Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

EFEKTIVITAS FLEP POSISI KORONAL DENGAN DAN TANPA ACELLULAR DERMAL MATRIX ALLOGRAFT PADA RESESI GINGIVA Citra Lestari; Kwartarini Murdiastuti; Ahmad Syaify
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Volume 1, Nomor 1, Juni 2014
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.332 KB) | DOI: 10.33854/JBDjbd.52

Abstract

Resesi gingiva adalah terbukanya akar gigi akibat pergeseran posisi margin gingiva ke apikal dari cemento enamel junction. Salah satu perawatan resesi gingiva adalah flep posisi koronal (FPK) yang dapat dilakukan dengan dan tanpa acellular dermal matrix allograft (ADMA). Acellular dermal matrix allograft merupakan jaringan kulit yang diambil dari individu lain yang diproses khusus sehingga sel-sel dermal terangkat dengan tetap mempertahankan matriks kolagen regeneratif. Kandungan utama ADMA terdiri dari kolagen, elastin, proteoglikan dan pembuluh darah yang berguna mengarahkan regenerasi dan reparasi jaringan periodontal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas flep posisi koronal dengan dan tanpa acellular dermal matrix allograft pada perawatan resesi gingiva dilihat dari parameter gingival thickness (GT) yang dinilai dari dua daerah yaitu ketebalan gingiva keratin (GT1) dan ketebalan mukosa alveolar (GT2). Penelitian dilakukan terhadap 20 kasus resesi gingiva dengan melihat pengukuran GT1 dan GT2 dilakukan sebelum dan 3 bulan sesudah operasi. Hasil analisis statistik unpaired t-test menunjukkan adanya perbedaan peningkatan GT1 dan GT2 yang bermakna (p
PREVALENSI DAN DISTRIBUSI SMOKER’S MELANOSIS PADA BURUH BANGUNAN YANG PEROKOK DI PT.TRIKENCANA SAKTI UTAMA KETAPING Windy Okta Pratiwi; Citra Lestari; Abu Bakar
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Volume 4, Nomor 1, June 2017
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.315 KB) | DOI: 10.33854/JBDjbd.86

Abstract

Salah satu akibat dari kebiasaan merokok yang terjadi di rongga mulut adalah smoker’s melanosis yang mana ciri-cirinya mukosa berwarna kecoklatan yang disebabkan karena meningkatnya produksi melanin oleh sel melanosit, hal ini disebabkan oleh kandungan bahan kimia dalam rokok sangat banyak yaitu sekitar 300 bahan kimia. Unsur-unsur yang penting di dalam rokok antara lain: tar, nikotin, amoniak dan karbon monoksida. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat prevalensi dan distribusi smoker’s melanosis pada buruh bangunan yang perokok di PT. Trikencana Sakti Utama Ketaping. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan jumlah sampel 30 orang dengan teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan pigmentasi gingiva paling banyak dengan skor 3 (satu atau lebih pembentukkan pita kontinu pendek dari pigmentasi gingiva) yaitu 13 orang (43,3%), paling banyak lama merokok yaitu >10 tahun yaitu 22 orang (73,3%), semua buruh menggunakan jenis rokok filter (100%) dan Paling banyak jumlah rokok yang dihisap >20 batang/hari sebanyak 12 orang (40%).
UJI EFEK ANALGETIK EKSTRAK ETANOL BUAH TERONG BELANDA (Solanum betaceum) PADA MENCIT PUTIH GALUR SWISS WEBSTER Wanda Satopa; Eka Desnita; Citra Lestari
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Volume 6, Nomor 1, Juni 2019
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.534 KB) | DOI: 10.33854/jbd.v6i1.226

