Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

DESAIN ALTERNATIF STRUKTUR ATAS GEDUNG DORMITORY PUTRA UIN MAULANA MALIK IBRAHIM 4 (EMPAT) LANTAI KAMPUS 3 - TAHAP II MALANG - JAWA TIMUR Helmy Restia F; Syamsul Majid; Ummi Chasanah; Soehartono Soehartono
JUTSU : Jurnal Teknik Sipil Unpand Vol. 1 No. 1 (2024): JUTSU : Jurnal Teknik Sipil Unpand
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69796/fc920y44

Abstract

Rusunawa Mahasiswa ini merupakan proyek hunian sewa untuk mahasiswa di dekat kampus mereka (UIN Maulana Malik Ibrahim Malang) di Kota Malang, Jawa Timur. Melalui proyek ini, para mahasiswa dari luar kota yang berkuliah di universitas ini dapat memperoleh tempat tinggal sementara yang nyaman di dekat kampus sehingga aktivitas mereka bisa lebih kondusif dan lebih menyatu dengan lingkungan kampus mereka. Dengan demikian diharapkan proyek ini dapat membantu menekan jumlah hunian horizontal yang sangat banyak menghabiskan lahan di Malang, sekaligus membantu mencukupi kebutuhan hunian sewa untuk mahasiswa di Malang karena perkembangan kotanya sangat dipengaruhi oleh pesatnya pertambahan jumlah mahasiswa luar kota. Permasalahan dalam proyek ini adalah bagaimana mendesain suatu bangunan hunian sewa sederhana yang masih tetap memiliki kualitas yang lebih dibandingkan rusunawa pada umumnya. Penyelesaiannya dengan memberikan strategi desain yang nyaman bagi penghuninya serta memberikan visual bangunan yang tidak mengurangi wibawa dan keindahan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Salah satunya adalah membuat desain rusunawa bersegmen dan melingkar sehingga luas lorong bisa lebih kecil tetapi luas kamar lebih besar.
PERENCANAAN STRUKTUR ATAS 4 LANTAI PEMBANGUNAN KAMPUS STIBI TAHAP II PATI – JAWA TENGAH Satia Willi H; Eri Kholifian; Ummi Chasanah; Soehartono Soehartono
JUTSU : Jurnal Teknik Sipil Unpand Vol. 1 No. 1 (2024): JUTSU : Jurnal Teknik Sipil Unpand
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69796/3tfz1g45

Abstract

Sekolah Tinggi merupakan tempat pendidikan tinggi setelah masa sekolah menengah atas telah diselesaikan. STIBI (Sekolah Tinggi Ilmu Budaya Islam) adalah sebuah Perguruan Tinggi Swasta yang berada di Kabupaten Pati. Perencanaan pelat lantai dengan tebal plat 12 cm. Perencanaan portal dengan dimensi kolom K1 (50 x 50 cm) dan K2 (40 x 40 cm) dengan masing-masing tulangan 12 D 19 dan Æ 10 – 100 mm serta balok dengan dimensi BS (30 x 40 cm), B1 (30 x 50 cm), B2 (25 x 40 cm) dan B3 (20 x 35 cm) mengacu pada Persyaratan Beton Struktural untuk Bangunan Gedung SNI 2847:2019, Tata Cara Perencanaan Strukur Baja Untuk Bangunan Gedung SNI 1729-2019, Peraturan Perencanaan Pembebanan untuk Rumah dan Gedung 1987. Perencanaan Struktur STIBI (Sekolah Tinggi Ilmu Budaya Islam) ini meliputi perencanaan struktur atas dan struktur bawah. Dalam perencanaan struktur dimodelkan melalui SAP 2000v14. Struktur atas yang dimaksud meliputi perencanaan atap, pelat, balok, kolom sedangkan untuk struktur bawah meliputi perencanaan pondasi tiang pancang. Pembebanan yang di input seperti beban mati, beban hidup, beban angin dan beban gempa.
STUDI KELAYAKAN JALAN DITINJAU DARI KERUSAKAN PERKERASAN LENTUR JALAN PALUR-SRAGEN-MANTINGAN DI SRAGEN KM. 17+800 s/d KM. 25+925 Agus Setyanto; Fifi Wisma Wulansari; Ummi Chasanah; Soehartono
JUTSU : Jurnal Teknik Sipil Unpand Vol. 1 No. 2 (2024): JUTSU : Jurnal Teknik Sipil Unpand, Vol. 1, No. 2, November 2024
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69796/gze1xe23

