Fauzi Rahman
Universitas Muhammadiyah Riau

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Konsep Diri Sebagai Prediktor Resiliensi Pada Mahasiswa Maya Amalia Irianto; Fauzi Rahman; Hafizh Zain Abdillah
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 10, No 1 (2021): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v10i1.4120

Abstract

Resiliensi penting dimiliki oleh mahasiswa untuk pencapaian dan pemenuhan tugas perkembangan tingkat dewasa muda. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris variabel konsep diri sebagai variabel penentu resiliensi pada mahasiswa di Akademi Fisioterapi Yayasan Angga Binangun Yogyakarta dengan pendekatan kuantitatif menggunakan metode korelasional. Data dikumpulkan dari sampel sebanyak 118 orang mahasiswa yang terpilih melalui teknik cluster random sampling dengan menggunakan konsep diri (α = 0,952)dan skala resiliensi (α = 0,969). Analisis data dilakukan dengan teknik regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan positif konsep diri terhadap resiliensi pada mahasiswa dengan nilai korelasi sebesar 0,706 dan nilai p mutlak (p < 0,001), maka konsep diri dapat menentukan resiliensi. Sumbangan efektif konsep diri terhadap resiliensi adalah sebesar 35,75%.
Determinasi Diri Sebagai Prediktor School Wellbeing pada Siswa SMP Fauzi Rahman; Hafizh Zain Abdillah; Nurul Hidayah
Psikoislamedia : Jurnal Psikologi Vol 5, No 1 (2020): PSIKOISLAMEDIA : JURNAL PSIKOLOGI
Publisher : State Islamic University (UIN) Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/psikoislamedia.v5i1.6336

Abstract

School well-being penting bagi siswa untuk proses pembelajaran dan perkembangan pribadi yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris bagaimana determinasi diri memprediksi school well-being pada siswa SMP di Kota Yogyakarta menggunakan teknik analisa regresi linier terhadap 123 partisipan yang terpilih berdasarkan cluster random sampling. Pengukuran dilakukan menggunakan 18 aitem skala determinasi diri (koefisien α Cronbach = 0,83) dan 30 aitem skala school well-being (koefisien α Cronbach = 0,95). Hasil analisa data menunjukkan nilai koefisien regresi (t) sebesar 2,062 dengan taraf signifikansi sebesar 0,041 (p < 0,05) yang berarti bahwa determinasi diri dapat memprediksi school well-being siswa SMP dengan sumbangan efektif sebesar 5,17%.
Pentingnya Determinasi Diri Bagi School Well-Being Siswa SMP Fauzi Rahman; Hafizh Zain Abdillah; Nurul Hidayah
Jurnal Studia Insania Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Humanities

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jsi.v8i1.3557

Abstract

School well-being is important for students for optimal learning processes and personal development. This study aims to empirically examine how self-determination predicts school well-being in junior high school students in Yogyakarta using a linear regression analysis technique of 123 participants selected based on random cluster sampling. Measurements were made using 18 items of self-determination scale (Cronbach’s α = 0.83) and 30 items of school well-being scale (Cronbach’s α = 0.95). The results showed a regression coefficient (t = 2.062) with a significance level p = 0.041 (p < 0.05), which means that self-determination can predict the school well-being of junior high school students with an effective contribution of 5.17 percent.
PERAN KECERDASAN EMOSI TERHADAP SCHOOL WELL-BEING SISWA SMP DI KOTA YOGYAKARTA Fauzi Rahman; Hafizh Zain Abdillah; Ni Made Dita Iswary Sukadana; Putri Cahyanti
Al-Qalb : Jurnal Psikologi Islam Vol 11, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/alqalb.v11i1.1208

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris peran kecerdasan emosi terhadap school well-being siswa SMP di Kota Yogyakarta menggunakan teknik analisa regresi linier terhadap 123 partisipan yang terpilih berdasarkan cluster random sampling. Pengukuran dilakukan menggunakan skala kecerdasan emosi  yang memuat 36 aitem pernyataan (koefisien α Cronbach = 0,94) dan skala school well-being yang berisi 30 aitem pernyataan (koefisien α Cronbach = 0,95). Hasil analisa data menunjukkan nilai koefisien regresi (t) sebesar 3,723 dengan taraf signifikansi sebesar 0,00 (p < 0,05) yang berarti bahwa kecerdasan emosional berperan secara signifikan terhadap school well-being siswa SMP dengan sumbangan efektif sebesar 12,83%.
Shalat Berjamaah sebagai Media Pendidikan Hak Asasi Manusia: Internalisasi Nilai Kesetaraan, Solidaritas, dan Inklusivitas dalam Kehidupan Keagamaan Masyarakat Afdal Afdal; Fauzi Rahman
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.42027

Abstract

Shalat berjamaah selama ini dipahami sebagai bentuk ibadah yang memiliki dimensi spiritual antara manusia dengan Tuhan. Namun, praktik tersebut juga memiliki dimensi sosial yang mengandung nilai-nilai kemanusiaan yang selaras dengan prinsip Hak Asasi Manusia (HAM), seperti kesetaraan, solidaritas, penghormatan terhadap sesama, dan inklusivitas. Artikel ini bertujuan menganalisis peran shalat berjamaah sebagai media pendidikan HAM dalam membangun kesadaran sosial masyarakat Muslim. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan melalui analisis terhadap literatur mengenai pendidikan HAM, pendidikan Islam, serta konsep sosial dalam ibadah berjamaah. Hasil kajian menunjukkan bahwa shalat berjamaah menjadi ruang pembelajaran sosial yang menginternalisasikan nilai kesetaraan melalui penyatuan posisi jamaah tanpa membedakan status sosial, solidaritas melalui hubungan kolektif antarjamaah, serta inklusivitas melalui keterbukaan ruang ibadah bagi seluruh anggota masyarakat. Dengan demikian, shalat berjamaah tidak hanya memiliki fungsi ritual, tetapi juga berperan sebagai instrumen pendidikan nilai kemanusiaan yang mendukung terbentuknya masyarakat yang menghargai martabat setiap individu.