Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

EVALUASI MANAJEMEN SISTEM TANGGAP DARURAT DAN KONTINUITAS BISNIS PADA INDUSTRI KIMIA DI PT. X Supartha, I Gusti Gde Rai; Widanarko, Baiduri
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v3i2.2055

Abstract

Pendahuluan. Bencana yang diakibatkan oleh kegagalan atau insiden yang melibatkan teknologi, merupakan salah satu penyebab kematian terbesar di dunia perindustrian internasional. Hampir sekitar 65.000 kematian di dunia disebabkan oleh bencana teknologi antara tahun 2009-2018 (WHO, 2018). PT. X Indonesia berbatasan dengan sungai Mookervaart dan jalan utama Daan Mogot.. Sebelah timur berbatasan dengan tanah kosong, dan bagian lebih timur adalah daerah pemukiman padat. Sebelah selatan berbatasan dengan daerah perumahan dan akan dibuat terminal bus, sedangkan sebelah barat Plant berbatasan dengan daerah pemukiman yang sangat padat. Pada PT. X terdapat berbagai macam proses kerja yang melibatkan bahan-bahan kimia berbahaya, mulai dari penerimaan bahan yang tergolong B3, penyimpanan, penimbangan bahan untuk proses produksi, sampai kepada proses produksi dispersi polimer, dan penyimpanannya. Berdasarkan kondisi tersebut maka perlu adanya suatu kajian komprehensif tentang manajemen sistem tanggap darurat yang ada di PT. X. Metode. Rancangan penelitian ini menggunakan jenis kualitatif dengan pendekatan deskriptif observasional. Dengan melakukan observasi langsung dilapangan (PT. X) dalam mengumpulkan data, melakukan wawancara yang mendalam terhadap informan yang diambil dengan menggunakan daftar pertanyaan dengan berpatokan pada Self-Assessment Checklist berdasarkan kriteria yang terdapat dalam NFPA 1600 edisi tahun 2019 yang dikembangkan oleh Donald L. Schmidt. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui pengumpulan data primer dan data sekunder melalui metode wawancara mendalam dengan format focus group discussion (FGD), dan pengecekan bukti-bukti pendukung. Data kemudian diolah dan hitung persentase kesesuaiannya, dengan perbandingan terhadap seluruh persyaratan kesesuaian yang ada di check list standar NFPA 1600 edisi tahun 2019 Hasil. Dari hasil penelitian yang dilakukan dituangkan dalam sebuah tabel ringkasan terlampir, keseluruhan hasil rata-rata pemenuhan kesesuaian klausul NPFA 1600-2019 mengenai standar manajemen krisis, tanggap darurat, dan kontinuitas bisnis yang ada di PT. X berada pada angka Persentase kesesuaian sebesar 90,3%, dengan persentase pemenuhan klausul yang belum sesuai sebesar 9,7%. Kesimpulan. Hasil evaluasi sistem tanggap darurat di PT.X dalam kategori baik, dengan mengacu kepada penelitian sejenis terdahulu namun masih diperlukan perbaikan pada beberapa klausul seperti perencanaan dalam pemulihan dari bencana atau insiden dan alternatif pemasok kritis untuk menjaga kelangsungan bisnis PT. X
