Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan Pembuatan Nata de Coco Dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Kota Bengkulu Jayanti Syahfitri; Mety Herlina; Rukiah Lubis; Apriza Fitriani; Nopriyeni Nopriyeni; Nasral Nasral
Surya Abdimas Vol. 5 No. 3 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37729/abdimas.v5i3.1276

Abstract

Salah satu cara yang dapat dilakukan oleh masyarakat dalam menghadapi dampak penurunan ekonomi dan adanya kebijakan yang mengharuskan merumahkan sebagian besar pekerja selama masa pandemi yaitu membuat usaha sampingan sebagai solusi yang dapat dilakukan untuk menopang perekonomian. Hal ini juga dirasakan oleh masyarakat Kota Bengkulu, yang mana untuk memulai usaha tersebut diperlukan suatu keterampilan, kreatifitas dan inovasi dalam membuat produk yang bernilai jual tinggi, bermanfaat dan dapat memenuhi kebutuhan pangan masyarakat selama masa pandemi, misalnya dalam pembuatan Nata de Coco. Namun, fakta menunjukkan bahwa pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki masyarat kota Bengkulu dalam membuat Nata de Coco masih sangat kurang. Oleh sebab itu, tujuan dilaksanakan pengabdian masyarakat ini yaitu untuk memberikan pengetahuan dan meningkatkan keterampilan masyarakat dalam membuat produk Nata de Coco. Adapun kegiatan ini dilakukan melalui metode ceramah (penyuluhan), pelatihan (praktik) dan diskusi tanya jawab. Sebagai hasil pengabdian dan masyarakat ini, meningkatnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat kota Bengkulu terkait bahan yang diperlukan, prosedur pembuatan dan hal-hal yang perlu menjadi perhatian dalam membuat Nata de Coco. Selain itu masyarakat menjadi lebih kreatif dalam mengemas produk yang akan siap dipasarkan.
Analysis of the Application of Character Education in Genetic Engineering Materials Tomi Hidayat; Irwandi Irwandi; Nasral Nasral; Lely Yenita Asmara
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol. 8 No. 3 (2022): July
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v8i3.1499

Abstract

This study aims to analyze the application of character education in learning biology in Genetic Engineering material at State Senior High School 7 Bengkulu and see what efforts are being made by teachers and schools to instill such character education. This research is qualitative description research with 29 research subjects as grade XII students. The instrument used was in the form of a questionnaire and several interview questions. The results showed that the picture of biology learning character education in Genetic Engineering material in State Senior High School 7 Bengkulu had begun to be embedded but still needed guidance to be more focused on understanding the concepts, impacts, and application of genetic engineering techniques because teachers had not fully applied the teaching methods of character education in class. The picture can be seen in the observation data, questionnaires, and interviews of honest, disciplined, democratic, communicative, and creative values that have begun to develop. Caring, responsibility, and sociality are well entrenched. Independence is still very much needed to be considered while religious have begun to appear. In an effort to create character education attitudes that will be the basis for dealing with scientific and technological progress, the school has also implemented a number of support programs to improve or train character education attitudes
Molekuler Method of Portofolio Resume Assignment to Improving Students Concept Comprehension Towards Molecular Cellular Biology Class Tomi Hidayat; Nasral Nasral; Santoso Santoso; Pariyanto Pariyanto
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 4 (2023): April
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i4.3403

Abstract

Cell and molecular biology are among the topics that have led to the application of molecular technology. Problems arise when learners lack understanding of concepts or even frequent misconceptions due to many abstract concepts. This study aims to determine the level of student understanding through a resume in the form of a portfolio. The research method used descriptive approach. The population of the study is the students of Biology Education study program which has taken the subject of cell Biology and molecular number of 102 students, and the sample determination using random cluster so that 40 students are obtained. Data were analyzed descriptively-quantitative. Based on the findings in the field, it is known that the average value of the resume portfolio of 71.60 and categorized high. Thus, the students' concept of understanding is in the high category so that the assignment method makes the resume in the form of portfolio able to give better understanding of the concept of lecture material of Cell and Molecular Biology, with the average value of concept understanding through portfolio is in high category
PEMANFAATAN HEWAN SEBAGAI OBAT ALTERNATIF ALAMI PENDUDUK DESA SURO MUNCAR KECAMATAN UJAN MAS KABUPATEN KEPAHIANG PROPINSI BENGKULU Pariyanto Pariyanto; Nasral; Santoso; Endang Sulaiman
Setawar Abdimas Vol. 1 No. 2 (2022): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah BengkuluUniversitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/sa.v1i2.3605

