Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Determinan Prevalensi Balita Stunting 34 Provinsi di Indonesia Tahun 2017-2022 Deswira Aulia; Toto Gunarto; Asih Murwiati; Emi Maimunah
Jurnal Simki Economic Vol 7 No 1 (2024): Volume 7 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jse.v7i1.617

Abstract

Stunting is a condition where toddlers fail to grow due chronic malnutrition. Indonesia is the second largest country with the highest prevalence rate in Southeast Asia.Meanwhile, the Indonesian government has implemented various efforts to reduce the prevalence of stunting. This study aims to determine the influence of the average length of mother's schooling, exclusive breastfeeding, level of completeness of toddler immunization, posyandu activities, inadequate food consumption and good sanitation on the prevalence of stunting. Using OLS panel data regression, the results showed that the average number of years of schooling for women, posyandu activity, and adequate sanitation had a significant negative influence on the prevalence of stunting in 34 provinces in Indonesia. And inadequate food consumption has a significant positive effect on the prevalence of stunting in Indonesia in 2017-2022. Meanwhile, exclusive breastfeeding and the level of complete immunization for toddlers do not have an effect on the prevalence of stunting in Indonesia in 2017-2022.
The Dynamics of Industrialization in Middle-Income Countries: A Case Study of the Manufacturing Industry Sector Anggi Anggriawan; Emi Maimunah
Indonesian Journal of Economics Management and Accounting Vol. 2 No. 3 (2025): IJEAM - Maret 2025
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industrialisasi merupakan proses modernisasi ekonomi yang mencakup seluruh sektor ekonomi yang mempunyai kaitan satu sama lain dengan industri manufaktur. Tingkat industrialisasi yang rendah di negara berpendapatan menengah yang terlihat dari kurangnya penguasaan teknologi dan peningkatan industri yang membuat terjebak dalam perangkat teknologi berpendapatan menengah yang tentu akan membuat negara berpendapatan menengah mengalami deindustrialisasi prematur sehingga negara-negara berpendapatan menengah memiliki keterbatasan yang signifikan dalam hal kontribusi mereka terhadap perdagangan dan investasi global. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh keterbukaan perdagangan, tenaga kerja dan investasi asing langsung secara parsial maupun simultan terhadap industri manufaktur di negara berpendapatan menengah tahun 2005-2022. Variabel independen yang digunakan adalah industri manufaktur sedangkan variabel dependennya adalah keterbukaan perdagangan, tenaga kerja dan investasi asing langsung, data yang digunakan dari tahun 2005-2022 yang bersumber dari world bank dan metode yang digunakan adalah regresi data panel dengan model yang terpilih adalah Fixed Effect Model (FEM). Hasil penelitian secara parsial menunjukkan bahwa keterbukaan perdagangan, tenaga kerja, dan investasi asing langsung berpengaruh signifikan terhadap nilai tambah industri manufaktur, kemudian keterbukaan perdagangan, tenaga kerja, dan investasi asing langsung secara simultan berpengaruh signifikan terhadap nilai tambah industri manufaktur di Negara Berpendapatan Menengah tahun 2005-2022
Kesediaan Membayar (Willingness To Pay) Dan Surplus Konsumen Wisatawan Di Taman Nasional Way Kambas M Firman Afdhallah; Zulfa Emalia; Nurbetty Herlina Sitorus; Emi Maimunah; Arivina Ratih
Indonesian Journal of Economics Management and Accounting Vol. 2 No. 9 (2025): IJEMA - September 2025
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Taman Nasional Way Kambas (TNWK) merupakan salah satu kawasan konservasi penting di Indonesia yang dikenal dengan keunikan satwa endemik, khususnya gajah Sumatera. Namun, keterbatasan pendanaan konservasi menjadi tantangan dalam pengelolaan kawasan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai rata-rata Willingness to Pay (WTP) wisatawan serta menghitung surplus konsumen yang mencerminkan manfaat ekonomi tambahan dari aktivitas ekowisata di TNWK. Penelitian menggunakan Contingent Valuation Method (CVM) dengan melibatkan 100 responden wisatawan domestik yang dipilih melalui purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata WTP wisatawan lebih tinggi dibandingkan tarif tiket masuk resmi, sehingga terdapat surplus konsumen yang cukup besar. Kondisi ini mengindikasikan bahwa nilai ekonomi ekowisata TNWK belum sepenuhnya tercermin dalam harga tiket yang berlaku. Implikasi kebijakan dari penelitian ini adalah perlunya evaluasi tarif tiket berbasis WTP serta peningkatan kualitas fasilitas wisata guna mendukung keberlanjutan konservasi
Penerapan Evaluasi Kelayakan Usaha pada UMKM Crumbs.Bdl Dian Fajarini; Dhea Khansa Ariqah; Salsa Olivia; Dimas Aji Purnama; Fazle Mawla Farhandhanu; Maulana Adi Kusuma; Emi Maimunah; Ida Budiarty DA; Imam Awaluddin
Nemui Nyimah Vol. 6 No. 1 (2026): Nemui Nyimah Vol. 6 No. 1 2026
Publisher : FT Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/nm.v6i1.246

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan masyarakat, dan pengembangan inovasi usaha. Salah satu sektor UMKM yang berkembang pesat adalah sektor kuliner, khususnya produk minuman kekinian dan dessert yang banyak diminati oleh generasi muda. Pengabdian ini bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan usaha UMKM Crumbs.bdl dan memberikan edukasi terkait kelayakan usaha berdasarkan aspek finansial menggunakan metode Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Net Benefit Cost Ratio (Net B/C), dan Gross Benefit Cost Ratio (Gross B/C). Pengabdian dilakukan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan data primer yang diperoleh melalui wawancara langsung dan dokumentasi laporan keuangan usaha. Evaluasi kelayakan usaha menunjukkan bahwa UMKM Crumbs.bdl memiliki nilai NPV sebesar Rp1.108.273.182, Gross B/C Ratio sebesar 2,36, dan IRR sebesar 43,51%. Nilai tersebut menunjukkan bahwa usaha berada dalam kondisi layak dan menguntungkan untuk dijalankan serta dikembangkan dalam jangka panjang. Pertumbuhan penjualan yang stabil, strategi pemasaran digital yang efektif, serta inovasi produk menjadi faktor utama yang mendukung keberlanjutan usaha. Dengan demikian, pelaksanaan pengabdian pada UMKM Crumbs.bdl telah memberikan pandangan terkait prospek usaha yang baik dan berpotensi berkembang secara berkelanjutan di tengah persaingan bisnis kuliner modern.