Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

FAKTOR - FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN DIARE PADA BAYI DI DESA JERUK SARI KECAMATAN TIRTO KABUPATEN PEKALONGAN Eni Wiharti; Sri Rejeki; Edy Wuryanto
FIKkeS Vol 5, No 2 (2012): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.564 KB)

Abstract

Penyakit diare merupakan masalah kesehatan masyarakat Indonesia. Hal ini dapat dilihat dengan meningkatnya angka kesakitan diare dari tahun ke tahun. Berdasarkan umur, prevalensi tertinggi kejadian diare terjadi pada usia 6 11 bulan sebanyak 19,45% dari seluruh kejadian diare. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor faktor yang berhubungan dengan diare pada bayi di desa Jeruk Sari, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan.Jenis penelitian adalah penelitian penjelasan, dengan menggunakan metode survey melalui pendekatan cross sectional . Teknik pengumpulan data dengan kuesioner dan observasi pada kelompok ibu dan bayi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari 2011 di desa Jeruk Sari, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, populasinya adalah seluruh ibu yang memiliki anak bayi, teknik pengambilan sampel dengan metode Proportional Random Sampling, dengan jumlah sampel 81 orang. Data primer diambil dengan metode wawancara dan observasi sedangkat data sekunder diperoleh dari profil Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan 2010. Data yang diperoleh dalam penelitian diolah dengan menggunakan statistik uji chi square dengan derajat kemaknaan (?) <0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar faktor lingkungan responden kurang baik dengan nilai r-value< 0,05 yang berarti ada hubungan antara faktor lingkungan dengan kejadian diare pada bayi di Desa Jeruk Sari, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan. Sebagian besar perilaku responden cukup dengan nilai r-value< 0,05 yang berarti ada hubungan antara faktor perilaku dengan kejadian diare pada bayi di Desa Jeruk Sari, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan.Berdasarkan hasil tersebut diperlukan upaya penyuluhan kesehatan terutama terhadap faktor lingkungan dan perilaku yang dapat mencegah penyakit diare agar dapat menurunkan angka kematian dan kesakitan karena diare.Kata kunci : lingkungan, perilaku dan diare.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN MOTIVASI PERAWAT MELANJUTKAN PENDIDIKAN KE JENJANG S1 KEPERAWATAN DI RUMAH SAKIT ROEMANI MUHAMMADIYAH SEMARANG TAHUN 2012 Arum Setyaningsih; Edy Wuryanto; Sayono -
FIKkeS Vol 6, No 2 (2013): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.387 KB)

