Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Perbandingan Volume Oksigen Maksimal Anggota Komunitas South Borneo Runners yang Jogging Rutin dengan Tidak Rutin Aldi Septea Rahman; Asnawati Asnawati; Ahmad Husairi
Homeostasis Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.108 KB)

Abstract

Abstract: Fit people have higher maximal oxygen consumption value (VO2 max) and they can do physical activity stronger than people who are in unfit condition. One sport that can increase value of maximal oxygen consumption (VO2 max) is aerobic exercise, like jogging. The purpose of research is compare maximal oxygen volume between people who are routine and non-routine in jogging. The research used an analytic observation design by compare between people who are routine (1-2 times a week) in run community of South Borneo Runners Banjarmasin. There are 41 South Borneo Runners members are used as subjects, consist of 26 subject that are categorized as training routine, and 15 subject that are categorized as not training routine. Subjects were selected using consecutive sampling technique. The VO2 max used is multistage fitness test. The VO2 max's value of the group who jogging routinely was 36,95779±5,44765 ml/kg/minutes, and the non-routine group was 29,2667±3,03684 ml/kg/minutes. Statistical test result using independent t test obtained P = 0,00. The conclusion of research is that there are significant differences between subject who exercise routinely, 1-2 times a week, and those who non routine in jogging. Keywords: jogging, VO2 max, multistage fitness test Abstrak: Orang yang kebugarannya baik memiliki nilai konsumsi oksigen maksimal (VO2 max) yang tinggi dan dapat melakukan aktifitas fisik lebih kuat daripada mereka yang dalam kondisi tidak baik. Salah satu olahraga yang dapat meningkatkan VO2 max adalah olahraga aerobik yaitu jogging. Tujuan penelitian adalah membandingkan volume oksigen maksimal antara orang yang rutin dengan yang tidak rutin latihan jogging. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan membandingkan antara kelompok yang rutin dengan yang tidak rutin latihan jogging 1-2 kali seminggu pada komunitas South Borneo Runners Banjarmasin. Anggota komunitas South Borneo Runners yang digunakan sebagai subjek ada 41 subjek, terdiri dari 26 subjek yang dikategorikan rutin latihan dan 15 subjek yang dikategorikan tidak rutin latihan. Subjek dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Tes VO2 max yang digunakan adalah multistage fitness test. Didapatkan nilai VO2 max kelompok yang rutin latihan jogging sebesar 36,9577±5,44765 ml/kg/menit dan kelompok yang tidak rutin sebesar 29,2667±3,03684 ml/kg/menit. Hasil uji statistik menggunakan uji t tidak berpasangan didapatkan nilai p = 0,00. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan yang bermakna antara subjek yang rutin latihan dengan yang tidak rutin latihan jogging setiap 1-2 kali seminggu. Kata-kata kunci: jogging, VO2 max, multistage fitness test
Literature Review: Pengaruh Olahraga terhadap Kekakuan Arteri Penderita Hipertensi Muhammad Farid Syahbani; Fauzan Muttaqien; Asnawati Asnawati
Homeostasis Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.583 KB)