Abstract

Buah terong belanda merupakan salah satu tanaman yang tumbuh di Indonesia dan memiliki manfaat  sebagai antioksidan karena mengandung nutrisi dan senyawa kimia yang sangat dibutuhkan oleh tubuh, yaitu vitamin (A, B1, B2, B6, C dan E), karoten, flavonoid dan serat.  Flavonoid dapat mengurangi rasa nyeri dengan menghambat kerja enzim siklooksigenase. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efek analgetik ekstrak buah terong belanda (Solanum betaceum) terhadap mencit putih galur swiss webster. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode writhing dengan menggunakan 25 ekor mencit yang dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kelompok kontrol negatif (CMC 1%), kelompok kontrol positif (asam mefenamat 1,3 mg/20grBB) dan kelompok ekstrak buah terong belanda (dosis 1 mg/20grBB, 2 mg/20grBB dan 4 mg/20grBB) pada mencit putih jantan. Analisa statistik menggunakan uji Oneway ANOVA dengan nilai p=<0,05. Hasil penelitian menunjukan bahwa  pada dosis  4 mg/20gr BB dan dosis 2 mg/20grBB memiliki efek analgetik yang berbeda secara bermakna jika dibandingkan dengan kontrol negatif. Sedangkan dosis 1 mg/20gr BB tidak memiliki efek analgetik secara bermakna terhadap kontrol negatif. Pada dosis 4 mg/20gr BB memiliki efektifitas analgetik sebesar 116,9% yang melebihi persen efektifitas analgesik kontrol positif. Ekstrak etanol buah terong belanda berpotensi untuk dikembangkan sebagai obat analgetik baru.
PENGARUH PEMBERIAN ASAM USNAT TERHADAP JUMLAH SEL OSTEOBLAS PADA TIKUS PERIODONTITIS Desi Ratna Sari; Citra Lestari; Satria Yandi
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Volume 5, Nomor 2, Desember 2018
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.655 KB) | DOI: 10.33854/jbd.v5i2.159

Abstract

Periodontitis adalah penyakit inflamasi yang menyebabkan kerusakan jaringan periodontal dan menyebabkan kehilangan gigi. Periodontitis merupakan penyebab utama terjadinya resorpsi tulang alveolar. Asam usnat yang berasal dari kandungan kayu angin diketahui mengandung antibakteri, antiinflamasi, dan antijamur yang dapat digunakan sebagai bahan obat-obatan. Asam usnat adalah antibiotik spektrum luas dan kandungannya dapat diperoleh dari lichen dan dapat menghambat bakteri patogen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian asam usnat terhadap jumlah sel osteoblas pada tikus periodontitis. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimental laboratorium dengan rancangan control group post test only design. Penelitian ini menggunakan tikus putih jantan (Rattus norvegicus) sebanyak 24 ekor. Tikus dikelompokan menjadi 4 kelompok yang masing-masingnya terdiri dari 6 ekor dan dibagi dalam dua priode hari untuk dekapitasi pada hari ke-7 dan hari ke-14 sehingga didapatkan sampel tiap kelompok menjadi 3 ekor. Tikus diinduksi periodontitis dengan benang silk ligature 3,0 kemudian diberikan asam usnat gel dengan konsentrasi 2,04% dan 6,06%. Hasil penelitian ini menunjukan rerata jumlah sel osteoblas berbeda bermakna (p<0,05) pada setiap kelompok penelitian. Pemberian asam usnat 6,06% menunjukan rerata sehat (kelompok kontrol negatif). Hal ini disebabkan karna adanya kandungan antiinflamasi dan antibakteri dari asam usnat. Disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pemberian asam usnat terhadap jumlah sel osteoblas pada tikus periodontitis dimana asam usnat dengan konsentrasi 6,06% lebih efektif dibandingkan asam usnat dengan konsentrasi 2,04%.
Hubungan Tingkat Kepedulian Orang Tua terhadap Status Oral Hygiene Anak Berkebutuhan Khusus Citra Lestari; Valendriyani Ningrum; Ika Andriani; Dwi Windu
e-GiGi Vol. 11 No. 1 (2023): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v11i1.44202

