Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Hubungan Kecerdasan Emosional Terhadap Perilaku Organisasi Perawat di Rawat Inap Rumah Sakit Islam Faisal Kota Makassar Tahun 201 Muhammad Fais Satrianegara; Syahratul Aeni; Nurul Istiqamah Rizal
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 9, Nomor 1, Tahun 2017
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.351 KB) | DOI: 10.24252/as.v9i1.3147

Abstract

              Perilaku-perilaku yang berkaitan dengan sumber daya manusia akan menjadi bahasan penting bagi organisasi dalam menjalankan kegiatannya. Selain itu kinerja dari sebuah perusahaan sangat tergantung pada sumber daya manusia yang ada. Rendahnya kualitas sumber daya manusia tentunya akan menimbulkan dampak negatif bagi perusahaan maupun karyawan itu sendiri. Sebab karyawan yang baik cenderung akan menunjukkan perilaku organisasi dimana perilaku organisasi merupakan kontribusi positif individu terhadap perusahaan yang melebihi tuntutan peran di tempat kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kecerdasan emosional terhadap perilaku organisasi perawat di rawat inap Rumah Sakit Islam Faisal di Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif dengan populasi yaitu semua tenaga perawat yang bertugas di ruang perawatan I, perawatan II, perawatan III, perawatan IV dan perawatan V sebanyak 74 responden. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah total sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 74 responden tenaga perawat yang diteliti terdapat terdapat 37 tenaga perawat yang mempunyai kriteria penilaian kesadaran diri dengan perilaku organisasi yang baik, dan hasil uji statistik diperoleh nilai p = 0,000. Terdapat 32 tenaga perawat yang mempunyai kriteria penilaian pengendalian diri dengan perilaku organisasi yang baik, dan hasil uji statistik diperoleh nilai p = 0,002. Terdapat 35 tenaga perawat yang mempunyai kriteria penilaian motivasi dengan perilaku organisasi yang baik, dan hasil uji statistik diperoleh nilai p = 0,001. Terdapat 37 tenaga perawat yang mempunyai kriteria penilaian empati dengan perilaku organisasi yang baik, dan hasil uji statistik diperoleh nilai p=0,000. Terdapat 35 tenaga perawat yang mempunyai kriteria penilaian hubungan sosial dengan perilaku organisasi yang baik, dan hasil uji statistik diperoleh nilai p = 0,000. Hasil uji statistik (p<0,05). 
Analisis Kandungan Zat Gizi Biskuit Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas L. Poiret) Sebagai Alternatif Perbaikan Gizi di Masyarakat Syarfaini Syarfaini; M. Fais Satrianegara; Syamsul Alam; Amriani Amriani
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 9, Nomor 2, Tahun 2017
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.695 KB) | DOI: 10.24252/as.v9i2.3763

