinkan. Secara khusus, tingginya prevalens cidera punggung merupakan masalah bagi tenaga kesehatan. Terjadinya masalah kesehatan ini berhubungan dengan beberapa faktor risiko. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko yang berkaitan dengan gangguan otot dan rangka pada tenaga kesehatan. Metode: Penelitian ini merupakan tinjauan pustaka dengan pendekatan PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta Analyses). Pencarian artikel melalui Science Direct dengan kata kunci “musculoskeletal disorder”, “healthcare workers”, “risk factor” dan “ergonomic” yang dipublikasikan dalam lima tahun terakhir yaitu mulai dari tahun 2019 sampai dengan tahun 2023 dengan ranking jurnal internasional Q1 dan Q2. Hasil: Sebanyak 7.958 artikel ditemukan, namun hanya 16 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Terdapat dua artikel dengan desain penelitian eksperimental, tiga belas artikel dengan desain penelitian cross sectional, serta satu artikel dengan desain penelitian descriptive study. Faktor risiko yang berkaitan dengan gangguan otot dan rangka pada tenaga kesehatan antara lain faktor individu yaitu olahraga dan sosio demografi; faktor organisasi yaitu dukungan manajemen, shift kerja, jam kerja, tugas kerja dan lama kerja; faktor aktivitas kerja fisik yaitu postur, durasi, tekanan dan dimensi peralatan; faktor psikososial yaitu kepuasan kerja dan stress kerja; serta faktor lingkungan. Kesimpulan: Penelitian ini menjelaskan adanya pengaruh faktor risiko individu, lingkungan kerja, psikososial, aktivitas kerja fisik serta organisasi terhadap gangguan otot dan rangka pada tenaga kesehatan.
Kajian Awal Konsep Inspeksi Keselamatan Radiasi di Fasilitas Industri dan Kesehatan dengan Metode Daring: Studi Kasus Wibowo, Samsu Riza; Widanarko, Baiduri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2022): 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v6i1.3127

Abstract

Pemanfaatan tenaga nuklir tidak hanya untuk pembangkit energi listrik tetapi juga digunakan di dunia industri, penelitian dan kesehatan. Dalam pemanfaatan tenaga nuklir tersebut diperlukan adanya pengawasan karena selain manfaat yang besar juga mempunyai potensi bahaya radiasi. Pengawasan pemanfaatan tenaga nuklir salah satunya dengan inspeksi keselamatan radiasi. Dalam pelaksanaan inspeksi keselamatan radiasi masih terdapat kendala terkait dengan ketersediaan jumlah inspektur dan lokasi pengguna sumber radiasi pengion yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Kondisi pandemi COVID-19 yang terjadi di awal tahun 2020 memberikan tantangan yang lain dalam pelaksanaan inspeksi. Pelaksanaan inspeksi daring bisa menjadi salah satu solusi dalam menjawab tantangan-tantangan tersebut. Metode yang digunakan dalam menyusun penelitian ini yaitu dengan pendekatan studi kasus dengan beberapa tahapan mulai dari tinjauan pustaka, membandingkan dengan inspeksi sejenis dan studi kasus pelaksanaan verifikasi perizinan yang memiliki skema seperti inspeksi keselamatan radiasi serta wawancara dengan para inspektur yang telah melaksanakan inspeksi di fasilitas industri dan kesehatan. Pelaksanaan inspeksi daring di bidang industri dan kesehatan tidak bisa langsung diterapkan pada semua tahapan inspeksi karena disesuaikan dengan tingkat risiko paparan radiasi, rekam jejak inspeksi sebelumnya dan sarana prasarana penunjang daring. Untuk fasilitas dengan risiko rendah dan rekam jejak inspeksi yang baik maka bisa dilakukan inspeksi daring secara penuh sedangkan fasilitas dengan risiko tinggi dilakukan inspeksi dengan metode gabungan antara daring dan onsite. Hasil dari penelitian ini bisa menjadi masukan untuk pembaruan prosedur pelaksanaan inspeksi keselamatan radiasi.
Identification of Risk Factors for Work Stress Field Workers in Oil and Gas Industry: Literature Review Napitupulu, Bram Sinatra; Baiduri Widanarko
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 10: OCTOBER 2024 - Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i10.6173

Abstract

Background: Work-related stress is a significant issue in the oil and gas industry, where workers often face high-risk environments and heavy workloads. Factors such as age, length of service, type of work, and interpersonal conflicts frequently cause stress, which can affect workers' mental health and performance. Objective: This study aims to identify and analyze the risk factors of work-related stress in the oil and gas sector and provide recommendations for improved stress management. Method: This research was conducted using a literature review method, analyzing previous studies related to work-related stress among oil and gas workers. Data were collected from relevant quantitative and cross-sectional studies, involving variables such as age, length of service, workload, role conflict, and leadership. Results: The literature review shows that age, length of service, type of work, workload, and interpersonal conflict significantly relate to workers' stress levels. Interpersonal conflict is the most influential factor, while organizational support, good leadership, and work-life balance policies help reduce stress levels. Conclusion: Effective interventions in stress management, such as employee wellness programs, improved workplace safety, and work-life balance policies, are essential in this sector. Early detection of stress sources is also crucial to maintaining workers' mental health and increasing productivity in the oil and gas industry.