Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU DALAM PENCEGAHAN DIARE PADA BALITA DI PUSKESMAS KALUMATA KOTA TERNATE seli dela sulfiati; fera the; Soesanty Soesanty
Kieraha Medical Journal Vol 1, No 1 (2019): KIERAHA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.277 KB) | DOI: 10.33387/kmj.v1i1.1664

Abstract

Background: Dehydration due to diarrhea can lead to death in all ages, especially in toddlers. In the city of Ternate, in 2018, 2,023 (9.7%) cases of diarrhea in children under the age of five are listed among the top 10 diseases in the Puskesmas Kalumata. High cases are due to such factors as maternal knowledge and diarrhea prevention. Therefore, researchers want to examine the description of knowledge and attitude mother’s diarrhea the prevention in children under five at the Puskesmas Kalumata Ternate City. Methode: Descriptive research with cross-sectional approach. Carried out  from December 12 to December 31, 2019, in the Puskesmas Kalumata Ternate City with the method used was to discharge the questionnaire by interview. The sampling technique used is an accidental sampling. Result: The result showed that among of 55 respondent, mother’s with good knowledge are 52 people (94.5%), mother’s with a good attitude are 51 people (92.7%), the age majority were 20-35 years old are 36 people (65.5%), a high level of mothers graduate from senior high school are 30 people (54,4%), most were housewife are 43 people (78.2%), and the mothers of the most children who have a child are 20 people (40.0%). Conclusion: The conclusion is that 90% of the respondents at the Puskesmas Kalumata Ternate City are capable of preventing diarrhea in toddlers. Keywords: Attitude, Children Under Five, Diarrhea Prevention, Knowledge
PROFIL PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TERHADAP PENATALAKSANAAN AWAL DIARE PADA PENCEGAHAN DEHIDRASI BALITA DI PUSKESMAS GAMBESI KOTA TERNATE TAHUN 2020 FERA THE; Marhaeni Hasan
Kieraha Medical Journal Vol 2, No 2 (2020): KIERAHA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.495 KB) | DOI: 10.33387/kmj.v2i2.2694

Abstract

Dehidrasi lebih sering terjadi pada bayi dan anak dibandingkan orang dewasa. Oleh karena itu,sangat penting untuk mencegah dan mengurangi dehidrasi dalam penanganan diare pada anak dan bayi.Angka kejadian diare yang masih cukup tinggi di Kota Ternate membutuhkan perhatian lebih dari pemerintahuntuk mencegah peningkatan morbiditas dan mortalitas akibat dehidrasi pada diare. Tujuan penelitianmengetahui profil pengetahuan dan sikap ibu terhadap penatalaksanaan awal diare pada pencegahan dehidrasibalita di Puskesmas Gambesi Kota Ternate. Jenis penelitian ini adalah cross-sectional dengan menggunakananalisis univariat untuk menentukan hubungan faktor perilaku dan perilaku lingkungan terhadap kejadiandiare pada balita di Kota Ternate. Hasil penelitian menunjukkan Tingkat pengetahuan responden tentang caramencegah dehidrasi akibat diare sudah cukup baik karena dapat dilihat responden yang memiliki pengetahuansedang sebanyak 35 orang (52.2%) dan baik sebanyak 12 orang (17.9%) sedangkan yang memilikipengetahuan rendah sebanyak 20 orang (29.9%), sedangkan sikap responden tentang mencegah dehidrasiakibat diare sudah baik karena yang memiliki sikap sedang sebanyak 46 orang (68.7%), yang memiliki sikapbaik sebanyak 21 orang (31.3%) dan tidak ada yang memiliki sikap yang kurang.Kata Kunci : Dehidrasi, Diare, Diare pada anak dan bayi.
POLA PENGGUNAAN ANTIDIABETES ORAL DAN KARAKTERISTIK PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RSUD Dr. H. CHASAN BOESOIRIE Yusril Amien; Andi Siti Nur Afiah; Fera The
Kieraha Medical Journal Vol 3, No 1 (2021): KIERAHA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.512 KB) | DOI: 10.33387/kmj.v3i1.3263

