Agung Ari Wibowo
Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Malang, Jl. Soekarno Hatta No. 9, Malang 65141, Indonesia

Published : 24 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

STUDI DESAIN TANGKI MASERASI PADA PROSES PEMBUATAN BIOPESTISIDA DARI KULIT BAWANG MERAH KAPASITAS 15.000 TON/TAHUN Dimas Ficky Hidayat; Agung Ari Wibowo
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 9 No. 4 (2023): December 2023
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v9i4.4207

Abstract

Tangki merupakan peralatan utama yang harus tersedia di industri dan memiliki berbagai kegunaan seperti sebagai wadah penyimpanan. Tangki juga dapat digunakan sebagai maserator untuk membuat produk biopestisida dari limbah kulit bawang merah agar produk tetap terjaga ketersediaannya. Namun, proses maserasi membutuhkan waktu yang lama dalam menghasilkan ekstrak. sehingga diperlukan perancangan tangki yang dapat membuat proses maserasi lebih cepat dengan diberikannya pengaduk dan pemanas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dimensi tangki yang sesuai untuk proses maserasi limbah kulit bawang merah menjadi biopestisida dengan kapasitas produksi 15.000 ton/tahun dengan pemberian pengaduk dan pemanas. Metode pada penelitian ini menggunakan metode studi literatur dan perancanaan. Proses maserasi limbah kulit bawang merah memerlukan waktu 0,5 jam dengan suhu operasi 50°C. Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan ketebalan tangki sebesar 0.0098 m, tinggi tangki 1,98 m, diameter tangki 1,05 m, penambahan jaket pemanas dan pengaduk type six blade open turbin dapat dilakukan pada tangki maserasi.
PENGARUH JENIS PELARUT DAN JUMLAH PELARUT PADA EKSTRAKSI MASERASI LIMBAH KULIT BAWANG MERAH TERHADAP BIOPESTISIDA YANG DIHASILKAN Risky Elinaningtyas; Agung Ari Wibowo
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 1 (2024): March 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i1.4884

Abstract

Pestisida adalah bahan yang dibutuhkan untuk menghentikan hama agar para petani dapat panen. Para petani banyak menggunakan pestisida sintesis tanpa mengetahui efek samping yang ditimbulkan dari penggunaan pestisida sintesis, sehingga dibutuhkannya pestisida tanpa memiliki efek samping terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pestisida yang lebih aman pada lingkungan yaitu dengan biopestisida dari kulit bawang merah dengan menggunakan proses ekstraksi maserasi. Biopestisida yang baik dapat ditinjau dari hasil yield yang dihasilkan pada proses maserasi, hasil yield yang dihasilkan dapat bergantung pada jenis pelarut dan perbandingan bahan dengan pelarut, sehingga pada penelitian ini memiliki variabel pada penelitian ini yaitu jenis pelarut dan jumlah pelarut pada saat proses ekstraksi maserasi. Jenis pelarut yang digunakan adalah metanol dan aquades sedangkan jumlah pelarut yang digunakan yaitu 1:10; 1:20; dan 1:30 (b/v). Berdasarkan hasil penelitian jenis pelarut dan perbandingan massa bahan dan volume pelarut yang menghasilkan yield tertinggi adalah jenis pelarut aquades dengan perbandingan 1:30 (b/v) dengan nilai yield yang didapatkan 10,15
ANALISIS EKONOMI PRA RANCANGAN PABRIK KIMIA BIOPESTISIDA DARI LIMBAH KULIT BAWANG MERAH DENGAN KAPASITAS 15.000 TON/TAHUN Kharisma Yogi Noviana; Agung Ari Wibowo
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 1 (2024): March 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i1.4886

