Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

4 PENGETAHUAN PASIEN TENTANG PENYAKIT GASTRITIS DI RSUD GAMBIRAN KOTA KEDIRI Mudzakkir, Muhammad
Judika (Jurnal Nusantara Medika) Vol 1 No 1 (2016): Volume 1 nomor 1 tahun 2016
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.161 KB) | DOI: 10.29407/judika.v1i1.404

Abstract

Penyakit Gastritis (maag) adalah proses inflamasi pada lapisan mukosa dan submokosa lambung, peradangan atau menyebar pada mukosa lambung yang berkembang bilamekanisme protektif mukosa dipenuhi dengan bakteri atau bahan iritan lain. Pengetahuanyang rendah dapat mempengaruhi peningkatan jumlah penderita penyakit gastritis. Tujuanpenelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan pasien tentang penyakitgastritis di RSUD Gambiran kota Kediri. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif, teknik sampling yang digunakanadalah concecutif sampling, populasi penelitian pasien gastritis di RSUD gambiran kotaKediri dengan jumlah 26 orang dan instrument yang digunakan kuesioner. Dari hasil penelitian didapatkan sebagian besar responden mempunyai pengetahuancukup sebanyak 62% responden. Gambaran pengetahuan pasien gastritis di RSUD gambiran kota Kediri sebagianbesar berpengetahuan cukup, dapat disebabkan oleh Usia yang semakin bertambah dapatmempengaruhi pasien dalam memperoleh pengetahuan, tingkat pendidikan dan informasiyang diterima dari media juga dapat mendukung dalam pengetahuan seseorang. Diharapkan dalam memberikan asuhan keperawatan kepada pasien gastritismemperhatikan tingkat pengetahuan sehingga mengurangi terjadinya kekambuhan,dianjurkan juga mengaikan dengan factor penyebab gastritis.
PENGARUH HE (HEALT EDUCATION) TERHADAP PENGETAHUAN KELUARGA TENTANG ROM (RANGE OF MOTION) PASCA KRS (KELUAR RUMAH SAKIT) PADA PASIEN CVA (CEREBRO VASCULAR ACCIDENT) DI RSUD GAMBIRAN KOTA KEDIRI Mudzakkir, Muhammad
Judika (Jurnal Nusantara Medika) Vol 2 No 2 (2018): volume 2 nomor 2 tahun 2018
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.04 KB) | DOI: 10.29407/judika.v2i1.12181

Abstract

Cerebro Vascular Accident (CVA) merupakan beberapa kelainan yang ditunjukkan otak baik secara fungsional maupun struktural yang disebabkan oleh keadaan patologis dari pembuluh darah serebral. Komplikasi yang sering dialami pasien adalah Hemiparesis sehingga pengetahuan keluarga tentang latihan gerak bagi pasien CVA bisa membantu mengurangi komplikasi lebih lanjut. Tujun penelitian ini adalah menganalisis healt education (HE) terhadap pengetahuan keluarga tentang ROM pasca KRS pada pasien CVA di RSUD Gambiran Kota Kediri. Desain penelitian ini Pre-Eksperimental dengan pendekatan One group pre test post test desain, dengan responden 10 orang keluarga pasien CVA diambil secara Accidental sampling, variabel independent adalah pendidikan kesehatan dan variabel dependent adalah pengetahuan keluarga tentang ROM. Data dari kuesioner kemudian di analisa dengan uji Wilcoxon dengan tingkat kemaknaan α ≦0,05. Hasil penelitian sebelum diberi pendidikan kesehatan seluruh responden (10 orang) memiliki tingkat pengetahuan kurang, dan sesudah diberi pendidikan kesehatan hampir seluruh keluarga mempunyai tingkat pengetahuan baik yaitu sebanyak 9 orang (90%). Hasil uji statistik Wilcoxon dengan tingkat kemaknaan α < 0,05 didapatkan r = 0,002, menunjukkan ada pengaruh yang signifikan antara sebelum dan sesudah diberi HE tentang ROM pada pada keluarga pasien CVA. Kesimpulan pendidikan kesehatan sangat diperlukan oleh keluarga untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan tentang ROM untuk merawat pasien CVA pasca KRS. Pendidikan kesehatan tentang ROM secara terstruktur dengan menggunakan media kepada keluarga pasien CVA sangat diperlukan.
Dukungan Keluarga Terhadap Penyembuhan Pasien Diabetes Mellitus Di RSUD Gambiran Kota Kediri Mudzakkir, Muhammad
Judika (Jurnal Nusantara Medika) Vol 4 No 1 (2020): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2019
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/judika.v4i1.15604