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua-duanya. Federasi Diabetes Internasional (IDF) memperkirakan orang usia kerja dengan diabetes terdiagnosis atau tidak terdiagnosis akan meningkat menjadi 417,3 juta pada tahun 2030 dan hingga 486,1 juta pada tahun 2045. Berbanding lurus dengan Provinsi Maluku Utara yang mengalami peningkatan penderita DM tipe 2 di tahun 2018 mencapai 1,5% dari 1,2% di tahun 2013. Salah satu bentuk intervensi farmakologis DM tipe 2 adalah berupa pemberian obat antidiabetes oral. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien diabetes melitus tipe 2 berdasarkan umur, jenis kelamin, pembiayaan, dan pola penggunaan obat anti diabetes oral berdasarkan golongan obat dan kombinasi anti diabetes oral. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah data rekam medik pasien DM tipe 2 di bagian Penyakit Dalam RSUD Dr. H. Chasan Boesoirie Ternate sebanyak 76 sampel. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November – Desember 2020. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar pasien DM tipe 2 berumur berkisar 45 - 65 tahun (68,4 %) dan didominasi oleh perempuan (65,8%). Jenis pembiayaan pengobatan yang banyak digunakan yaitu BPJS (69,7%). Pasien yang mendapatkan terapi antidiabetes oral lebih banyak dari golongan peningkat sensitivitas insulin (57,3%) yaitu metformin. Dan kombinasi 2 obat antidiabetes oral yang banyak digunakan adalah metformin dan glimepirid (26,3%).
PROFIL KUALITAS KESEHATAN MASYARAKAT KEPULAUAN DI PULAU MOTI FERA THE
Kieraha Medical Journal Vol 1, No 2 (2019): KIERAHA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.078 KB) | DOI: 10.33387/kmj.v1i2.1703

Abstract

ABSTRAKMasyarakat yang hidup di pulau-pulau kecil cenderung memiliki tingkat kesehatan yang rendah disebabkan antara lain karena kurangnya ketersediaan air bersih dan berkualitas, minimnya ketersediaan makanan yang bergizi dan terbatasnya pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil kualitas kesehatan masyarakat di Pulau Moti. Penelitian dilakukan dengan mengumpulkan data primer, yaitu dengan pengamatan secara langsung dan melalui angket yang berisi pertanyaan serta data sekunder, yaitu data dari sarana kesehatan. Pada penelitian ini telah terkumpul data sebanyak 100 sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas kesehatan masyarakat di Pulau Moti masih kurang baik. Hal ini dilihat dari beberapa faktor, yaitu belum tersedianya jamban pribadi di setiap rumah, belum adanya tempat pembuangan sampah akhir dan tempat sampah tertutup di setiap rumah, kebiasaan membakar sampah, kebiasaan merokok, tidak rutin konsumsi buah dan sayur, tidak rutin berolahraga, serta kurangnya kebiasaan mencuci tangan sebelum dan sesudah makan, serta masih banyak keluarga yang belum memiliki BPJS. Kata kunci:  Kesehatan, Masyarakat, Pulau Moti 
KARAKTERISTIK DAN GAMBARAN KLINIS PASIEN KANKER PAYUDARA YANG DIRAWAT INAP DI RSUD DR H CHASAN BOESOIRIE TERNATE TAHUN 2019 Nurhasanah B Kasuba; Arif Santosa; fera the
Kieraha Medical Journal Vol 1, No 1 (2019): KIERAHA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.453 KB) | DOI: 10.33387/kmj.v1i1.1666

Abstract

Background : Breast cancer is caused by abnormal growth of mammary cells. The data released by Globocan (IARC) in 2018 reported 18.1 millions of new cancer cases emerged with a mortality rate of 9.6 millions. Out of this number, the percentage of breast cancer prevalence reached 11.6 with 6.6% mortality rate. A research conducted by Laisla 2017 in RSUP Haji Adam Malik Medan revealed that most breast cancer cases occurred to patients aged between 50-59 years old. Most patients were brought to the hospital when their cancers already reached advanced stages. Regarding this matter, this research was conducted to investigate the characteristics and clinical review of breast cancer inpatients in RSUD Dr. H. Chasan Boesoririe Ternate in 2019.  Method : This descriptive research was conducted using the cross sectional research design. Research population and samples included new inpatients with breast cancer in RSUD Dr. H. CHasan Boesoririe Ternate whose medical records were complete and recorded from October – December 2019. Total sampling technique was employed to select 21 inpatients with breast cancer based on the predetermined inclusion and exclusion criteria. Outcome : Out of 21 patients with breast cancer, 43% were between 45-55 years old, elementary school graduates, married, and had some clinical symptoms including nipple retraction, peau d’orange, dimpling ulceration, erythema, firm lump on the skin (28.6%), at the stage III B cancer and most of their histopathology showed invasive ductal carcinomas. Key words : age, breast cancer, clinical review,  education, marital status
DAMPAK PANDEMI COVID 19 TERHADAP KUNJUNGAN IMUNISASI DASAR DI POSYANDU KOTA TERNATE Marhaeni Hasan; Fera The
Kieraha Medical Journal Vol 4, No 1 (2022): KIERAHA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/kmj.v4i1.4968

