Sastra Munafri
Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Teknik Garapan dalam Komposisi Musik “The Sound of Gasiang Tangkurak” (Techniques in the Musical Composition of “The Sound of Gasiang Tangkurak”) Andre Dwi Wibowo; Yusnelli Yusnelli; Sastra Munafri
MUSICA : Journal of Music Vol 2, No 1 (2022): MUSICA : JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/musica.v2i1.2310

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menjabarkan teknik dalam penggarapan komposisi musik multimedia yang berjudul The Sound of Gasiang Tangkurak. Gagasan komposisi musik ini berangkat dari ritual magis basirompak, yang terdapat di Nagari Taeh Baruah Kabupaten Limapuluh Kota. Musik ini digarap menjadi sebuah karya musik electroacoustic. Penggarapan karya bertujuan untuk menjabarkan Teknik dalam menggunakan software Digital Audio Workstation (DAW), Virtual Studio Tecnology (VST), midi controller, sample atau library sound dan beberapa event fx, yaitu berupa tahapan mixing seperti balancing (Volume, Panning, Autamation), Dinamic fx (Compressor, Multiband compressor, Limiter), Modulation fx ¬(Chorus, Phaser, Delay) dan Stereo Imager (Left-Right, dan Mid-Side) hinggal menghasilkan karya musik. Selain itu karya ini juga menggunakan teknik-teknik sound design, yaitu pengolahan audio shyntesis yang meliputi wave shape (sine, square, triangle, sawtooth), LFO (low frekuensi oscillator) dan juga envelope (attack, decay, sustain dan relase). Metode yang digunakan dalam karya dan dijabarkan dalam artikel ini adalah ekplorasi, eksperimentasi, dan perwujudan. Hasil dalam artikel ini berupa teknik yang digunakan dalam membuat karya musik electroacoustic berjudul The Sound of Gasiang TangkurakABSTRACTThis article aims to describe the techniques in composing a multimedia music composition entitled The Sound of Gasiang Tangkurak. The idea of this musical composition departs from the magical ritual of the basirompak, which is found in Nagari Taeh Baruah, Limapuluh Kota Regency. This music was made into a work of electroacoustic music. The purpose of this work is to describe techniques for using Digital Audio Workstation (DAW) software, Virtual Studio Technology (VST), midi controllers, sound samples or libraries and several fx events, namely in the form of mixing stages such as balancing (Volume, Panning, Authentication), Dynamic fx (Compressor, Multiband compressor, Limiter), Modulation fx (Chorus, Phaser, Delay) and Stereo Imager (Left-Right, and Mid-Side) to produce music. In addition, this work also uses sound design techniques, namely audio synthesis processing which includes wave shape (sine, square, triangle, sawtooth), LFO (low frequency oscillator) and envelope (attack, decay, sustain and release). The methods used in this work and described in this article are exploration, experimentation, and embodiment. The results in this article are the techniques used in making electroacoustic music entitled The Sound of Gasiang Tangkurak.
Pengaruh Lagu Berbahasa Jepang Terhadap Emosi, Konsentrasi, Dan Pelafalan Anak Usia 4-5 Tahun Di TK Yari International School Havidzah Darmawan; Irwan Irwan; Wilma Sri Wulan; Sastra Munafri; Wilman In
Musica: Journal of Music Vol 6, No 1 (2026): MUSICA : JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/musica.v6i1.6291

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh musik anak berbahasa Jepang terhadap peningkatan emosi, konsentrasi, dan pelafalan berbahasa Jepang terhadap anak usia 4-5 tahun di Taman Kanak-kanak Yari International School Padang. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan rancangan eksperimen semu dan juga desain one-group pre-test and post-test. Subjek penelitian adalah sembilan anak yang diberikan perlakuan berupa memainkan tiga lagu anak Jepang, yaitu Atama, Kata, Hiza, Ashi, Sūji no Uta, dan Inu no Omawarisan selama delapan kali pertemuan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dengan menggunakan lembar penilaian skala 1-4 yang menilai aspek emosi, konsentrasi, dan pelafalan anak. Peningkatan terlihat pada emosi positif, antusiasme, ketenangan, fokus perhatian, dan respons sosial anak-anak setelah mengikuti serangkaian belajar berbahasa sambil bermusik. Dengan demikian, musik anak-anak berbahasa Jepang terbukti memiliki pengaruh positif terhadap perkembangan emosi, pelafalan dan konsentrasi anak usia dini, sehingga dapat digunakan sebagai media pembelajaran yang edukatif, interaktif, dan menyenangkan dalam kegiatan pendidikan anak usia dini.
Contrabass Solo Performance in Cross-Genre Repertoire: Technical and Interpretative Study Mauladi Fathar; Sastra Munafri; Martarosa Martarosa; Yon Hendri; Anton Kustilo
Musica: Journal of Music Vol 5, No 2 (2025): MUSICA : JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/musica.v5i2.5308

Abstract

Artikel ini membahas pertunjukan solis contrabass melalui tiga repertoar lintas genre, yaitu Sonata in G Minor karya Henry Eccles, Zapin Muara karya Dzul Rabbul, dan The Godfather karya Nino Rota. Pertunjukan ini bertujuan mengeksplorasi tantangan teknis dan interpretatif permainan contrabass sebagai instrumen solis dalam konteks musik Barok, tradisi Melayu, dan musik film modern. Pendekatan yang digunakan adalah praktik artistik berbasis penelitian (practice-based research), meliputi pemilihan repertoar, analisis teknis musikal, serta proses latihan individu dan ansambel. Hasil pertunjukan menunjukkan bahwa contrabass memiliki fleksibilitas teknis dan ekspresif yang memungkinkan adaptasi karakter musikal dari berbagai gaya. Repertoar Barok menuntut penguasaan ornamentasi dan artikulasi, Zapin Muara menekankan adaptasi idiom musikal Melayu pada register tinggi, sementara The Godfather menguji kemampuan interpretasi lintas gaya antara musik klasik dan populer. Selain itu, pertunjukan ini memperlihatkan peran penting aransemen dan pemilihan pendekatan interpretatif dalam memperluas fungsi contrabass sebagai instrumen solis. Pertunjukan ini berkontribusi pada pengayaan wacana akademik mengenai pertunjukan solis contrabass di lingkungan pendidikan seni musik Indonesia
Interpretasi Musikal Flight of the Bumblebee dalam Pertunjukan Solis Trombone Beriringan Big Band Fajri Rahmanda; Nursyirwan Nursyirwan; Hafif HR; Sastra Munafri; Nofridayati Nofridayati
Musica: Journal of Music Vol 5, No 2 (2025): MUSICA : JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/musica.v5i2.4722

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi interpretasi musikal repertoar Flight of the Bumblebee karya Nikolay Rimsky-Korsakov dalam pertunjukan solis trombone dengan iringan big band. Objek kajian penelitian ini adalah partitur dan praktik pertunjukan Flight of the Bumblebee yang dianalisis melalui pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analisis. Pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan, observasi pertunjukan, serta analisis teknik permainan trombone. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interpretasi musikal dalam repertoar ini menuntut penguasaan teknik pernapasan, kecepatan (speed), artikulasi, serta pemahaman karakter musikal karya sebagai musik programa. Tempo cepat menjadi elemen utama dalam membangun imaji musikal pergerakan lebah, yang diwujudkan melalui teknik kromatis, staccato, legato, dan tonguing. Interpretasi yang efektif hanya dapat dicapai melalui pemahaman struktural karya, konteks historis penciptaan, serta latihan teknis yang terstruktur dan berkelanjutan.