Abstract

Hiperglikemia merupakan kondisi medik yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah melebihi batas normal sebagai gejala khas penyakit Diabetes Mellitus (DM). Penyakit DM ini sangat berpengaruh terhadap kualitas hidup seseorang karena prosesnya yang panjang serta komplikasi yang ditimbulkan sehingga dukungan keluarga sangat dibutuhkan. Peneltian ini bertujuan untuk mengetahui dukungan keluarga terhadap penyembuhan pasien diabetes mellitus. Desain penelitian ini bersifat diskriptif, dengan responden 42 orang/keluarga yang tinggal bersama dengan pasien DM yang diambil secara purposive sampling. Data diambil dengan menggunakan kuesioner kemudian di scoring dengan menggunakan persentase. Hasilnya menunjukkan sebagian keluarga memberikan dukungan emosional (85,7%), Lebih dari separohnya tidak memberikan dukungan instrumental (57,1%), lebih dari setengahnya (64,3%) memberikan dukungan informasional dan sebagian kecil saja yang memberikan dukungan penilaian (28,6%). Keluarga mempunyai peranan penting dalam merawat pasien DM, sehingga perlu ditingkatkan peran perawat dalam meningkatkan keterlibatan keluarga memberikan dukungan kesembuhan pasien
PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP KETERAMPILAN BERKOMUNIKASI DOSEN DALAM KEGIATAN PEMBELAJARAN DARING DI MASA PANDEMI COVID-19 Mudzakkir, Muhammad; Risnasari, Norma
Judika (Jurnal Nusantara Medika) Vol 5 No 2 (2021): Volume 5 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/judika.v5i2.17459

Abstract

Pembelajaran daring merupakan sistem pembelajaran yang dilakukan dengan tidak bertatap muka langsung, tetapi menggunakan platform yang dapat membantu proses belajar mengajar yang dilakukan meskipun jarak jauh, Kemampuan berkomunikasi dosen dalam kegiatan pembelajaran daring sangat diperlukan guna tercapainya tujuan pembelajaran.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi mahasiswa terhadap kemampuan berkomunikasi dosen dalam kegiatan pembelajaran daring di masa pandemi. Metode diskriptif dengan sampel 53 orang mahasiswa Prodi DIII Keperawatan UNP Kediri. Hasil penelitian didapatka n persepsi mahasiswa terhadap kemampuan dosen dalam mengembangkan sikap positif dalam kegiatan pembelajaran cukup, persepsi mahasiswa terhadap kemampuan dosen untuk bersikap luwes dan terbuka dalam kegiatan pembelajaran cukup, persepsi mahasiswa terhadap kemampuan dosen untuk tampil secara bersemangat dan bersungguh- sungguh dalam kegiatan pembelajaran baik, persepsi mahasiswa terhadap kemampuan dosen mengelola interaksi mahasiswa dalam kegiatan pembelajaran baik . Hasil penelitian ini dapat dipakai sebagai acuan bagi institusi pendidikan khususnya dosen dalam meningkatkan kemampuan yang dimiliki menjadi lebih baik.
Intervensi keperawatan berdasarkan teori Becoming a Mother dari Mercer: Sebuah kajian pustaka Yani, Erna Rahma; Rustina, Yeni; Agustini, Nur; Mudzakkir, Muhammad
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 10 (2025): Volume 19 Nomor 10
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i10.1854

