Liejanto Wijaya
Unknown Affiliation

Published : 16 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pemikiran Konfusius yang Terefleksi dalam Pengajaran Para Guru CHHS 中中华语补习学校汉语老师教学实践中反映的孔子思想 Steffi Thanissa Halim; Elisa Christiana; Liejanto Wijaya
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Institute of Research and Community Outreach Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.64 KB) | DOI: 10.9744/century.2.1.44-58

Abstract

Pembelajaran sebuah bahasa tidak lepas dari budaya yang melatarbelakanginya, termasuk pengajaran bahasa Tionghoa yang juga tidak terpisahkan dari budaya Tionghoa, yang sangat terpengaruh oleh nilai-nilai Konfusius, seorang pemikir dan pendidik teragung pada masa Tiongkok kuno. Saat ini, di Surabaya sudah ada berbagai macam lembaga kursus bahasa Tionghoa, baik yang besar maupun kecil. Skripsi ini menggunakan metode kualitatif, mewawancarai enam orang guru pengajar bahasa Tionghoa di Lembaga Kursus Bahasa Tionghoa CHHS yang merupakan salah satu lembaga kursus bahasa Tionghoa terbesar di Surabaya, dan menganalisis nilai-nilai pendidikan Konfusius yang terefleksi dalam proses belajar mengajar mereka. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa keenam narasumber telah secara tanpa sadar menerapkan nilai-nilai ini, antara lain: pendidikan untuk semua kalangan (Yǒu jiào wú lèi有教无类), mengajar sesuai latar belakang dan kemampuan murid (Yīn cái shī jiào因材施教), menghormati guru dan mencintai murid (Zūn shī ài shēng 尊师爱生) dan menjadikannya sebagai prinsip yang terutama dan mendasar dalam pengajaran mereka.
EFEKTIFITAS PENGAJARAN KOSAKATA BAHASA TIONGHOA MELALUI PERMAINAN DI KURSUS BAHASA TIONGHOA ELYON Jeanefer Jeanefer; Liejanto Wijaya; YiFeng Wang
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Institute of Research and Community Outreach Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.788 KB) | DOI: 10.9744/century.4.2.9-18

Abstract

Penggunaan bahasa Tionghoa sebagai bahasa kedua saat ini semakin meningkat. Pada pengajaran bahasa Tionghoa khususnya pengajaran kosa kata, salah satu cara yang dapat digunakan oleh pengajar bahasa Tionghoa adalah dengan menggunakan metode permainan. Saat ini masih banyak pengajar bahasa Tionghoa yang menggunakan metode pengajaran tradisional. Oleh sebab itu, penulis melakukan penelitian mengenai efektifitas pengajaran dengan permainan dalam pengajaran kosakata bahasa Tionghoa di kursus bahasa Tionghoa Elyon. Metode penelitian yang digunakan ialah desain pengukuran berulang dengan penyajian data menggunakan statistik deskriptif dan t-test. Subjek penelitian ini ialah siswa-siswi kelas 3 dan pengajar bahasa Tionghoa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pengajaran kosakata bahasa Tionghoa dengan permainan lebih efektif bagi siswa dalam belajar bahasa Tionghoa. Dan metode pengajaran dengan permainan ini juga dapat mengembangkan kreativitas bagi pengajar bahasa Tionghoa.
Pendapat Mahasiswa Hebei Normal University dan Universitas Kristen Petra Mengenai Budaya Nama Generasi 河北师范大学与彼得拉基督教大学学生对辈分名字文化的看法 Dinalia Widjaja; Elisa Christiana; Liejanto Wijaya
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Institute of Research and Community Outreach Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.266 KB) | DOI: 10.9744/century.2.1.59-73

Abstract

Nama generasi adalah nama yang digunakan untuk menyusun generasi keluarga dan untuk mengetahui tingkatan generasi, diletakkan setelah nama marga. Susunan nama generasi ditentukan oleh leluhur keluarga. Penulis ingin meneliti tentang penggunaan dan pandangan mahasiswa mengenai nama generasi di Hebei Normal University Shijiazhuang, Tiongkok dan di Universitas Krsiten Petra Surabaya, Indonesia. Penulis menggunakan metode kuantitatif dan mengumpulkan data melalui kuesioner. Objek penelitian adalah lima puluh mahasiswa berkewarga-negaraan Tiongkok dan lima puluh mahasiswa etnis Tionghoa berkewarga-negaraan Indonesia. Dapat disimpulkan bahwa mahasiswa Universitas Kristen Petra lebih banyak menggunakan nama generasi dibandingkan mahasiswa Hebei Normal University, serta lebih mementingkan dan ingin menurunkan kebudayaan nama generasi ke generasi selanjutnya. Penggunaan nama generasi oleh responden laki-laki lebih banyak dibandingkan responden perempuan, hal ini dipengaruhi oleh ada konsep patriarkal. Penggunaan nama generasi oleh mahasiswa Universitas Kristen Petra dan Hebei Normal University dipengaruhi oleh peristiwa sejarah di masing-masing negara, kondisi keluarga, pandangan pribadi, tempat tinggal, pendidikan dan pola nama Tionghoa.
Pendapat Mahasiswa Hebei Normal University dan Universitas Kristen Petra Mengenai Budaya Nama Generasi 河北师范大学与彼得拉基督教大学学生对辈分名字文化的看法 Dinalia Widjaja; Elisa Christiana; Liejanto Wijaya
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Institute of Research and Community Outreach Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.266 KB) | DOI: 10.9744/century.2.1.59-73

