Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Setawar Abdimas

PEMANFAATAN HEWAN SEBAGAI OBAT ALTERNATIF ALAMI PENDUDUK DESA SURO MUNCAR KECAMATAN UJAN MAS KABUPATEN KEPAHIANG PROPINSI BENGKULU Pariyanto Pariyanto; Nasral; Santoso; Endang Sulaiman
Setawar Abdimas Vol. 1 No. 2 (2022): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah BengkuluUniversitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/sa.v1i2.3605

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang dilaksanakan di desa Suro Muncar Kecamatan Ujan Mas kabupaten Kepahiang Propinsi Bengkulu Bulan September 2021 bertujuan untuk mengetahui dan memanfaatkan jenis-jenis hewan sebagai obat tradisional alternatif berbasis kearifan lokal. Pengetahuan dalam memanfaatkan bagian organ dari hewan sebagai obat tradisional di rasa perlu diketahui oleh masyarakat desa Suro Muncar Kecamatan Ujan Mas kabupaten Kepahiang propinsi Bengkulu mengingat salah satu sumber pengobatan alternative adalah dengan memanfaatkan hewan sebagai obat, sehingga masyarakat dapat memahami berbagai jenis hewan yang dapat dimanfaatkan sebagai obat alternative tradisional dengan langsung mencari dan menagkap dilingkungan sekitar. Dengan memanfaatkan hewan obat yang ada dilingkungan tempat tinggalnya masyarakat dapat membuat ramuan sendiri secara alami yang umumnya dipercaya mengobati berbagai penyakit diantaranya obat luka, obat malaria, obat obat gatal-gatal alergi dan lain-lain,. Kegiatan Pengabdian ini dilaksanakan selama tiga hari. Pengabdian ini dilakukan guna untuk memberikan informasi hewan yang dimanfaatkan sebagai obat yang melibatkan ahli dibidang pengobatan alternative tradisional dan Masyarakat desa Suro Muncar kecamatan Ujan Mas kabupaten Kepahiang Propinsi Bengkulu. Pelaksanaan dilanjutkan dua hari lagi untuk evalusai guna mengetahui tingkat keberhasilan pemanfaatan hewan sebagai obat tradisional alternatif. Hasil kegiatan pengabdian ini sangat baik. Hal ini terlihat dari antusiasme warga masyarakat yang selalu datang dan ikut terlibat dalam pelaksanaan kegiatan. Selain itu pihak perangkat desa dan jajarannya menunjukkan sikap terbuka, kerjasama dan sambutan yang baik, sehingga kegiatan ini dapat berlangsung dengan lancar dan bermanfaat. Saran dari kegiatan ini adalah pihak masyarakat sa ngat mengaharpkan ada kegiatan lain yang terkait kerjasama antara masyarakat dengan tim pengabdi secara khusus, dan secara umum dengan perguruan tinggi. Kata kunci : Hewan Obat, Kepahiang, Suro Mancur
PENINGKATAN TINGKAT PENGETAHUAN GIZI SEIMBANG SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING PADA MASYARAKAT DI KELURAHAN TENGAH PADANG KECAMATAN TELUK SEGARA KOTA BENGKULU Endang Sulaiman; Pariyanto; Rukiah Lubis; Siti Darwa Suryani; Nasral
Setawar Abdimas Vol. 2 No. 2 (2023): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah BengkuluUniversitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/sa.v2i2.5534

Abstract

Stunting (peraturan presiden republic Indonesia nomor 72 tahun 2021) adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak. Stunting ditandai dengan kondisi dimana panjang atau tinggi badan seorang anak tidak sesuai dengan umurnya. Stunting dapat mengakibatkan anak tidak mampu mencapai potensi genetic secara maksimal. Salah satu penyebab utama terjadinya stunting diantaranya, adalah asupan gizi dan nutrisi yang diberikan ibu terhadap anaknya tidak seimbang dan kurang mencukupi kebutuhan anak, semua ini disebabkan oleh kurangnya pengetahuan dan edukasi bagi ibu hamil dan ibu menyusui. Hasil observasi di wilayah kerja puskesmas pembantu tengah padang menunjukkan angka stunting pada balita tahun 2020 sebesar 21 % dan tingkat pengetahuan ibu yang memiliki balita tentang gizi seimbang dan stunting sebanyak 36%, dibutuhkan upaya untuk meningkatkan pengetahuan tentang gizi seimbang dan stunting. Tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan tingkat pengetahuan tentang gizi seimbang pada masyarakat khususnya ibu-ibu yang memiliki balita sehingga terhindar dari bahaya terjadinya stunting. Pengabdian ini dilakukan dengan metode pemberian sosialisasi dan praktik pemberian makanan bayi dengan gizi seimbang dilanjutkan dengan evaluasi hasil penyuluhan. Hasil dari kegiatan ini adalah terjadi peningkatan pengetahuan mengenai makanan dengan gizi seimbang dan stunting yang cukup signifikan pada ibu-ibu yang mempunyai balita. Hal ini dapat dilihat dari perolehan skor angket tentang gizi seimbang dan stunting yang diberikan. Sebelum penyuluhan rata-ratanya sebesar 40,25 dan setelah penyuluhan menjadi 82,50. Kesimpulan: pencegahan terjadinya stunting sangat perlu dilakukan kegiatan penyuluhan dan pelatihan pembuatan menu anak dengan gizi seimbang, selain itu untuk ibu-ibu yang mempunyai balita dianjurkan untuk selalu memantau pertumbuhan dan perkembangan anaknya dengan rutin dating ke pusyandu.  Kata kunci: Gizi Seimbang; Pencegahan; Stunting; Tengah Padang.