Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

EFISIENSI MESIN EXTRUDER MENGGUNAKAN PENDEKATAN OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS DAN IDENTIFIKASI SIX BIG LOSSES Mudakkirin, Farizal; Bashori, Hasan; Munir, Misbach
JMMT Vol 4 No 2 (2023)
Publisher : Prodi Teknik Mesin Universitas Yudharta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/jmmt.v4i2.4425

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi gaya tambahan yang ditimbulkan oleh etos OEE bagian depan bidang ekstruder dan elemen-elemen yang menimbulkan kehancuran bidang ekstruder dan gerakan pengendapannya. Oleh karena itu, perlu adanya pemahaman dan pembahasan yang lebih mendalam tentang penyebab terjadinya standar penyebab terjadinya gempa. Penelitian ini menggunakan kustomisasi kuantitatif. mendeteksi penyebab kecelakaan pesawat dan mencari solusi dari masalah kecelakaan menggunakan efektivitas peralatan umum (OEE) digunakan untuk keberhasilan etos ketersediaan, efisiensi kinerja dan tingkat kualitas. Pengukuran tingkat efektivitas peran pesawat extruder ditambahkan OEE PT. X ditambah hasil yang didapat adalah pesawat reservoir-3 terjadwal ditemukan tidak memiliki etos parameter kelas dunia sebesar 85%. Reservoir line menambahkan etos OEE 72,02%, Line ban menambahkan etos OEE 69,80% Etos tersembunyi terendah di depan Mesin Line 3 Dengan etos OEE 65,74%. Dalam perkiraan enam kerugian utama untuk pesawat Line 3 yang memiliki terendah, elemen kehilangan kecepatan mengatasi kerugian tertinggi ditambah etos 16,97%. Untuk meningkatkan efisiensi bagian depan pesawat harus diubah jadwal perawatannya, yang lebih tepat bila alasan pemusnahan peralatan/bagian dari racun kempes dan selalu mencegah pesawat incompressible dari naiknya elemen mekanik/elektrik. Dan operator perlu mendapatkan persepsi tentang perawatan dan pembuangan pesawat secara rutin.
ANALISA PERAWATAN MESIN PROTOS 1-8 MENGGUNAKAN METODE RELIABILITY CENTERED MAINTENANCE II (RCM II) DI PT. XYZ Saputra, Joko Hadi; Bashori, Hasan
JMMT Vol 5 No 2 (2024)
Publisher : Prodi Teknik Mesin Universitas Yudharta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/jmmt.v5i2.5664

Abstract

XYZ merupakan perusahaan pengolahan tembakau menjadi sigaret/rokok menggunakan mesin otomatis. Masalah yang dihadapi adalah kerusakan yang sering terjadi di mesin PROTOS 1-8 sehingga pemeliharaan korektif harus dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi perawatan mesin PROTOS 1-8, upaya penanggulangannya dan pemilihan tindakan.Metode yang digunakan adalah RCM II untuk mengidentifikasi kerusakan termasuk penentuan lingkup studi, RCM IIinformation worksheet, RCM II decision worksheet dan perhitungan keandalan. Analisis resiko meliputi bidang tersembunyi, keselamatan, lingkungan, serta operasional yang selanjutnya dipilih tindakan yang sesuai untuk diambil. Berdasarkan tindakan terpilih, disusun strategi pemeliharaan, perhitungan reliability, interval perawatan dan jadwal perawatan selanjutnya. Hasil analisa RCM II diperoleh komponen paling kritis adalah steep-angle conveyor, picker roller dan tipping knife. Dengan mengeliminasi tingkat kerusakan, diperoleh reliability steep-angle conveyor 57%, picker roller 54,1% dan tipping knife 57,9% dengan interval perawatan steep-angle conveyor 969,2 jam/46 hari, picker roller 1.323,3 jam/63 hari dan tipping knife 945 jam/45 hari serta jadwal perawatan setiap 51 hari kerja untuk ketiga komponen kritis tersebut dan 102 hari kerja untuk komponen lainnya.
OPTIMASI PENYIMPANAN SASHIMI IKAN MAKAREL MENGGUNAKAN RESPONSE SURFACE METHODOLOGY UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS DAN MASA SIMPAN Mufid, Mukhammad; Bashori, Hasan
JMMT Vol 6 No 2 (2025)
Publisher : Prodi Teknik Mesin Universitas Yudharta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/dkyb6551

