Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Peran Guru Pendidikan Anak Usia Dini dalam Menstimulasi Bahasa Anak Melalui Metode Bercerita di TK Sumber Ceria Kecamatan Kasimbar : The Role of Early Childhood Education’s Teacher to Stimulating Children’s Language Through Story Telling Method at Sumber Ceria Kindergarden Kasimbar District Santi Santi; Abdul Salam; Syamsidar Syamsidar
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 5 No. 5: MEI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v5i5.2418

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang Perencanaan, Pelaksanaan, dan Evaluasi terhadap peran guru dalam menstimulasi Bahasa anak di TK Sumber Ceria. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data penelitian kualitatif ini diperoleh dari sumber data yang terdiri atas kepala sekolah dan guru. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, alat yang digunakan adalah pedoman observasi dan pedoman wawancara. Berdasarkan hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa peran guru sebagai: (1) pengajar, (2) pembimbing, (3) motivator dan (4) fasilitator sudah dilaksanakan dengan cukup baik oleh guru. Guru menjelaskan kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan dengan ikut melakukan permainan. Guru membimbing anak dengan cara menuntun anak yang masih kesulitan saat pembelajaran. Guru memotivasi anak dengan cara menumbuhkan rasa percaya diri anak. Peran guru sebagai fasilitator yaitu guru memfasilitasi kegiatan belajar anak dengan menyiapkan media pembelajaran seperti boneka tangan untuk bercerita di depan kelas.
Perkembangan Kognitif Anak Menggunakan Media Buku Cerita Bergambar: Cognitive Development of Children Using Picture Story Book Media Abdul Salam; Pratiwi; Syamsidar
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 6 No. 7: JULI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v6i7.3828

Abstract

Penelitian ini bertuajuan, untuk mengetahui perkembangan kemampuan kognitif anak melalui buku cerita bergambar di TK Aisyiyah Bustanul Athfal Ampana. Pendekatan yang di gunakan penelitian ini adalah pendekatan deskriptif dengan subjek pendekatan ini di ambil di kelompok B1 yang berjumlah 23 anak dan 10 orang guru yang ada di TK Aisiyah Bustanul Athfal Ampana. Tekni pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil observasi penelitian menunjukan bahwa guru dan orang tua peserta didik sangat berperan penting dalam perkrmbangan kemampuan kognitif menggunakan media buku cerita bergambar di TK Aisyiyah Bustanul Athafal Ampana. Sebelum guru melaksanakan pembelajaran, guru membuat RPPH dan RPPM, menyiapkan alat dan bahan yang di gunakan, mengatur posisi anak, memberikan arahan kepada anak, mencontohkan cara mempraktekan, memberikan kesempatan kepada anak untuk mempraktekan, memberi support kepada anak, menanyakan respon anak dengan mengevaluasi hasil prakteknyan. Penghambat guru dalam pelaksanaan pembelajaran adalah guru dan peneliti kesulitan dalam mengarahkan anak untuk diam saat pembelajaran sedang berlangsung. Penerapan menggunakan media buku cerita bergambar di TK.
Trauma-Informed Practices in Early Childhood Education: Supporting Emotional Recovery and Classroom Reintegration After Disaster Abdul Salam
Journal La Edusci Vol. 7 No. 4 (2026): Journal La Edusci
Publisher : Newinera Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37899/journallaedusci.v7i4.3074

