Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peranan Hukum Dalam Persepektif Filsafat Terhadap Pemberantasan Korupsi Nofil Gusfira; Abdul Hafiz
MAQASIDI: Jurnal Syariah dan Hukum Vol. 1, No. 2 (Desember 2021)
Publisher : MAQASIDI: Jurnal Syariah dan Hukum diterbitkan oleh Program Studi Hukum Pidana Islam Jurusan Syariah dan Ekonomi Islam Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Teungku Dirundeng Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.615 KB) | DOI: 10.47498/maqasidi.v1i2.874

Abstract

Tindak pidana korupsi bukan saja dapat dilihat dari perspektif hukum pidana, melainkan dapat dikaji dari dimensi lain, misalnya perspektif legal policy (law making policy dan law enforcement policy), Hak Asasi Manusia (HAM) maupun Hukum Administrasi Negara. Tindak pidana korupsi merupakan salah satu bagian dari hukum pidana khusus. Apabila dijabarkan, tindak pidana korupsi mempunyai spesifikasi tertentu yang berbeda dengan hukum pidana umum, seperti penyimpangan hukum acara dan materi yang diatur dimaksudkan menekan seminimal mungkin terjadinya kebocoran serta penyimpangan terhadap keuangan dan perekonomian negara.
Peran Inovasi Teknologi dan Pemberdayaan Komunitas dalam Pemenuhan Hak atas Kesehatan sebagai Bagian dari Tanggung Jawab Konstitusional Negara terhadap Keberlanjutan Sosial, Ekonomi, dan Lingkungan Siti Mirilda Putri; Nofil Gusfira; Nora Mia Azmi; Sutri Helfianti
Seumike : Society Progress Journal Vol. 1 No. 2 (2025): SEUMIKE
Publisher : Bansigom Na Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64826/seumike.v1i2.0059

Abstract

Pemenuhan hak atas kesehatan merupakan tanggung jawab konstitusional negara sebagaimana diamanatkan dalam UUD 1945, yang menjadi indikator penting pembangunan sosial dan kesejahteraan. Tantangan seperti keterbatasan akses layanan kesehatan, rendahnya literasi teknologi, dan masalah lingkungan memerlukan solusi integratif melalui inovasi teknologi dan pemberdayaan komunitas. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi sinergi antara layanan digital kesehatan, teknologi tepat guna, dan penguatan komunitas lokal dalam mendukung keberlanjutan sosial, ekonomi, dan lingkungan. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif berbasis Participatory Action Research (PAR), kegiatan dilaksanakan secara hybrid di Bangkok, Thailand, dengan tahapan identifikasi kebutuhan, pengembangan teknologi, pelatihan, serta monitoring dan evaluasi dampak. Hasil menunjukkan peningkatan keterampilan pengelolaan limbah organik, literasi digital, dan strategi pemasaran UMKM; partisipasi komunitas meningkat hingga 75% dan limbah organik berkurang ±30%. Studi ini menegaskan pentingnya inovasi teknologi, partisipasi aktif masyarakat, dan kolaborasi lintas negara dalam memenuhi hak kesehatan serta memperkuat keberlanjutan multidimensi.
Sosialisasi Nilai-Nilai Antikorupsi untuk Menanamkan Integritas Sejak Usia Dini di SD Negeri 8 Kebayakan Nofil Gusfira; Wahyu Agus Saputra; Nicky Mardatillah; Sabina Yuna
Catimore: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2025): Catimore: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LSM Catimore dan Sahabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56921/cpkm.v4i2.331

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di SD Negeri 8 Kebayakan, Kecamatan Kebayakan, Kabupaten Aceh Tengah dengan fokus pada implementasi pendidikan antikorupsi sejak dini. Isu utama yang melatarbelakangi kegiatan ini adalah pentingnya pembentukan karakter integritas siswa sekolah dasar sebagai upaya pencegahan perilaku koruptif di masa depan. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa mengenai nilai-nilai antikorupsi, seperti jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, adil, sederhana, berani, dan kerja keras. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) dengan strategi sosialisasi interaktif melalui penyampaian materi, diskusi kelompok, permainan edukatif, dan deklarasi integritas siswa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pemahaman siswa terhadap nilai antikorupsi, ditandai dengan skor rata-rata pemahaman yang meningkat 32% serta perubahan perilaku awal seperti berani berkata jujur, lebih disiplin dalam antre, dan tidak mencontek. Dengan demikian, kegiatan sosialisasi ini memberikan kontribusi dalam pembentukan budaya sekolah berintegritas dan diharapkan dapat berlanjut melalui peran aktif guru, orang tua, dan masyarakat.