Abstract

Abstract: Oral health problems among special needs children (SNC) is a priority and concern of all parties, both parents/caregivers, dentists and health policy makers both nationally and regionally as soon as possible. This study aimed to determine the relationship between the level of parental care and the oral hygiene of children at SLB Wacana Asih, Padang. This was an analytical and survey study with a cross-sectional design. Sampling was performed by using total sampling, consisting of parents of SNC and the SNC as many as 82 children. Data were analyzed using the Spearman Rank test with a significance level of p<0.05. The results showed that parent’s attention to the dental and oral hygiene of SNC was 53.66% in the good category and 46.445% in the moderate category. Furthermore, the results of the examination of the oral hygiene status of SNC showed various levels of status, as follows: good (45.1%), moderate (28%), and poor (26.8%). The statistical correlation test obtained a p-value of 0.000 which indicated that there was a significant relationship between parental care and the oral hygiene status of SNC with a correlation coefficient of r 0.699, which means a strong positive relationship. In conclusion, the higher the concern of parents, the better the oral hygiene status of special needs children. Keywords: parental care; oral hygiene; special needs children   Abstrak: Masalah kebersihan gigi dan mulut pada anak berkebutuhan khusus (ABK) merupakan prioritas yang perlu mendapat perhatian semua pihak yaitu orang tua, pengasuh, dokter gigi dan pengampu kebijakan kesehatan baik nasional maupun daerah sedini mungkin. Penelitian ini bertu-juan untuk mengetahui hubungan antara tingkat kepedulian orang tua dengan oral hygiene anak SLB Wacana Asih, Kota Padang. Jenis penelitian ialah survei analitik dengan desain potong lintang. Metode pengambilan sampel ialah total sampling yaitu orang tua dari ABK dan ABK sebanyak 82 anak. Data penelitian diuji menggunakan uji Spearman Rank dengan tingkat signifikansi p<0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepedulian orang tua tentang kebersihan gigi dan mulut ABK dengan kategori baik sebanyak 53,66%, sedangkan kategori cukup baik sebesar 46,445%. Hasil pemeriksaan status oral hygiene ABK menunjukkan berbagai level status yakni: baik (45,1%), sedang (28%) dan buruk (26,8%). Hasil uji korelasi mendapatkan p=0,000 yang menunjukkan hubungan bermakna anatara kepedulian orang tua dengan status oral hygiene ABK dengan nilai koefisien korelasi r 0.699 yang bermakna hubungan positif kuat. Simpulan penelitian ini ialah sema-kin tinggi kepedulian orang tua maka akan semakin baik status oral hygiene berkebutuhan khusus. Kata kunci: kepedulian orang tua; oral hygiene; anak berkebutuhan khusus  
PENGARUH BUDAYA MAKAN SIRIH TERHADAP PENYAKIT PERIODONTAL PADA MASYARAKAT DI DESA TANJUNG MEDAN KECAMATAN BILAH BARAT LABUHAN BATU Sri Wahyuni Ritonga; Nurhamidah Nurhamidah; Citra Lestari
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Volume 4, Nomor 1, June 2017
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.988 KB) | DOI: 10.33854/JBDjbd.88