Abstract

Disasters disrupt not only children’s psychological security but also the stability of early learning environments. In early childhood education settings, post-disaster trauma may directly affect emotional regulation, classroom participation, and learning engagement. This study aimed to examine manifestations of trauma among children aged 3–6 years in a post-disaster context and to analyze how classroom-based psychosocial interventions support emotional stabilization and educational reintegration. A descriptive qualitative design was employed in a kindergarten functioning as a child-friendly psychosocial support setting. Data were collected through participatory classroom observation, semi-structured interviews with caregivers and educators, and children’s expressive activities, including drawing and symbolic play. Thematic analysis was conducted to identify patterns of trauma expression and changes in learning engagement. Findings indicate that trauma was primarily expressed through non-verbal behaviors, including regression, separation anxiety, sleep disturbances, hyperarousal, and reduced attention span, which interfered with structured classroom participation. Play-based and expressive strategies integrated into daily routines facilitated emotional regulation, peer interaction, and gradual re-engagement in learning activities. Recovery was most effective when family involvement and consistent caregiver–teacher collaboration supported classroom routines. The study highlights the importance of trauma-informed, developmentally appropriate practices embedded within early childhood education settings to promote both psychological recovery and educational continuity in post-disaster contexts.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR ANAK MELALUI MEDIA REALIA DI KELOMPOK B TK SINTUVU SINGGANI BALUMPEWA KECAMATAN DOLO BARAT Abdul Salam
ECEIJ (Early Childhood Education Indonesian Journal) Vol. 7 No. 1: Januari 2024
Publisher : ECEIJ (Early Childhood Education Indonesian Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31934/eceij.v1i3.574

Abstract

Abstak :Permasalahan penelitian ini adalah apakah penerapan Media Realia dapat meningkatkan hasil belajar anak di Kelompok B TK Sintuvu Singgani Balumpewa Kecamatan Dolo Barat. Tujuan Penelitian ini adalah untuk memberi gambaran peningkatan hasil belajar anak melalui media realia di kelompok B TK Sintuvu Singgani Balumpewa Kecamatan Dolo Barat.Subyek penelitian adalah anak kelompok B dengan jumlah anak 16anak, yang terdiri dari 10 anak laki-laki dan 6 anak perempuan yang terdaftar pada tahun pelajaran 2016/2017. Penelitian tindakan kelas ini dilakasanakan dalam dua siklus, yaitu siklus I dan siklus II, dengan tahapan masing-masing yaitu, perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah pedoman observasi, dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan secara kolaboratif dengan guru Kelas Kelompok B yang bertindak sebagai observer/pengamat. Berdasarkan hasil analisis data maka dapat disimpulkan bahwa dari siklus pertama ke siklus kedua terjadi peningkatan rata-rata 22,92% anak yang masuk dalam katagori berkembang sangat baik dalam semua aspek yang diamati, selanjutnya rata-rata 52,08% anak yang masuk dalamkatagori berkembang sesuai harapan dalam semua aspek yang diamati, dan rata-rata 20,80% anak yang masuk dalamkatagori mulai berkembang terhadap semua aspek yang diamati serta hanya 4,2% anak yang masuk dalamkatagori belum berkembang dalam semua aspek yang diamati. Dengan demikian, persentase yang diperoleh pada penilaian siklus II lebih baik bila dibandingkan dengan perolehan hasil sebelumnya (Siklus I) terhadap semua aspek yang diamati.Maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan media realia dapat meningkatkan hasil belajar anak di kelompok B TK Sintuvu Singgani Balumpewa KecamatanDolo Barat. Kata Kunci      : hasil belajar siswa, dan media realia
Pengembangan Motorik Halus Anak Dalam Pembelajaran Menggunakan Media Busy Book Tema Buah Dan Sayur Di Paud TK Al-Khiraat Desa Nambo Kab.Morowali Minarni; Abdul Salam; Dewi Rara Amiati
ECEIJ (Early Childhood Education Indonesian Journal) Vol. 7 No. 1: Januari 2024
Publisher : ECEIJ (Early Childhood Education Indonesian Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31934/eceij.v8i3.10962

