Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

IbM KELOMPOK WANITA NELAYAN TIANYAR TIMUR Adnyani, Ni Ketut Sari; Sukerti, Ni Wayan; Wisnawa, I Gede Yudi
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 4 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.646 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v4i2.9605

Abstract

Tujuan utama kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui program Ipteks bagi Masyarakat (IbM) ini adalah untuk:1) Meningkatkan pemenuhan taraf kesejahteraan masyarakat pesisir terkait dengan keberadaan hasil tangkapan ikan yang diharapkan mampu menopang kehidupan anggota kelompok. 2) Meningkatkan penciptaan lapangan pekerjaan baru, ditinjau dari segi pelaksanaannya dapat menyerapan tenaga kerja lebih meluas dan diorganisir sesuai kesepakatan dan ketentuan bersama. 3) Meningkatkan kemampuan bekerjasama dalam kelompok, Kelompok Wanita Nelayan Tianyar Timur yang di dalamnya tergabung kumpulan wanita nelayan mengorganisir anggotanya untuk bekerjasama sesuai dengan kesepakatan dan ketentuan bersama untuk membangun program wirausaha mandiri dari kalangan perempuan pesisir, dan terdapat pula pembagian tugas yang jelas dalam kelompok yang diatur dan disepakati melalui ketentuan bersama. 4) Menyediakan wadah pemasaran produksi yang sifatnya koordinatif melibatkan kelompok wanita nelayan termasuk menginventarisasi jenis sarana dan prasarana pendukung yang akan diperlukan dalam pemasaran ikan sehingga dapat melahirkan usaha bersama kelompok (UBK) yang sifatnya rintisan; dan 5) Meningkatkan target sasaran marketing programme, pemasarannya dapat dikategorikan dalam 2 jenis, yaitu berupa bahan baku tangkapan dan olahan kuliner. Untuk kepentingan pencapaian tujuan program ini, maka dilakukan model pendampingan pengurusan SIUP merupakan kombinasi kegiatan antara bidang hukum, tata boga dan budidaya kelautan, serta keseluruhan proses transfer iptek yang telah dilaksanakan dengan pola pelatihan maupun pendampingan kepada wanita nelayan desa Tianyar Timur dan pengelolaan manajemen usaha secara terpadu dan terarah sehingga peserta pelatihan mendapatkan informasi yang jelas dan utuh mengenai hakekat pemberdayaan masyarakat dari segi pengetahuan dan keterampilan pengelolaan komoditi pesisir secara produktif dan tepat guna. Pelaksanaan program dikemas dalam 3 (tiga) tahapan yakni: alur pelaksanaan program IbM ini dimulai dari, 1) Tahap persiapan, 2) tahap pelaksanaan, dan 3) tahap evaluasi.Hasil kegiatan menunjukkan tingkat partisipasi yang tinggi dari mitra dalam pelaksanaan pelatihan dan pendampingan Tata Boga, diklat pengelolaan kawasan pesisir bagi nelayan,serta pengurusan ijin usaha perdagangan (SIUP).
STUDI PEMETAAN KESESUAIAN BUDIDAYA KERANG HIJAU (Perna Viridis) MENGGUNAKAN DATA CITRA SATELIT DAN SIG DI PERAIRAN LAUT TEJAKULA Wisnawa, I Gede Yudi
JST (Jurnal Sains dan Teknologi) Vol. 2 No. 2 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.909 KB) | DOI: 10.23887/jstundiksha.v2i2.2902

Abstract

Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan lokasi dan seberapa luas lahan perairan pesisir dan laut Tejakula yang dapat dikembangkan untuk budidaya kerang hijau (Perna Viridis).         Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan mengkompilasi data citra satelit, kemudian dianalisis dengan menggunakan Sistem Informasi Geografis untuk menjelaskan dan menggambarkan kesesuaian aspek biofisik lingkungan perairan laut di daerah penelitian terhadap budidaya kerang hijau. Hasil analisis kesesuaian perairan bagi pengembangan budidaya kerang hijau di perairan Tejakula berada pada kelas sesuai bersyarat (S3). Berdasarkan pada empat parameter biofisik (klorofil-a, substrat perairan, suhu permukaan, dan kedalaman perairan), hanya parameter substrat perairan dan kedalaman perairan yang menjadi variabel paling berpengaruh, sehingga sebaran lokasi budidaya ideal dibatasi oleh parameter substrat dan kedalaman perairan.
Pemetaan Kasus Stunting dengan GeoDa di Kabupaten Buleleng Mahendra, Gede Dandy Ganda; Made Atmaja, Dewa; Wisnawa, I Gede Yudi
Jurnal Pendidikan Sains dan Komputer Vol. 5 No. 02 (2025): Artikel Riset Oktober 2025
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jpsk.v5i02.6999

