Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PKMS PEMBERANTASAN PENYAKIT TUBERKULOSIS PARU UNTUK PENDERITA TUBERKULOSIS PARU BERESIKO DI KECAMATAN MANGANITU Tinungki, Yeanneke Liesbeth; Kalengkongan, Detty Jeane
Jurnal Ilmiah Tatengkorang Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Tatengkorang
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54484/tkrg.v8i1.550

Abstract

Tuberculosis (TBC) atau TB paru merupakan sejenis penyakit, infeksi yang diakibatkan Mycobacterium tuberculosis, bakteri ini adalah bakteri yang sangat tahan asam sehingga membutuhkan waktu yang lama untuk mengobatinya. Kecamatan Manganitu merupakan 1 (satu) Kecamatan di Kabupaten Kepulauan Sangihe yang memiliki angka kejadian TB paru yang sangat tinggi. Penduduk dengan status pendidikan rendah cenderung memiliki masalah kesehatan terutama pencegahan TB Paru. Tujuan kegiatan PKMS ini adalah untuk mengurangi angka penderita penyakit TB paru, terciptanya perbaikan tata nilai masyarakat dari aspek kesehatan. PKMS dilaksanakan mulai akhir bulan Mei 2022 sampai dengan bulan November 2022 di wilayah Puskesmas Manganitu dengan 8 orang pasien. Metode pelaksanaan dibagi 3 tahap yakni tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi. Hasil pelaksanaan ditahap persiapan adalah penyusunan program kerja, persiapan informasi, persiapan sarana prasarana dan koordinasi. Hasil PKMS ditahap pelaksanaan adalah pencarian pasien atau skrining, pemeriksaan sputum di laboratorium, pemberian obat OAT, evaluasi pengobatan setelah 2 bulan pemberian dan penyuluhan kesehatan serta pemberian makanan tinggi gizi. Hasil PKMS ditahap evaluasi adalah melakukan evaluasi secara formatif dan sumatif. Kesimpulan PKMS ini Pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat Stimulus ini berlangsung dengan baik karena kerjasama yang baik dengan pasien, petugas Puskesmas, dokter dan keluarga Pasien Tuberculosis (TB) or pulmonary TB is a disease, an infection caused by Mycobacterium tuberculosis, this bacterium is a very acid-resistant bacteria that takes a long time to treat. Manganitu District is 1 (one) District in Sangihe Archipelago District which has a very high incidence of pulmonary TB. Residents with low educational status tend to have health problems, especially prevention of pulmonary tuberculosis. The aim of this PKMS activity is to reduce the number of people with pulmonary TB, to create improvements in community values ​​from the health aspect. PKMS was carried out from the end of May 2022 to November 2022 in the Manganitu Health Center area with 8 patients. The implementation method is divided into 3 stages, namely the preparation stage, the implementation stage and the evaluation stage. The results of the implementation in the preparation stage are the preparation of work programs, preparation of information, preparation of infrastructure and coordination. The results of PKMS in the implementation phase are patient search or screening, sputum examination in the laboratory, administration of OAT drugs, evaluation of treatment after 2 months of administration and health education and provision of high-nutrition food. The results of PKMS in the evaluation stage are conducting formative and summative evaluations. The conclusion of this PKMS is that the Implementation of Stimulus Community Service is going well because of good cooperation with patients, Health Center staff, doctors and the patient's family
Inovasi Teknologi dalam Pembelajaran IPA Sekolah Dasar di Era Digital Abad 21 Kalengkongan, Jeane; Montori, Selfia; Lengkong, Gloria; Caroles, Denisa; Rorimpandey, Widdy H. F.
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.13835

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi pada era digital abad ke-21 telah memberikan pengaruh besar terhadap dunia pendidikan, terutama pada transformasi metode dan pendekatan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di Sekolah Dasar. Sebagai mata pelajaran yang bersifat konseptual dan eksperimental, IPA menuntut strategi pembelajaran yang inovatif, kontekstual, dan mampu menstimulasi kemampuan berpikir kritis serta keterampilan ilmiah siswa. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis berbagai inovasi teknologi yang diterapkan dalam pembelajaran IPA melalui metode Systematic Literature Review (SLR). Artikel ilmiah terpilih dalam rentang 2015–2025 dikaji secara sistematis berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang ketat. Temuan penelitian menunjukkan bahwa teknologi seperti Augmented Reality, simulasi virtual, permainan edukatif, video interaktif, dan Learning Management System terbukti meningkatkan pemahaman konsep, motivasi belajar, keterlibatan siswa, serta keterampilan berpikir kritis dan kreatif. Meskipun demikian, implementasinya menghadapi hambatan, antara lain keterbatasan infrastruktur digital, rendahnya kompetensi teknologi guru, serta minimnya dukungan kebijakan yang berkelanjutan. Penelitian ini merekomendasikan pemanfaatan teknologi yang terencana, relevan dengan konteks sekolah, dan berorientasi pada penguatan kompetensi abad ke-21 untuk mendorong pembelajaran IPA yang lebih adaptif dan bermakna
Kajian Sistematis Literatur Tentang Pengembangan Media dan Materi IPA Interaktif di Sekolah Dasar Berbasis Keterampilan Abad 21 Rorimpandey, Widdy H.F.; Kalengkongan, Jeane; Carolina Dien, Jini; Asari Lengkong, Afrilia; Leonita Horman, Meisara
Jurnal Pembelajaran dan Pengajaran Pendidikan Dasar Vol 8 No 2 (2025): November
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/dikdas.v8i2.46133