Abstract

Makan sirih adalah bagian yang melengkapi struktur kebudayaan dan biasanya erat dengan kebiasaan yang terdapat pada masyarakat di daerah tertentu, International Agency for Research on Cancer (IARC) menyebutkan bahwa menyirih berdampak pada kesehatan dan berpotensi menyebabkan kanker. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui “pengaruh budaya makan sirih terhadap penyakit periodontal pada masyarakat di desa Tanjung Medan Kecamatan Bilah Barat Labuhan Batu. Desain penelitian ini adalah survei dengan pendekatan cross sectional study. Populasi penelitian adalah masyarakat yang berada di desa Tanjung Medan Kecamatan Bilah Barat Labuhan Batu dengan populasi 880 jiwa dengan 46 sampel metode total sampling, waktu penelitian pada tanggal 24 Desember 2015 dan instrumen penelitian dengan menggunakan kuesioner dan pengukuran penyakit periodontal. Analisis secara univariat ditampilkan dengan tabel distribusi frekuensi dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square dengan kepercayaan 95% α = 0,05. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan frekuensi menyirih per hari terhadap penyakit periodontitis, p=0,027, terdapat hubungan waktu menyirih per hari terhadap penyakit periodontitis, p=0,017, terdapat hubungan yang bermakna kompsisi menyirih terhadap penyakit periodontitis, p=0,001 dan disimpulkan bahwa adanya pengaruh frekuensi, waktu dan komposisi makan sirih terhadap penyakit periodontal.
EFEKTIVITAS EDUKASI MENGGUNAKAN MEDIA VIDEO VIRTUAL REALITY TERHADAP STATUS KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT PADA SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI 10 SUNGAI SAPIH KOTA PADANG Rahmawati, Laili; Lestari, Citra; Endo Mahata, Intan Batura; Ningrum, Valendriyani
E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 1 (2024): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2024.V13.i01.P08

Abstract

According to the Data and Information Centre of the Ministry of Health of the Republic of Indonesia (2018), the prevalence of caries in Indonesia is 88.8%. The World Health Organisation (WHO) reports that 60-90% of school children worldwide experience caries, with the disease being most prevalent in children aged 6-12 years. Dental caries is a disease that can infect and damage tooth structure. One of the risk factors for caries is plaque accumulation, which is associated with poor oral hygiene. The Personal Hygiene Performance Modified (PHP-M) is a method used to measure plaque on mixed teeth. This research is a quasi-experiment with a one-group pretest-posttest design. The sampling technique used was purposive sampling, with a total of 27 samples meeting the inclusion and exclusion criteria. The study found a significant improvement in oral hygiene status after participants received an educational intervention using virtual reality video media. Specifically, there was a decrease in plaque scores after brushing teeth following the intervention compared to before. The statistical analysis using the Wilcoxon test showed a significant difference with a p-value of less than 0.05. The study found that the number of students with excellent oral hygiene status increased from 15 (40.5%) before the intervention to 36 (97.3%) after the intervention. These results suggest that the use of virtual reality video media is an effective method for improving oral hygiene. Keywords: Personal Hygiene Performance Modified (PHP-M)., Virtual Reality (VR)., Oral Hygiene.
Inhibition zone test of methanol extract of mentawai white sea cucumber (holothuria scabra) against streptococcus sanguinis in recurrent aphthous stomatitis in vitro: Study experimental Rahmah, Aisha Fatihatur; Arma, Utmi; Lestari, Citra; Edrizal, Edrizal; Zia, Hanim Khalida
Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students Vol 8, No 1 (2024): February 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pjdrs.v8i1.52551