Abstract

Ubi jalar ungu adalah ubi jalar yang kulit maupun dagingnya berwarna ungu pekat yang memiliki produktivitas yang tinggi, ubi jalar ungu varietas anitin-3 memiliki kandungan zat antosianin relatif lebih tinggi dibanding varietas antin-1 dan antin-2. Biskuit ubi jalar ungu merupakan salah satu produk diversifikasi pangan lokal akan potensi sumber daya alam khususnya pemanfaatan ubi jalar ungu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan zat gizi (Karbohidrat, Protein, Lemak, Besi (Fe), dan Vitamin C) pada biskuit ubi jalar ungu dan uji organoleptik biskuit tersebut. Jenis rancangan pada penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) karena diterapkan pada percobaan yang dilakukan pada lingkungan homogen dan pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan eksperimentatif dengan menggunakan desain true-eksperimen. Metode yang digunakan untuk perlakuan ubi jalar ungu dengan perbandingan kelompok kontrol 1:0, kelompok eksperimen 1:1, 3:1, dan 1:3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 4 perlakuan dengan konsentrasi berbeda pada biskuit ubi jalar ungu dengan 3 kali pengulangan. Hasil penelitian sampel 1:0 yaitu kandungan Karbohidrat 16,26%, Protein 4,51%. Lemak 21,50%, Fe 107, 57 ug/g dan Vitamin C 66,89 mg sampel 1:1 yaitu kandungan sampel 1:1 yaitu kandungan sampel 1:3 yaitu Karbohidrat 16,26%, Protein 4,51%. Lemak 21,50%, Fe 107, 57 ug/g dan Vitamin C 66,89 mg. Uji hedonik terbaik terdapat pada formulasi 1:3, sedangkan uji mutu hedonik dengan kriteria agak baik pada formulasi 1:1, 3:1 dan 1:3. Uji Friedmen P<0,05 terhadap warna, tekstur dan mutu overall. Rekomendasi produk terbaik dari keempat sampel untuk kebutuhan zat gizi makro dan zat gizi mikro pada formulasi 1:3. Jadi disarankan bagi masyarakat agar dapat membuat biskuit ubi jalar ungu untuk menjadi makanan layak konsumsi sebagai makanan tambahan guna memenuhi kebutuhan zat gizi perharinya. 
Analisis Pengelolaan Manajemen Logistik Obat di Instalasi Farmasi Rsud Lanto Daeng Pasewang Kabupaten Jeneponto Muhammad Fais Satrianegara; Emmi Bujawati; Guswani Guswani
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 10, Nomor 1, Tahun 2018
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (645.409 KB) | DOI: 10.24252/as.v10i1.5418

Abstract

Obat adalah salah satu perbekalan farmasi yang berperan penting dalam upaya penyembuhanpenyakit. Ketersediaan obat sangat tergantung pada bagaimana proses pengelolaan obat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pengelolaan manajemen logistik obat di instalasi farmasi RSUD Lanto Daeng Pasewang Kabupaten Jeneponto. Metode yang digunakan adalah kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara langsung dan observasi. Hasil penelitian menjelaskan bahwa, perencanaan(oleh kepala instalasi dan pihak manajemen, pemilihan obatnya berdasarkan stock  yang menipis, kebutuhan, pola penyakit, e-katalog, dan permintaan, penentuan jumlah kebutuhan obat berdasarkan obat yang kosong, stok obat terakhir, sistem analisa ABC, pola penyakit dan pemakaian periode lalu), pengadaan (dilakukan setiap waktu ketika obat akan habis, berdasarkan tender dan pembelian langsung, pemesanan ulang terjadi ketika stok obat kosong pada distributor. Diharapkan kepada Instalasi Farmasi RSUD Lanto Daeng Pasewang  untuk membentuk tim perencanaan, dalam pengadaan sebaiknya menjamin ketersediaan obat pada distributor dan mengantisipasi kekosongan obat dengan Buffer Stock, penghapusan obat sebaiknya mengikuti prosedur yang ada pada SOP, penyimpanan sediaan yang kadaluarsa di tumpuk bersama di tempat yang aman dan membuat Flowchart untuk manajemen logistikobat. 
Gambaran Penatalaksanaan Program KB Melalui Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) di Kecamatan Ujung pandang Kota Makassar Muhammad Rusmin; Muhammad Fais Satrianegara; Hasbi Ibrahim; Abdul Majid HR. Lagu; Nur Rahma
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 11, Nomor 1, January-June 2019
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (637.04 KB) | DOI: 10.24252/as.v11i1.9424