Abstract

Background: The process of becoming a mother requires mothers to adapt during the transition that occurs immediately after childbirth. Nursing interventions based on Mercer's theory of becoming a mother have been developed in several countries, but their form and scope have not been comprehensively mapped. Purpose: To explore and map the scientific evidence for nursing interventions based on Mercer's theory of becoming a mother. Method: A scoping review was conducted based on Joanna Briggs Institute (JBI) guidelines. Articles were searched in PubMed, Scopus, Proquest, and ScienceDirect databases using a search strategy based on the Population-Concept-Context (PCC) framework. Keywords and synonyms relevant to nursing interventions, the process of becoming a mother, and the postpartum period were identified. A combination of free keywords and standard terms (Medical Subject Headings/MeSH) were used in the search using Boolean operators (AND and OR). Analysis included the population, intervention characteristics, implementation methods, and reported outcomes. Results: Five articles met the inclusion criteria for further analysis. Nursing interventions based on Mercer's theory were generally developed in the form of structured education, training, counseling, and technology-based multimodal approaches. Interventions delivered from the third trimester of pregnancy through the postpartum period have been shown to be effective in improving maternal role adaptation, self-efficacy, and mother-infant bonding. However, the duration of the interventions and study designs varied across the five articles. Conclusion: Nursing interventions based on Mercer's theory effectively support the parenting process by strengthening knowledge, parenting skills, and emotional adjustment. Further studies are needed for standardization and long-term evaluation. Suggestion: In order to improve the quality of nursing services, it is recommended that nurses develop a theory-based standardized nursing intervention model.   Keywords: Mothering; Mercer's Theory; Nursing Interventions.   Pendahuluan: Proses menjadi ibu memerlukan kemampuan adaptasi maternal pada masa transisi yang terjadi segera setelah melahirkan. Intervensi keperawatan berdasarkan teori Becoming a Mother dari Mercer telah dikembangkan di beberapa negara, namun bentuk dan cakupannya belum dipetakan secara komprehensif. Tujuan: Untuk mengeksplorasi dan memetakan bukti ilmiah dari intervensi keperawatan berdasarkan teori Becoming a Mother dari Mercer. Metode: Scoping review dilakukan dengan berpedoman pada Joanna Briggs Institute (JBI). Pencarian artikel dilakukan pada basis data PubMed, Scopus, Proquest, dan ScienceDirect dengan strategi pencarian berdasarkan kerangka Populasi-Concept-Context (PCC) dengan mengidentifikasi istilah utama dan sinonim yang relevan dengan intervensi keperawatan, proses menjadi ibu (becoming a mother), serta periode postpartum. Kombinasi kata kunci bebas dan istilah baku (Medical Subject Headings/MeSH) digunakan dalam pencarian dengan operator Boolean (AND dan OR). Analisis mencakup populasi, karakteristik intervensi, metode implementasi, dan luaran yang dilaporkan. Hasil: Didapatkan lima artikel memenuhi kriteria inklusi untuk dianalisis lebih lanjut. Intervensi keperawatan berdasarkan teori Mercer umumnya dikembangkan dalam bentuk edukasi terstruktur, pelatihan, konseling, dan pendekatan multimodal berbasis teknologi. Intervensi yang diberikan sejak trimester ketiga kehamilan hingga periode postpartum menunjukkan efektifitas dalam emningkatkan adaptasi peran maternal, efikasi diri, serta ikatan ibu dan bayi. Namun durasi intervensi dan desain penelitian menunjukkan variasi pada kelima artikel. Simpulan: Intervensi keperawatan berbasis teori Mercer efektif mendukung proses menjadi ibu melalui penguatan pada aspek pengetahuan, kemampuan pengasuhan, dan penyelarasan emosional. Studi lanjutan diperlukan untuk standardisasi dan evaluasi jangka panjang. Saran: Guna meningkatkan kualitas layanan keperawatan, disarankan perawat mengembangkan model intervensi keperawatan terstandar berbasis teori.   Kata Kunci: Becoming a Mother; Intervensi Keperawatan; Teori Mercer.
Gambaran Pengetahuan Remaja Putri Kelas VIII tentang Penanganan Dismenore di SMPN 2 Tanjunganom: An Overview of Eighth-Grade Adolescent Girls' Knowledge regarding Dysmenorrhea Management at SMPN 2 Tanjunganom Ghaniyyu Intan Nur Anisa; Endah Tri Wijayanti; Muhammad Mudzakkir
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 8 (2026): EDISI AGUSTUS
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i8.460

Abstract

Pendahuluan: Dismenore merupakan masalah kesehatan reproduksi yang sering dialami remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Pengetahuan tentang penanganan dismenore secara tepat, akan membantu remaja putri dalam mengatasi dismenore supaya tidak menganggu aktivitas belajar. Penelitian bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan remaja putri kelas VIII tentang penanganan dismenore di SMPN 2 Tanjunganom. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian adalah seluruh remaja putri kelas VIII di SMPN 2 Tanjunganom Kabupaten Nganjuk sebanyak 100 siswi. Sampel penelitian berjumlah 50 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuisoner tertutup, kemudian dianalisis secara univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi serta presentase. Hasil: Data penelitian menunjukan sebagian besar responden berusia 14 tahun sebanyak 37 orang (74%). Pengetahuan remaja putri tentang penanganan dismenore sebagian besar berada pada kategori kurang sebanyak 44 responden (88%), kategori cukup sebanyak 5 responden (10%), dan kategori baik sebanyak (2%). Kesimpulan: Hasil survei ini menunjukkan bahwa sebagian besar remaja putri kelas VIII di SMPN 2 Tanjunganom memiliki pengetahuan yang kurang tentang penanganan dismenore. Perlunya peningkatan edukasi kesehatan reproduksi yang dilakukan oleh pihak sekolah bekerja sama dengan tenaga kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang penanganan dismenore.
Gambaran Kualitas Tidur Perawat Sif Malam di Ruang Rawat Inap Mekah Rumah Sakit Muhammadiyah Ahmad Dahlan : Overview of Sleep Quality Among Night-Sif Nurses in the Inpatient Ward of Mekah at Muhammadiyah Ahmad Dahlan Hospital Prawiradi Jaya Ramadani; Endah Tri Wijayanti; Muhammad Mudzakkir
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 7 (2026): EDISI JULI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i7.481