Abstract

The development of 21st century education demands innovation in Science (IPA) learning at the elementary school level, emphasizing not only knowledge transfer but also the cultivation of critical thinking, creativity, collaboration, and communication skills. This study aims to systematically analyze the literature discussing the development of interactive science learning media and materials in elementary schools relevant to the enhancement of 21st century skills. The research employed a Systematic Literature Review (SLR) method consisting of identification, selection, analysis, and synthesis stages of scientific articles published between 2018 and 2024. Data sources were obtained from national and international databases such as Google Scholar, DOAJ, and Garuda. The findings indicate that the development of digital-based interactive media—such as Articulate Storyline, Educandy, Augmented Reality, and virtual laboratories—has a positive impact on students’ conceptual understanding, learning motivation, and scientific literacy. Furthermore, science materials designed using contextual and problem-based approaches were found to be effective in integrating 21st century skills. The main challenges identified include limited teacher competence in technology use, unequal digital infrastructure, and the lack of comprehensive evaluations based on 21st century competencies. This review recommends continuous teacher training, the development of student-centered learning media, and collaboration between educational institutions and technology developers to create innovative, adaptive, and skill-oriented science learning environments.
Penyuluhan Kesehatan dan Pemeriksaan Glukosa Darah, Kolesterol, Asam Urat, Tekanan Darah pada Lanjut Usia di Karatung II Manganitu Kabupaten Sangihe Detty Jeane Kalengkongan; Yeanneke Liesbeth Tinungki; Yenny Budiman Makahaghi
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 5 No 2 (2025): I-Com: Indonesian Community Journal (Juni 2025)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/icom.v5i2.6929

Abstract

The elderly very vulnerable to various life-threatening diseases; stroke, coronary heart disease, diabetes mellitus due to low knowledge about diseases. Elderly also  great challenges in maintaining health to achieve happy old age due to lack awareness conducting health checks. Degenerative diseases increasing and it difficult for elderly to achieve life expectancy. Method implementation is survey, implementation activities, counseling, checking blood pressure, blood sugar, cholesterol, uric acid ending with monitoring, evaluation. Results community service show that number elderly people present is 28 people. Average knowledge is 5, 8. Blood pressure increased> 150 mmHg amounted 2 people, Blood Sugar increased> 120 mg/dl amounted 14 people, Cholesterol increased>235 mg/dl amounted 3 people. The importance of service to the elderly causes knowledge to increase, the elderly can find out the results of checking blood pressure, blood sugar, cholesterol, uric acid. When elderly know results of the examination, elderly have awareness to adopt healthy lifestyle.
Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS Siswa Kelas V SD Katolik II St. Yoseph Woloan Sinaga, Lydia; Kalengkongan, Jeane; Komedien, Brianne E. Jo
Indonesian Research Journal on Education Vol. 6 No. 2 (2026): Irje 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v6i2.4274

Abstract

Rendahnya hasil belajar IPAS siswa Kelas V pada materi Ekosistem Seimbang yang belum mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) melatarbelakangi penelitian ini. Penelitian bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPAS melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) berbantuan lingkungan sekitar pada siswaKelas V SD Katolik II St. Yoseph Woloan. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang mengacu pada model Kemmis dan Mc Taggart yang terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 18 siswa. Data dikumpulkan melalui observasi dan tes hasil belajar, kemudian dianalisis menggunakan persentase ketuntasan belajar secara klasikal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I rata-rata hasil belajar siswamencapai 66,94% dengan ketuntasan klasikal 44,4%. Pada siklus II, rata-rata hasil belajar meningkat menjadi 88,05% dengan ketuntasan klasikal mencapai 100%. Denggan adanya peningkatan tersebut menunjukkan bahwa penerapan model Problem Based Learning berbantuan lingkungan sekitar sangat efektif dalam meningkatkan hasil belajar IPAS.
Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS pada Siswa Kelas V SD Inpres Tataaran II Geiby Octrine Fonnelia Pananggung; Roos M. S. Tuerah; Jeane Kalengkongan
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.394

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPAS melalui Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) di Kelas V SD Inpres Tataaran II. Peneliti ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Yang mengacu pada desain penelitian yang dikemukakan oleh Kemmis dan Mc. Taggart, model berupa siklus yang terdiri dari empat tahapan yaitu: perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara observasi dan tes. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu siklus I mencapai 52,94%, hasil ini belum mencapai standar ketuntasan 75% sehingga penelitian dilanjutkan pada siklus II dengan memperbaiki kekurangan-kekurangan yang menyebabkan siklus I belum berhasil. Terjadi peningkatan pada siklus II dengan hasil yang diperoleh 94,11%. Disimpulkan bahwa: menggunakan Model Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan hasil belajar IPAS Pada Siswa Kelas V SD Inpres Tataaran II.
Penerapan Model Project Based Learning (PJBL) untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS di Kelas V SD Inpres Lansot Olivia Patriciye Hamise; Jeffry S. J. Lengkong; Jeane Kalengkongan
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.396