Abstract

Abstract: Arterial stiffness is a predictor of cardiovascular disease incidence in adults and other cardiovascular disease risk factors. In hypertension patients with increased arterial stiffness (Pulse Wave Velocity (PWV) ≥ 8 m/s), it is recommended to exercise as one of the non- pharmacological therapies in lowering arterial stiffness of hypertension patients. An aim in this article is to find out the effect of exercise training at arterial stiffness of hypertensive patients. This writing is done by literature review method. Search for articles through the Pubmed and Cochrane Library databases. Articles used in English and published in the last 10 years. After the process of searching and selecting articles, obtained 20 articles used in this literature review. It was found that combined exercise, high-intensity interval training, aerobic exercise, stair climbing, isometric handgrip training (IHT), whole-body vibration (WBV), and taekwondo can reduce arterial stiffness of hypertension patients, but also obtained exercises that show increased arterial stiffness of hypertension patients namely resistance exercise. Keywords: hypertension, exercise training, arterial stiffness Abstrak: Kekakuan arteri adalah prediktor kejadian penyakit kardiovaskular pada orang dewasa dan faktor risiko penyakit kardiovaskular lainnya. Pada penderita hipertensi dengan peningkatan kekakuan arteri (Pulse Wave Velocity (PWV) ≥ 8 m/s), disarankan melakukan olahraga sebagai salah satu terapi non farmakologi dalam menurunkan kekakuan arteri penderita hipertensi. Tujuan dalam penulisan ini adalah untuk mengetahui pengaruh olahraga terhadap kekakuan arteri penderita hipertensi. Penulisan ini dilakukan dengan metode literature review. Pencarian artikel melalui database Pubmed dan Cochrane Library. Artikel yang digunakan menggunakan Bahasa Inggris dan dipublikasikan dalam 10 tahun terakhir. Setelah proses pencarian dan seleksi artikel, didapatkan 20 artikel yang digunakan pada literature review ini. Didapatkan bahwa olahraga gabungan, latihan interval intensitas tinggi, olahraga aerobik, stair climbing, isometric handgrip training (IHT), whole-body vibration (WBV), dan taekwondo dapat menurunkan kekakuan arteri penderita hipertensi, namun didapatkan pula olahraga yang menunjukkan peningkatan kekakuan arteri penderita hipertensi yaitu olahraga ketahanan. Kata-kata kunci: hipertensi, latihan olahraga, kekakuan arteri
Literature Review: Perbedaan Nilai Konsumsi Oksigen Maksimal antara Pemain Basket dan Pemain Voli Jordy Aditya Raharjo; Asnawati Asnawati; Fauzan Muttaqien; Huldani Huldani; Mohammad Bakhriansyah
Homeostasis Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.215 KB)

Abstract

Abstract: Basketball and volleyball are aerobic-anaerobic, but predominantly anaerobic sports. Both of these sports can increase the maximum oxygen consumption (VO2 max). The purpose of this literature review is to analyze the difference in the value of maximum oxygen consumption between basketball players and volleyball players. The reference data in this article review was obtained by searching using Google Scholar.  This search uses English and Indonesian. After implementing a selection process in the form of checking titles and abstracts, the total remaining articles included in this literature review were 7 articles. The results of the 7 articles contained in this literature review, there are 4 articles that explain that the volleyball player group has a higher oxygen consumption value than the basketball player group, while in 3 other article explains that the maximum oxygen consumption value in the basketball player group is higher than the volleyball group. Keywords: maximum oxygen consumption, VO2 max, basketball, volleyball. Abstrak: Olahraga basket dan olahraga voli merupakan olahraga yang bersifat aerobik-anaerobik, tetapi didominasi anaerobik. Kedua olahraga ini dapat meningkatkan konsumsi oksigen maksimal (VO2 maks). Tujuan dari literature review ini adalah untuk menganalisa perbedaan nilai konsumsi oksigen maksimal antara pemain basket dan pemain voli. Data acuan dalam review artikel ini didapatkan dengan penelusuran menggunakan Google Scholar. Pencarian ini menggunakan bahasa Inggris dan Indonesia. Setelah menerapkan proses seleksi berupa pengecekan judul dan abstrak, total artikel yang tersisa dan disertakan dalam literature review ini sebanyak 7 artikel. Hasil dari 7 artikel yang terdapat dalam literature review ini, terdapat 4 artikel yang menjelaskan bahwa pada kelompok pemain voli memiliki nilai konsumsi oksigen yang lebih tinggi daripada kelompok pemain basket, sedangkan pada 3 artikel lain menjelaskan bahwa nilai konsumsi oksigen maksimal pada kelompok pemain basket lebih tinggi daripada kelompok pemain voli. Kata-kata kunci: konsumsi oksigen maksimal, VO2 maks, basket, voli.
Pengaruh Sarapan terhadap Memori Jangka Pendek pada Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat Hendri Kusuma; Asnawati Asnawati; Ahmad Husairi
Homeostasis Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.804 KB)

