Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI PADI SAWAH SISTEM HAZTON DI DESA MELI KECAMATAN SIRENJA KABUPATEN DONGGALA Lutfia Lutfia; Haeruddin Haeruddin; Endah Wayuning Asih
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 2 No. 1: Oktober 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.434 KB) | DOI: 10.56338/jks.v2i1.1020

Abstract

Upaya pemerintah dalam meningkatkan produksi padi diantaranya  melalui penerapan teknologi dan inovasi dalam bidang pertanian. Inovasi dan teknologi dilakukan dengan berbagai cara mulai dari penggabunganan teknologi seperti Minapadi, penelitian varitas padi, teknik budidaya dan perbaikan dalam teknologi sistem tanam Sistem tanam yang diterapkan untuk meningkatkan. produksi padi terbagi menjadi dua tipe. Tipe pertama yaitu sistem Tapin meliputi sistem tanam jajar legawa, sistem tanam SRI, sistem tanam tapak macam, dan teknik tanam hazton (Nofiyanti 2015; Rizki 2014; SPI 2015; Ikayanti 2016). Kelompok yang kedua yaitu tabur benih langsung.Tabur benih langsung merupakan menanam padi tanpa membuat persemaian terlebih dahulu (Sukisti 2010). Berdasarkan latar belakang yang dikemukakan diatas maka permasalahan yang ingin dikemukakan dalam tulisan ini adalah Berapa besar produksi usahatani padi sawah tehnologi Hazton dengan sisten Tabela di Desa Meli Kecamatan Balaesang. Berapa besar pendapatan dan kelayakan usahatani padi sawah tehnologi Hazton dengan sisten Tabela di Desa Meli Kecamatan Balaesang. Kata Kunci : Pendapatan, Usahatani, Padi sawah
Dry Corn Corn Marketing System Moisture Content 14% in Rarampadende Village, Dolo Barat District, Sigi Regency Endah Wahyunuing Asih
International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) Vol. 4 No. 3 (2022): July
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/ijhess.v4i3.2604

Abstract

Sigi Regency's efforts in achieving the goals of improving welfare and increasing work competence of human resources, especially hybrid corn farmers in Rarampadende Village, Dolo Barat District, are through the application of the use of a moisture tester (Moisture Tester), which is a full-time activity for measuring corn moisture content. From the beginning, the average moisture content of 28-30% when harvested to 14% moisture content. How is the economic influence of farmers on the marketing of dry-shelled corn with a moisture content of 14% in Rarampadende Village, West Dolo District, Sigi Regency, and how is the economic influence in the use of the Moisture Tester on dry-shelled corn in Rarampadende Village, West Dolo District, Sigi Regency. Based on the description of the discussion above, it can be concluded that: The structure of the corn market that takes place in Central Sulawesi Province is not yet efficient, and the market structure that is formed leads to an imperfect competition market (oligopsony). And wholesalers as the dominant marketing agency in determining the price of corn. This is due to collaboration in price formation between brokers and wholesalers, one of the causes of price domination by wholesalers.
Analisis Titik Balik Industri Pengolahan Bawang Goreng di Kota Palu (Studi Kasus IKM Raja Bawang): Analysis of Break Even Point Return Point of Fried Onion Processing Industry in Palu City (A Case Study of IKM Raja Bawang) Sofya A. Rasyid; Marliyah; Haeruddin; Endah Wahyuning Asih
Jurnal Sinar Manajemen Vol. 10 No. 1: MARET 2023
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jsm.v10i1.3413

Abstract

Permintaan pasar terhadap produk bawang goreng Palu cukup besar, tidak hanya di pasar lokal tetapi juga regional dan internasional. Namun produksi bawang goreng di Palu belum mampu memenuhi seluruh permintaan pasar yang terus meningkat setiap tahunnya. Oleh karena itu, dalam menyusun perencanaan penjualan, manajemen membutuhkan informasi mengenai tingkat penjualan yang harus dicapai perusahaan agar memperoleh laba, atau pada tingkat penjualan berapa perusahaan tidak mengalami kerugian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pendapatan usaha bawang goreng IKM Raja Bawang selama satu kali produksi. Sehingga usaha yang dijalankan mencapai titik balik utama, atau tidak mengalami kerugian atau memperoleh keuntungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa titik impas usaha bawang goreng diperoleh pada saat volume produksi 5,91 kg dengan harga jual rata-rata Rp. 301.142.86, dan menghasilkan pendapatan sebesar Rp. 1.780.166.46. Artinya jika IKM Raja Bawang menghasilkan lebih dari 5,91 kg bawang goreng atau memperoleh pendapatan lebih dari Rp. 1.780.166. Maka industri mengalami keuntungan, sebaliknya jika industri memproduksi kurang dari 5,91 kg atau pendapatan kurang dari Rp. 1.780.166 maka industri akan mengalami kerugian.