Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Sosialisasi Penggunaan Microsoft Excel Sebagai Media Pendataan Posyandu Remaja Di Dusun Ngebel Tria Harsiwi Nurul Insani; Nurvita Wikansari
JURNAL AKADEMIK PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 3 No. 2 (2025): Maret
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/japm.v3i2.4126

Abstract

Microsoft Excel adalah sebuah perangkat lunak yang sudah tidak asing lagi bagi setiap pengguna komputer. Pendataan di Posyandu remaja selama ini belum secara tertib dilakukan, dokumen administrasi terkait kegiatan maupun perencanaan yang ada di Posyandu Remaja juga belum dilakukan pendataan secara baik. Pencatatan terkadang hanya dilakukan dengan tulis tangan pada buku batik saja. Sosialisasi dilakukan dengan memberikan materi sosialisasi terkait materi yang diberikan kepada para peserta yang hadir. Sosialisasi diakhiri dengan melakuakn post test berupa praktik satu per satu sesuai dengan kasus yang diberikan untuk dikerjakan melalui Microsoft Excel yang berisi pertanyaan-pertanyaan terkait materi yang disampaiakan oleh para peserta. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat berjudul Sosialisasi Penggunaan Microsoft Excel Sebagai Media Pendataan Posyandu Remaja Di Dusun Ngebel berjalan dengan baik dan lancer. Peserta sosialisasi berjumlah 18 orang yang merupakan muda mudi padukuhan. Sebagian besar peserta ikut dalam pelaksanaan Posyandu Remaja di Padukuhan Ngebel. Pelatihan ini diakhiri dengan post test dengan memberikan soal kasus sederhana pada peserta satu per satu yang harus dikerjakan melalui Microsoft excel. Hasilnya peserta dapat mempraktikkan penggunaan Microsoft excel dengan baik. Keywords : Sosialisasi, Excel, Posyandu Remaja
Electronic Medical Record: Challenges in Terms of Management Elements Related to The Implementation of Inpatient Electronic Medical Records Insani, Tria Harsiwi Nurul; Wikansari, Nurvita; Febrian, Ehci
Procedia of Engineering and Life Science Vol. 6 (2024): The 3rd International Scientific Meeting on Health Information Management (3rd ISMoHI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/pels.v6i0.1940

Abstract

Patient medical records began to switch to an electronic basis with the issuance of Minister of Health Regulation Number 24 of 2022 concerning Medical Records. This policy regulates health service facilities to run an electronic patient medical history recording system. The transition process will be carried out no later than 31 December 2023. Hospitals are one of the health service facilities that are required to maintain electronic medical records. It is important to assess readiness before implementing electronic medical records, to optimize its implementation. This research aims to analyze the challenges of implementing inpatient EMR at the PKU Muhammadiyah Bantul Hospital which will be reviewed from management elements, namely Man, Method, Machine, Material, and Information. This research carried out in the early 2023. The type of research used is descriptive research with a qualitative approach, to explore or obtain comprehensive, broad, and in-depth information regarding the challenges of implementing inpatient electronic medical records in terms of management elements. The result of this study; the challenge of implementing EMR from the Man element; there are found officers who do not have an educational background in medical records or are not qualified as medical recorders. Money; The hospital's operational cost budget is obtained from the hospital itself and funds for implementing inpatient electronic medical records are already available, so there are no obstacles to the budget for implementing the EMR. Method; Hospital does not have yet an SOP or proedure, especially for implementing inpatient EMR. Machine; facilities such as computers or PCs in each ward still need to be added. Material; Inpatient EMR materials are still in the development stage and are built by the hospital itself without any collaborating (third-party) vendors or teams. Information; Hospital has not conducted external training and outreach to medical staff who will use EMR in the inpatient unit. Conclusion, The hospital still has several obstacles such as in terms of man, method, machine, material, and information but there are no difficulties with money so it is necessary to increase the time allocation for implementing inpatient EMR.
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN KLINIK LARAS HATI SEWON BANTUL kurniawan, agung; wikansari, nurvita
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2021): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v4i1.1392

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Perancangan system informasi manajemen klinik laras hati sewon bantul dilakukan agar proses pelayanan yang diberikan oleh klinik kepada pasien dapat dilakukan dengan cepat dan bermutu, sehingga proses identifikasi data pasien juga dapat dilakukan secara komprehensifTujuan Penelitian: Tujuan dari penelitian ini adalah merancang system informasi manajemen Klinik Laras Hati Sewon BantulSubjek dan Metode: Jenis penelitian ini adalah dekriptif dengan pendekatan kualitatif, Penelitian di lakukan di Klinik Laras Hati. Subyek Penelitian ini dilakukan kepada petugas rekam medis Klinik Laras HatiHasil: Alat bantu yang digunakan dalam melakukan perancangan system informasi klinik laras hati adalah DFD (Data Flow Diagram), Kamus Data (Data Dictionary), Diagram Konteks (Context Diagram), Daftar Kejadian (Event List), dan spesifikasi Proses (Process spesifiction), Data base sistem informasi klinik laras hati terdiri dari Tabel pasien, Tabel kunjungan, Tabel kunjungan_ kamar, Tabel pelayanan, Tabel dokter, Tabel diagnosa, Tabel spesialisasi, Rancangan Entity Relationship Sistem Informasi Manajemen unit Rekam Medis Klinik Laras Hati Sewon Bantul berelasi one to one, dan one to mayKesimpulan: tahapan-tahapan yang dilakukan dalam melakukan perancangan system informasi klinik laras hati sewon Bantul antara lain membuat DFD (Data Flow Diagram), Kamus Data (Data Dictionary), Diagram Konteks (Context Diagram), Daftar Kejadian (Event List), dan spesifikasi Proses (Process spesifiction). Kata Kunci :  perancangan, system informasi manajemen, klinik
EVALUASI RANCANGAN APLIKASI HOMECARE UNTUK LAYANAN IBU DAN ANAK BERBASIS MOBILE Wikansari, Nurvita; Miharti, Rawi
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2023): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v6i1.3963

Abstract

Telah banyak beredar aplikasi kesehatan untuk postnatal care di pasaran, namun yang spesifik menyediakan dan memfasilitasi layanan homecare masih sangat jarang. Dibutuhkan sebuah desain aplikasi layanan homecare ibu dan anak berbasis mobile untuk dapat dikembangkan lebih lanjut dan diimplementasikan di Indonesia. Desain aplikasi sudah yang dirancang, membutuhkan evaluasi dari beberapa calon pengguna yang nantinya menjadi masukan untuk memperbaiki rancangan aplikasi homecare ibu dan anak berbasis mobile tersebut.Paper ini bertujuan mengevaluasi rancangan mobile app homecare ibu dan anak. Evaluasi dilakukan dengan menyebar kuesioner dan rancangan aplikasinya dibuat menggunakan figma dan disampaikan ke responden dalam bentuk video walktrough kemudian setiap responden diminta memberikan masukan. Rancangan aplikasi terdiri dari beranda, profil, layanan homecare, layanan imunisasi, layanan kontrasepsi, layanan menyusui, tips MPASI, konsultasi kesehatan ibu dan anak, dan perlengkapan kebutuhan ibu dan anak. Hasil evaluasi menunjukan bahwa mayoritas responden puas dengan desain yang yang sudah dibuat, seperti informasi yang tersedia di aplikasi, desain yang menaraik, teks yang digunakan jelas, dan warna pink yang disukai wanita. Namun, ada sedikit masukan dari pengguna untuk membuat desain menjadi lebih sederhana.