Abstract

Nama generasi adalah nama yang digunakan untuk menyusun generasi keluarga dan untuk mengetahui tingkatan generasi, diletakkan setelah nama marga. Susunan nama generasi ditentukan oleh leluhur keluarga. Penulis ingin meneliti tentang penggunaan dan pandangan mahasiswa mengenai nama generasi di Hebei Normal University Shijiazhuang, Tiongkok dan di Universitas Krsiten Petra Surabaya, Indonesia. Penulis menggunakan metode kuantitatif dan mengumpulkan data melalui kuesioner. Objek penelitian adalah lima puluh mahasiswa berkewarga-negaraan Tiongkok dan lima puluh mahasiswa etnis Tionghoa berkewarga-negaraan Indonesia. Dapat disimpulkan bahwa mahasiswa Universitas Kristen Petra lebih banyak menggunakan nama generasi dibandingkan mahasiswa Hebei Normal University, serta lebih mementingkan dan ingin menurunkan kebudayaan nama generasi ke generasi selanjutnya. Penggunaan nama generasi oleh responden laki-laki lebih banyak dibandingkan responden perempuan, hal ini dipengaruhi oleh ada konsep patriarkal. Penggunaan nama generasi oleh mahasiswa Universitas Kristen Petra dan Hebei Normal University dipengaruhi oleh peristiwa sejarah di masing-masing negara, kondisi keluarga, pandangan pribadi, tempat tinggal, pendidikan dan pola nama Tionghoa.
ANALISIS KESALAHAN PENGGUNAAN SINONIMI KATA KERJA DALAM KALIMAT BAHASA TIONGHOA PADA MAHASISWA SASTRA TIONGHOA UNIVERSITAS KRISTEN PETRA Melisia Salim; Alpin Gadman Markali; Liejanto Wijaya
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Institute of Research and Community Outreach Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.507 KB) | DOI: 10.9744/century.6.2.30-46

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis jenis kesalahan dan penyebab kesalahan dalam menggunakan sinonimi kata kerja ke dalam kalimat bahasa Tionghoa pada mahasiswa Program Studi Sastra Tionghoa angkatan 2015, Universitas Kristen Petra Surabaya.Pada proses pembelajaran seringkali timbul kesalahan dalam memadukan objek serta kegunaannya dari sinonimi kata kerja bahasa Tionghoa dalam kalimat, sehingga mendorong penulis untuk menganalisis lebih lanjut terhadap kesalahan penggunaan serta penyebabnya yang didasarkan pada teori sinonim bahasa Tionghoa oleh Xing dan Wang (2009). Data penelitian didapat dari tes dan wawancara. Hasil analisis tes menunjukkan bahwa subjek penelitian masih belum dapat dengan baik menentukan sasaran objek dari sinonimi tersebut apakah diikuti objek benda atau manusia. Melalui wawancara juga diketahui kesalahan didominasi oleh kesalahan interlingual. Kesalahan ini semakin jelas terlihat saat siswa menterjemahkan sinonimi bahasa Tionghoa ke dalam bahasa Indonesia dengan tidak memperhatikan batasan objek sehingga timbul kesalahan. Faktor lain datang dari siswa melakukan overgeneralisasi, mengabaikan kaidah bahasa, penerapan kaidah yang kurang sempurna, faktor dari materi pengajaran dan pengajar serta dari diri siswa.Dapat diketahui bahwa penggunaan dari sinonimi kata kerja bahasa Tionghoa masih terdapat kesulitan, selain memiliki kemiripan makna, penggunaannya juga tidak semua dapat saling menggantikan, hal ini yang dapat mengakibatkan terjadinya kesalahan penggunaan. 
Pemikiran Konfusius yang Terefleksi dalam Pengajaran Para Guru CHHS 中中华语补习学校汉语老师教学实践中反映的孔子思想 Steffi Thanissa Halim; Elisa Christiana; Liejanto Wijaya
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Institute of Research and Community Outreach Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.64 KB) | DOI: 10.9744/century.2.1.44-58

Abstract

Pembelajaran sebuah bahasa tidak lepas dari budaya yang melatarbelakanginya, termasuk pengajaran bahasa Tionghoa yang juga tidak terpisahkan dari budaya Tionghoa, yang sangat terpengaruh oleh nilai-nilai Konfusius, seorang pemikir dan pendidik teragung pada masa Tiongkok kuno. Saat ini, di Surabaya sudah ada berbagai macam lembaga kursus bahasa Tionghoa, baik yang besar maupun kecil. Skripsi ini menggunakan metode kualitatif, mewawancarai enam orang guru pengajar bahasa Tionghoa di Lembaga Kursus Bahasa Tionghoa CHHS yang merupakan salah satu lembaga kursus bahasa Tionghoa terbesar di Surabaya, dan menganalisis nilai-nilai pendidikan Konfusius yang terefleksi dalam proses belajar mengajar mereka. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa keenam narasumber telah secara tanpa sadar menerapkan nilai-nilai ini, antara lain: pendidikan untuk semua kalangan (Yǒu jiào wú lèi有教无类), mengajar sesuai latar belakang dan kemampuan murid (Yīn cái shī jiào因材施教), menghormati guru dan mencintai murid (Zūn shī ài shēng 尊师爱生) dan menjadikannya sebagai prinsip yang terutama dan mendasar dalam pengajaran mereka.