Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Humaniora

Gaya Bahasa Perbandingan dalam Serat Nitipraja Arsanti Wulandari
Humaniora Vol 15, No 3 (2003)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.162 KB) | DOI: 10.22146/jh.797

Abstract

Serat Nitipraja (selanjutnya disebut SNP) yang ditulis pada 1643 merupakan salah satu karya sastra Jawa yang digolongkan sebagai sastra piwulang. Pengertian sastra piwulang adalah karya sastra yang di dalamnya terkandung ajaran moral dan sikap hidup (Sudewa, 1991:3). Sejalan dengan pendapat tersebut, terdapat satu pernyataan bahwa karya sastra lama dapat dijadikan sumber informasi masa lalu ataupun bahan ajar untuk masa sekarang untuk hal-hal yang masih relevan (Robson, 1978:5). Demikian halnya dengan teks SNP. Teks SNP memberikan gambaran mengenai kriteria seorang pemimpin. Piwulang yang terdapat pada SNP adalah piwulang yang ditujukan kepada para pemimpin kerajaan, dalam hal ini raja, bupati, dan petinggi kerajaan lainnya. Piwulang tersebut dikemas dalam bentuk kebahasaan yang unik, yaitu disajikan dengan perumpamaan-perumpamaan yang patut untuk dikaji lebih jauh maknanya.
WANITA DALAM SERAT NITIPRAJA Arsanti Wulandari
Humaniora Vol 18, No 1 (2006)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.405 KB) | DOI: 10.22146/jh.865

Abstract

Serat Nitipraja (SNP) is a text which is contain a guiding for leader. The leader must have religius and humanity characters. In SNP we can read about the person who stand next to leader like ulama, ambassador and woman. The special thing is there is a woman subject in the text which is talk about leader. It is interesting because in the Javanese culture, woman does not have any chance to talk in public area, but in text woman can do it. As a render assistance for leader, woman can play in the leader area with her womanhood to have a chance to make a decission in public sector.