Abstract

MKJP (Metode Kontrasepsi Jangka Panjang) terdiri atas alkon Implant, IUD, MOP dan MOW merupakan bagian dari program KB untuk mengatisipasi tingginya jumlah kepadatan penduduk di Indonesia. Selama tiga tahun terakhir program MKJP Kota Makassar terus meningkat mulai tahun 2014 sebanyak 5.459 akseptor dan meningkat ditahun 2015 sebanyak 6.693 akseptor kemudian meningkat lagi ditahun 2016 sebanyak 7.010 akseptor serta peningkatan terbanyak di Kota Makassar berada di Kecamatan Ujung Pandang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penatalaksanaan melalui perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan serta evaluasi program KB MKJP di Balai KB Kecamatan Ujung Pandang Tahun 2017. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui teknik wawancara mendalam.Penentuan informan menggunakan teknik purposivesamplingsebanyak 11 responden.Hasil Penelitian: (1) perencanaan operasional rutin dilaksanaan dalam kegiatan staf meeting untuk menyusun beberapa kegiatan yang efektif dan efisien untuk mencapai target yang diberikan oleh DPPKB Kota Makassar namun perencanaan jangka panjang belum ada di Balai KB Kecamatan Ujung Panjang. (2) kepala UPT dan PLKB telah menjalankan tugas sesuai SOP yang ada dengan mengkoordinir seluruh penyuluh KB untuk mensosialisasikan dan mengajak PUSagar beralih dan menggunakan salah satu alkon jangka panjang. (3) pelaksanaan program KB melalui MKJP dimulai dengan sosialisasi oleh PLKB untuk menggunakan alkon jangka panjang, PUS akan mendapat konseling awal dan pilihan untuk menuju ke tempat pelayanan KB atau menunggu pelayanan KB mobile. (4) seluruh kegiatan dimonitoring langsung oleh DPPKB Kota Makassar melalui kehadiran, buku visum dan beberapa laporan yang dibuat serta hasil pencapaian setiap bulan yang rutin dikirim ke DPPKB Kota Makassar. (5) evaluasirutin dilaksanakan saat melaksanakan kegiatan staf meetingdemi tercapainya keluarga kecil, bahagia dan sejahtera.
Hubungan Upah Kerja dan Gaya Kepemimpinan Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan UD. Mitra Philips Seafood Indonesia Di Kabupaten Muna Provinsi Sulawesi Tenggara Hasbi Ibrahim; Muhammad Fais Satrianegara; Muhammad Rusmin; Sri Safitri Tambunga
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 11, Nomor 2, July-December 2019
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (787.389 KB) | DOI: 10.24252/as.v11i2.11928

Abstract

Masalah produktivitas ini hampir semua dialami oleh setiap perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan memberikan motivasi kepada karyawan dengan memberikan upah yang tinggi serta disiplin kerja harus di tingkatkan.Selain upah, faktor lain yang perlu di perhatikan oleh perusahaan adalah gaya kepemimpinan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan upah kerja dan gaya kepemimpinan terhadap produktivitas kerja karyawanUD.Mitra Philips Seafood Indonesia di Kabupaten Muna Provinsi Sulawesi Tenggara.Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, dengan menggunakan pendekatan cross sectional study. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode total sampling yaituberjumlah 30 responden. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder.Hasil penelitian menununjukkan bahwa dari 30 orang responden terdapat 25orang (83,3%) responden yang memiliki upah sesuai dengan UMR yaitu ≥ Rp.2.002.652 dan 5 orang (16,7%) responden yangmemiliki upah dibawa UMR yaitu < Rp.2.002.652. Berdasarkan hasil uji statistik chi-square menunjukkan tidak ada hubungan antara upah kerja dengan produktivitas kerja (p value =0,593). Sedangkan variabel gaya kepemimpinan berhubungan terhadap produktivitas kerjaberdasarkan hasil statistik 19 orang (63,3 %) responden merasakan gaya kepemimpinan baik dan 11orang (36,7 %) responden merasakan gaya kepemimpinan kurang baik (p value =0,057). Karyawan disarankan untuk tetap memaksimalkan produktivitasnya, baik bagi karyawan yang memiliki produktivitas maksimal maupun karyawan yang produktivitasnya belum maksimal. Pimpinanperlu tetap mempertahankan bahkan jika perlu menciptakan suasana kerja yang mampu merangsang produktivitas karyawan yang lebih tinggi.Kata Kunci :Upah Kerja, Gaya Kepemimpinan, Produktivias Kerja 
Eating pattern and educational history in women of childbearing age Syamsul Alam; Dian Ihwana Ansyar; Muhammad Fais Satrianegara
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 12, Nomor 1, January-June 2020
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (575.962 KB) | DOI: 10.24252/as.v12i1.14185

