Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Perpindahan Penduduk Etnis Talaud di Halmahera Timur (Studi Sosiologis terhadap Keluarga di Desa Tanure Kecamatan Wasile Selatan) Tinpalen, Yos; Gugule, Hamdi; Santie, Yoseph D.A.
ETIC (EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL) Vol. 2 No. 1 (2024): (NOVEMBER) ETIC (EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL)
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Sosiologi Unima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/jbxs2q76

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana masyarakat etnik Talaud melakukan migrasi ke arah timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif, dan alasan digunakannya metode penelitian kualitatif adalah untuk membantu peneliti dalam mengidentifikasi tujuan penelitian yang spesifik, memahami lebih detail, dan menggali informasi lebih dalam secara kualitatif. Metode pengumpulan data seperti wawancara, observasi, dan studi dokumentasi digunakan bersamaan dengan teknik analisis data seperti reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), dan verifikasi (penarikan kesimpulan). Hasil temuan menunjukkan bahwa perpindahan suku Talaud di Desa Tanure berupa migrasi horizontal, atau mobilitas penduduk lintas batas wilayah. Pola migrasi masyarakat Talaud di Desa Tanure merupakan pola pemukiman tetap, oleh karena itu migrasi penduduk etnik Talaud di Desa Tanure merupakan pola pemukiman tetap tanpa ada maksud untuk kembali ke tempat asalnya. Masyarakat etnik Talauad di desa Tanure sudah merasa hidup tertib, meskipun mereka belum dianggap mampu untuk menyekolahkan anaknya ke perguruan tinggi.
Interaksi Sosial dan Tingkat Solidaritas Mahasiswa Papua di Universitas Negeri Manado Runtuwene, Fernando Pretito Arnold; Santie, Yoseph D.A.; Gugule, Hamdi
ETIC (EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL) Vol. 2 No. 2 (2025): (JANUARY) ETIC (EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL)
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Sosiologi Unima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/zjyj4x36

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana interaksi sosial dan tingkat solidaritas mahasiswa papua di Universitas Negeri Manado. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan datanya adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Interaksi Sosial Mahasiswa Papua di Universitas Negeri Manado merupakan interaksi social asosiatif yang mengarah kepada kesatuan antar mereka serta membawa dampak positif bagi diri mereka masing-masing. Seperti contoh kerja sama yang terlihat disaat mereka melakukan pencarian dana untuk bersam-sama menunjang kegiatan mereka seperti kegiatan Natal organisasi IMIPA yang dilakukan setiap tahunnya. Interaksi social yang terjadi antara mahasiswa Papua yang satu dengan yang lain tidak hanya terjadi di kampus saja melainkan terjadi juga di kehidupan sehari-hari. Persamaan tempat tinggal menjadikan mereka sering bertemu dan tentu sering berinteraksi baik membahas soal urusan di kampus maupun urusan lain seperti makan dan ativitas lainnya.
Perkawinan Dini Dalam Keluarga Berpenghasilan Rendah di Desa Kalait Kaligis, Josua; Gugule, Hamdi; Salem, Veronika E. T.
ETIC (EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL) Vol. 2 No. 2 (2025): (JANUARY) ETIC (EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL)
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Sosiologi Unima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/vg75zf11

Abstract

Tujan penelitian ini untuk mengetahui tentang perkawinan dini dalam keluarga berpenghasilan rendah. Dan mendeskripsikan tentang faktor dan dampak dari penghasilan keluarga yang rendah membuat terjadinya perkawinan dini di desa kalait dimana hal ini menjadi hal yang sudah biasa terjadi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Dengan teknik pengumpulan data yaitu melalui observasi, wawancara dan dokumentasi dengan menggunakan teknik analisis data. Hasil dari penelitian ini menunjukan bagaimana banyak faktor yang membuat terjadinya perkawinan di desa kalait seperti pergaulan bebas, tidak ingin melanjutkan pendidikan dari orang itu sendiri, dan berdasarkan dari hasil wawancara kepada para informan yang ada semua faktor itu pada dasarnya dilator belakangi oleh ekonomi keluarga yang rendah akibat penghasilan keluarga yang rendah. Sehingga pada akhirnya demi menyelesaikan semua masalah melakukan perkawinan dini menjadi alasan utama mereka untuk menylesaikan masalah tersebut.
Makna Ritual Kaago Ago Bagi Generasi Muda Masyarakat Muna di Desa Kontumere Kecamatan Kabawo Kabupaten Muna Sulawesi Tenggara Wasri, Wasri; Gugule, Hamdi; Mesra, Romi
ETIC (EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL) Vol. 2 No. 3 (2025): (MARCH) ETIC (EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL)
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Sosiologi Unima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/drye5b38

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang makna kaago ago yang dipahami oleh masyarakat suku Muna yang bermukim di Desa Kontumere, Kec. Kabawo, Kab. Muna. Masalah dalam penelitian ini adalah banyaknya kalangan pemuda yang tidak percaya dan tidak memahami ritual kaago ago dengan fokus penelitian yaitu makna ritual kaago ago bagi generasi muda masyarakat Muna desa Kontumere, Kec. Kabawo, Kab. Muna. Dengan menggunakan metode peneltian kualitatif dengan teknik pengumulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi sehingga hasil penelitian ini adalah makna ritual kaago ago sebagai pencegahan penyakit manusia dalam wujud melakukan pertalian dengan agen agen tertentu yang bukan manusia melainkan jin dan setan yang dilakukan turu temurun oleh masyarakat muna. Proses pelaksanaan kaago ago pertama tama menginformasikan kepada masyarakat bahwa di lingkungan ini akan diadakan kaago ago dan untuk waktunya sekitaran jam 7, karena dalam melaksanakan ritual kaago ago tidak bisa di lakukan pagi, siang , sore, atau tengah malam. Setelah masyarakat berkumpul maka masyarakat akan bekerja sama menyediakan bahan bahan yang di butuhkan dalam melaksanakan ritual, baik itu dalam pembuatan tempat maupun sesajen. Dan setelah semuanya sudah selesai yang memimpin ritual kaago ago membacakan doa setelah membacakan doa masyarakat di panggil agar segera maju depan untuk kegiatan potong rambut.