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang dilaksanakan di desa Suro Muncar Kecamatan Ujan Mas kabupaten Kepahiang Propinsi Bengkulu Bulan September 2021 bertujuan untuk mengetahui dan memanfaatkan jenis-jenis hewan sebagai obat tradisional alternatif berbasis kearifan lokal. Pengetahuan dalam memanfaatkan bagian organ dari hewan sebagai obat tradisional di rasa perlu diketahui oleh masyarakat desa Suro Muncar Kecamatan Ujan Mas kabupaten Kepahiang propinsi Bengkulu mengingat salah satu sumber pengobatan alternative adalah dengan memanfaatkan hewan sebagai obat, sehingga masyarakat dapat memahami berbagai jenis hewan yang dapat dimanfaatkan sebagai obat alternative tradisional dengan langsung mencari dan menagkap dilingkungan sekitar. Dengan memanfaatkan hewan obat yang ada dilingkungan tempat tinggalnya masyarakat dapat membuat ramuan sendiri secara alami yang umumnya dipercaya mengobati berbagai penyakit diantaranya obat luka, obat malaria, obat obat gatal-gatal alergi dan lain-lain,. Kegiatan Pengabdian ini dilaksanakan selama tiga hari. Pengabdian ini dilakukan guna untuk memberikan informasi hewan yang dimanfaatkan sebagai obat yang melibatkan ahli dibidang pengobatan alternative tradisional dan Masyarakat desa Suro Muncar kecamatan Ujan Mas kabupaten Kepahiang Propinsi Bengkulu. Pelaksanaan dilanjutkan dua hari lagi untuk evalusai guna mengetahui tingkat keberhasilan pemanfaatan hewan sebagai obat tradisional alternatif. Hasil kegiatan pengabdian ini sangat baik. Hal ini terlihat dari antusiasme warga masyarakat yang selalu datang dan ikut terlibat dalam pelaksanaan kegiatan. Selain itu pihak perangkat desa dan jajarannya menunjukkan sikap terbuka, kerjasama dan sambutan yang baik, sehingga kegiatan ini dapat berlangsung dengan lancar dan bermanfaat. Saran dari kegiatan ini adalah pihak masyarakat sa ngat mengaharpkan ada kegiatan lain yang terkait kerjasama antara masyarakat dengan tim pengabdi secara khusus, dan secara umum dengan perguruan tinggi. Kata kunci : Hewan Obat, Kepahiang, Suro Mancur
PENINGKATAN TINGKAT PENGETAHUAN GIZI SEIMBANG SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING PADA MASYARAKAT DI KELURAHAN TENGAH PADANG KECAMATAN TELUK SEGARA KOTA BENGKULU Endang Sulaiman; Pariyanto; Rukiah Lubis; Siti Darwa Suryani; Nasral
Setawar Abdimas Vol. 2 No. 2 (2023): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah BengkuluUniversitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/sa.v2i2.5534

Abstract

Stunting (peraturan presiden republic Indonesia nomor 72 tahun 2021) adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak. Stunting ditandai dengan kondisi dimana panjang atau tinggi badan seorang anak tidak sesuai dengan umurnya. Stunting dapat mengakibatkan anak tidak mampu mencapai potensi genetic secara maksimal. Salah satu penyebab utama terjadinya stunting diantaranya, adalah asupan gizi dan nutrisi yang diberikan ibu terhadap anaknya tidak seimbang dan kurang mencukupi kebutuhan anak, semua ini disebabkan oleh kurangnya pengetahuan dan edukasi bagi ibu hamil dan ibu menyusui. Hasil observasi di wilayah kerja puskesmas pembantu tengah padang menunjukkan angka stunting pada balita tahun 2020 sebesar 21 % dan tingkat pengetahuan ibu yang memiliki balita tentang gizi seimbang dan stunting sebanyak 36%, dibutuhkan upaya untuk meningkatkan pengetahuan tentang gizi seimbang dan stunting. Tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan tingkat pengetahuan tentang gizi seimbang pada masyarakat khususnya ibu-ibu yang memiliki balita sehingga terhindar dari bahaya terjadinya stunting. Pengabdian ini dilakukan dengan metode pemberian sosialisasi dan praktik pemberian makanan bayi dengan gizi seimbang dilanjutkan dengan evaluasi hasil penyuluhan. Hasil dari kegiatan ini adalah terjadi peningkatan pengetahuan mengenai makanan dengan gizi seimbang dan stunting yang cukup signifikan pada ibu-ibu yang mempunyai balita. Hal ini dapat dilihat dari perolehan skor angket tentang gizi seimbang dan stunting yang diberikan. Sebelum penyuluhan rata-ratanya sebesar 40,25 dan setelah penyuluhan menjadi 82,50. Kesimpulan: pencegahan terjadinya stunting sangat perlu dilakukan kegiatan penyuluhan dan pelatihan pembuatan menu anak dengan gizi seimbang, selain itu untuk ibu-ibu yang mempunyai balita dianjurkan untuk selalu memantau pertumbuhan dan perkembangan anaknya dengan rutin dating ke pusyandu.  Kata kunci: Gizi Seimbang; Pencegahan; Stunting; Tengah Padang.
UPAYA KONSERVASI EKSITU PUSPA LANGKA RAFFLESIA DENGAN PENDEKATAN TANAM INANG Tetrastigma spp nurwiyoto; Pariyanto; Nasral
Jurnal Riset dan Inovasi Pendidikan Sains (JRIPS) Vol. 2 No. 2 (2023): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jrips.v2i2.5654