Abstract

Imunisasi adalah suatu upaya untuk menimbulkan atau meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit, sehingga apabila suatu saat terpajan dengan penyakit tersebut tidak akan sakit atau hanya mengalami sakit ringan. Berdasarkan data analisis Kementrian Kesehatan menunjukan bahwa selama pandemi COVID-19 telah terjadi penurunan baik cakupan imunisasi maupun peforma surveilans PD3I karena sebagian besar petugas surevilans lebih fokus mengerjakan surveilans COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak pandemi Covid 19 terhadap kunjungan imunisasi dasar di Posyandu Kota Ternate. Jenis penelitian ini adalah cross-sectional dengan menggunakan analisa univariat dan bivariat. Sampel di ambil dengan teknik cluster random sampling. Penelitian ini dilakukan di Posyandu puskesmas area Kota Ternate/Pulau Ternate..Alat penggumpulan data berupa kuesioner dengan pertanyaan yang terstruktur. Hasil penelitian menunjukan tidak terdapat hubungan antara pendidikan dengan kunjungan imunisasi (p=0,696). Tidak terdapat hubungan antara usia ibu dan tingkat kunjungan imunisasi (p=0,263). Tidak terdapat hubungan antara pekerjaan ibu dengan tingkat kunjungan imunisasi (p=0,776). Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kunjungan imunisasi (p=0,000). Tidak terdapat hubungan antara sikap dan tingkat kunjungan imunisasi (p=0,428).
Hubungan Faktor Risiko dengan Kejadian Sindrom Dispepsia Fungsional pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Khairun Muhammad Sultan Firman Syah; Abdul A Manaf; Fera The
MEDULA (JURNAL ILMIAH FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HALU OLEO) Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46496/medula.v10i1.25877

Abstract

Dispepsia merupakan kumpulan rasa tidak nyaman, nyeri epigastrium, kembung, mual muntah, sendawa dan rasa penuh. Stres, pola makan, makanan/minuman iritatif, obat anti inflamasi non-steroid (OAINS), Helicobacter pylori, alkohol dan merokok merupakan faktor risiko dispepsia. Meski berada di urutan ke-8 dari 10 penyakit spesifik di Maluku Utara, belum ada penelitian terkait hubungan faktor risiko dengan kejadian pada kelompok ini, khususnya pada kaum muda di Universitas Khairun. Tujuan: Mengetahui hubungan faktor risiko dengan kejadian sindrom dispepsia fungsional pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Khairun. Metode: Penelitian observasional analitik cross sectional ini dilaksanakan mengunakan metode random sampling dari populasi mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Khairun pada Januari 2022. Data diperoleh melalui kuesioner. Hasil: Dari 136 sampel, sebagian besar berusia 20-24 tahun (54,4%), 71,3% perempuan, 52,5% memiliki tingkat stres normal, 64,7% memiliki pola makan teratur, 56,6% mengonsumsi makanan/minuman iritatif, 23,5% mengonsumsi OAINS, 2,2% perokok, dan 6,6% mengonsumsi alkohol. Dispepsia fungsional dialami 55,9% mahasiswa. Dari seluruh variabel independen, jenis kelamin, tingkat stres, diet iritatif, OAINS, dan status perokok ditemukan berhubungan bermakna secara statistis dengan kejadian dispepsia fungsional (p<0,05). Simpulan: Pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Khairun, jenis kelamin, tingkat stres, diet iritatif, OAINS, dan status perokok ditemukan berhubungan bermakna secara statistis dengan kejadian dispepsia fungsional.Kata Kunci: Dispepsia, faktor risiko, mahasiswa fakultas kedokteran
Edukasi Pentingnya Pemberian ASI Eksklusif pada Bayi di Puskesmas Gambesi Fera The; Marhaeni Hasan; Sadrakh Dika Saputra
Jurnal Surya Masyarakat Vol 5, No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jsm.5.2.2023.208-213

Abstract

Exclusive breastfeeding is crucial in supporting the growth and development of babies, such as increasing antibodies, protecting against infectious diseases, and several other benefits. Exclusive breastfeeding also has physical and psychological benefits for the mother. This service aims to improve the knowledge of pregnant women in Gambesi Community Health Center about the benefits of breast milk. The type of activities carried out in the form of health counseling related to the benefits of exclusive breastfeeding. The instrument used to measure the level of knowledge of pregnant women in the form of a questionnaire with 10 structured questions about breast milk, the measurement results of this questionnaire is the level of knowledge is good, enough and less. This activity was preceded by a pre-test to measure the level of knowledge of pregnant women before receiving counseling materials and followed by a post-test to measure the level of knowledge of pregnant women after receiving counseling materials. Counseling participants amounted to 62 people, after the counseling obtained some results, namely there is an increase in the percentage of good knowledge groups by 65%, sufficient knowledge groups by 35%, and no participants with less knowledge level were found.
Faktor Resiko yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Balita di Kabupaten Halmahera Barat Fera The; Marhaeni Hasan; Kiky Frederik Rompis; Daisy Aurelia; Andri Imbar
Malahayati Nursing Journal Vol 5, No 7 (2023): Volume 5 Nomor 7 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v5i7.9021