Abstract

Jumlah perawat yang dominan di rumah sakit, menjadikan keperawatan sebagai salah satu profesi yang berperan penting dalam upaya menjaga kualitas pelayanan kesehatan rumah sakit. Salah satu langkah meningkatkan kualitas pelayanan adalah dengan peningkatan kualitas SDM perawat melalui peningkatan pendidikan formal perawat. Namun di lapangan masih banyak perawat yang bekerja di rumah sakit berpendidikan akademi atau diploma III keperawatan bahkan SPK setingkat SMA.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan motivasi perawat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S1 keperawatan, jenis penelitian explanatory research, dengan pendekatan cross sectional. Penelitian telah dilaksanakan di Rumah Sakit Roemani Muhammadiyah Semarang, pada 122 perawat dengan teknik pengambilan sampel proportional stratified simple random sampling. Metode analisa data dengan uji korelasi rank spearman rho dan chie-square.Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar perawat memiliki tingkat motivasi sedang sebanyak 70 perawat (57,4%). Dari hasil analisa menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara usia, lama kerja, status perkawinan dan pendapatan keluarga dengan motivasi perawat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S1 keperawatan (p > 0,05). Ada hubungan yang signifikan antara faktor penghargaan dan faktor dukungan atasan dengan motivasi perawat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S1 keperawatan (p < 0,05).Berdasarkan hasil tersebut pihak manajemen rumah sakit perlu untuk lebih memberikan dukungan dan keterbukaan tentang sistem penghargaan kepada perawat, sehingga lebih memotivasi perawat untuk meningkatkan kualitas diri melalui pendidikan.Kata Kunci: usia, lama kerja, status perkawinan, pendapatan keluarga, penghargaan, dukungan atasan, motivasi
Pengaruh Implementasi Instrumen Manajer Pelayanan Pasien (MPP) Syariah Terhadap Kelengkapan Dokumentasi Edukasi Islami Di RSI Sultan Agung Semarang Retno Wahyu Nugrahini; Vivi Yosafianti Pohan; Sri Rejeki; Edy Wuryanto; M.Fathkul Mubin
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 4 (2021): Inovasi Riset dan Pengabdian Masyarakat Post Pandemi Covid-19 Menuju Indonesia Tangguh
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : monitoring pelaksanaan pendokumentasian terintegrasi merupakan salah salah satutugas MPP/ case manajer, kelengkapan dokumentasi edukasi terintegrasi yang selama ini bagian daripenilaian akreditasi di rumah sakit syariah  ditemukan data hanya 20% untuk dokumen edukasi yanglengkap terisi, peran MPP dalam menjalankan tugasnya belum optimal, maka diperlukan intervensiterhadap MPP. Metode penelitiani: penelitian quasi experimental dengan desaign pre dan post test.Populasii dalam ipenelitian inii adalah MPP dii RumahiSakit Islam Sultan Agung Semarang. Sampelipenelitiani sebanyaki 30 iresponden dengan menggunakan itekniki total isampling. iAnalisis idataidengan menggunakani ujii Mc Nemar. Hasil penelitiani:  menunjukkani bahwai sebelumi diberikaniimplementasi MPP syariah, dokumentasi edukasi islami  tidakilengkapi sebanyaki (70,0%). Sesudahiimplementasi instrumen syariah sebagian  besari dokumentasii edukasi islami   tidak lengkap sebanyaki(53,3%). Adai pengaruhi inmpelementasi instrumen syariah  iterhadap ikelengkapan dokumentasiiedukasi islami  dengani nilaii p valuei sebesari 0,007 i ( < 0,05). Semakin baik implmentasi instrumenMPP syariah semakin lengkap dokumentasii Edukasi ilsami. Kesimpulan ada pengaruh implementasiinstrumen MPP syariah terhadap kelengkapan dokumentasi edukasi islami dengan nilai p value 0,007( < 0,05). Kesimpulani: Instrumen MPP syariah bisa diterapkan sebagai kelengkapan rekam medikpasien yaitu dokumen edukasi islami. Kata Kuncii : iMPP/Case Manajer, dokumen edukasi
Strategi Guru PAI dalam Meningkatkan Hafalan Al-Qur’an melalui Program Tahfidz Ayu Anggraeni, Darsla Dyah; Wuryanto, Edy; Ahmadi, Ahmadi
Paedagogie: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 5 No. 02 (2024): Paedagogie: Journal of Education and Islamic Studies
Publisher : Muttaqien Publishing, Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) STAI DR. KH. EZ. Muttaqien Purwakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52593/pdg.05.2.01

Abstract

This study aims to identify the strategies employed by PAI (Islamic Education) teachers to enhance Al-Qur'an memorization through the Tahfidz program at SMPN 1 Sambit, as well as to identify the supporting and hindering factors of these strategies. The research method used is a descriptive qualitative approach. The type of research conducted is a case study. Data collection techniques include interviews, observations, and documentation. Data analysis is performed through data condensation, data presentation, and drawing conclusions or verification. The results of the study indicate that the strategies employed by PAI teachers to enhance Al-Qur'an memorization in the Tahfidz program involve the implementation of guidance strategies using the jama’ and muroja’ah methods.
Peran Komisi IX DPR RI Terhadap Legislasi Nasional Arah Pembangunan Bidang Kesehatan: Keynote Speaker - Komisi IX DPR RI Wuryanto, Edy
PROSIDING SEMINAR KESEHATAN MASYARAKAT Vol 1 No Oktober (2023): Seminar (NiCe-PHResComS - 1)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/pskm.v1iOktober.270

Abstract

Sidang Paripurna DPR, 11 Juli 2023, mengesahkan RUU Kesehatan menjadi UU. Presiden sudah menandatangani menjadi UU Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan pada tanggal 8 Agustus 2023. Undang-Undang terdiri dari 20 bab dan 458 pasal yang bertujuan untuk mempercepat pelaksanaan Agenda Transformasi Kesehatan. Terdapat 11 undang-undang dicabut. Peraturan turunan diterbitkan 2 - 3 bulan setelah diundangkan