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan motorik halus anak dapar berkembang atau tidak dengan menggunakan media busy book tema buah dan sayur di Paud TK Al-Khiraat Desa Nambo Kabupaten Morowali. Metode penelitian yang digunakan pre-experimental design dengan bentuk desain one group pre-test and post-test design dapat meningkatakan motorik halus anak. Pada tes awal pre-test dan post-test keterampilan motorik halus pada anak mengalami penurunan yaitu sebanyak 9 anak dari 16 anak dengan jumlah t-tabel 1,761, Sedangkan pada perbedaan tes awal dan tes akhir anak mengalami peningkatan sebanyak 12 anak dari 16 anak dengan jumlah t-hitung 290,4. Penggunaan media busy book dapat meningkatkan keterampilan motorik halus anak di kelompok B Paud TK Al-Khiraat Desa Nambo.
Pengembangan Paradigma Integratif-Interkonektif dalam Menyeimbangkan Kehidupan dan Ibadah: Development of an Integrative-Interconnective Paradigm in Balancing Life and Worship Abdul Salam; Gazali
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 5: MEI 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i5.5340

Abstract

Cerminan berkembangnya peradaban suatu bangsa dapat dilihat dari konstruksi pendidikannya. Sebagai pilar bangsa, fungsi pendidikan saat ini tidak hanya sebagai sarana mencerdaskan manusia, namun juga sebagai sarana pembinaan mental dan karakter, oleh karena itu untuk membentuk mental dan karakter manusia di era disrupsi yang sedikit banyak berdampak pada kehidupan seseorang. pengembangan karakter, maka diperlukan modifikasi atau metode (pendekatan) baru yang mudah diterapkan dalam menyikapi era ini, khususnya bagi masyarakat muslim yang orientasi hidupnya harus seimbang antara dunia dan akhirat (hablun min Alla>h dan hablun min al-na>s). Atas dasar hal tersebut, nampaknya perlu dilakukan suatu kajian yang dapat memberikan hasil dan solusi dalam mengatasi permasalahan yang ada. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan yang menggunakan metode deskriptif dimana hasil penelitian ini menemukan bahwa diantara pendekatan-pendekatan yang perlu kita tekankan dalam pendidikan adalah pendekatan integratif-inter-konektif yang mempertemukan dua kajian keilmuan yang saling melengkapi, dimana untuk membawa kesinambungan dan keseimbangan antara ibadah dan kehidupan seseorang tidak cukup hanya sekedar mendidik dan mengembangkan kecerdasan intelektual, namun yang jauh lebih penting dari itu adalah bagaimana mendidik seseorang agar mampu mengintegrasikan dan menghubungkan kecerdasan spiritualnya dengan kecerdasan emosionalnya.
Trauma-Informed Practices in Early Childhood Education: Supporting Emotional Recovery and Classroom Reintegration After Disaster Abdul Salam
Journal La Edusci Vol. 7 No. 4 (2026): Journal La Edusci
Publisher : Newinera Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Disasters disrupt not only children’s psychological security but also the stability of early learning environments. In early childhood education settings, post-disaster trauma may directly affect emotional regulation, classroom participation, and learning engagement. This study aimed to examine manifestations of trauma among children aged 3–6 years in a post-disaster context and to analyze how classroom-based psychosocial interventions support emotional stabilization and educational reintegration. A descriptive qualitative design was employed in a kindergarten functioning as a child-friendly psychosocial support setting. Data were collected through participatory classroom observation, semi-structured interviews with caregivers and educators, and children’s expressive activities, including drawing and symbolic play. Thematic analysis was conducted to identify patterns of trauma expression and changes in learning engagement. Findings indicate that trauma was primarily expressed through non-verbal behaviors, including regression, separation anxiety, sleep disturbances, hyperarousal, and reduced attention span, which interfered with structured classroom participation. Play-based and expressive strategies integrated into daily routines facilitated emotional regulation, peer interaction, and gradual re-engagement in learning activities. Recovery was most effective when family involvement and consistent caregiver–teacher collaboration supported classroom routines. The study highlights the importance of trauma-informed, developmentally appropriate practices embedded within early childhood education settings to promote both psychological recovery and educational continuity in post-disaster contexts.