Abstract

Abstract: Breakfast can improve blood sugar from fasting condition when someone sleep at night until wake at morning. A theory said that breakfast can improve someone’s short term memory by improving blood sugar level. The purpose of this research is to find out wether breakfast really improve short term memory or not. This research used quasi-experimental with control group design. There’s 61 student of PSPD FK ULM are used as subject of this research, 31 as subjects who were given breakfast, 30 as control group subjects who were not given breakfast. Subjects have an  age range between 17-22 years old, 22 people are male and 39 are female,  all of subject are those who are accustomed to breakfast. Subject given yellow rice as the breakfast. Memory test used is digit span test memory forward, performed twice, before and 30 minute after breakfast. The result of this study are there is a significant difference in short term memory delta scores between subjects given breakfast and subjects not given breakfast with p = 0,00 with Mann-Whitney test. Conclusion of this research is, breakfast has an effect to short term memory. Keywords: breakfast, memory, digit span test memory forward. Abstrak: Sarapan mampu memperbaiki kadar gula darah seseoarng dari keadaan puasa tidur malam hingga pagi hari. Teori yang ada mengatakan sarapan mampu meningkatkan memori jangka pendek seseorang dengan memperbaiki kadar gula darah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah sarapan benar-benar meningkatkan memori seseorang atau tidak. Pada penelitian ini digunakan desain penelitian kuasi eksperimental dengan grup kontrol. Sebanyak 61 mahasiswa PSPD FK ULM dilibatkan sebagai subjek, 31 orang sebagai subjek perlakuan yang diberikan sarapan dan 30 orang sebagai subjek kontrol yang tidak diberikan sarapan. Subjek penelitian memiliki rentang umur 17-22 tahun, 22 orang berjenis kelamin laki-laki dan 39 orang berjenis kelamin perempuan, semua subjek adalah mereka yang terbiasa sarapan. Subjek diberikan sarapan nasi kuning. Tes memori jangka pendek yang digunakan adalah digit span test forward, dilakukan dua kali, sebelum dan 30 menit sesudah sarapan. Hasil dari penelitian ini adalah ada perbedaan delta score memori jangka pendek yang signifikan antara subjek yang diberikan sarapan dengan subjek yang tidak diberikan sarapan dengan nilai p = 0,00 (<0,05) dengan uji Mann-Whitney. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sarapan berpengaruh terhadap memori jangka pendek. Kata-kata kunci: sarapan, memori, digit span test  memory forward.
PERBEDAAN DAYA TAHAN KARDIORESPIRASI PEMAIN FUTSAL DAN PENARI MODERN DI BANJARMASIN Anggia Ayunanda Arrafieka; Dona Marisa; Asnawati Asnawati
Homeostasis Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Cardiorespiratory endurance or aerobic capacity, the most important component of physical fitness. A person with good cardiorespiratory endurance, has good cardiovascular and respiratory system, which can supply muscles so that the person is able to work sustainably without experiencing excessive fatigue. The objective of this research is finding out the differences in cardiorespiratory endurance between futsal players and modern dancers in Banjarmasin. This research is an observational analytic research using cross sectional approach. Population of this research is taken from futsal players who is in the Faculty of Medicine of Lambung Mangkurat University Banjarmasin and modern dancers in Banjarmasin. The samples were taken using purposive sampling method with the minimal amount of samples is 30 people per group. Cardiorespiratory endurance is measured using the Harvard test. The VO2Max average for futsal players is 70,8200 and for modern dancers is 62,8600. The results of the unpaired t test obtained a significance value of 0.269, because the value of p>0.05, so it can be concluded that there is no significant difference in the value of VO2Max average value between futsal players and modern dancers in Banjarmasin. Keywords: cardiorespiratory endurance, futsal players, modern dancer Abstrak: Daya tahan kardiorespirasi atau aerobic capacity, komponen terpenting dari kebugaran jasmani.  Seseorang yang daya tahan kardiorespirasinya baik, memiliki sistem kardiovaskular serta sistem respirasi yang baik, sehingga dapat mensuplai otot-otot agar yang bersangkutan dapat bekerja secara berkelanjutan tanpa mengalami kelelahan yang berlebihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan daya tahan kardiorespirasi antara pemain futsal dan penari modern di Banjarmasin. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini ialah pemain futsal yang berada di Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin dan penari modern yang berada di Banjarmasin. Sampel diambil menggunakan metode purposive sampling dengan besar sampel minimal 30 orang per kelompok. Daya tahan kardiorespirasi diukur menggunakan tes Harvard. Rata-rata nilai VO2Max untuk pemain futsal adalah 70,8200 dan untuk penari modern adalah 62,8600. Hasil uji t tidak berpasangan didapatkan angka significancy 0,269, karena nilai p>0,05, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan bermakna dalam nilai VO2Max antara pemain futsal dan penari modern di Banjarmasin. Kata-kata kunci: daya tahan kardiorespirasi, pemain futsal, penari modern
Literature Review: Pengaruh Latihan Resistensi terhadap Tekanan Darah Penderita Hipertensi Hj. Norkhalifa Hj. Norkhalifa; Fauzan Muttaqien; Asnawati Asnawati
Homeostasis Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.559 KB)

