Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Intervensi Psikoedukatif Untuk Mengurangi Perilaku Phubbing Pada Kelompok Siswa SMP Negeri Di Manado G. M. Gerungan, Edmie; Amanda Pasca Rini
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 3 (2026): In Press
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i3.7049

Abstract

Phubbing (phone snubbing) merupakan fenomena perilaku mengabaikan lawan bicara karena fokus pada ponsel yang semakin marak di kalangan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas intervensi psikoedukatif dalam mengurangi perilaku phubbing pada kelompok siswa SMP. Subjek penelitian adalah lima siswa kelas VII di SMP Negeri Manado berusia 12-13 tahun yang dipilih berdasarkan skor phubbing tertinggi (22-25/30) dari 29 siswa kelas. Metode asesmen komprehensif digunakan meliputi kuesioner phubbing, observasi terstruktur, wawancara mendalam dengan guru, dan diskusi kelompok terfokus. Hasil asesmen menunjukkan kelompok menggunakan ponsel rata-rata 10,9 jam per hari, mengecek ponsel 4-6 kali per jam pelajaran, dan hanya berkomunikasi langsung rata-rata 3 menit saat istirahat. Dinamika psikologis menunjukkan bahwa perilaku phubbing terbentuk melalui kebiasaan otomatis, kekhawatiran tertinggal informasi, kesulitan menunda gratifikasi, dan normalisasi perilaku dalam kelompok sebaya. Intervensi psikoedukatif dilakukan dalam 6 sesi meliputi pengenalan konsep phubbing, pemahaman dampak negatif, peningkatan kesadaran diri, komunikasi efektif, strategi praktis pengurangan phubbing, dan pembuatan komitmen perubahan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman konsep phubbing (+89%), kesadaran dampak negatif (+125%), pengetahuan komunikasi efektif (+60%), dan motivasi untuk berubah (+114%). Tingkat kehadiran mencapai 97% dengan partisipasi aktif yang tinggi. Penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan psikoedukatif terstruktur efektif untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan tentang dampak negatif phubbing pada remaja dalam setting pendidikan, meskipun diperlukan program lanjutan untuk melihat perubahan perilaku jangka panjang.
Stres Akademik pada Siswa Kelas XII Sekolah Menengah Kejuruan: Studi Kasus dan Implikasi Layanan Psikologi Sekolah Hardianto, Pradigdo; Amanda Pasca Rini
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 3 (2026): In Press
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i3.7050

Abstract

Stres akademik merupakan fenomena psikologis yang umum dialami oleh siswa sekolah menengah, khususnya pada fase akhir pendidikan ketika tuntutan akademik, praktik kejuruan, serta tekanantransisi ke dunia kerja meningkat secara signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikandinamika stres akademik pada siswa kelas XII Jurusan Teknik Pemesinan di SMK PGRI Gresik sertamenelaah implikasinya terhadap layanan psikologi sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan metode asesmen mulltimodal yang meliputi wawancara mendalam, observasi perilaku, studi dokumentasi, serta skrining psikologis menggunakan Depression Anxiety Stress Scales (DASS-42). Subjek penelitian terdiri atas 32 siswa kelas XII, dengan fokus analisis mendalam pada lima siswa yang menunjukkan tingkat stres sedang hingga parah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 53% siswa berada pada kategori stres di atas normal. Manifestasi stres akademik tampak dalam bentuk kelelahan fisik, penurunan motivasi belajar, konflik interpersonal, penarikan diri sosial, serta kecemasan terhadap masa depan. Temuan inimenunjukkan adanya ketidakseimbangan antara tuntutan akademik dan kapasitas coping siswa. Penelitian ini menegaskan pentingnya intervensi psikologis berbasis sekolah yang bersifat preventif dan kuratif melalui psikoedukasi dan konseling kelompok berbasis kekuatan (strength-based counseling) guna mendukung kesejahteraan psikologis siswa SMK menjelang kelulusan.
Kesulitan Interaksi Sosial dan Penurunan Fungsi Akademik pada Siswa Sekolah Dasar: Sebuah Laporan Kasus Anthonie, Wenda; Amanda Pasca Rini
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 3 (2026): In Press
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i3.7051

Abstract

Kesulitan interaksi sosial dan penurunan fungsi akademik merupakan permasalahan yang sering muncul pada anak usia sekolah dasar, khususnya ketika anak menghadapi stresor psikososial yang signifikan. Artikel ini bertujuan untuk memaparkan laporan kasus seorang siswi kelas V sekolah dasar yang menunjukkan penurunan prestasi akademik dan perubahan perilaku sosial setelah mengalami perubahan signifikan dalam dinamika keluarga. Metode asesmen yang digunakan meliputi wawancara, observasi, studi dokumentasi, serta pemeriksaan psikologis menggunakan Coloured Progressive Matrices (CPM), Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ), Child and Adolescent Social Support Scale (CASSS), dan Child PTSD Symptom Scale (CPSS). Hasil asesmen menunjukkan kapasitas intelektual non-verbal dalam kategori rata-rata, disertai kesulitan emosional, hambatan interaksi sosial, serta gejala stres pascatrauma tingkat sedang. Intervensi psikologis berupa psikoedukasi emosi dan stres, latihan relaksasi pernapasan dan grounding, serta pelatihan asertivitas dasar menunjukkan perubahan positif pada aspek regulasi emosi, rasa aman, dan keterlibatan sosial klien di sekolah. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan komprehensif yang melibatkan aspek emosional, sosial, akademik, dan dukungan lingkungan dalam menangani kasus kesulitan penyesuaian pada anak usia sekolah.