Abstract

Chronic energy deficiencies often occur and attack women of childbearing age. this illustrates insufficient energy and protein intake and it can result in health and unbalanced nutritional patterns. The purpose of this study was to determine the relationship between diet and educational history with the incidence of chronic energy deficiency in women of childbearing age in Gunturu Village, Herlang District, Bulukumba, Province of South Sulawesi. This research was conducted in 2019 with a total sample of 359 people,  the design of this study was cross sectional study, data collection through interviews using questionnaires and direct observation, data of Chronic energy deficiencies obtained through LiLA measurements, consumption patterns obtained through interviews using the FFQ Form, and it was analyzed statistically with the chi square test. The result shown that the eating patterns of most respondents were in the good category and did not experience KEK. While the majority of respondents with less eating patterns did not experience KEK. Respondents who had never attended school, respondents had completed elementary / junior high / high school education, and respondents who graduated from tertiary institutions mostly did not experience KEK. The absence of a statistically significant relationship between diet and education was likely to be influenced by the proportion of WUS who experience a lower KEK that was 45 people than WUS who did not experience KEK as many as 314 people. Researchers hope that the community can maintain healthy living behaviors by managing a good diet, like watching the type of food consumed
THE DESCRIPTION OF THE QUALITY OF HEALTH SERVICES TO PATIENT SATISFACTION M. Fais Satrianegara; Azriful Azriful; Zilfadhilah Arranury; Nur Azisah Anwar
Homes Journal = Hospital Management Studies Journal Vol 1 No 1 (2020): October
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (732.871 KB) | DOI: 10.24252/hmsj.v1i1.16450

Abstract

Background: Quality health services are health services that can satisfy every service user by the average satisfaction level of the population and its implementation by the established code of ethics and service standards. Objective: To determine the description of the quality of health services on patient satisfaction in the inpatient installation of the Makassar General Hospital of the Hajj Region in 2019.Method: The method used is descriptive. The population in this study were patients using inpatient class III RSUD Haji Makassar in 2019 and based on data obtained in May 2019 as many as 848 patients.Result:The satisfaction service variable shows that of the 89 samples studied, 80 respondents were satisfied (89.9%) and 9 respondents (10.1%) were dissatisfied. The reliability variable (57.3%) is categorized as good and (42.7%) is not good. The responsiveness variable (66.3%) is categorized as good and (33.7%) is not good. The guarantee variable (75.3%) is categorized as good and (24.7%) is not good. The direct evidence variable (53.9%) is categorized as good and (46.1%) is not good. The empathy variable (82.0%) is categorized as good and (18.0%) is not good.Conclusion: It is hoped that the health workers at the General Hospital of the Haji Makassar Region will improve performance in prime health service activities to the community, and always prioritize the interests of patients in installations, especially patients in inpatient installations.
PSYCHOSOSIAL FACTORS ON THE PERFORMANCE OF HEALTH OFFICERS Dewi Ayu; M Fais Satrianegara; Fatmawaty Mallapiang
Homes Journal = Hospital Management Studies Journal Vol 2 No 1 (2021): February
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.049 KB) | DOI: 10.24252/hmsj.v2i1.18415