Abstract

Abstract: High blood pressure or hypertension is one of the main causes of death globally, which increase morbidity and mortality worldwide. Physical training is considered a nonpharmacological therapy to reduce blood pressure, one of which is resistance training. The purpose of this literature review is to describe the effect of resistance training on blood pressure in patients with hypertension. The method of this study is analyzing the literature found from the search results on the medical journal database, PubMed and Google Scholar. Articles used in English and published in 2010-2020. Total of the articles used for the literature review were 20 articles. When doing resistance training, energy metabolism process will increase blood vessels adaptation so that it can lower blood pressure. Changing blood pressure after doing resistance training based on several factors, such as age, history of disease, uncontrolled eating habits, risk factors and limited resistance training capacity in hypertension patients. Keywords: Hypertension, resistance training, blood pressure. Abstrak: Tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan salah satu penyebab utama kematian secara global, yang dapat meningkatkan morbiditas dan mortalitas di seluruh dunia. Latihan fisik yang direkomendasikan sebagai terapi non farmakologi untuk menurunkan tekanan darah, salah satunya dengan latihan resistensi. Tujuan penulisan literature review ini untuk membuat gambaran umum terkait pengaruh latihan resistensi terhadap tekanan darah penderita hipertensi. Penulisan dilakukan dengan menganalisis literatur terkait yang didapatkan dari hasil pencarian pada database jurnal kedokteran yaitu PubMed dan Google Scholar. Artikel yang digunakan menggunakan bahasa Inggris dan dipublikasikan pada tahun 2010-2020. Artikel yang digunakan untuk literature review ini sebanyak 20 artikel. Ketika melakukan latihan resistensi maka akan terjadi proses metabolisme energi yang dapat meningkatkan adaptasi pembuluh darah sehingga dapat menurunkan tekanan darah. Perubahan tekanan darah setelah melakukan latihan resistensi dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti: usia, riwayat penyakit, kebiasaan makan-makanan yang tidak terkontrol, faktor risiko dan kapasitas latihan resistensi yang terbatas pada penderita hipertensi. Kata-kata kunci: hipertensi, latihan resistensi, tekanan darah.
Literature Review: Nilai Saturasi Oksigen pada Individu dengan Indeks Massa Tubuh Overweight Vivin Nurul Islami; Asnawati Asnawati; Dona Marisa
Homeostasis Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.58 KB)