Abstract

Ruas jalan Palur-Sragen-Mantingan merupakan jalan nasional dan berfungsi sebagai jalan arteri, panjang jalan ± 43,00 Km merupakan bagian dari jalur tengah Pulau Jawa yang menghubungkan kota-kota penting di Pulau Jawa. Kerusakan-kerusakan sering terjadi di jalan Palur-Sragen-Mantingan tentunya akan sangat berpengaruh pada keamanan dan kenyamanan pengguna jalan. Penilaian atau evaluasi terhadap kondisi permukaan jalan merupakan salah satu tahapan untuk menentukan jenis program evaluasi dan sangat diperlukan sebelum dilakukan perawatan dan perbaikan. Penelitian ini bertujuan mengetahui kondisi jalan dengan beberapa metode dan hubungan kedekatan antara metode-metode yang dipakai. Metode yang digunakan dalam melakukan penelitian kondisi jalan adalah metode IRI (International Roughness Index), metode PCI (Pavement Condition Index), metode survey lalulintas . Metode yang digunakan adalah analisis dengan data primer dan sekunder berupa hasil dari data kerusakan jalan.Urutan prioritas penanganan jalan dengan metode IRI didasarkan pada rentang nilai 0 sampai lebih 7, untuk metode PCI merangking kondisi perkerasan dari nilai 0 sampai 100, data uji CBR (California Bearing Ratio) pada lapis atas, sedangkan survey lalulintas dilakukan agar mengetahui rata-rata lalulintas lewat setiap hari. Hasil pengolahan data ini mengetahui jenis kerusakan yang terjadi pada jalan yaitu retak kotak-kotak, pelepasan butir, sungkur (shoving), lubang, kegemukan, mengembang jembul, patah slip, pengausan agregat dan tambalan. Kerusakan terbesar yaitu kerusakan sungkur (shoving) dengan luas 593,01 m2 dan diperoleh nilai PCI (California Bearing Ratio) rata-rata sebesar 42,56 atau kondisi sedang (fair).
KAJIAN PENERAPAN MANAJEMEN WAKTU PELAKSANAAN PROYEK KONSTRUKSI DI JAWA TENGAH Ummi Chasanah; Soehartono Soehartono
JUTSU : Jurnal Teknik Sipil Unpand Vol. 1 No. 2 (2024): JUTSU : Jurnal Teknik Sipil Unpand, Vol. 1, No. 2, November 2024
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69796/557mza87

Abstract

Pelaksanaan pembangunan konstruksi di Jawa Tengah secara umum sering terjadi adanya kendala maupun hambatan yang dapat mengakibatkan proyek tersebut mengalami keterlambatan penyelesaian pekerjaan dari rencana. Adapun kendala dan hambatan tersebut dapat disebabkan berbagai hal, antara lain : keterlambatan material, kurangnya tenaga kerja, pekerjaan yang berulang, komunikasi yang tidak lancar dan sebagainya. Dalam hal ini penulis manganalisis mengenai penerapan manajemen waktu pada pelaksanaan konstruksi. Berbagai upaya dilakukan agar waktu yang direncanakan untuk suatu pelaksanaan konstruksi dapat terrealisasi dengan tepat, efektif, dan efisien sesuai rencana. Pengelolaan waktu yang tepat dan terencana akan menghasilkan konstruksi yang tepat sesuai dengan rencana sehingga tujuan dari pembangunan konstruksi dapat tercapai sesuai waktu rencana. Penerapan manajemen waktu perlu adanya sikap logis dalam membuat perencanaan, memonitoring pekerjaan, mengevaluasi setiap pekerjaan dari rencana dan realisasi, dan waktu yang di butuhkan. Sehingga manajemen waktu dalam pelaksanaan jasa konstruksi selalu disesuaikan dengan standarisasi yang ada, seperti menentukan jadwal, monitoring, membandingkan jadwal waktu pelaksanaan dan kemajuan progress di setiap pekerjaan, dan menerapkan perbaikan jadwal agar pembangunan konstruksi dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien.
PEMANFAATAN MATERIAL KOMPOSIT FLY ASH  SEBAGAI BAHAN SUBSTITUSI PADA PEMBUATAN BETON DITINJAU DARI UJI TEKAN DAN UJI POROSITAS Eny Apriyanti; Ummi Chasanah; Sri Subekti
JUTSU : Jurnal Teknik Sipil Unpand Vol. 1 No. 2 (2024): JUTSU : Jurnal Teknik Sipil Unpand, Vol. 1, No. 2, November 2024
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69796/axb1yh47

Abstract

Fly ash batubara adalah  bahan komposit yang merupakan limbah padat hasil dari pembakaran pembangkit tenaga listrik, yang mempunyai sifat pozzolan dan berpotensi dalam membentuk material baru mempunyai sifat tahan pada suhu tinggi dan mempunyai kekuatan mekanis yang baik. Pemanfaatan fly ash sebagai komposit pada campuran beton sangat bermanfaat ditinjau dari segi aspek lingkungan yang dapat mengurangi polusi udara dan mengurangi pencemaran lingkungan karena fly ash merupakan bahan padat yang tidak mudah larut dan tidak mudah menguap sehingga lebih sulit dalam penangannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi fly ash sebagai bahan campuran pada pembuatan beton, pengujian kuat beton dilakukan pada umur 14 dan 28 hari dengan menggunakan campuran fly ash 5%, 10%, 15% tujuan penambahan fly ash pada pembuatan beton untuk meningkatkan nilai kuat tekan. Dalam penelitian diperoleh kuat tekan pada komposisi campuran fly ash 5% dengan kuat tekan 25, 44 MPa dan porositas 2,34% untuk beton normal mempunyai kuat tekan 26,63 MPa. Campuran fly ash 10% didapat 21, 36 dan porositas 2,07%; campuran fly ash 15% didapat 6,048 MPa dan porositas 6,09%. Dengan hasil tersebut maka fly ash dapat digunakan sebagaibahan campuran pada pembuatan beton dengan komposisi tidak lebih dari 5%.