Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Implementasi Online HSSE Passport di Perusahaan XYZ : Literature Review: Implementation of Online HSSE Passport at XYZ Company : Literature Review Bukit Hari Laksono; Baiduri Widanarko
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 6 (2023): June 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i6.3396

Abstract

Latar Belakang: Perusahaan XYZ mengalami illness fatality sampai empat kali dan beberapa kali insiden/kecelakaan kerja selama tahun 2018-2019. Investigasi kecelakaan kerja dalam rangka dilakukan dengan menggunakan metode SCAT (Systematic Causes Analysis Technique) untuk mencari pengebab langsung (direct causes) dan penyebab dasar (basic causes). Hasil investigasi menunjukkan bahwa dalam rentang tahun 2018-2019 penyebab dasar yang mendominasi adalah kurangnya pengetahuan (lack of knowledge). Tujuan: Penulisan ini bertujuan untuk berbagi metode / tool yang digunakan Perusahaan XYZ untuk memastikan semua pekerja yang akan bekerja telah mempunyai pengetahuan aspek HSSE yang memadai dan berbadan sehat (fit to work) sehingga dapat dinyatakan layak bekerja oleh Perusahaan. Dan ketika pekerja telah mempunyai 2 (dua) hal di atas, illness fatality dapat ditekan dan kecelakaan kerja dengan penyebab dasar akibat kekurangan pengetahuan dapat diminimalisir. Selain itu penulis akan menampilkan keunggulan daripada online HSSE Passport ini dibandingkan dengan buku Paspor HSSE (paper based) Metode: Online HSSE passport ini diinisiasi oleh beberapa pekerja fungsi terkait (fungsi HSSE, IT, HC-Medical). Dengan tool ini perusahaan XYZ mempunyai mekanisme online dan real time dalam memastikan semua pekerja yang akan bekerja telah mempunyai pengetahuan aspek HSSE yang memadai dan berbadan sehat (fit to work) sehingga dapat dinyatakan layak bekerja oleh Perusahaan. Online HSSE passport ini juga dibandingkan dengan metode sebelumnya yang masih menggunakan buku Paspor HSE (paper based). Selain itu penulis akan menampilkan keunggulan daripada online HSSE Passport ini dibandingkan dengan buku Paspor HSSE (paper based) pada paragraph sebelumnya. Hasil: Online HSSE passport ini diimplementasikan sejak quarter 4 tahun 2019 bertahap ke seluruh wilayah kerja Perusahaan XYZ dan juga dibandingkan utilisasinya dengan metode sebelumnya yang masih menggunakan buku Paspor HSE (paper based). Hasil perbandingan terlihat bahwa online HSSE passport mempunyai keunggulan di penghematan biaya (paperless), kemudahan akses oleh Fungsi Pengawas Kontraktor (online dan realtime), kecepatan validasi data oleh Fungsi HSSE dan Fungsi Pengawas Kontraktor serta juga tingginya tingkat kemanan informasi karena data digital disimpan dalam server perusahaan XYZ. Kesimpulan: Perusahaan XYZ tetap menggunakan online HSSE passport sebagai pengganti buku Paspor HSE (paper based) dengan pertimbangan bahwa online HSSE passport mempunyai keunggulan di penghematan biaya (paperless), kemudahan akses oleh Fungsi Pengawas Kontraktor (online dan realtime), kecepatan validasi data oleh Fungsi HSSE dan Fungsi Pengawas Kontraktor serta juga tingginya tingkat kemanan informasi karena data digital disimpan dalam server perusahaan XYZ. Hal ini diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif metode bagi perusahaan lain untuk mengendalikan illness fatality dan kecelakaan dengan penyebab dasar kekurangan pengetahuan.
Faktor Risiko Gangguan Otot dan Rangka (Gotrak) pada Tenaga Kesehatan : Sebuah Tinjauan Pustaka: Risk Factor for Musculoskeletal Disorder in Healthcare Worker: A Literature Review Watunnida, Shof; Baiduri Widanarko
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 11 (2023): November 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i11.4279