Abstract

Abstract: Overweight is a health problem that often happens whether in Indonesia, or worldwide. Overweight can decrease respiratory function on individual and cause oxygen desaturation on individual. The purpose of this literature review is to summarize the value of oxygen saturation in individual with overweight body mass index. The reference data in the study of this article was obtained by searching using PubMed and Google Scholar published in 2011 to 2021. After search and selection process of the articles, 7 articles were included in this literature review. From all of the articles, only one article that found minimal association between oxygen saturation and body mass index, the rest of 6 articles show that the value of oxygen saturation is related to body mass index, the increase of body mass index can make oxygen desaturation whether someone is in resting condition or after doing exercise. The decrease of oxygen saturation is related with the increase of fat on chest muscle and abdomen that will makes compliance of lung become not maximal and cause the decrease of oxygen partial pressure in alveoli. Keywords: body mass index, overweight, oxygen saturation Abstrak: Overweight merupakan permasalahan kesehatan yang banyak terjadi baik di Indonesia maupun dunia. Overweight dapat menyebabkan penurunan fungsi pernafasan pada seseorang dan mengakibatkan penurunan saturasi oksigen. Tujuan penulisan literature review ini adalah untuk merangkum nilai saturasi oksigen pada individu dengan indeks massa tubuh overweight. Data acuan dalam kajian artikel ini didapatkan dengan penelusuran menggunakan PubMed dan Google Scholar yang dipublikasikan pada tahun 2011 hingga tahun 2021. Setelah proses pencarian dan seleksi artikel, didapatkan 7 artikel yang disertakan pada literature review ini. Dari seluruh artikel, terdapat satu artikel yang menunjukkan bahwa saturasi oksigen dengan indeks massa tubuh berhubungan secara minimal, sedangkan 6 artikel lainnya menunjukkan bahwa saturasi oksigen berhubungan dengan indeks massa tubuh seseorang, peningkatan indeks massa tubuh dapat menyebabkan penurunan saturasi oksigen baik saat dalam kondisi beristirahat maupun setelah berolahraga. Penurunan saturasi oksigen berkaitan dengan meningkatnya lemak pada dinding dada dan abdomen yang menyebabkan pengembangan paru kurang maksimal sehingga menurunkan tekanan parsial oksigen pada alveoli. Kata-kata kunci : indeks massa tubuh, overweight, saturasi oksigen
Perbandingan Kapasitas Oksigen Maksimal antara Laki Laki dan Perempuan pada Calon Jemaah Haji Novita Nuarti; Huldani Huldani; Asnawati Asnawati
Homeostasis Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.949 KB)