ANALISIS HUBUNGAN ANTARA PROGRAM BEHAVIOR BASED SAFETY (BBS) DAN TINGKAT KEPATUHAN TERHADAP PERILAKU KESELAMATAN KERJA KARYAWAN DI PT. X Irwansyah, M; Widanarko, Baiduri
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Data ILO 2 juta pekerja meninggal per tahun. 2021 ada 234 ribu kecelakaan kerja di Indonesia. Industri kimia 12% dari2019-2021 kecelakaan kerja 80.607 kasus.Program Behavior-based safety (BBS) yaitu pendekatan keselamatan berdasarkan perilaku manusia. Pendekatan untuk meningkatkan kesadaran, keterlibatan, tanggung jawab karyawan menciptakan lingkungan kerja aman. program BBS di perusahaan apakah mampu meningkatkan tingkat kepatuhan karyawan, serta merubah perilaku keselamatan kerja. Penelitian dilakukan dengan metode penelitian kuantitatif jenis studi cross sectional. Data yang dikumpulkan memberikan gambaran hubungan antara variabel. Desain penelitian cross-sectional digunakan untuk mengumpulkan data mengenai program Behavior Based Safety (BBS), tingkat kepatuhan terhadap perilaku keselamatan kerja, dan perilaku keselamatan kerja di PT. X pada satu titik waktu tertentu. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diisi oleh respondenVariasi nilai tingkat kepatuhan mampu dijelaskan oleh variasi nilai program BBS sebesar 14,3%,sedangkan sisanya 85.7% dijelaskan oleh variasi variabel lain di luar model penelitian. Variasi nilai Perilaku keselamatan kerja karyawan mampu dijelaskan oleh variasi nilai Program BBS dan Tingkat kepatuhan sebesar 49.6%, sedangkan sisanya 50.4% dijelaskan oleh variasi variabel lain di luar model penelitianterdapat hubungan positif dan signifikan Program BBS terhadap Tingkat Kepatuhan. Ada hubungan positif dan signifikan antara Program BBS terhadap Perilaku Keselamatan Kerja. Adahubungan positif dan signifikan antara Tingkat Kepathan terhadap Perilaku Keselamatan. Hubungan Program BBS terhadap Perilaku keselamatan kerja bersifat hubungan langsung. Oleh karena itu, variabel intervening Tingkat Kepatuhan tidak memediasi hubungan Program BBS terhadap Perilaku Keselamatan Kerja.
MUSCULOSKELETAL DISORDERS RISK ASSESSMENT AMONG SMALL TOFU FACTORY WORKERS IN TANGERANG CITY: AN INDONESIAN CASE STUDY Viatina, Kania; Tejamaya, Mila; Widanarko, Baiduri
The Indonesian Journal of Public Health Vol. 19 No. 1 (2024): THE INDONESIAN JOURNAL OF PUBLIC HEALTH
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/ijph.v19i1.2024.183-195