Abstract

Industri pengolahan ikan di Indonesia menghadapi tantangan dalam mempertahankan kualitas produk, khususnya pada produk sashimi dari ikan makarel yang bernilai ekonomi tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan kombinasi suhu penyimpanan, konsentrasi garam, dan waktu perendaman dalam produksi sashimi menggunakan metode Response Surface Methodology (RSM), guna meningkatkan kualitas dan masa simpan produk. Penelitian dilakukan di PT. Marine Cipta Agung, dengan menggunakan Central Composite Design (CCD) untuk mengatur 18 kombinasi perlakuan. Parameter kualitas yang dianalisis meliputi tekstur, warna, aroma, dan jumlah mikroorganisme (TPC). Hasil analisis ANOVA menunjukkan bahwa suhu penyimpanan dan konsentrasi garam berpengaruh signifikan terhadap kualitas sashimi (p < 0,05), serta terdapat interaksi signifikan antara beberapa faktor. Optimasi menggunakan fungsi desirability menghasilkan kombinasi optimal suhu penyimpanan 3°C, konsentrasi garam 2,5%, dan waktu perendaman 25 menit. Model yang dihasilkan memiliki akurasi tinggi dengan nilai RMSE sebesar 0,120. Penelitian ini membuktikan bahwa penerapan RSM dapat menjadi pendekatan efektif dalam meningkatkan efisiensi produksi dan mutu sashimi, serta berkontribusi pada peningkatan daya saing industri perikanan nasional.
PENINGKATAN EFEKTIVITAS PRODUKSI MELALUI EVALUASI OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS DAN STRATEGI PREVENTIVE MAINTENANCE PADA MESIN THERMOFORMING MIKA PLASTIK Irsyadul Ibad, Mochamad; Bashori, Hasan
JMMT Vol 6 No 2 (2025)
Publisher : Prodi Teknik Mesin Universitas Yudharta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/nqqyvv18

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas program preventive maintenance dalam menurunkan jumlah produk cacat pada proses produksi mika plastik tray berukuran 120×65 mm menggunakan mesin thermoforming di PT Trass Anugrah Makmur. Permasalahan tingginya cacat produksi membutuhkan analisis menyeluruh terhadap kinerja mesin dan implementasi pemeliharaan yang lebih terukur. Metode penelitian meliputi pengamatan langsung, wawancara dengan operator dan teknisi, serta pengumpulan data produksi selama kegiatan magang. Kinerja mesin dievaluasi menggunakan parameter OEE (Overall Equipment Effectiveness), MTBF, dan MTTR untuk memberikan gambaran mengenai produktivitas dan keandalan peralatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai OEE mencapai 91,16%, terdiri dari availability 93%, performance 99%, dan quality 99%. Jenis cacat yang dominan meliputi bibir produk tidak rata, produk berjatuhan saat proses operasi, dan bintik pada permukaan, yang dipengaruhi oleh kondisi mesin, keterampilan operator, serta kualitas bahan baku. Temuan ini mengindikasikan bahwa penerapan preventive maintenance secara konsisten berpotensi meningkatkan efisiensi produksi dan menekan tingkat defect. Rekomendasi perbaikan mencakup penjadwalan pemeliharaan yang terstandar, peningkatan kompetensi operator, dan penguatan pengendalian kualitas bahan baku agar keandalan proses produksi dapat terus ditingkatkan.      
Empowering Communities Through Sapta Pesona to Enhance Tourism Service Quality in Candi Belahan Village Khofifah; Bashori, Hasan; Muchamad Syarief Hidayatulloh; Izzatul Muflihah; Sucipto
Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol. 6 No. 2 (2025): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement
Publisher : LP2M INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/amalee.v6i2.8352