Abstract

Abstract: Maximum oxygen capacity (VO2 max) is the maximum volume of oxygen that the body processes when carrying out intensive activities. One of the factors that influence the value of VO2 max is gender. This study aims to measure and compare VO2 max between men and women in prospective pilgrims. This study was an observational study with a cross sectional approach. A total of 30 male samples and 30 female samples were selected based on inclusion criteria then random sampling. The VO2 max measurement is done by Rockport. From the data, the average value of VO2 max for prospective pilgrims was 30.47 ml / kg / minute while the average value of VO2 max for women was 26.9 ml / kg / minute. The results of the unpaired t test with a confidence level of 95% obtained p = 0.001, so it can be concluded that there were significant differences between VO2 max male and female candidates in the pilgrimage. Keywords: VO2 max, gender, pilgrims Abstak: Kapasitas oksigen maksimal (VO2 maks) adalah volume maksimal oksigen yang diproses oleh tubuh pada saat melakukan kegiatan yang intensif. Salah satu faktor yang mempengaruhi nilai VO2 maks adalah jenis kelamin. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur dan membandingkan VO2 maks antara laki-laki dan perempuan pada calon jemaah haji. Penelitian ini ialah penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Sebanyak 30 sampel laki-laki dan 30 sampel perempuan dipilih berdasarkan kriteria inklusi dipilih secara random sampling. Pengukuran VO2 maks dilakukan dengan cara Rockport.  Dari data didapatkan nilai rata-rata VO2 maks laki-laki calon jemaah haji 30,47 ml/kg/menit sedangkan nilai rata-rata VO2 maks pada perempuan 26,9 ml/kg/menit. Hasil uji t tidak berpasangan dengan tingkat kepercayaan 95% didapatkan nilai p=0,001, maka dapat disimpukan terdapat  perbedaan yang bermakna antara VO2 maks laki-laki dan perempuan pada calon jemaah haji. Kata-kata kunci: VO2 maks, jenis kelamin, jemaah haji
HUBUNGAN FREKUENSI DAN LAMA LATIHAN TERHADAP FUNGSI KOGNISI (MEMORI) PENARI MODERN Abdian Purnapita Pambudi; Dona Marisa; Asnawati Asnawati
Homeostasis Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Cognition is the ability to recognize / know objects, circumstances or situations, which are associated with learning and intelligence. Cognition includes memory, concentration or attention, orientation, language skills, numeracy, visuospatial, executive functions, abstraction, and levels of intelligence. In this study, the intended cognition is memory related to the learning process of dance movements during modern dance practice. The higher frequency and duration of training will have possitive impact on the ability of the cognitive function (memory). This study aims to determine the relationship of frequency and duration of training to the function of cognition (memory) of modern dancers in Banjarmasin. This study used an observational analytic method with a crossectional approach. A sample of 30 people were taken by proportional stratified random sampling technique. Data analysis using Chi square test with level of confidence 95%. The results were obtained for the relationship between exercise frequency and cognition function (memory) with ρ value=0.001 (ρ <0.05) and the length of training relationship and cognitive function (memory) with ρ value=0.029 (ρ <0.05). The conclusion of this study shows that there is a significant relationship between the frequency and duration of training on the function of cognition (memory) of modern dancers in Banjarmasin. Keywords:frequency of training, duration of training, cognitive function, memory, modern dancers. Abstrak: Kognisi adalah kemampuan untuk mengenal/mengetahui benda, keadaan atau situasi, berhubungan dengan pembelajaran dan intelejensi.Kognisi meliputi memori atau daya ingat, konsentrasi atau perhatian, orientasi, kemampuan berbahasa, berhitung, visuospatial, fungsi eksekutif, abstraksi, dan taraf intelejensi.Pada penelitian ini, kognisi yang dimaksud adalah memori yang berkaitan dengan proses pembelajaran gerakan tari selama latihan tari modern. Frekuensi dan lama latihan yang semakin tinggi akan berdampak pada kemampuan fungsi kognisi (memori) yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan frekuensi dan lama latihan terhadap fungsi kognisi (memori) penari modern di Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan  metode observasional analitik  dengan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 30 orang diambil dengan teknik proportional stratified random sampling. Analisis data menggunakan uji Chi square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian didapatkan untuk hubungan frekuensi latihan dan fungsi kognisi (memori) ρ value=0,001 (ρ < 0,05) dan hubungan lama latihan dan fungsi kognisi (memori) ρ value=0,029 (ρ< 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara frekuensi dan lama latihan terhadap fungsi kognisi (memori) penari modern di Banjarmasin. Kata-kata kunci: frekuensi latihan, lama latihan, fungsi kognisi, memori, penari modern.Abstract:Cognition is the ability to recognize / know objects, circumstances or situations, which are associated with learning and intelligence. Cognition includes memory, concentration or attention, orientation, language skills, numeracy, visuospatial, executive functions, abstraction, and levels of intelligence. In this study, the intended cognition is memory related to the learning process of dance movements during modern dance practice. The higher frequency and duration of training will have possitive impact on the ability of the cognitive function (memory). This study aims to determine the relationship of frequency and duration of training to the function of cognition (memory) of modern dancers in Banjarmasin. This study used an observational analytic method with a crossectional approach. A sample of 30 people were taken by proportional stratified random sampling technique. Data analysis using Chi square test with level of confidence 95%. The results were obtained for the relationship between exercise frequency and cognition function (memory) with ρ value=0.001 (ρ <0.05) and the length of training relationship and cognitive function (memory) with ρ value=0.029 (ρ <0.05). The conclusion of this study shows that there is a significant relationship between the frequency and duration of training on the function of cognition (memory) of modern dancers in Banjarmasin. Keywords:frequency of training, duration of training, cognitive function, memory, modern dancers. Abstrak: Kognisi adalah kemampuan untuk mengenal/mengetahui benda, keadaan atau situasi, berhubungan dengan pembelajaran dan intelejensi..Kognisi meliputi memori atau daya ingat, konsentrasi atau perhatian, orientasi, kemampuan berbahasa, berhitung, visuospatial, fungsi eksekutif, abstraksi, dan taraf intelejensi.Pada penelitian ini, kognisi yang dimaksud adalah memori yang berkaitan dengan proses pembelajaran gerakan tari selama latihan tari modern. Frekuensi dan lama latihan yang semakin tinggi akan berdampak pada kemampuan fungsi kognisi (memori) yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan frekuensi dan lama latihan terhadap fungsi kognisi (memori) penari modern di Banjarmasin.Penelitian ini menggunakan  metode observasional analitik  dengan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 30 orang diambil dengan teknik proportional stratified random sampling. Analisis data menggunakan uji Chi square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian didapatkan untuk hubungan frekuensi latihan dan fungsi kognisi (memori) ρ value=0,001 (ρ < 0,05) dan hubungan lama latihan dan fungsi kognisi (memori) ρ value=0,029 (ρ< 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara frekuensi dan lama latihan terhadap fungsi kognisi (memori) penari modern di Banjarmasin. Kata-kata kunci: frekuensi latihan, lama latihan, fungsi kognisi, memori, penari modern
Literature Review: Pengaruh Latihan Interval Intensitas Tinggi terhadap Konsumsi Oksigen Maksimal Penderita Hipertensi Ana Khawarizna Maulida; Asnawati Asnawati; Fauzan Muttaqien
Homeostasis Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.267 KB)