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) pada materi ekosistem tumbuhan melalui penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PJBL) pada Peserta didik kelas V SD Inpres Lansot. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang mengacu pada model Kemmis dan McTaggart yang meliputi empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus dengan subjek penelitian sebanyak 8 Peserta didik yang terdiri dari 6 Peserta didik laki-laki dan 2 Peserta didik perempuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan tes hasil belajar Peserta didik. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan perhitungan persentase ketuntasan belajar Peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PJBL) dapat meningkatkan hasil belajar Peserta didik. Pada siklus I, ketuntasan belajar Peserta didik mencapai 61,12% dengan jumlah skor 489 dari skor maksimum 800. Setelah dilakukan perbaikan pembelajaran pada siklus II, hasil belajar Peserta didik mengalami peningkatan dengan persentase ketuntasan mencapai 88% dengan jumlah skor 704 dari skor maksimum 800. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PJBL) dapat meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) Peserta didik kelas V SD Inpres Lansot pada materi ekosistem tumbuhan.
Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS pada Siswa Kelas V SD Inpres Tataaran II Geiby Octrine Fonnelia Pananggung; Roos M. S. Tuerah; Jeane Kalengkongan
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.394

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPAS melalui Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) di Kelas V SD Inpres Tataaran II. Peneliti ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Yang mengacu pada desain penelitian yang dikemukakan oleh Kemmis dan Mc. Taggart, model berupa siklus yang terdiri dari empat tahapan yaitu: perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara observasi dan tes. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu siklus I mencapai 52,94%, hasil ini belum mencapai standar ketuntasan 75% sehingga penelitian dilanjutkan pada siklus II dengan memperbaiki kekurangan-kekurangan yang menyebabkan siklus I belum berhasil. Terjadi peningkatan pada siklus II dengan hasil yang diperoleh 94,11%. Disimpulkan bahwa: menggunakan Model Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan hasil belajar IPAS Pada Siswa Kelas V SD Inpres Tataaran II.
Penerapan Model Project Based Learning (PJBL) untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS di Kelas V SD Inpres Lansot Olivia Patriciye Hamise; Jeffry S. J. Lengkong; Jeane Kalengkongan
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.396

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) pada materi ekosistem tumbuhan melalui penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PJBL) pada Peserta didik kelas V SD Inpres Lansot. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang mengacu pada model Kemmis dan McTaggart yang meliputi empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus dengan subjek penelitian sebanyak 8 Peserta didik yang terdiri dari 6 Peserta didik laki-laki dan 2 Peserta didik perempuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan tes hasil belajar Peserta didik. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan perhitungan persentase ketuntasan belajar Peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PJBL) dapat meningkatkan hasil belajar Peserta didik. Pada siklus I, ketuntasan belajar Peserta didik mencapai 61,12% dengan jumlah skor 489 dari skor maksimum 800. Setelah dilakukan perbaikan pembelajaran pada siklus II, hasil belajar Peserta didik mengalami peningkatan dengan persentase ketuntasan mencapai 88% dengan jumlah skor 704 dari skor maksimum 800. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PJBL) dapat meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) Peserta didik kelas V SD Inpres Lansot pada materi ekosistem tumbuhan.
Ecosystem-based IPAS modules: traces of innovation by pre-service elementary school teachers in 21st-century learning Jeane Kalengkongan; Deane Umboh
Primary: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 15 No. 3 (2026): June
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/jpfkip.v15i3.711-728

Abstract

This study examines how pre-service elementary teachers develop pedagogical competence through a project-based learning experience involving the design of ecosystem-based IPAS (integrated science and social studies) modules. The study aims to explore (1) the instructional design process, (2) the characteristics and quality of the modules produced, and (3) participants' perceptions of their pedagogical competence development. A qualitative case study design was employed involving 30 pre-service teachers enrolled in a primary teacher education program. Data were collected through classroom observations, document analysis of instructional modules, and semi-structured interviews, and were analyzed thematically. Module quality was further examined using expert validation criteria. The findings indicate that pre-service teachers demonstrated emerging pedagogical competence, particularly in aligning content with learning objectives and adapting instructional materials to students' characteristics. The modules produced demonstrate satisfactory content and instructional quality, while technical components, such as organization and visual presentation, were less consistent. Interview data suggest that the project supported reflective engagement with teaching practices, although participants reported challenges in simplifying scientific concepts and using digital tools effectively. This study contributes to the literature by providing an empirical account of how project-based learning supports the development of pedagogical competence in integrated science instruction. It highlights the importance of combining authentic design tasks with structured pedagogical and technical support in teacher education programs.