Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JPSriwijaya

PIROLISIS LIMBAH PLASTIK MENJADI BAHAN BAKAR MINYAK MENGGUNAKAN PEMANAS INDUKSI DI DESA BINAAN PULAU SEMAMBU, INDERALAYA, KAB. OGAN ILIR Bambang Yudono
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Lembaga Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37061/jps.v9i1.17445

Abstract

Kegiatan PkM pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar minyak melalui proses pirolisis sampah plastik menggunakan pemanas induksi telah dilakukan di desa Pulau Semambu. Kegiatan diikuti oleh ibu-ibu PKK dan Pemuda Karang Taruna desa Pulau Semambu. Kegiatan ini merupakan hasil desiminasi penelitian yang telah dilakukan di Jurusan Kimia FMIPA Universitas Sriwijaya. Sampel yang digunakan adalah jenis Low Density Polyethylene, Polypropylene, dan Polyethylene Terephthalate (LDPE, PP, dan PET) yang diperoleh dari limbah domestik. Masing-masing plastik memperoleh distilat sebanyak 190,56 mL atau sebesar 38,11% pada plastik LDPE; sebanyak 327,39 mL atau sebesar 65,49% pada plastik PP; sebanyak 43,26 mL atau sebesar 8,65% pada plastik PET; dan sebanyak 160 mL atau sebesar 32% pada residu LDPE pada suhu 40-130oC, Sedangkan pada distilat residu LDPE pada temperatur  160-190oC berada pada fraksi kerosene (minyak tanah), dengan jumlah hidrokarbon C11-C13 menghasilkan distilat sebanyak 84 ml atau sebesar 16,8%.  Densitas rata-rata minyak pirolisis plastik LDPE; PP; dan PET berturut-turut sebesar 0,738 gr/mL; 0,740 gr/mL; dan 0,764 gr/mL. Hasil analisis GC menunjukkan bahwa minyak hasil pirolisis sampah plastik menggandung senyawa hidrokarbon yang sangat komplek.
PENGEMBANGAN SENTRAINDUSTRI GULA KELAPA DESA SRI MENANTI Bambang Yudono
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Lembaga Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37061/jps.v7i3.10138

Abstract

Pengembangan industri gula kelapa dilakukan dengan melakukan dengan cara derivikasi produk menjadi  menjadi gula kelapa herbal (Jamu instan Beras Kencur, Kunyit Asam, Beras Kencur). Produk ini dapat meningkatkan nilai tambah yang cukup signifikan yaitu dari harga gula kelapa Rp 20.000,- per Kg menjadi Rp 100.000,- per Kg.  Pendekatan, metode dan teknik yang digunakan dalam kegiatan ini adalah PRA (Participatory Rural Appraisal). Partisipasi sepadan dengan arti peran serta, ikut serta, keterlibatan, atau proses belajar bersama saling memahami, menganalisis, merencanakan dan melakukan tindakan oleh sejumlah anggota masyarakat itu sendiri. Pengembangan masyarakat dan pembangunan desa akan dimulai dengan cara yang sederhana, yaitu suatu proses yang berangkat dari kemampuan, kemauan dan kebutuhan masyarakat dalam memenuhi penghidupan dan menyelenggarakan kehidupannya. Diharapkan kegiatan ini dapat dirasakan tumbuh dan dimiliki oleh masyarakat, sehingga kegiatan ini dapat berkembang secara berkelanjutan, dan kerjasama antara LPPM Universitas Sriwijaya dengan masyarakat Desa Mulyasari dan Desa Sri Menanti akan semakin berkembang dengan baik.  Hasil dari kegiatan ini bagi masyarakat adalah munculnya industri kecil Gula Kelapa Herbal (Beras Kencur, Jahe, dan Kunyit Asem), kegiatan ini memberikan pengetahuan, ketrampilan alternatif usaha baru bagi masyarakat desa Sri Menanti, kecamatan Tanjung Lago kabupaten Musi Banyuasin Sumatra Selatan, dan memberikan untuk meningkatkan pendapatan keluarga. Kegiatan ini juga akan memberikan nilai tambah pada koperasi himpunan wanita Transmigrasi (HW trans) di desa Sri Menanti. Produk jamu herbal (Jamu Beras Kencur, Kunyit Asam, Beras Kencur) dapat dijual di masyarakat dengan  harga Rp 100.000,- per Kg, meningkat harganya cukup signifikan dibandingkan dengan gula merah (gula kelapa) Rp 20.000,- per Kg. Hasil uji organoleptik skala 5 untuk jamu herbal terhadap rasa, warna, dan aroma masing-masing menunjukkan 3.7, 3.86, dan 3.7. Hasil uji tersebut menunjukkan bahwa produk tersebut tergolong disukai oleh masyarakat