Abstract

ABSTRACT Stunting is defined as height below 2 standard deviations (SD) from the median high-for-age z-score (HAZ), as determined by the World Health Organization (WHO) child growth criteria. Around 22% or 149.2 million children under 5 years suffer from stunting in 2020. There are many factors associated with stunting, social factors such as poverty, place of residence and ethnicity are associated with the nutritional status of children. Environmental and behavioral factors, such as lack of education, lack of hygiene, poor sanitation and indoor air pollution also increase the risk of stunting in young children. Health interventions such as disease prevention and early diagnosis and treatment of disease protect against stunting. The aim of the research is to know the risk factors associated with the incidence of stunting in toddlers in West Halmahera Regency. This research was carried out in July 2022 – August 2022 which was carried out at the Ibu Health Center in West Halmahera Regency. Method This type of research is case control using bivariate analysis to determine the relationship between risk factors and the incidence of stunting in toddlers. In this study, it was selected through total sampling and accidental sampling techniques and obtained a sample of 74 mothers with toddlers. The result There is a significant relationship between exclusive breastfeeding and the incidence of stunting (p=0.009). There is a relationship between the baby's birth weight and the incidence of stunting (p value = 0.001) and there is a relationship between nutrition during pregnancy and the incidence of stunting (p value = 0.007) Keywords: Toddlers, Mothers, Mother Health Center, Stunting  ABSTRAK Stunting didefinisikan sebagai tinggi badan di bawah 2 standar deviasi (SD) dari median high-for-age z-score (HAZ), sebagaimana ditentukan oleh kriteria pertumbuhan anak World Health Organization (WHO). Sekitar 22% atau 149,2 juta anak di bawah 5 tahun menderita stunting pada tahun 2020. Ada banyak faktor yang terkait dengan stunting, faktor-faktor sosial seperti kemiskinan, tempat tinggal dan etnis dikaitkan dengan status gizi anak-anak. Faktor lingkungan dan perilaku, seperti kurangnya pendidikan, kurangnya kebersihan, sanitasi yang buruk dan polusi udara dalam ruangan juga meningkatkan risiko stunting pada anak kecil. Intervensi kesehatan seperti pencegahan penyakit dan diagnosis dini dan pengobatan penyakit melindungi terhadap stunting. Guna mengetahui faktor resiko yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di Kabupaten Halmahera Barat.  Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli2022 – Agustus 2022 yang dilakukan di Puskesmas Ibu area Kabupaten Halmahera Barat. Menggunakan metode case control dengan menggunakan analisa bivariat untuk menentukan hubungan faktor resiko dengan kejadian stunting pada balita, dalam penelitian ini dipilih melalui teknik total sampling dan accidental sampling dan didapatkan sampel 74 ibu yang memiliki balita. Terdapat hubungan yang signifikan antara pemberian asi ekslusif dengan kejadian stunting (p=0,009). Adanya hubungan antara Berat Badan Lahir Bayi dengan kejadian stunting (nilai p =0,001) serta terdapat hubungan nutrisi pada saat kehamilan dengan kejadian stunting (nilai p=0,007) Kata Kunci : Balita, Ibu, Puskesmas Ibu, Stunting 
KARAKTERISTIK PASIEN HEMOROID DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. H. CHASAN BOESOIRIE TERNATE Nindya Febrina Muhammad; Ferdian Hidayat; Fera The
Kieraha Medical Journal Vol 5, No 1 (2023): KIERAHA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/kmj.v5i1.5800

Abstract

Hemoroid merupakan pelebaran jaringan yang terdiri atas pleksus vena yang berada di dalam pleksus hemoroidalis. Hemoroid dapat terjadi pada laki-laki maupun perempuan yang diakibatkan dari kurangnya minum, diet rendah serat, mengedan yang terlalu lama, mengangkat beban berat, kehamilan dan obesitas. Pada tahun 2018-2020, untuk penderita yang berobat di rsud kota ternate memiliki cakupan yang cukup banyak yaitu sebanyak 61 pasien yang menderita hemoroid. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk Mengetahui karakteristik pasien hemoroid dengan dilakukannya Penelitian secara deskriptif observasional melalui pendekatan retrospektif yang dilakukan di rsud kota ternate. Hasil penelitian dari Distribusi pasien Hemoroid paling banyak didapatkan direntang usia 26-45 tahun (47,5%), dengan jenis kelamin laki-laki sebanyak (57,5%), pekerja ringan (42,5%), jenis hemoroid interna grade iv (55%), keluhan utama yaitu rasa nyeri sebanyak (65%), serta dilakukan penatalaksanaan secara operatif (70%). Terdapat hubungan yang bermakna antara usia dengan derajat hemoroid. Namun, tidak ada hubungan yang bermakna antara jenis kelamin dengan derajat hemoroid.Â