Abstract

Candi Belahan Village in Gempol District, Pasuruan Regency, possesses unique historical and cultural tourism potential that remains underutilized due to limited community awareness of tourism service standards. This community service program aimed to empower local tourism actors by implementing Sapta Pesona principles—safety, orderliness, cleanliness, coolness, beauty, friendliness, and memorable experiences—to enhance the quality of tourism services and strengthen destination management. The program was conducted from July to August 2025, utilizing a participatory training and mentoring approach that involved 30 local participants, including members of the Tourism Awareness Group (Pokdarwis), traders, and local guides. Activities consisted of preliminary assessment, training, field mentoring, and evaluation to encourage behavioral and environmental transformation. The results indicated a substantial increase in participants’ understanding and application of Sapta Pesona, with post-training assessments showing marked improvement in knowledge and service practices, along with enhanced cleanliness, orderliness, and the development of thematic photo spots reflecting local identity. Collaboration between the community, Pokdarwis, and the village government strengthened collective ownership and coordination in managing the tourism area. Overall, the program not only improved tourism service quality but also demonstrated a replicable model for community-based tourism development that may inform broader village tourism policies and future capacity-building initiatives.
Karbon Aktif Berkelanjutan dari Limbah Bonggol Pisang: Karakterisasi dan Kinerja Adsorpsi untuk Limbah Industri Irsyadul Ibad, Mochamad; Bashori, Hasan
IRA Jurnal Teknik Mesin dan Aplikasinya (IRAJTMA) Vol 4 No 3 (2025): Desember
Publisher : CV. IRA PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56862/irajtma.v4i3.314

Abstract

This study investigates the use of banana corm waste as a raw material for producing activated carbon for textile wastewater treatment. The objective of the research was to produce activated carbon from banana corms using potassium hydroxide (KOH) and sulfuric acid (H₂SO₄) as activating agents, and to evaluate its adsorption performance on methylene blue dye. The activated carbon was prepared through carbonization at 250°C, followed by chemical activation using KOH and H₂SO₄, washing to neutral pH, and drying. The characterization included moisture content, ash content, iodine adsorption capacity, methylene blue adsorption, and UV-Vis spectrophotometric analysis. The results showed that H₂SO₄-activated carbon exhibited higher methylene blue adsorption capacity compared to KOH-activated carbon, while KOH-activated carbon had lower ash content. Overall, the activated carbon derived from banana corms met the quality standards for activated carbon in terms of moisture, ash, and iodine adsorption. These findings indicate that banana corm-based activated carbon has potential as an eco-friendly, effective adsorbent for removing dye pollutants from textile wastewater.
Optimalisasi Preventive Maintenance pada AC Tipe Split melalui Analisis Fishbone Diagram Hasan Bashori; Lukman Hakim
Jurnal Hasil Penelitian dan Pengembangan (JHPP) Vol. 4 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jhpp.v4i1.846

Abstract

Kinerja sistem air conditioning (AC) split yang tidak optimal dapat menyebabkan peningkatan downtime dan biaya perawatan, terutama apabila pemeliharaan hanya dilakukan secara korektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan preventive maintenance pada AC split menggunakan pendekatan fishbone diagram guna mengidentifikasi faktor penyebab utama kerusakan serta mengevaluasi efisiensi biaya perawatan. Metode penelitian meliputi observasi lapangan, wawancara dengan tim HVAC, studi dokumentasi, serta analisis data kerusakan AC selama periode dua bulan di PT. ISS Sukorejo. Fishbone diagram digunakan untuk mengelompokkan penyebab kerusakan berdasarkan faktor manusia, metode, material, mesin, lingkungan, dan pengukuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerusakan dominan meliputi tekanan refrigeran rendah, kompresor overheat, dan filter udara kotor dengan total downtime sebesar 86,5 jam. Analisis biaya menunjukkan bahwa corrective maintenance memerlukan biaya sebesar Rp17.300.000, sedangkan penerapan preventive maintenance hanya sebesar Rp1.000.000 dalam periode yang sama. Penerapan preventive maintenance secara terjadwal berpotensi menurunkan downtime hingga 50–70% serta menghasilkan penghematan biaya perawatan yang signifikan. Dengan demikian, preventive maintenance berbasis fishbone diagram terbukti efektif dalam meningkatkan keandalan sistem AC split dan efisiensi operasional perusahaan.