Abstract

Pendahuluan: Perawat merupakan tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan selama 24 jam melalui sistem kerja sif, termasuk sif malam yang berpotensi mengganggu ritme sirkadian dan kualitas tidur. Kualitas tidur pada perawat dapat berdampak pada kesehatan individu, kinerja kerja, serta mutu pelayanan kepada pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kualitas tidur perawat sif malam di Ruang Rawat Inap Mekah RS Muhammadiyah Ahmad Dahlan kota Kediri. Metode: Desain deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 40 perawat sif malam yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dari total populasi 68 perawat. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner PSQI yang mengukur tujuh komponen kualitas tidur, yaitu kualitas tidur subjektif, latensi tidur, durasi tidur, efisiensi tidur, gangguan tidur, penggunaan obat tidur, dan disfungsi aktivitas siang hari. Data dianalisis menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil: Responden berusia 31–40 tahun (60%), berjenis kelamin perempuan (75%), dan berpendidikan D3 (48%). Sebanyak 63% responden mengalami kualitas tidur buruk, 37% kualitas tidur baik. Sebanyak 56% responden memiliki durasi tidur kurang dari atau 5–6 jam, dan 45% dengan durasi tidur 6-7 jam atau lebih. Sebanyak 70% membutuhkan waktu untuk mulai tidur/latensi lebih dari 15 menit, dan 5% menggunakan obat tidur.               Kesimpulan:  sebagian besar perawat sif malam memiliki kualitas tidur yang buruk, butuh waktu lebih dari 15 menit untuk memulai tidur, dan ada perawat yang menggunakan obat tidur untuk memulai tidur. Perawat sebaiknya mendapatkan waktu libur yang cukup setelah menjalani sif malam guna mendukung pemulihan dan meningkatkan kualitas tidur.
Gambaran Prilaku Self-management Penderita Diabetes Melitus di Kelurahan Jamsaren Wilayah Kerja Puskesmas Pesantren II Kota Kediri: Overview of Self-Management Behaviors Among People with Diabetes Mellitus in the Jamsaren Neighborhood, within the Service Area of the Pesantren II Community Health Center in Kediri City Setyo Bekti Aji Sasono; Endah Tri Wijayanti; Muhammad Mudzakkir
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 7 (2026): EDISI JULI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i7.482

Abstract

Pendahuluan: Peningkatan jumlah penderita diabetes melitus terus terjadi setiap tahunnya. Prilaku self-management penderita yang kurang memadai dapat memicu munculnya berbagai komplikasi, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang, sehingga kemampuan penderita dalam melakukan perawatan diri menjadi faktor yang sangat menentukan keberhasilan terapi. Praktik perilaku self-management mencakup kepatuhan mengonsumsi obat, pengaturan pola makan, aktivitas fisik yang teratur, pemantauan kadar glukosa darah, dan perawatan kaki secara rutin. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai tingkat praktik self-management penderita diabetes melitus yang berdomisili di Kelurahan Jamsaren, wilayah kerja Puskesmas Pesantren II Kota Kediri, sekaligus mengidentifikasi karakteristik sosiodemografi responden.                Metode: Penelitian menerapkan pendekatan kuantitatif dengan rancangan deskriptif. Sebanyak 67 responden dipilih melalui teknik purposive sampling sesuai dengan kriteria penelitian yang telah ditetapkan. Pengumpulan data dilakukan menggunakan wawancara terstruktur dengan instrumen Diabetes Self-management Questionnaire (DSMQ), sedangkan analisis data dilakukan secara univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi.  Hasil:  Penelitian memperlihatkan bahwa sebagian besar responden (61%) telah memiliki kemampuan praktik self-management yang tergolong baik. Sebaliknya, 32% responden masih menunjukkan kemampuan praktik yang rendah, sedangkan 7% berada pada kategori cukup. Karakteristik responden didominasi oleh kelompok usia di atas 59 tahun, perempuan, berpendidikan sekolah dasar, tidak memiliki pekerjaan, riwayat diabetes melitus antara 1 – 5 tahun.              Kesimpulan: Mayoritas penderita telah mampu melaksanakan pengelolaan penyakit secara mandiri dengan baik. Dan masih terdapat sebagian pasien yang menghadapi hambatan dalam menjalankan praktik self-management. Diperlukan upaya edukasi kesehatan yang dilakukan secara berkesinambungan dengan melibatkan keluarga sebagai sistem pendukung utama agar kemampuan praktik self-management semakin optimal dan risiko komplikasi diabetes melitus dapat diminimalkan.
MOTIVASI PASIEN DIABETES MELITUS DALAM MENJALANI PROGRAM PENGOBATAN Muhammad Mudzakkir; Endah Tri Wijayanti; Karisma Azahra Apriyanti
Jurnal EDUNursing Vol 10 No 1 (April-Agustus) (2026): Jurnal EDUNursing
Publisher : Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/edunursing.v10i1 (April-Agustus).6546