Abstract

Introduction: Conventional tofu production involves various manual handling tasks which increases the risk of musculoskeletal disorders (MSDs). A previous study found a very high risk of MSDs in tofu manufacturing, especially in the filtering task with a REBA score of 13. Aims: This study aims to evaluate the risk of MSDs in tofu factory workers. Methods: Workplace observations and unstructured interviews were conducted at two traditional tofu factories (X and Y) and a more modern silken tofu factory to identify the risk of MSDs. The Nordic Musculoskeletal Questionnaire and the Quick Exposure Check (QEC) method were used to determine the prevalence and risk of MSDs. A total of 52 workers voluntarily participated in this study. Results: The traditional and silken tofu manufacturing processes involved seven and fifteen tasks, respectively. This study found that workers in the traditional tofu factories had a higher prevalence of MSDs than those in the silken tofu factory. In the past 12 months, traditional tofu factory workers reported MSDs in their lower back (94.4%), right shoulder (77.8%), and neck (61.1%). On the other hand, silken tofu factory workers reported MSDs in their lower back (81.3%), right shoulder (62.5%), and upper back region (56.3%). According to the QEC method, grinding and filtering were identified as two tasks with a very high risk of MSDs in the traditional factories. In addition, transferring tofu crates from cold water to hot water tub in the silken factory was identified as a very high risk of MSDs. Conclusion: Intervention is necessary for tasks with a very high risk of MSDs in small tofu factories.
Systematic Literature Review: Physical Work Environment Factors Associated with Work Fatigue in Hospital Nurses Adventina, Twinda; Widanarko, Baiduri
National Journal of Occupational Health and Safety Vol. 2, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fatigue in hospital nurses can endanger the safety of both the nurse and the patient. One of the factors that can cause fatigue in hospital nurses is the physical environmental, such as lighting, noise, and work climate. The purpose of this study is to analyze the physical work environment factors (lighting, noise, and work climate) associated with work fatigue in hospital nurses. This is a systematic literature review on studies that discuss physical work environment factors related to work fatigue in hospital nurses published in international journals and local journals that can be accessed through the UI Library, especially those that are Full Open Access. Fourteen articles that discussed the relationship between physical environmental factors and work fatigue in hospital nurses were identified, consisting of 11 articles on the effect of lighting on work fatigue in hospital nurses. 6 articles discussed how noise influenced work fatigue in hospital nurses, and 3 articles discussed the effect of hot work climate on work fatigue in hospital nurses. Based on the review, lighting, noise, and work climate significantly link to work fatigue in hospital nurses.
Analisis Hubungan Faktor Fisik dan Psikososial terhadap Keluhan Gangguan Otot Tulang Rangka Akibat Kerja pada Guru SMK Negeri di Kota Pekanbaru Florensia, Maria Yolanda; Widanarko, Baiduri
National Journal of Occupational Health and Safety Vol. 3, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Work-related musculoskeletal disorders (WMSDs) are one of the most common occupational health problems among workers, including teachers. High work demand and awkward posture are among the most common risk factors. In addition, individual characteristics are included as risk factors that can increase these complaints. Thus, the purpose of this research is to analyze the relationship between individual characteristics, physical and psychosocial risk factors against WMSDs on teachers at State Vocational High School. This research was conducted in April – July 2021 using various questionnaires like NMQ, QEC, and a combination of psychosocial questionnaires. A cross-sectional study design was used in this research with 100 teachers involved from three State Vocational High School in Pekanbaru. The results of this research indicate that there are three variables that have a significant relationship, namely: a high level of risk on wrist/hand and low control of work with neck complaints and low social support with shoulder complaints. Therefore, further control and intervention are needed to overcome these problems.
Gambaran Kejadian Computer Vision Syndrome dan Faktor Risikonya pada Mahasiswa FKM UI di Masa Pandemi Covid-19 Shadik, Rahadian Muhamad; Widanarko, Baiduri
National Journal of Occupational Health and Safety Vol. 4, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Due to the Covid-19 pandemic, many activities that were previously carried out offline have turned into online, including the education sector. This condition increased the use duration of electronic devices with digital screens/VDT, especially among students. It is one of the risk factors for Computer Vision Syndrome. Apart from duration, several risk factors are also associated with Computer Vision Syndrome. The aims of this study are to see an overview of Computer Vision Syndrome incidence and analyze the relationship between Computer Vision Syndrome incidence and its risk factors in regular (S1) and postgraduate (S2) students, FKM UI during the Covid-19 pandemic. This research was conducted in March-June 2022 using the CVS-Q questionnaire and several short questions related to risk factors distributed online. The study design used in this study was cross-sectional and involved 250 respondents from regular undergraduate and postgraduate students of FKM UI. The results of this study indicate that there are 6 variables that have a significant relationship, namely age (P 0.000), duration of use of digital screens/VDT (P=0.006), rest pattern (P=0.007), eye refraction abnormalities (P=0.014), use of antiglare (P=0.011), and Screen brightness (P=0.030). Therefore, further controls and interventions are needed so that these problems can be overcome.
The Impact of Social Support on Job Satisfaction Among Precast Concrete Workers in Indonesia: A Cross-Sectional Study Rizka Lailatul Rohmah; Baiduri Widanarko
International Journal Of Health Science Vol. 5 No. 1 (2025): : International Journal of Health
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/ijhs.v5i1.5283