Abstract

Abstract: The most recommended physical activitiy for hypertension patient is high intensity interval training. The aim of this literature review is to summarize the literatures about the effect of high intensity interval training to maximum oxygen consumption of hypertention patients. The method analizying the literature found in the search results on the medical journal database from Google Scholar and PubMed. These literatures were scrutinized in simultaneous manner as full article in English and published on 2010-2020 at 20 different pieces. The high intensity interval training can increase the value of maximum oxygen consumption and fitness for daily activities by enhancement person's total pulmonary ventilation, skeletal muscle mass, and oxygen consumption. Twenty literatures state that this training is usefull for hypertension patients because of getting maximal oxygen for oxidation fuel of body metabolism rather than doing other trainings. Keywords: hypertension, hypertensive, high intensity interval training, maximum oxygen consumption. Abstrak: Aktifitas fisik yang paling direkomendasikan pada penderita hipertensi adalah latihan interval intensitas tinggi. Penulisan literature review ini bertujuan untuk merangkum pengaruh latihan interval intensitas tinggi terhadap konsumsi oksigen maksimal penderita hipertensi. Penulisan ini dilakukan dengan menganalisis literatur terkait yang didapatkan dari hasil pencarian pada database jurnal kedokteran, yaitu Google Scholar dan PubMed. Literatur ini diteliti secara menyeluruh dalam bentuk full article berbahasa Inggris dan dipublikasikan pada tahun 2010-2020 sebanyak 20 literatur. Latihan interval intensitas tinggi dapat meningkatkan nilai konsumsi oksigen maksimal dan kebugaran untuk aktivitas sehari-hari melalui peningkatan ventilasi paru total, massa otot rangka, dan konsumsi oksigen pada seseorang. Dua puluh literatur menyatakan bahwa latihan ini berguna untuk penderita hipertensi karena dapat memperoleh jumlah oksigen maksimal yang dimiliki sebagai bahan bakar oksidasi untuk metabolisme tubuh dibanding melakukan latihan lainnya. Kata-kata kunci: hipertensi, hipertensif, latihan interval intensitas tinggi, konsumsi oksigen maksimal