Abstract

Abstract Diabetes mellitus is a chronic disease that requires long-term management through medication adherence, dietary regulation, physical activity, blood glucose monitoring, and lifestyle modification. Motivation is one of the psychological factors that influences patients in maintaining treatment behaviors. This study aimed to describe the level of motivation among patients with diabetes mellitus in undergoing treatment programs at the Outpatient Clinic of Muhammadiyah Ahmad Dahlan Hospital, Kediri. This study employed a quantitative descriptive design with a cross-sectional approach. A total of 41 respondents were selected using purposive sampling. Data were collected using a motivation questionnaire and analyzed using univariate analysis. The results showed that most respondents had a high level of motivation (58.5%), followed by moderate motivation (31.7%) and low motivation (7.3%). The findings indicate that most patients have adequate motivation to maintain treatment adherence and disease management. Nurses are expected to strengthen patient motivation through education, counseling, and family involvement to improve treatment outcomes. Keywords: diabetes mellitus, motivation, treatment, outpatient, nursing
Cegah Perilaku Kleptomania sejak Dini di SMK PGRI 2 Kota Kediri Norma Risnasari; Elysabet Herawati; Dhian Ika Prihananto; Muhammad Mudzakkir; Ropita Oktaviani; Yulla Yulfida Andarisma
Journal of Community Engagement in Health Vol. 3 No. 1 (2020): Maret
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v3i1.32

Abstract

Kleptomania termasuk kelompok gangguan kepribadian borderline artinya terletak pada batas antara normal dan psikotik, yaitu kondisi yang termasuk dalam kelompok gangguan kendali impulsif, dimana penderita tidak dapat menahan diri untuk mengutil atau mencuri. Orang dengan kelainan ini terdorong untuk mencuri barang, umumnya barang yang tidak berharga, seperti pensil, permen, sisir, atau barang lainnya dan biasanya merasakan kelegaan atau kenikmatan setelah melakukan tindakan mencuri. Kegiatan penyuluhan kesehatan dilaksanakan pada tanggal 24 Januari 2019 diawali pre test dan diakhir dilakukan post test. Berdasarkan hasil pre test pada 60 siswa, maka sebanyak 19 siswa (31,6%) menyatakan belum tahu tentang pengertian kleptomania, 50 siswa (83,3%) menyatakan belum tahu penyebab kleptomania, 56 siswa (93,3%) belum tahu ciri-ciri orang yang mengalami kleptomania, 54 siswa (90%) belum tahu upaya pencegahan kleptomania, 60 siswa (100%) tidak pernah melakukan kleptomania. Setelah dilakukan penyuluhan, maka kami memberikan soal yang sama dengan soal pre test. Dari hasil post test 60 siswa (100%) menyatakan paham tentang pengertian, ciri-ciri dan upaya pencegahan kleptomania, 57 siswa (95%) menyatakan paham penyebab kleptomania dan 13 siswa (21,6%) pernah melakukan kleptomania. Penanganan yang merupakan pilihan utama untuk penderita kleptomania salah satunya dibawa ke psikolog, agar dilakukan terapi perilaku, yaitu serangkaian perilaku yang psikolog ciptakan untuk direkayasa, terapi tersebut tidak sekedar mengobati dari sisi pikirannya saja, namun juga sisi perasaannya, karena dorongan ini muncul dari perasaan, bukan pikiran. Keluarga dalam membantu proses penyembuhan sebaiknya ikut menciptakan suatu lingkungan atau suasana yang tidak memungkinkan bagi penderita klepto untuk kambuh lagi hasratnya