Abstract

Pestisida merupakan campuran senyawa kimia untuk mengurangi organisme yang bertanggungjawab terhadap masalah di bidang pertanian. Penggunaan pestisida dapat berakibat buruk pada kesehatan manusia dan penggunaannya cukup tinggi di Indonesia. Biopestisida merupakan alternatif untuk mengurangi penggunaan pestisida kimia dengan menggunakan jenis biopestisida botani. Alternatif tanaman yang dapat digunakan sebagai bahan biopestisida adalah limbah kulit bawang merah yang memiliki aktivitas antibakteri yang baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan kelayakan pendirian sebuah pabrik sehingga dapat meminimalisir terjadinya kerugian dalam investasi. Tahap analisis ekonomi dimulai dengan analisis riset pasar, penentuan kapasitas pabrik dan melakukan penaksiran modal industri dan penentuan biaya produksi total untuk melihat total pendapatan serta keuntungan (profit). Pabrik biopestisida dari limbah kulit bawang merah memiliki kapasitas 15.000 ton/tahun yang diharapkan mampu menjadi alternatif pengganti penggunaan pestisida. Evaluasi ekonomi perlu dilakukan sebelum mendirikan pabrik untuk melihat apakah pabrik menghasilkan keuntungan sehingga layak untuk didirikan. Berdasarkan analisis ekonomi pabrik didapatkan Break Event Point sebesar 36%/tahun, Return On Investment sebelum pajak 31,457% dan setelah pajak sebesar 22,42% dari modal investasi, besar nilai Pay Out Time  sebelum pajak 3,08 tahun dan sesudah pajak 4,33 tahun, dan besar nilai Shut Down Point 3%. Dari hasil analisis ekonomi menunjukkan bahwa pabrik biopestisida ini layak untuk didirikan. 
PENURUNAN KADAR H2S PADA AIR LIMBAH KILANG DI PPSDM MIGAS CEPU DENGAN METODE ADSORPSI Syifa Narita Dewa Yani; Laily Faradillah; Agung Ari Wibowo; Rieza Mahendra Kusuma; Umi Anis Ro’isatin
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 11 No. 2 (2025): June 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v11i2.6783

Abstract

Kegiatan eksplorasi dan produksi industri minyak dan gas bumi yang terus mengalami peningkatan menghasilkan limbah yang berbentuk padat, cair, dan gas dengan komposisi 80% merupakan limbah cair. Limbah cair dari proses produksi tersebut mengandung banyak sekali senyawa berbahaya salah satunya gas sulfida terlarut (H2S) yang jika langsung dialirkan ke badan sungai akan menyebabkan kerusakan pada ekosistem sungai dan berbahaya apabila terhirup oleh manusia.  Penelitian ini bertujuan untuk mereduksi kadar sulfida terlarut (H2S) dengan metode adsorbsi dengan Jar Test dan dilakukan pengamatan pengaruh zeolit, lama pengadukan, dan kecepatan pengadukan agar didapatkan variabel paling optimum untuk mereduksi air limbah kilang PPSDM Migas Cepu. Zeolit sebelum dan sesudah aktivasi dilakukan analisis SEM untuk memastikan bahwa adsorben sudah teraktivasi kemudian zeolit sesudah proses adsorpsi dianalisis gugus fungsinya guna melihat H2S yang terserap menggunakan metode FTIR. Penelitian ini berfokus pada % penurunan H2S. Adapun rasio zeolit yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 10 gram, 20 gram, 30 gram, 40 gram, dan 50 gram. Lama pengadukan yang digunakan dengan variasi 15 menit, 30 menit dan 45 menit dengan masing masing kecepatan pengadukan 60 rpm dan 120 rpm. Zeolit untuk proses adsorpsi dilakukan aktivasi guna mengaktifkan pori dan sisi permukaannya. Zeolit teraktivasi ini kemudian diuji dengan metode SEM untuk membandingkan pori-pori sebelum dan sesudah aktivasi. Hasil terbaik yang memiliki %penurunan kadar H2S tertinggi, adsorben zeolit yang digunakan diuji FTIR untuk diidentifikasi gugus fungsinya. Hasil terbaik memiliki penurunan kadar H2S sebesar 92,09% terjadi pada variabel massa zeolit 50 gram selama 120 menit dengan kecepatan pengadukan 120 rpm.