Abstract

The construction sector in Indonesia plays a vital role in economic development but is also characterized by high rates of workplace accidents, informality, and job insecurity. These challenges may negatively affect workers’ well-being and job satisfaction, especially in demanding environments such as precast concrete manufacturing. Social support has been recognized as a key psychosocial factor that can improve workplace outcomes, yet little is known about its role in Indonesia’s construction workforce. This study aims to (1) examine the level of perceived social support among precast concrete workers, (2) assess their level of job satisfaction, and (3) analyze the relationship between social support and job satisfaction. A cross-sectional design was employed, involving 180 workers from three precast concrete plants in Java, selected through random sampling. Data were collected using the Indonesian versions of the Job Content Questionnaire (JCQ) and Copenhagen Psychosocial Questionnaire II (COPSOQ II), and analyzed using logistic regression. The results revealed that 76.7% of workers reported low social support, and 72.8% experienced low job satisfaction. Workers with high social support were significantly more likely to report high job satisfaction (OR = 6.985; 95% CI: 3.276–14.895). These findings confirm that social support is a strong predictor of job satisfaction in this population. Strengthening support from supervisors and coworkers may be a strategic intervention to improve worker well-being and retention in Indonesia’s construction industry.
Empowerment-based ToT HIV intervention among Indonesian construction workers: a quasi-experimental study Anisful Lailil Munawaroh; Fatma Lestari; Baiduri Widanarko
International Journal of Public Health Science (IJPHS) Vol 15, No 2: June 2026
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijphs.v15i2.27117

Abstract

Preventing HIV/AIDS in high-risk workplaces remains a public health priority, particularly in the construction sector. However, empirical evidence on structured, sustainable, and empowerment-based Training-of-Trainers (ToT) interventions for HIV prevention in Indonesian construction workplaces remains limited. This study evaluated a ToT-based intervention designed to build internal peer-facilitator capacity among construction workers and to strengthen workplace HIV prevention through a feasible, scalable, and participatory model. MA quasi-experimental single-group pre-test-post-test study was conducted among 30 construction workers attending a two-day facilitator training. HIV/AIDS knowledge was assessed before and immediately after training using a structured questionnaire. Paired-sample t-tests, Wilcoxon signed-rank test, Cohen’s dz, and thematic content analysis were applied. Results: Mean knowledge scores increased significantly from 60.00 (SD = 12.66) to 91.33 (SD = 7.65), with a mean difference of 31.33 (95% CI: 26.76-35.90; p < 0.001). These findings suggest that peer-facilitator training may be a promising workplace health promotion strategy to strengthen HIV prevention capacity in construction settings, although further controlled studies are needed. Qualitative findings highlighted increased confidence, perceived relevance, and stronger peer networking. The ToT-based intervention was associated with substantial short-term gains in HIV/AIDS knowledge among construction workers and may help strengthen internal workplace prevention capacity. Further controlled studies with longer follow-up are needed to confirm its effectiveness and sustainability.
Implementasi Online HSSE Passport di Perusahaan XYZ : Literature Review: Implementation of Online HSSE Passport at XYZ Company : Literature Review Bukit Hari Laksono; Baiduri Widanarko
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 6 (2023)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i6.3396

