Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERILAKU MEROKOK PADA SISWA LAKI-LAKI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUKASADA II Made Arya Wiryanatha; Luh Seri Ani
E-Jurnal Medika Udayana vol 3 no 9 (2014):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.421 KB)

Abstract

Potensi pertumbuhan perokok baru di kalangan remaja perlu mendapatkan perhatian berbagai pihak khususnya di daerah yang telah menjalankan program pencegahan pertumbuhan perokok seperti di wilayah kerja Puskesmas Sukasada II. Hasil survei awal pada siswa SMP didapatkan sebesar 14,3% siswa sebagai perokok aktif. Berdasarkan hal tersebut maka penelitian ini ditujukan untuk mengetahui prevalensi dari perokok dan karakteristik perokok pada siswa laki-laki sekolah menengah pertama. Penelitian ini merupakan studi deskritif cross sectional. Data diambil melalui teknik wawancara dari 75 siswa SMP yang dipilih secara purposif. Pada penelitian ini didapatkan hasil prevalensi perokok pada siswa adalah 22,7%. Rata-rata umur siswa yang merokok adalah 12,71 tahun dengan rerata jumlah rokok adalah 2,47 batang perhari. Siswa dengan persepsi merokok negatif, ada riwayat keluarga dan teman perokok serta mendapat paparan iklan rokok cenderung memiliki perilaku merokok. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kecenderungan siswa berperilaku merokok dapat dicegah dengan mengontrol lingkungan siswa tersebut melalui sosialisasi bahaya merokok baik di rumah, sekolah maupun lingkungan tempat tinggal siswa.
Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Aktual Penggunaan Rekam Medik Elektronik (RME) oleh Petugas Kesehatan dalam Aspek Pelayanan Berpusat pada Pasien: Studi Berdasarkan Theory of Planned Behavior (TPB) dan Technology Acceptance Model (TAM) Wiryanatha, Made Arya; Sidqi, Abdul Gani; Malik, Rahadian; Nugroho, Taufan; Yulianty, Farida
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 5 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i5.5659

Abstract

Meskipun pelaksanaan RME telah diterapkan di hampir seluruh rumah sakit, masih sedikit yang mengevaluasi dampak langsung penerapan RME. Terbatasnya penelitian yang menghubungkan TPB dan TAM dalam konteks penggunaan teknologi yang penerapan diwajibkan (mandatory) oleh regulasi, menjadi perhatian penting karena sebagian besar penelitian sebelumnya berfokus pada kondisi pengguna memiliki pilihan untuk menggunakan atau tidak menggunakan teknologi tersebut. Penelitian ini menerapkan pendekatan analisis kuantitatif. Sumber data dalam penelitian ini menggunakan data primer. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan melakukan penyebaran kuisioner pada sampel yang dipilih dengan teknik simple random sampling pada tenaga kesehatan yang bertugas di RSIA Puri Bunda Singaraja. Analisis penelitian ini menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Squares (PLS) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS 3 untuk melihat pengaruh antar variabel meliputi persepsi kegunaan, persepsi kemudahan penggunaan, norma subjektif, persepsi kontrol perilaku, niat penggunaan dan perilaku actual. Pada penelitian ini ditemukan bahwa tidak semua determinan psikologis dalam model TPB dan TAM memiliki pengaruh yang signifikan dalam konteks sistem informasi kesehatan yang bersifat mandatory. Persepsi kontrol perilaku muncul sebagai determinan utama niat penggunaan, sementara konstruk lainnya tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan.