Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Fenomena Instagram sebagai Sarana Eksistensi pada Kelompok Remaja di Kelurahan Sudimara Selatan Adisha Anindiva Faizal; Mochammad Naim; Agung Fauzi
Jurnal Media Komunika Vol 3, No 1 (2022): Juni
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik USB YPKP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32897/buanakomunikasi.2022.3.1.1280

Abstract

Remaja memiliki gaya hidup yang umumnya mengikuti perkembangan zaman dan begitu menyatu dengan media sosial. Instagram adalah salah satu media sosial yang paling banyak digunakan oleh remaja. Dalam media sosial Instagram remaja dapat membagikan kegiatan sehari-hari mereka dengan berbagi sebuah foto atau video. Media sosial Instagram memudahkan remaja untuk menunjukan konsep sebagai bentuk eksistensi diri. Eksistensi diri adalah usaha individu dalam mendapatkan pengakuan dari orang lain mengenai keberadaan dirinya. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fenomena mengenai remaja dalam menggunakan media sosial Instagram sebagai sarana menunjukkan eksistensi dirinya dan dampak penggunaan Instagram sebagai sarana eksistensi diriĀ  pada remaja. Penggunaan metode penelitian ini menggunakan kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan penelitian ini merupakan kelompok remaja di Kelurahan Sudimara Selatan yang aktif menggunakan Instagram.
Kontrol Sosial Guru Terhadap Kenakalan Remaja di SMA Negeri 1 Banjarsari Kabupaten Lebak Rini Agustin; Mochammad Naim; Septi Kuntari
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 6 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i6.6940

Abstract

Kenakalan remaja merupakan salah satu masalah sosial yang cukup serius, dan guru memiliki peran penting dalam upaya mencegah dan mengatasi perilaku kenakalan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana guru berperan dalam mengendalikan perilaku kenakalan remaja di kalangan siswa di SMA Negeri 1 Banjarsari Kabupaten Lebak. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Subjek penelitian terdiri dari kepala sekolah, guru bimbingan konseling dan beberapa siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Banjarsari Kabupaten Lebak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran yang signifikan dalam mengendalikan kenakalan remaja. Mereka menggunakan berbagai strategi, seperti pembinaan, pengawasan, pembelajaran yang relevan, komitmen guru, staff, dengan siswa dan komunikasi yang efektif untuk mengatasi perilaku kenakalan siswa. Selain itu, adanya karakteristik kenakalan remaja pada siswa yang relatif kesamaan karakteristik juga faktor-faktor seperti hubungan guru dengan siswa dan dukungan dari pihak sekolah juga memengaruhi efektivitas kontrol sosial guru terhadap kenakalan remaja. Penelitian ini memberikan wawasan tentang bagaimana guru dapat menjadi agen kontrol sosial yang efektif dalam mencegah dan mengurangi kenakalan remaja di sekolah. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya peran guru yang lebih aktif dalam mendukung perkembangan sosial dan moral siswa, serta kerja sama yang erat antara guru, orang tua, dan pihak sekolah dalam menghadapi masalah kenakalan remaja.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA KEMANISAN MELALUI SOSIALISASI PEMANFAATAN BARANG BEKAS UNTUK BUDIDAYA TANAMAN HIDROPONIK Muhammad Agus Hardiansyah; Septi Kurniasih; Mochammad Naim; Lukman Nulhakim
Jurnal Pengabdian Pendidikan Masyarakat (JPPM) Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Pengabdian Pendidikan Masyarakat (JPPM)
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MUARA BUNGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52060/jppm.v4i1.1083

Abstract

Pengelolaan sampah anorganik dan kemandirian pangan merupakan masalah yang dihadapi masyarakat di Desa Kemanisan, Kec. Tirtayasa, Banten. Sampah anorganik yang tertimbun, tidak dapat diolah ataupun dihancurkan secara alami dan mengakibatkan pencemaran tanah dan air di wilayah desa tersebut. Upaya yang umum dilakukan warga desa adalah dengan membakar sampah. Kegiatan ini berbahaya karena mengakibatkan pencemaran dari tanah berpindah ke udara. Di sisi lain, masyarakat sedang berusaha meningkatkan kemandirian pangan dengan melakukan budidaya di lahan pekarangan, namun masih terkendala dengan keterbatasan lahan dan kualitas tanah yang kurang baik untuk pertanian. Untuk menanggulangi masalah tersebut, dilakukan sosialisasi pemanfaatan barang bekas untuk budidaya tanaman hidroponik bagi perangkat desa, kelompok tani, ibu PKK dan pemuda Karang Taruna. Pemanfaatan barang bekas dapat membantu penanggulangan sampah anorganik berupa barang bekas dengan cara digunakan kembali sebagai instalasi hidroponik berbiaya rendah. Untuk melaksanakan kegiatan ini, dilakukan koordinasi dengan mitra yang merupakan praktisi budidaya hidroponik yang berpengalaman dalam melakukan budidaya sayuran dengan sistem hidroponik sederhana. Kegiatan tersebut dilakukan dengan (1) memberikan informasi mengenai hidroponik dan komponennya; (2) komoditas yang dapat dikembangkan dengan metode hidroponik; dan (3) demonstrasi dan lokakarya pembuatan instalasi hidroponik model rakit apung dan DFT dengan memanfaatkan barang bekas. Hasil dari kegiatan tersebut adalah masyarakat desa yang memiliki pengetahuan dan keterampilan baru mengenai hidroponik dan dapat dimanfaatkan untuk memecahkan masalah yang hadir di desa mereka.