Abstract

Latar Belakang: Prevalens gangguan otot dan rangka pada tenaga kesehatan sangat memprihatinkan. Secara khusus, tingginya prevalens cidera punggung merupakan masalah bagi tenaga kesehatan. Terjadinya masalah kesehatan ini berhubungan dengan beberapa faktor risiko. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko yang berkaitan dengan gangguan otot dan rangka pada tenaga kesehatan. Metode: Penelitian ini merupakan tinjauan pustaka dengan pendekatan PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta Analyses). Pencarian artikel melalui Science Direct dengan kata kunci “musculoskeletal disorder”, “healthcare workers”, “risk factor” dan “ergonomic” yang dipublikasikan dalam lima tahun terakhir yaitu mulai dari tahun 2019 sampai dengan tahun 2023 dengan ranking jurnal internasional Q1 dan Q2. Hasil: Sebanyak 7.958 artikel ditemukan, namun hanya 16 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Terdapat dua artikel dengan desain penelitian eksperimental, tiga belas artikel dengan desain penelitian cross sectional, serta satu artikel dengan desain penelitian descriptive study. Faktor risiko yang berkaitan dengan gangguan otot dan rangka pada tenaga kesehatan antara lain faktor individu yaitu olahraga dan sosio demografi; faktor organisasi yaitu dukungan manajemen, shift kerja, jam kerja, tugas kerja dan lama kerja; faktor aktivitas kerja fisik yaitu postur, durasi, tekanan dan dimensi peralatan; faktor psikososial yaitu kepuasan kerja dan stress kerja; serta faktor lingkungan. Kesimpulan: Penelitian ini menjelaskan adanya pengaruh faktor risiko individu, lingkungan kerja, psikososial, aktivitas kerja fisik serta organisasi terhadap gangguan otot dan rangka pada tenaga kesehatan.
The Impact of Social Support on Job Satisfaction Among Precast Concrete Workers in Indonesia: A Cross-Sectional Study Rizka Lailatul Rohmah; Baiduri Widanarko
International Journal Of Health Science Vol. 5 No. 1 (2025): : International Journal of Health
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/ijhs.v5i1.5283

Abstract

The construction sector in Indonesia plays a vital role in economic development but is also characterized by high rates of workplace accidents, informality, and job insecurity. These challenges may negatively affect workers’ well-being and job satisfaction, especially in demanding environments such as precast concrete manufacturing. Social support has been recognized as a key psychosocial factor that can improve workplace outcomes, yet little is known about its role in Indonesia’s construction workforce. This study aims to (1) examine the level of perceived social support among precast concrete workers, (2) assess their level of job satisfaction, and (3) analyze the relationship between social support and job satisfaction. A cross-sectional design was employed, involving 180 workers from three precast concrete plants in Java, selected through random sampling. Data were collected using the Indonesian versions of the Job Content Questionnaire (JCQ) and Copenhagen Psychosocial Questionnaire II (COPSOQ II), and analyzed using logistic regression. The results revealed that 76.7% of workers reported low social support, and 72.8% experienced low job satisfaction. Workers with high social support were significantly more likely to report high job satisfaction (OR = 6.985; 95% CI: 3.276–14.895). These findings confirm that social support is a strong predictor of job satisfaction in this population. Strengthening support from supervisors and coworkers may be a strategic intervention to improve worker well-being and retention in Indonesia’s construction industry.
Analisis Faktor Risiko Psikososial sebagai Determinan Stres Kerja pada Sektor Konstruksi Mujakar, Ayu Agil; Widanarko, Baiduri
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 15 No. 03 (2026): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v15i03.4569