Abstract

ABSTRACTIntroduction: Recurrent aphthous stomatitis (SAR) or canker sores are painful oval or round ulcers that occur recurrently and can heal spontaneously with or without treatment. Streptococcus sanguinis (S. sanguinis) plays a role in aggravating SAR in patients and mostly found in the of initial L forms. One of the animals that is widely used as an ingredient for alternative medicine is white sea cucumber or Holothuria scabra (H. scabra) from the Mentawai islands. The purpose of this study was to analyze the inhibition zone of white sea cucumber (H. scabra) methanol extract against S. sanguinis in recurrent aphthous stomatitis (in vitro study). Methods: Laboratory experimental and posttest only control group designs were used in this study. The samples in this study were a dry form of methanol extract of white sea cucumber from Siberut island, Mentawai islands obtained in Padang city. The S. sanguinis ATCC 10556 bacteria obtained from the Inter-University Research Laboratory (PAU) of Gadjah Mada University, Yogyakarta. There were 5 treatment groups, namely 2, 4, and 8%, of white sea cucumber (H. scabra) methanol extract, as well as positive control (0.2% chlorhexidine) and negative control. Each treatment group was repeated 5 times so that the sample size was a total of 25 repetitions. The data obtained was processed using the Independent Sample test (T-Test). Results: The obtained zone of inhibition of the 8% methanol extract of white sea cucumber (H. scabra) against S. sanguinis was 0.81 mm, with a significance of 0.001 (<0.05), while at concentrations of 2% and 4% there were no zone of inhibition. Conclusion: Methanol extract of Mentawai white sea cucumber (H. scabra) has an inhibition zone at the best concentration of 8%, with a weak category against S. sanguinis bacteria and less effective when compared to the 0.2% chlorhexidine.KEY WORDS: recurrent aphthous stomatitis, s. sanguinis, h. scabra, inhibition zone, sea cucumber extract.Uji zona hambat ekstrak metanol teripang putih (holothuria scabra) mentawai terhadap streptococcus sanguinis pada Stomatitis Aftosa Rekuren secara in vitro: Studi eksperimentalABSTRAKPendahuluan: Stomatitis aftosa rekuren (SAR) atau sariawan merupakan ulser berbentuk oval atau bulat yang sakit dan terjadi secara berulang, serta dapat sembuh secara spontan dengan atau tanpa pengobatan. Streptococcus sanguinis (S. sanguinis) bentuk initial L forms banyak ditemukan pada penderita SAR dan dapat memperparah kondisi SAR. Salah satu hewan yang banyak dimanfaatkan sebagai bahan untuk pengobatan alternatif adalah teripang putih atau Holothuria scabra (H. scabra) yang berasal dari kepulauan Mentawai. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis daya hambat ekstrak metanol teripang putih (H. scabra) terhadap S. sanguinis yang banyak ditemukan pada penderita Stomatitis Aftosa Rekuren secara in vitro. Metode: Jenis penelitian eksperimental laboratoris dengan rancangan penelitian posttest only control group design. Sampel pada penelitian ini adalah ekstrak metanol teripang putih dari pulau Siberut, kepulauan Mentawai, yang diperoleh dalam keadaan sudah kering di kota Padang dan bakteri S. sanguinis ATCC 10556 yang diperoleh dari Laboratorium Penelitian Antar Universitas (PAU) Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Terdapat 5 kelompok perlakuan, yaitu pengujian dengan konsentrasi ekstrak metanol teripang putih (H. scabra) 2, 4, dan 8%, serta kontrol positif (chlorhexidine 0,2%) dan kontrol negatif.  Masing-masing kelompok perlakuan diulang sebanyak 5 kali sehingga besar sampel menjadi total 25 pengulangan.  Data yang diperoleh diolah menggunakan uji Independent Sample (T-Test). Hasil: Terdapat zona hambat ekstrak metanol teripang putih (H. scabra) terhadap S. sanguinis pada stomatitis aftosa rekuren yang diujikan secara in vitro pada konsentrasi 8% dengan sig 0,001 atau < 0,05, sebesar 0,81 mm, sedangkan pada konsentrasi 2 dan 4% tidak terdapat zona hambat. Simpulan: Ekstrak metanol teripang putih (H. scabra) Mentawai memiliki zona hambat pada konsentrasi 8%, tetapi dalam kategori lemah (weak) dan kurang efektif jika dibandingkan dengan kontrol positif yaitu chlorhexidine 0,2%KATA KUNCI:  stomatitis aftosa rekuren, s. sanguinis, h. scabra, zona hambat, ekstrak teripang
The use of digital dental calculator apps as an OHI-S calculation tool: a quasi-experimental Moryka, Atthahira Nabila; Ningrum, Valendriyani; Lestari, Citra; Batsukh, Nomundari
Padjadjaran Journal of Dentistry Vol 36, No 2 (2024): July 2024
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pjd.vol36no2.52851