Abstract

Puspa langka Rafflesia merupakan jenis tumbuhan yang dilindungi oleh peraturan pemerintah Republik Indonesia dan merupakan ikon bunga langka Nusantara bahkan menjadi ikon dunia karena keunikan dan belum banyak terungkap keberadaannya. Bunga Rafflesia ini masih ditemukan tumbuh alami tersebar di hutan Provinsi Bengkulu, namun keberadaannya terancam punah oleh beragam penyebab yang harus segera dicarikan solusi bijak untuk konservasi masa depan. Tujuan penelitian ini adalah melakukan upaya konservasi puspa langka Rafflesia dengan uji coba menanam inang Tetrastigma spp dalam polibag. Metode yang digunakan adalah dengan tanam batang pucuk inang Tetrastigma spp, tanam batang pucuk inang yang dipotong, tanam batang pucuk inang yang dipotong kemudian ditutup dengan plastik bening, dan tanam biji inang di dalam polibag dengan tanah dari habitat tumbuh inang tersebut di hutan. Batang inang tersebut diambil dari inang Tetrastigma spp yang ditumuhi bunga Rafflesia pernah mekar, diambil dari beberapa lokasi yang berbeda. Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2021-Juli 2022 di kebun pinggir hutan selama empat bulan menggunakan media tanam polibag dengan tanah yang diambil dari tanah habitat inang, kemudian dipindah di halaman rumah di kota Bengkulu di tempat yang ternaungi terik sinar matahari tetapi masih mendapatkan curah hujan langsung sampai berumur sembilan bulan, dan sebagian diberi tambahan pupuk organik serta pupuk cair organik eco enzyme. Hasil penelitian di kebun pinggir hutan alami, menunjukan bahwa pengamatan selama empat bulan pertama menunjukan bahwa batang pucuk paling ujung dari inang Tetrastigma spp dapat tumbuh dengan baik di polibag; batang pucuk inang yang dipotong bagian bawah dan bagian atas batang pucuk serta tanpa tutup plastik bening, sebagian dapat tumbuh dan sebagian mati; batang pucuk inang yang dipotong di bagian bawah dan di bagian atas batang pucuk kemudian ditutup dengan plastik bening semuanya dapat tumbuh dengan baik; dan biji inang sebagian dapat tumbuh dan sebagian belum dapat tumbuh menjadi tanaman inang di polibag. Hasil pengamatan selama lima bulan kemudian di halaman rumah desa Bentiring Permai menunjukan bahwa tanaman stek batang pucuk inang Tetrastigma spp yang berada di polibag dapat tumbuh dengan subur setelah media tanamnya diberikan tambahan pupuk organik padat dan diberikan pupuk organik cair eco enzyme. Panjang pertumbuhan tanaman inang di polibag paling tinggi mencapai ketinggian 176 cm yaitu tanaman inang pucuk daun merah, dan memiliki banyak anak cabang baru; dan pertumbuhan stek batang pucuk paling rendah mencapai ketinggian 86 cm yaitu tanaman daun pucuk hijau lebar dengan beberapa anak cabang baru. Terdapat perbedaan morfologi daun tanaman inang yang tumbuh merambat keatas yang memiliki warna daun hijau berbentuk oval dengan pinggir helaian daun merata; tanaman inang yang memiliki warna daun hijau berbentuk oval lebih lebar dengan pinggir helaian daun memiliki banyak duri; tanaman inang yang memiliki warna daun pucuk merah dan setelah beberapa waktu daunnya berwarna hijua berbentuk oval memanjang; dan tanaman inang yang memiliki warna helaian daun hijau berbentuk oval mengkilat dan bergelombang di bagian atas dan dibagian bawah helaian daun berwarna keunguan. Diperlukan penelitian lebih lanjut tentang inang Tetrastigma dan upaya konservasi eksitu. Kata kunci : Rafflesia, Inang Tetrastigma, Budidaya Inang Rafflesia, dan Konservasi Puspa Langka.
SERANGGA PENGUNJUNG ROTAN JERNANG (Daemonorops spp.) DI DESA PEMATANG BALAM, KECAMATAN HULU PALIK, KABUPATEN BENGKULU UTARA nurwiyoto; Nasral; Meza Trianda
Jurnal Riset dan Inovasi Pendidikan Sains (JRIPS) Vol. 3 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jrips.v3i1.6196

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis serangga pengunjung rotan jernang di Desa Pematang Balam, Kecamatan Hulu Palik, Kabupaten Bengkulu Utara. Sangat sedikitnya referensi tentang jenis serangga pengunjung rotan jernang menjadi dasar dilakukannya penelitian ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survai dengan menjelajah seluruh area kebun rotan jernang seluas satu hektar. Penangkapan serangga dilakukan dengan menggunakan insect net dan jenis serangga yang tertangkap dimasukkan ke dalam wadah yang telah disiapkan, dan penangkapan serangga kupu-kupu dimasukkan ke dalam amplop papilot. Penelitian dilaksanakan selama bulan Maret 2022 pada waktu pagi hari dan siang hari. Jenis serangga yang ditangkap diidentifikasi di Laboratorium Pendidikan Biologi, Universitas Muhammadiyah Bengkulu. Hasil penelitian ditemukan 16 jenis serangga yang tergolong ke dalam delapan famili, dengan individu jenis serangga yang paling banyak ditemukan adalah jenis semut rangrang (Oecophylla smaragdina), dan individu jenis serangga yang paling sedikit ditemukan adalah jenis ngengat (Amplypterus panopus). Faktor ekologi yang tercatat adalah suhu udara antara 27oC-29oC, kelembaban udara antara 85%-87%, dan intensitas cahaya antara 625 lux – 637 lux. Kata kunci : Jenis serangga, Rotan jernang, Faktor ekologi, Bengkulu Utara.