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi pada anak pada usia dua sampai lima tahun. Kasus stunting di Kabupaten Buleleng dipengaruhi oleh jumlah penduduk yang padat. Penelitian ini bertujuan untuk Memetakan persebaran kasus Stunting dengan aplikasi GeoDa di Kabupaten Buleleng, dan Menganalisis tingkat prevalensi Stunting yang terjadi di Kabupaten Buleleng. Penelitian ini menggunakan Pendekatan kuantitatif untuk menghitung data persebaran dan prevalensi kasus stunting di Kabupaten Buleleng. Ditunjang juga oleh data Primer berupa hasil wawancara dengan tenaga kesehatan di puskesmas yang ada di setiap Kecamatan, data sekunder terdiri dari tinggi badan (TB/U), berat badan, jenis kelamin, status gizi, dan jumlah anak yang tergolong stunting dan tidak tergolong stunting. Data tersebut didapatkan melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng dan dilaksanakan pengolahan data dengan menggunakan aplikasi Geostatistik GeoDa. Persebaran stunting diperoleh melalui analisis Nearest Neighbor Analysis (NNA) sedangkan prevalensi stunting diperoleh dengan menggunakan metode Bayesian. Data penunjang diperoleh melalui hasil wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persebaran stunting tertinggi di Kabupaten Buleleng terletak pada Kecamatan Banjar sebesar 211 orang dan persebaran stunting terendah berada di Kecamatan Gerokgak sebesar 38 orang. Hasil tingkat prevalensi di Kabupaten Buleleng tertinggi terletak pada Kecamatan Banjar dengan estimasi prevalensi 5,77% sedangkan tingkat prevalensi terendah berada di Kecamatan Gerokgak dengan jumlah estimasi 0,0069%.
Pemetaan Lokasi Rawan Bencana Banjir Berbasis Sistem Informasi Geografis di Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan Hariri, Fauzi; Wisnawa, I Gede Yudi; Atmaja, Dewa Made
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 12.A (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to map flood vulnerability levels in Babat District, Lamongan Regency, using a scoring and overlay method based on Geographic Information Systems (GIS). Six parameters were analyzed, including rainfall, slope, soil type, land use, elevation, and river buffer. The results classified the area into four vulnerability levels: not vulnerable, moderately vulnerable, vulnerable, and highly vulnerable. The highly vulnerable class dominates with an area of approximately 2,850.10 ha (44.18%), followed by the vulnerable class covering ±2,697.93 ha (41.79%), moderately vulnerable ±802.75 ha (12.44%), and not vulnerable ±107.62 ha (1.59%). The main contributing factors to flood vulnerability are flat topography, alluvial soil characteristics, high rainfall, and proximity to the Bengawan Solo River. The resulting vulnerability map is expected to serve as a reference for local governments and communities in developing flood mitigation strategies and supporting spatial planning in Babat District.
Desa Binaan Wisata Religi melalui Pemberdayaan Mitra Pokdarwis dan Subak Desa Dukuh, Kubu, Karangasem Adnyani, Ni Ketut Sari; Wisnawa, I Gede Yudi; Agustini, Dewa Ayu Eka; Ayu Agustini, Ni Komang; Suci Putri, Agatha; Krisnangga Nayotama, Putu Ararya; Sitio, Yehuda Joshwilly; Febrianta, Komang Panji
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Januari - Maret
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan pelaksanaan Pemberdayaan Berbasis Wilayah (PBW) dengan ruang lingkup Pemberdayaan Desa Binaan (PDB), bersinergi dengan RPJMDes Pemerintah Desa Dukuh dalam rangka mewujudkan Desa Dukuh menuju Desa Wisata Religi dengan pemberdayaan Pokdarwis Dukuh Nawa Citha dan Subak Abian Bhuana Kusuma sesuai dengan kebutuhan penanganan permasalahan kedua mitra di bidang Produksi, Manajemen dan Pemasaran. Metode yang diterapkan untuk mencapai tujuan melalui pendidikan, pelatihan, simulasi Ipteks, pendampingan, dan rancang bangun terapan teknologi tepat guna. Pendekatan yang digunakan meliputi: (1) transfer tenologi tepat guna kepada masyarakat (2) Pengembangan wawasan kewirausahaan, dan (3) pemanfaatan IT (e-commerce menjalin kemitraan daya tarik wisata). Hasil temuan saintifik berupa sentuhan berupa hilirisasi hasil riset: 1) penyusunan master plan Desa Wisata Religi; dan 2) Penyediaan tandon air di titik lokasi rawan kebakaran include maintenance (keahlian Teknik Sipil dan Perencanaan Wilayah). 3) Peta rute lokasi Desa Wisata Dukuh; 4) Paket wisata menggunakan teknologi Canva (keahlian TRPJ). 5) Pelatihan pembuatan desain kemasan dan label sesuai standar P-IRT (keahlian Ilmu Hukum). 6) Pelatihan Bahasa Inggris bagi guide untuk mitra Pokdarwis (Pendidikan Bahasa Inggris). 7) Penguatan Sapta Pesona Wisata (tim PDB). Hilirisasi hasil riset multidisiplin tim PDB diarahkan untuk dapat memberikan akselerasi kualitas dan kuantitas kemajuan Desa Dukuh. Simpulan: terdapat peningkatan level keberdayaan mitra Pokdarwis Dukuh Nawa Citha dan Subak Abian Bhuana Kusuma dalam menunjang perwujudan desa wisata religi pada aspek kuantitas produksi dari 3 varian produk menjadi 5 varian produk; manajemen tata Kelola usaha dari 18% meningkat menjadi 88%; dan bidang pemasaran dari 1 kecamatan menjadi 8 kecamatan