Abstract

Sektor konstruksi dikenal sebagai salah satu sektor kerja dengan tekanan kerja yang tinggi, yang disebabkan oleh kompleksitas pekerjaan, tuntutan penyelesaian dalam waktu singkat, serta kondisi kerja yang dinamis. Situasi ini dapat meningkatkan risiko terjadinya stres kerja yang berdampak pada kesehatan maupun produktivitas pekerja. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis tingkat stres kerja pada pekerja konstruksi serta mengidentifikasi faktor risiko psikososial yang paling dominan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain potong lintang (cross-sectional) terhadap 967 pekerja konstruksi yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan menggunakan uji Chi-square untuk menganalisis hubungan antara karakteristik responden dengan tingkat stres kerja, serta analisis pemeringkatan menggunakan pendekatan nilai rata-rata (mean) dan proporsi untuk mengidentifikasi faktor risiko psikososial dominan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pekerja berada pada kategori stres sedang (70,6%). Uji Chi-square menunjukkan bahwa usia dan jabatan tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat stres kerja (p > 0,05). Berdasarkan analisis pemeringkatan, baik pendekatan mean maupun proporsi secara konsisten mengidentifikasi beban kerja kuantitatif, beban kerja kualitatif, dan konflik peran sebagai tiga faktor risiko psikososial paling dominan, meskipun terdapat perbedaan urutan peringkat antar pendekatan. Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan faktor psikososial, khususnya beban kerja dan kejelasan peran, dalam sistem keselamatan dan kesehatan kerja untuk menurunkan risiko stres kerja pada sektor konstruksi.
Human Errors Determinants among Indonesian Oil and Gas Workers: Sleep, Distress, Recovery Dahlan, Achmad; Lestari, Fatma; Widanarko, Baiduri
The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health Vol. 15 No. 1 (2026): The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/ijosh.v15i1.2026.59-67

Abstract

Introduction: Human error is a major safety concern in upstream oil & gas operations because small performance failures may lead to near-misses, incidents, illness, and production loss. This study examined the determinants of human error among Indonesian upstream oil and gas workers, with emphasis on sleep, psychosocial strain, psychosocial strain, physical activity, work characteristics and recovery outside work. Method: A cross-sectional online survey was conducted among oil and gas workers in Indonesia. Of 1,650 respondents, 1573 valid responses were included in the analysis. Human errors was assessed using a composite score based on self reported errors and near-misses. Independent variables include age, sleep duration, sleep quality, physical activity, work entity, rotation type, shift type, distress, and secondary employment. Binary logistic regression was used to identify determinant factors associated with high human error. Result: High human errors was significantly associated with poor sleep quality (OR 5.08), high distress (OR 5.71), moderate distress (OR 2.83), maintenance and production work (OR 2.05), off-duty secondary employment (OR 1.69), short sleep durations of les than 7 hours (OR 1.55), and low physical activity (OR.155). Workers age 50-54 years had lower odds of high human error (OR 0.39). Rotational type, shift type, and on-duty secondary employment were not significant. Conclusion: Human error in this population appears to be driven more by sleep problems, psychosocial strain, inadequate recovery, and operational job demands. Prevention strategies should therefore extend beyond roster design and include sleep health, psychosocial risk control and recovery protection program and policy.
Empowerment-based ToT HIV intervention among Indonesian construction workers: a quasi-experimental study Anisful Lailil Munawaroh; Fatma Lestari; Baiduri Widanarko
International Journal of Public Health Science (IJPHS) Vol 15, No 2: June 2026
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijphs.v15i2.27117

Abstract

Preventing HIV/AIDS in high-risk workplaces remains a public health priority, particularly in the construction sector. However, empirical evidence on structured, sustainable, and empowerment-based Training-of-Trainers (ToT) interventions for HIV prevention in Indonesian construction workplaces remains limited. This study evaluated a ToT-based intervention designed to build internal peer-facilitator capacity among construction workers and to strengthen workplace HIV prevention through a feasible, scalable, and participatory model. MA quasi-experimental single-group pre-test-post-test study was conducted among 30 construction workers attending a two-day facilitator training. HIV/AIDS knowledge was assessed before and immediately after training using a structured questionnaire. Paired-sample t-tests, Wilcoxon signed-rank test, Cohen’s dz, and thematic content analysis were applied. Results: Mean knowledge scores increased significantly from 60.00 (SD = 12.66) to 91.33 (SD = 7.65), with a mean difference of 31.33 (95% CI: 26.76-35.90; p < 0.001). These findings suggest that peer-facilitator training may be a promising workplace health promotion strategy to strengthen HIV prevention capacity in construction settings, although further controlled studies are needed. Qualitative findings highlighted increased confidence, perceived relevance, and stronger peer networking. The ToT-based intervention was associated with substantial short-term gains in HIV/AIDS knowledge among construction workers and may help strengthen internal workplace prevention capacity. Further controlled studies with longer follow-up are needed to confirm its effectiveness and sustainability.