Abstract

Latar Belakang: Perusahaan XYZ mengalami illness fatality sampai empat kali dan beberapa kali insiden/kecelakaan kerja selama tahun 2018-2019. Investigasi kecelakaan kerja dalam rangka dilakukan dengan menggunakan metode SCAT (Systematic Causes Analysis Technique) untuk mencari pengebab langsung (direct causes) dan penyebab dasar (basic causes). Hasil investigasi menunjukkan bahwa dalam rentang tahun 2018-2019 penyebab dasar yang mendominasi adalah kurangnya pengetahuan (lack of knowledge). Tujuan: Penulisan ini bertujuan untuk berbagi metode / tool yang digunakan Perusahaan XYZ untuk memastikan semua pekerja yang akan bekerja telah mempunyai pengetahuan aspek HSSE yang memadai dan berbadan sehat (fit to work) sehingga dapat dinyatakan layak bekerja oleh Perusahaan. Dan ketika pekerja telah mempunyai 2 (dua) hal di atas, illness fatality dapat ditekan dan kecelakaan kerja dengan penyebab dasar akibat kekurangan pengetahuan dapat diminimalisir. Selain itu penulis akan menampilkan keunggulan daripada online HSSE Passport ini dibandingkan dengan buku Paspor HSSE (paper based) Metode: Online HSSE passport ini diinisiasi oleh beberapa pekerja fungsi terkait (fungsi HSSE, IT, HC-Medical). Dengan tool ini perusahaan XYZ mempunyai mekanisme online dan real time dalam memastikan semua pekerja yang akan bekerja telah mempunyai pengetahuan aspek HSSE yang memadai dan berbadan sehat (fit to work) sehingga dapat dinyatakan layak bekerja oleh Perusahaan. Online HSSE passport ini juga dibandingkan dengan metode sebelumnya yang masih menggunakan buku Paspor HSE (paper based). Selain itu penulis akan menampilkan keunggulan daripada online HSSE Passport ini dibandingkan dengan buku Paspor HSSE (paper based) pada paragraph sebelumnya. Hasil: Online HSSE passport ini diimplementasikan sejak quarter 4 tahun 2019 bertahap ke seluruh wilayah kerja Perusahaan XYZ dan juga dibandingkan utilisasinya dengan metode sebelumnya yang masih menggunakan buku Paspor HSE (paper based). Hasil perbandingan terlihat bahwa online HSSE passport mempunyai keunggulan di penghematan biaya (paperless), kemudahan akses oleh Fungsi Pengawas Kontraktor (online dan realtime), kecepatan validasi data oleh Fungsi HSSE dan Fungsi Pengawas Kontraktor serta juga tingginya tingkat kemanan informasi karena data digital disimpan dalam server perusahaan XYZ. Kesimpulan: Perusahaan XYZ tetap menggunakan online HSSE passport sebagai pengganti buku Paspor HSE (paper based) dengan pertimbangan bahwa online HSSE passport mempunyai keunggulan di penghematan biaya (paperless), kemudahan akses oleh Fungsi Pengawas Kontraktor (online dan realtime), kecepatan validasi data oleh Fungsi HSSE dan Fungsi Pengawas Kontraktor serta juga tingginya tingkat kemanan informasi karena data digital disimpan dalam server perusahaan XYZ. Hal ini diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif metode bagi perusahaan lain untuk mengendalikan illness fatality dan kecelakaan dengan penyebab dasar kekurangan pengetahuan.
Faktor Risiko Gangguan Otot dan Rangka (Gotrak) pada Tenaga Kesehatan : Sebuah Tinjauan Pustaka: Risk Factor for Musculoskeletal Disorder in Healthcare Worker: A Literature Review Shof Watunnida; Baiduri Widanarko
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 11 (2023)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i11.4279

Abstract

Latar Belakang: Prevalens gangguan otot dan rangka pada tenaga kesehatan sangat memprihatinkan. Secara khusus, tingginya prevalens cidera punggung merupakan masalah bagi tenaga kesehatan. Terjadinya masalah kesehatan ini berhubungan dengan beberapa faktor risiko. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko yang berkaitan dengan gangguan otot dan rangka pada tenaga kesehatan. Metode: Penelitian ini merupakan tinjauan pustaka dengan pendekatan PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta Analyses). Pencarian artikel melalui Science Direct dengan kata kunci “musculoskeletal disorder”, “healthcare workers”, “risk factor” dan “ergonomic” yang dipublikasikan dalam lima tahun terakhir yaitu mulai dari tahun 2019 sampai dengan tahun 2023 dengan ranking jurnal internasional Q1 dan Q2. Hasil: Sebanyak 7.958 artikel ditemukan, namun hanya 16 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Terdapat dua artikel dengan desain penelitian eksperimental, tiga belas artikel dengan desain penelitian cross sectional, serta satu artikel dengan desain penelitian descriptive study. Faktor risiko yang berkaitan dengan gangguan otot dan rangka pada tenaga kesehatan antara lain faktor individu yaitu olahraga dan sosio demografi; faktor organisasi yaitu dukungan manajemen, shift kerja, jam kerja, tugas kerja dan lama kerja; faktor aktivitas kerja fisik yaitu postur, durasi, tekanan dan dimensi peralatan; faktor psikososial yaitu kepuasan kerja dan stress kerja; serta faktor lingkungan. Kesimpulan: Penelitian ini menjelaskan adanya pengaruh faktor risiko individu, lingkungan kerja, psikososial, aktivitas kerja fisik serta organisasi terhadap gangguan otot dan rangka pada tenaga kesehatan.