Abstract

Background:Psychosocial factors have become a major concern in occupational health. Changes that occur in the labor market, namely increased globalization, competition, flexibility, and new forms of work organization. Objective:The purpose of this study was to describe the psychosocial factors on the performance of health workers in Puskesmas X Makassar City.Method:This research method is a descriptive quantitative research with a population of all health workers at Puskesmas X Makassar City as many as 55 people using total sampling. The collected data were then analyzed by univariate and bivariate. Result:The results of data analysis showed that the majority of health workers at Puskesmas X Makassar City experienced severe stress as much as 50.9%, heavy loads as much as 65.5%, and mild fatigue as much as 67.3% with optimal good quality performance. This illustrates that health workers experience psychosocial factors that have a positive impact on performance, and to produce good performance.Conclusion:It is necessary to create a psychosocial environment so that individuals feel comfortable in groups and organizations, showing high productivity and improving the quality of work.
The impact of family support, social support and social information towards stress cases on covid-19 survivors : a cross-sectional study Bs Titi Haerana; M Fais Satrianegara; Hasridah Hasridah
Riset Informasi Kesehatan Vol 11 No 2 (2022): Riset Informasi Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.745 KB) | DOI: 10.30644/rik.v11i2.677

Abstract

Background : Covid-19 causes enormous panic and anxiety in society. Infection-induced immune system disorders can cause psychopathology, and the remaining symptoms of psychiatry are observed after the coronavirus outbreak. Survivors of COVID-19 appear to have an increased risk of residual psychiatric symptoms, and psychiatric diagnoses that occur due to excessive worry and anxiety. Worry and anxiety themselves can cause stress. The purpose of this study was to see the influence of family support, social support, and social information on stressful events in Covid-19 survivors in the Nuha District of East Luwu Regency in 2021. Method : This research is quantitative research with an approach of Observational analytics with a Cross-sectional design with random sampling techniques, with a sample of 1781 populations Results : The results showed that for the family support variable is (p=0.004; R2 = 0.025; Y = a + bX or 1.952 + 0.743 X). Social support for stressful events in Covid-19 survivors is (p=0.000; R2 = 0.039; Y = a + bX or 1.973 + 0.556 X) and the influence of social information on stressful events in Covid-19 survivors is (p=0.000 ; R2 = 0.052; Y = a + bX or 1.667 + 0.667 X. Conclusion : There is an influence on family support, social support, social information on the occurrence of stress on Covid-19 survivors in Nuha District East Luwu in 2021.
Hubungan Mutu Pelayanan Kesehatan Dengan Kepuasan Pasien Rawat Inap Di Rsud Labuang Baji Makassar Yulianti; Syamsuriyati; M Fais Satrianegara; Saparuddin Latu
urn:multiple://2988-7828multiple.v2i128
Publisher : Institute of Educational, Research, and Community Service

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan mutu pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien rawat Inap di RSUD Labuang Baji Makassar. Jenis enelitian ini adalah kauntitatif dengan metode deskriptif dengan desain cross sectional study. Sampel dalam penelitian ini ialah paien rawat inap yang berjumlah 100 orang. Teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Analisis data menggunakan uji chi square dan uji korelasi bivariate pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ada hubungan mutu pelayanan kesehatan dari dimensi kompetensi Teknik (p=0,004) dengan tingkat korelasi kuat, hubungan antara manusia (p=0,006) dengan tingkat korelasi kuat dan kenyamanan (p=0,003) dengan tingkat korelasi kuat terhadap kepuasan pasien rawat Inap di RSUD Labuang Baji Makassar. Sementara itu tidak ada hubungan mutu pelayanan kesehatan dari akses pelayanan (p=0,89) dengan tingkat korelasi sangat rendah, Efektivitas (p=0,086) dengan tingkat korelasi sangat rendah, efisiensi (p=0,86) tingkat korelasi sangat rendah, kelangsungan pelayanan (p=0,116) dengan tingkat korelasi sangat rendah dan keamanan (p=0,056) dengan tingkat korelasi rendah terhadap kepuasan pasien rawat inap di RSUD Labuang Baji Makassar.