Abstract

ABSTRACT Introduction: The utilization of applications as a tool for the calculation of dental and oral health indices has not yet been extensively explored. Consequently, researchers have proposed the development of the digital dental calculator application as a rapid and precise medium for the administration of oral health index surveys. Aim of this research is to analyze the use of digital dental calculator apps as an OHI-S calculation tool. Methods: The study design is quasi-experimental with a posttest-only group design. Convenient sampling was employed as the sampling technique, and the selected samples fulfilled the inclusion and exclusion criteria. The inclusion criteria were students of the dental profession at Baiturrahmah University, Indonesia, who were still enrolled in or had passed the periodontics module, while the exclusion criteria were students who did not participate in the full study (manual and digital). Results: The mean time taken to calculate OHI-S calculation results manually was 207.63 seconds, while the mean time taken to calculate the same results using the digital dental calculator application was 67.97 seconds. The results of the Mann-Whitney test indicate that there is a highly statistically significant difference between manual and digital calculations using the application, with a p-value of 0.000 (<0.05). Conclusion: There is a time difference between the use of digital and manual calculations for OHI-S calculations. The findings of this study indicated that the time required to perform OHI-S calculations using digital dental calculator applications was significantly shorter than that required for manual calculations.KEYWORDSoral hygiene index simplified (OHI-S), time duration, digital dental calculator
Uji Karakteristik dan Uji Organoleptik Obat Kumur Katekin Gambir (Uncaria Gambir Roxb) Alfarisi, Farhan; Lestari, Citra; Orienty, Fauzia Nilam; Fadriyanti, Okmes; Anggraini, Netta
Sinnun Maxillofacial Journal Vol. 6 No. 02 (2024): Oktober 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/smj.v6i02.130

Abstract

Pendahuluan : Kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian integral dari kesehatan umum lainnya. Berbagai masalah yang berhubungan dengan mulut sering terjadi dalam kehidupan manusia diantaranya disebabkan oleh plak gigi yaitu gingivitis dan periodontitis. Plak bisa diminimalisirkan dengan berbagai cara salah satunya dengan penggunaan obat kumur. Obat kumur terbagi atas beberapa jenis yaitu obat kumur bebas alkohol, obat kumur mengandung alkohol dan obat kumur herbal. Salah satu obat kumur herbal yang dibuat dengan bahan alam adalah katekin gambir. Kandungan katekin pada gambir sekitar 73,3%. Katekin memiliki aktivitas antimikroba dan berpotensi mengobati radang gusi, anti inflamasi, antioksidan dan anti bakteri. Tujuan penelitian:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai pH, stabilitas dan uji organolpetik obat kumur katekin gambir dengan konsentrasi 0,25%, 0,50%, 0,75% dengan kelompok pembanding aquades dan chlorhexidine 0,2%. Bahan dan Metode: Penelitian ini merupakan Eksperimental dengan desain postest only control group. Sampel pada penelitian ini adalah obat kumur katekin gambir dengan konsentrasi 0,25%, 0,50% dan 0,75% dengan kelompok kontrol aquades dan chlorhexidine 0,2% yang akan dilakukan uji pH, uji stabilitas dan uji organoleptik pada 25 pasien yang berkunjung ke RSGM-P. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil: Penelitian didapatkan pH semua kelompok obat kumur berada pada nilai 5,47- 6,82 yang mana termasuk dalam ketagori baik dan uji stabilitas obat kumur katekin gambir 0,25%, aquades dan chlorhexidine 0,2% tidak terdapat pemisahan. Uji organoleptik kelompok obat kumur katekin gambir 0,25% memiliki hasil penerimaan yang baik dari seluruh responden. Kesimpulan: kelompok obat kumur katekin gambir 0,25% memenuhi karakteristik.